
Aku tidak menyangka ayah akan merestui hubungan ku bersama Reno, aku pun berharap kami berjodoh di masa depan, tapi sebenarnya kami belum jadian, kami menghormati aturan ayah.
Tapi ini adalah langkah awal, aku sangat bahagia, sudah di kasi, kebebasan dalam memilih, dengan siapa aku bersama.
Aku pun langsung menghubungi Reno, agar dia bisa menentukan sikap di depan ayahku.
satu kali panggilan Reno pun menjawabnya dengan antusias.
"Ya cantik, ada apa? apa terjadi sesuatu? tak biasanya kamu menelpon ku cantik" ujarnya di sebrang sana dengan cemas.
"Aku baik-baik saja Reno, pertanyaan mu begitu banyak sih?"
Hehehe, maaf cantik" ucapnya.
"Ayah dan bunda tau, apa yang kita bicarakan tadi pagi"
"Hah, apa! terus ayah bilang apa?" nadanya begitu panik.
"Ayo lah cantik, apa ayah memarahi mu? aku akan datang minta maaf sama ayah sekarang, jagan khawatir cantik" ucapnya panik.
__ADS_1
"Reno, dengar dulu penjelasan ku, jangan main potong pembicaraan orang terus dong!" ucapku kesal.
"Maaf aku terlalu panik, aku takut kamu di asingkan ke pesantren, bagaimana aku bertemu dengan mu" dia begitu frustasi hanya helaan nafas panjang yang terdengar.
"Ayah merestui hubungan kita, kamu harus menjaga sikap, jangan menemui ku terlalu sering, ini rahasia kita" ucapku malu.
"Apa! cantik! apa aku tidak salah dengar? aku benar-benar bahagia, aku janji tidak akan mengecewakan mu dan ayah" terdengar Reno di sebrang sana menahan haru.
"Baiklah aku tutup dulu, i love you" ucap Riska singkat, lalu mematikan ponselnya. Reno kaget dan tersenyum simpul mendengar ucapan terakhir Riska.
Reno guling-guling di atas tempat tidurnya, tak bisa menahan bahagianya, Riska juga mencintaiku ya Tuhan terima kasih, ucapnya tak berhenti tersenyum sendiri.
Dengan perasaan bahagia, Reno keluar kamar, karena makan siangnya dia lewatkan sehingga dirinya merasa lapar, lalu dia turun ke dapur mencari makan.
Terlihat ayahnya lagi minum teh sambil membaca koran di teras belakang, di temani oleh mamanya yang lagi menyiram bunga-bunga kesayangannya.
sungguh pemandangan yang indah, aku berharap hidupku akan seperti papa dan mama menua bersama, menikmati hari-hari bahagia, ya aku harus belajar dari sekarang, batinnya sambil tersenyum, berjalan menghampiri sang papa.
"Sore pa, ma" ucapnya.
__ADS_1
lalu duduk di depan papanya.
"Papa terlihat sudah makin tua saja, padahal aku pun belum menikah" guraunya, membuat pak Josep mengerutkan keningnya, sedangkan istrinya hanya tersenyum menahan tawanya.
"Mama kalau mau tertawa tidak usah di tahan, senang kan aku di bully oleh anakmu" sindirnya.
"Papa jangan marah, aku akan belajar ke kantor mulai besok pah, nanti pas aku lulus, aku bisa kuliah online, aku akan fokus membantu papa, agar papa bisa istirahat, menghabiskan waktu bersama mama" ujarku tenang.
Papa dan mamanya kaget bukan main, mamanya langsung memeluknya dengan sayang, seakan hanya mimpi.
"Apa! apa papa tidak salah dengar?" ucapnya kaget.
"Tidak pah, aku harus belajar, bertanggung jawab dari sekarang, setidaknya aku punya kemampuan yang harus aku bangga kan untuk calon keluarga ku di masa depan" ucapnya mantap.
"Papa bangga padamu, katakan pada papa, siapa wanita yang mampu melelehkan watak kerasmu itu,hah" ledeknya pada putranya.
Reno hanya tersenyum menanggapi ucapan papanya, sedangkan mamanya hanya mengerlingkan mata sambil tersenyum.
BERSAMBUNG..
__ADS_1