CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI.
AKU BAHAGIA.


__ADS_3

Riko menjelaskan pada ke dua sahabatnya, tentang kebahagiaan yang dia rasakan.


"Jangan tersenyum terus, nanti gigimu kering" sindir Beny.


"Haha! kau cemburu bro?" ejek Riko.


"Huh, siapa yang cemburu! walau aku belum berhasil, tapi aku pria sejati berani menghadap papanya langsung" cibirnya.


Reno yang mendengar perdebatan mereka menjadi pusing.


"Sudah, sudah! kalian kayak anak kecil saja" lerai nya.


Kedua sahabatnya pun diam, setelah di Reno bicara.


"Kita akan belajar lebih giat lagi bro, agar kita semua lulus sekolah, karena aku tak sabar ingin segera menikah" terang Reno.


Kedua sahabatnya melongo mendengar ucapannya.


"Kamu bercanda kan bro? kita masih muda, jangan tergoda dengan pernikahan, apa kamu siap untuk hidup terkekang tampa kebebasan?" tanya Beny.

__ADS_1


"Haha nenekku tak sabar aku berikan cicit, katanya karena takut tak berumur panjang, aku sedih mendengarnya, dan aku selalu memikirkan ucapan nenek" keluh Reno, sambil menunduk.


Riko dan Beny yang mendengar Reno bicara begitu membuat mereka ikut sedih, " Apa pun itu jika menyangkut kebahagiaan mu, kami mendukung mu bro" hibur Beny.


"Ya, aku juga bro" sela Riko.


Reno memandang ke dua sahabatnya dengan haru.


"Terima kasih, kalian selalu ada di saat aku tak bisa mengatasi masalah ku, dan selalu mendukung ku teman" ucapnya tulus sambil melihat kedua sahabatnya.


Reno terharu karena setiap dia gundah, kedua sahabatnya selalu mendukungnya.


Beny cemberut, mendengar kedua sahabatnya membahas tentang pernikahan karena dia masih berjuang mendapatkan restu dari ke dua orang tuanya Rani.


Reno yang melihat Beny cemberut jadi merasa bersalah, karena temannya satu itu masih berjuang.


"Ben.. maafkan kami karena membahas pernikahan dini, bukan maksudnya kami memanasi mu" terang Reno.


"Ya ben..! maafkan kami, sumpah tak ada niat ke arah kesana, kami akan selalu mendukung mu, ok!" bujuk Riko sambil merangkul pundaknya, dan mencium pipi Beny.

__ADS_1


"Aaa.. sialan kamu Riko! kamu mengambil kecupan pipi pertama ku, jijik aku" teriaknya, sambil mendorong Riko.


"Haha! benarkah? berarti Rani akan mendapat sisa ku" godanya, membuat Beny terus mendelik sambil mengusap pipinya, dan Reno yang melihatnya ikut tertawa terbahak-bahak, karena lucu.


pertemuan mereka sampai jam sembilan barulah mereka bubar, pulang ke rumah masing-masing, karena besok akan sama-sama masuk sekolah.


Sementara Riska habis belajar langsung tidur, tak lupa mengirim pesan, mengucapkan selamat malam pada Reno, walau dia tahu Reno belum sempat baca pesannya karena sebelumnya Reno sendiri yang mengabarkan bahwa dia akan kumpul bersama sahabat.


setelah sampai rumah reno membersihkan diri, langsung istirahat, sambil rebahan dia periksa ponselnya dan membaca pesan Riska, dia pun langsung membalasnya, dan langsung mematikan ponselnya.


"Selamat malam sayang, temui aku di dalam mimpi ku, aku merindukan mu" gumamnya sendiri, lalu memejamkan matanya.


Berbeda dengan Beny, tak bisa tidur karena terus memikirkan percakapan Reno dan Riko tentang nikah muda.


"Ah! sial aku kok kepikiran terus" gumamnya.


"kalau memang tidak ada harapan ya sudah lah, berarti buka jodohku, aku akan berhenti mengejarnya, aku akan mencoba biasa saja" gumamnya sambil rebahan.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2