CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI.
TEMAN BAIK.


__ADS_3

Perkenalan Selena dan buk Salmah membuat mereka semakin akrab, dua minggu lebih Selena di Indonesia membuatnya betah, apalagi berkumpul dengan keluarga suaminya membuatnya semakin bahagia, dia semakin belajar dari buk Salman cara merawat anak-anaknya sendiri, dan membimbingnya dari nol.


Selena merasa meninggalkan momen itu, kakak iparnya juga selalu mengingat kan jangan terlalu sibuk, sampai melupakan tanggung jawab sebagai istri dan ibu, agar tak menyesal sepertinya.


"Buk Salamah, aku ingin belajar membuat kue lagi, Anton sangat menyukai resep darimu, apakah ada resep baru? aku ingin mencobanya" ujarnya antusias.


Buk Salmah begitu senang mendengar Selena menyukai resep darinya, "Tentu, nanti aku tuliskan, sekalian dengan takarannya"


Hoek hoek..


Dengan panik buk Salmah membantu Selena, sekedar mengusap punggungnya, "Apa kau baik-baik saja?" tanya buk Salmah khawatir, karena melihat wajah Selena berubah pucat, padahal tadi baik-baik saja.


"Aku mual mencium bau bakso yang lewat itu" tunjuknya pada abang penjual bakso yang lewat, padahal jaraknya cukup jauh dari tempat duduknya.


Dengan senyum mengembang buk Salmah bertanya, Maaf Selena, apa akhir-akhir ini kau telat datang bulan?"


"Hum.. seingat ku, saat mau berangkat ke Indonesia, aku baru selesai datang bulan, sekarang baru saja masuk tiga minggu, belum saatnya aku datang bulan lagi" jawabnya polos, sementara buk Salmah membantunya memijat tengkuknya dari belakang.


Tibanya Bagas di sekolah anaknya karena ingin menjemput istrinya dan anaknya, dia sangat penasaran saat melihat buk Salmah memijat istrinya, dengan cepat Bagas menghampiri istrinya.


"Sayang, ada apa ini? kamu kenapa? kenapa kau di pijat?" paniknya pak Bagas.


"Sepertinya Anton akan punya adik, kalau tebakanku tak salah sih! coba sepulang sekolah ini, kalian periksa ke rumah sakit" usul buk Salmah.


"Benarkah? kau hamil sayang?" dengan senang langsung memeluk istrinya, "Terima kasih Salmah, sudah membantu istriku, kau memang teman baik" pujinya tulus.


"Sama-sama, aku senang bisa membantu" jawabnya.


Sambil menunggu anak mereka keluar, mereka bercerita banyak hal, terutama Selena terus bertanya bagaimana cara memasak yang enak.

__ADS_1


Buk Salmah tersenyum melihat antusiasnya seorang wanita karier dan langsung berpindah profesi ke dapur, itu sungguh luar biasa pikirnya.


"Semoga kamu positif hamil Selena, kalau benar iya, aku melihat hormon mu yang begitu antusias memasak, anakmu nanti mungkin saja perempuan, dia pasti secantik kamu" pujinya, membuat Selena tiba-tiba langsung merona, dan tersenyum malu.


Sampai-sampai buk Salmah dan suaminya terheran-heran.


"Haha! tak salah lagi tebakanku, habis ini, jagan lupa kalian mampir ke dokter kandungan, kalau ada yang ingin kamu makan, katakan saja jagan sungkan" dengan senyum merekah Selena mengangguk.


Keluarnya Anton dan Bimo, mereka langsung pulang, sedangkan Bagas dan Selena, langsung ke dokter kandungan. hampir setengah jam menunggu belum juga ada panggilan untuknya, karena banyak ibu hamil yang akan periksa kehamilannya.


Anton yang heran langsung bertanya, "Kita mau ngapain disini pa, ma?"


Dengan senyum manisnya Selena menjawab, "Mau periksa adikmu, apa benar sudah ada di rahim mama atau belum" jelasnya dengan lembut.


"Apa kah dulu Anton berada di sini juga?" tanya Anton penasaran sambil menunjuk perut mamanya.


"Ya, dan cukup lama kamu di sini, setelah sudah besar hingga tak muat lagi di perut mama, dan tubuhmu sudah sempurna, dan bisa menangis kencang barulah kamu lahir" jelasnya panjang lebar.


"Semoga saja papa, aku akan menyayanginya sepenuh hatiku, mau cowok atau cewek Anton akan tetap sayang" janjinya dengan tulus.


Tiba waktunya giliran Selena, semuanya langsung masuk ke ruangan dokter, melihat istrinya melakukan berbagai pemeriksaan, Bagas dengan setia menunggu dan yang paling mengejutkan Selena hamil anak kembar.


"Selamat buk Selena anak anda kembar, anda harus menjaganya dengan baik, dan datang lah periksa dengan rutin agar anda tahu perkembangan si kembar" ucap sang dokter.


"Benarkah dokter? kau hebat sayang! Anton mau menjadi kakak sekaligus adikmu dua, semoga saja adikmu jagoan dan putri cantik ya?" ujarnya antusias.


Sedangkan Anton langsung memeluk mamanya dan mencium pipi kanan kiri serta mengelus perut mamanya yang masih rata.


"Sehat selalu adik-adikku, kakak menunggu mu, selama ini kakak kesepian tak ada teman bermain di rumah saat papa mama sibuk berkerja" ujarnya dengan sendu.

__ADS_1


Bagas dan Selena saling pandang, baru tahu perasaan anaknya yang begitu kesepian, Bagas dan Selena langsung memeluk anaknya. Dokter yang melihat keluarga yang bahagia dan sedih itu pun menjadi terharu.


Setelah di resep kan vitamin oleh dokter, mereka pun keluar dari ruangan dokter dengan hati yang bahagia.


Dengan hati-hati Bagas dan Anton menuntun tangan kiri dan kanan Selena berjalan seperti orang sakit.


"Haha, aku tidak apa-apa sayang! kenapa kalian perlakuan aku bagai orang sakit?" ujarnya terkekeh geli.


"Mulai sekarang jangan menjemput ku ma, cukup tunggu kakak di rumah saja dengan adik-adik, aku sudah besar bisa sekolah sendiri, dan papa juga akan bekerja dan pulang tepat waktu, iya kan papa?" perintahnya dengan tegas, dan anggukkan oleh papanya.


"Hehe, terima kasih kakak" balas Selena sambil menirukan sura anak kecil.


Keluarga kecil itu berjalan pulang dengan senyum tak lepas dari wajah mereka, karena maminya ada di rumah kakaknya, Bagas langsung membawa istri dan anaknya ke rumah kakaknya.


Dengan terheran-heran buk Rima dan yang lainnya melihat Selena di gandeng, di papah berjalan seperti orang sakit, dia langsung menyambut adik iparnya. "Ada apa ini? kau apa kan adikku hah?" semburnya pada Bagas, sambil melepaskan tangan bagas dari Selena.


Bagas hanya memutar bola matanya dengan jengah pada kakak iparnya yang begitu posesif pada istrinya, "Aku selalu salah di mata kakak" dengusnya, buk Rima langsung mendelik ke arah Bagas.


"Anton! mama mu di apa kan sama orang itu" liriknya pada Bagas. Anton hanya nyengir melihat papanya yang kesal.


"Tante tenang saja, papa cukup baik pada mama akhir-akhir ini, apa lagi setelah ada adik-adikku" jelasnya berusaha membela sang papa.


"Hihihi! kak, aku hamil anak kembar" bisik Selena, sehingga membuat buk Rima terkejut dan bahagia, buk Rima langsung memeluknya dengan hati-hati.


"Mami! Selena hamil anak kembar, mami akan punya dua cucu lagi!" teriak buk Rima antusias, sehingga membuat semuanya terkejut dan ikut bahagia.


Dengan hati-hati Selena di tuntun duduk dengan perlahan, "Kak aku tidak sakit, jangan perlakuan aku bagai orang sakit" keluhnya dan cemberut.


"Benar kamu tidak sakit, tapi gerak gerik mu harus di perhatikan sayang, dan harus makan banyak dan yang sehat-sehat" nasehatnya.

__ADS_1


"Benar, jagan stress dan capek juga, kau harus selalu bahagia" pesan mertuanya, membuat Selena sedih karena mengingat orang tuanya, Bagas yang melihatnya sedih, langsung menghubungi kedua mertuanya mengabarkan tentang kehamilan Selena yang kembar, mereka pun langsung melakukan video call, sehingga membuat Selena bahagia.


BERSAMBUNG..


__ADS_2