
Selesai mandi Reno dengan cepat keluar dan bergabung di ruang keluarga bersama semua keluarganya dan juga wanita pujaannya.
Pamannya yang melihat Reno begitu cepat selesai mandi langsung meledaknya. "Apa tadi kamu beneran mandi Reno? perasaan tak sampai lima menit" sindirnya.
Reno yang mendengar sindiran pamannya hanya tersenyum lebar.
"Hehe! perasaan hampir lima belas menit paman" sahutnya, semua yang ada di ruangan itu hanya tersenyum melihat tingkah Reno.
"Apa kamu benar-benar takut Riska pulang?" tanya neneknya. "Hehe! sedikit nek" jawabnya cengengesan.
Neneknya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Reno, sedangkan Riska menunduk malu.
"Sayang! habis makan bersama baru kamu pulang ya?" ajak buk Rima.
Riska terlihat berpikir dengan ajak kan mamanya Reno, "Ayo lah cantik, nanti aku antar pulang, motor mu biar aku yang bawa besok langsung ke rumah mu" pintanya.
"Benar sayang, makan lah dulu" sela buk Laras.
Karena buk Laras yang meminta langsung, akhirnya Riska setuju saja. "Baiklah nenek" jawabnya, membuat semua orang bahagia.
__ADS_1
"Kamu jangan canggung lagi, datang lah main kapan pun kamu mau" pesan pak Joseph.
"Terima kasih om" ujarnya dengan tersenyum malu.
"Benar sayang, jangan sungkan, kami semua senang kamu main kesini, bahkan tante yang tak pernah bisa membuat kue, jadi bisa, tak pernah bisa memasak jadi biasa, kamu serba bisa, tante malah bersyukur kamu ke sini" sahut buk Rima meyakinkan.
"Terima kasih, kalian semua menerima ku dengan tangan terbuka, saya benar-benar merasa terharu, terima kasih" ujarnya dengan tulus, buk Rima langsung memeluk Riska dengan sayang.
"Aunty juga senang sayang!" celetuk Selena.
"Ah.. kamu mah, karena selalu dapat kue gratis, dan di buatkan langsung sama ahlinya" celetuk pak Joseph, sehingga membuat Selena tersenyum.
"Sudah-sudah, ayo kita masak buat makan bersama" lerai mertuanya, dan para wanita langsung menuju dapur.
Riska memasak masakan yang sering dia masak, yang membuat ayahnya selalu nambah.
Para lelaki yang mencium aroma masakan yang tak pernah mereka cium begitu harumnya, membuat mereka masuk dapur, mengecek makanan apa yang di masak sehingga membuat mereka lapar.
"Kalian masak apa? harum banget, kami jadi lapar mi" teriak pak Joseph.
__ADS_1
Maminya tersenyum mendengar anak pertamanya tak sabar.
"Kalian duduk lah dulu, sebentar lagi kami selesai, kalian tahu tidak, masakan yang harum itu dari calon cucu mantu ku" jawab buk Laras.
Reno yang mendengarnya langsung mendekati Riska, "Ternyata benar masakan mu membuat kami lapar, apa belum matang cantik?" tanya Reno.
"Hehe! sebentar Ren.. duduk lah dulu, tinggal aku tuang ke dalam mangkuk saja" sahut Riska dengan senyum.
"Aku bantu ya? ini banyak dan panas, nanti tangan mu kena" sela Reno dengan perhatian, Riska pun langsung menuangkan dengan perlahan dan membiarkan Reno membantu membawakan ke meja makan.
Pak Joseph dan Bara yang melihat Reno membawa makanan yang membuat mereka tergoda menjadi tak sabaran, sampai-sampai mereka menggosok telapak tangan mereka karena tak sabar.
"Wah.. akhirnya dah matang, cepat Ren.. kami tak sabar" teriak papanya. "Sabar pa! ini masih panas" sahut Reno.
Dengan pelan Reno menaruhnya di meja makan, sementara papa dan pamannya tak sabar, bahkan sudah menyediakan piringnya.
Dan para wanita menyiapkan makanan lain juga, dan tak lupa memanggil Anton dan Bimo di halaman belakang untuk makan.
"Cepat lah, papa tak sabar, papa yakin saat kalian menikah nanti, kamu akan gendut Ren.. " goda pak Joseph, membuat Reno tersenyum malu.
__ADS_1
BERSAMBUNG..