CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI.
AKU JATUH CINTA.


__ADS_3

Saat Reno dan Riska hendak membayar belanjaan baru mereka sadar, bahwa Bimo belum selesai memilih barang, Riska menitipkan barang belanjaan mereka di kasir dan masuk mencari Bimo, lama Riska dan Reno muter-muter keliling tapi belum juga terlibat, saat mau mencari ke arah lain, Reno pun melihat Bimo lagi mengobrol dengan gadis kecil seumuran dirinya.


Reno lalu menepuk jidatnya dengan kesal, "Astaga! cantik, lihat anak itu, kumat lagi dia!" tunjuk Reno, sambil memperlihatkan Bimo di salah satu meja di cafe kecil yang ada di supermarket itu.


"Hah! capek kita berkeliling mencarinya, taunya ada di sana dengan cewek? awas saja kamu dek!" geramnya sambil berkacak pinggang dengan marah.


"Cantik jangan marah-marah ya! nanti kita bilangin dia di dalam mobil saja" bujuk Reno, saat melihat Riska begitu marah.


Dengan cepat Riska berjalan ke arah Bimo sambil berkacak pinggangnya, Bimo yang asyik mengobrol dan tertawa lepas langsung bangun dari duduknya.


"Maaf kak, tadi Bimo lupa kasih tahu kakak, apa kita sudah akan pulang?" tanya Bimo.


"Apa kabar kakak ipar, perkenalkan aku Maura" ujarnya si gadis kecil sambil berdiri mengulurkan tangannya, Riska pun menyambutnya dengan rasa kaget.


"Hah! kakak ipar? sejak kapan aku jadi kakak ipar mu?" tanya Riska, dan tangannya langsung di senggol oleh Reno, Riska lalu melirik Reno dengan sinis. "Ada apa sih!" dengus nya.

__ADS_1


"Jangan galak-galak, nanti anak itu menangis" bisik Reno dengan pelan.


Bimo terus menunduk tak berani melihat mata kakaknya yang terus melotot.


"Hehe! kaka ipar tolong jangan marah, kami baru saja jadian" sahut Maura sambil menyenggol tangan Bimo. "Ya kan oppa?" tanya Maura dengan mata berbinar.


Riska memegang pangkal hidungnya dengan rasa kesal yang sudah mencapai ubun-ubun. "Kamu bertingkah lagi Bimo! bahkan kamu makin jadi" geram Riska dengan marah.


"Tidak ada cinta-cintaan, atau oppa segala, kalian anak kecil tidak boleh pacaran, lihat itu ingus mu saja masih belepotan tak bisa kamu bersihin sudah mau pacaran, mana orang tuamu? sana cari mereka, kami mau bawa Bimo pulang" ucap Riska dengan pelan tapi terlihat galak.


"Ayo Bimo kita pulang" ketusnya.


Dengan berat hati Bimo melangkah mengikuti langkah kakaknya, dan sekali berbalik menatap Maura dengan senyum kecut sambil melambaikan tangannya.


"Bimo! i love you!" teriak Maura, membuat Bimo berbalik lagi dan memberikan ciuman jarak jauh.

__ADS_1


Reno yang melihatnya seperti itu hanya geleng-geleng kepala.


"Semoga anak ku nanti tidak seperti mu Bimo" gumamnya, tapi masih di dengar Riska.


Dengan kesal Riska pun melirik Reno, "Asal kau tak ajarkan saja anakmu genit" semburnya marah.


"Hah! tidak sayang, aku tidak akan pernah mengajarkan hal buruk, belum jadi papa saja aku sudah merasakannya, betapa was-was aku saat melihat tingkah Bimo, ayah pasti juga frustasi" akui Reno dengan cepat.


Dengan kesal Riska berbalik pada Bimo, "Jalan yang cepat! jalanmu kayak siput, omongan saja yang besar, tebar pesona di mana-mana, sok ke cakep pan!" semburnya pada Bimo.


Bimo terus menunduk dengan sedih, Reno yang melihat Bimo begitu jadi ikut sedih. "Ayolah dek, jangan begitu lagi, kakak takut ayah akan menghukum mu nantinya" nasehat Reno.


"Aku jatuh cinta kak!" ujarnya dengan pelan, sehingga membuat Reno melongo. "Sst! diam lah, nanti kakakmu dengar" sela Reno.


Sementara Riska dengan kesal jalan lebih dulu, meniggalkan Reno dan Bimo.

__ADS_1


BERSAMBUNG..


__ADS_2