CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI.
JALAN-JALAN SORE.


__ADS_3

Keluar bermain Reno dan para sahabatnya berkumpul di kantin dan makan siang bersama, tapi hanya Riska yang tak terlihat, "Mia! Riska mana? kenapa kalian tak mengajak makan siang, kebiasaan tuh orang nggak tepat waktu kalau makan" gerutunya, dengan cepat Reno bangun dari duduknya mau pergi mencari Riska.


"Reno! Riska ada di perpustakaan, tidak di dalam kelas" teriak Rani, Reno lalu berbalik mengacungkan dua jempol, sampainya Reno di perpustakaan, semua cewek yang ada di dalam perpustakaan menjadi salah tingkah, semuanya seakan-akan mencari perhatian, ada yang memperbaiki riasannya dan ada pula yang merapikan rambut dan penampilannya. Reno yang melihat tingkah mereka biasa saja.


Sementara Riska begitu kesal dan mendelik ke arah Reno yang datang menjadi perhatian para gadis.


"Cantik, ini waktunya makan siang, ayo buruan, belajarnya di lanjutkan nanti saja!" ucap Reno dengan suara sedikit keras, sehingga membuat para gadis lainnya melongo, mereka kira selama ini hubungan Reno dan Riska hanya gosip.


Dengan cemberut Riska bangun, dan menaruh bukunya di dada Reno, dengan sigap Reno menangkapnya.


"Ngapain kamu kesini? seneng ya, di lihat banyak cewek" gumamnya pelan, hanya bisa di dengar Reno.


Reno sangat kaget mendengar Riska cemburu, itu berarti dia begitu berarti di hati Riska dan sangat di cintai. "Hehe! maafkan aku cantik, bukan maksud aku begitu, dan aku tak tahu mereka tergila-gila pada ku, itu artinya aku ganteng, tapi tenang saja, hanya kamu seorang di hatiku, selamanya" bisiknya pelan di dekat Riska.


Riska makin cemberut ke arah Reno, karena masih kesal, "Gombal" ketusnya, langsung meninggal kan Reno. "Cantik! tunggu aku dong!" teriak Reno sambil berlari kecil mengejar Riska, tapi tak lupa membawa semua buku dan tas Riska di meja belajar perpustakaan.


Para gadis lainnya melihat dengan patuhnya Reno membawa buku dan tas Riska langsung lesu, "Huh.. sialan ternyata Riska si jelek itu yang memenangkan hati Reno si tampan di sekolah ini, sumpah benar-benar tak pantas" ucap temanya yang lain. "Ya betul" sahut yang lainnya.


Reno dan Riska pun langsung menuju kantin di mana para sahabatnya dengan pasangannya berkumpul.


Mia yang melihat Riska dan Reno datang, langsung menyapa. "kalian lama banget sih, ayo buruan makan siang, nanti keburu bel bunyi, atau kamu nyemil saja ini" tawar Mia pada Riska.


Dengan senyum Riska menerima makanan yang di kasih Mia, dan langsung memakannya, Reno tahu Riska lapar, karena terlihat lahap, dengan cepat Reno memesankan makanan ke sukaan Riska.


Reno kembali dengan membawa segelas jus buah langsung di sodorkan pada Riska, Riska kaget karena Reno begitu peka, kalau dirinya lagi haus.


"Hehe, terima kasih, Ren" ujarnya tersenyum.

__ADS_1


"Sama-sama, minum lah pelan-pelan, jangan sampai tersedak" sahut Reno perhatian.


Beberapa menit pun makan yang Reno pesan di antarkan, Riska melongo karena tak memesan makanan tapi sudah di antarkan.


"Bibi, aku kan tak memesan makanan, salah antar mungkin bik!" tegur Riska dengan halus.


"Tidak non, ini pesanan spesial den Reno, bibi juga menambahkan bumbu cinta" goda bik iyem sambil mengerlingkan sebelah matanya, membuat Riska tersipu malu.


"Haha! bibi ada-ada saja, terima kasih bik, kembaliannya buat bayar tambahan bumbu cintanya ya!" gurau Reno, sehingga membuat Riska tersenyum. "Sip.. den Reno, bagaimana dengan den Beny dan Riko, apa mau juga bumbu cinta dari bibi? biar non Rani dan Mia tambah sayang" godanya.


"Tidak bik, kami semua memang sudah saling menyayangi kok, tapi kami semua belum boleh sayangan dulu, tunggu lulus sekolah dulu bik" sahut Beny.


"Wah.. bagus sekali anak-anak bibi di sini, pertahankan itu, kalian semua memang anak baik" pujinya.


Reno terus perhatikan mimik wajah bik Iyem, seperti ada masalah tapi berusaha tersenyum, dengan telaten Reno memberikan Riska makanan dan menyuruhnya cepat makan hanya dengan pergerakan dan isyarat tangannya, agar tak menganggu percakapan para sahabatnya dengan ibu kantin.


Bik Iyem langsung terdiam dan menunduk lesu, "Ayo cerita saja, anggap kami anak-anak bibi juga" pinta Riko.


"Bibi lagi sedih, suami bibi di rumah kan dari tempat kerjanya, anak bibi ada tiga, belum lagi memikirkan biaya sekolah dan bayar kontrakan, untuk biaya makan sehari-hari bibi andalkan dari sini saja, itu makanya paman ujang sekarang yang bantuin bibi di kantin" jelasnya dengan sedih, sambil menunjuk suaminya yang melayani siswa yang lain.


Reno begitu prihatin pada ibu kantinnya, Reno pun perhatikan pak ujang juga orang yang baik, "Bik, coba panggil paman ujang ke sini" pinta Reno. Dengan sigap bik Iyem memanggil suaminya, sambil tergopoh-gopoh membawa suaminya ke meja Reno dan sahabatnya. "Apa aden memanggil paman?" tanya pak ujang.


"Hehe, iya paman, saya dengar paman tak kerja lagi, apa keahlian paman?" tanya Reno, dan di jelasin langsung oleh paman ujang.


Reno pun memberikan alamat kantornya, dan menyuruhnya datang siang-siang saat Reno sudah di kantor. "Paman datang ke alamat itu, tapi pas saya pulang sekolah nanti, nanti bilang saja sudah janjian sama saya, sambil paman bawa berkas paman" pinta Reno, membuat mata bik Iyem dan paman ujang berkaca-kaca.


"Aden sangat baik, terima kasih, sudah membantu kami" ujarnya dengan tulus.

__ADS_1


"Itu karena saya kenal bik Iyem sangat baik pada kami, dan saya percaya pada paman juga" sela Reno.


"Terima kasih den Reno, bibi sangat berterima kasih" ucap bik Iyem dengan mata makin berkaca-kaca.


Riska dan para sahabatnya tahu bahwa Reno tak pernah bisa melihat orang kesusahan, karena semua keluarganya adalah orang penyayang, setelah Riska selesai makan, mereka pun masuk kelas beriringan, sambil bercanda riang.


"Dek, anak itu bukan sembarang orang, tempat ini sangat luar biasa, begitu bangga setiap orang bekerja di situ, karena yang abang denger pemiliknya sangat baik, sehingga semuanya pada betah kerja" tunjuk pak ujang kartu yang di berikan Reno pada istrinya.


"Maka, jaga kepercayaan den Reno bang, kesempatan baik tak datang dua kali" sahutnya, "Tentu, kamu kan tahu bagaimana abang" timpal pak ujang dengan senang.


Sepulang sekolah Bimo menepati janjinya, dia memaksa kakaknya ikut mengantarkan Anton kue, apa lagi mamanya Anton sangat menyukainya.


"Dek, nanti pas hari minggu saja kita kesana!" teriak Riska.


"Tidak kak, Anton bilang sangat ingin, aunty Selena dan ke dua calon adik ku sangat menyukainya" sahut Bimo, bundanya yang paham Bimo sangat menginginkan adik jadi sedih, karena tampa buk Salmah memakai alat kontrasepsi belum juga bisa hamil.


"Kak, sana ikuti saja kemauannya, sekalian bawa ini, buat neneknya Reno, tadi di sekolah buk Selena bilang beliau menginginkan makanan ini" sela buk Salmah.


Dengan pasrah Riska menuruti keinginan Bimo, dan langsung merapikan semua buku-bukunya, karena dia lagi mengerjakan tugas sekolahnya. "Baiklah bunda, sekalian kami jalan-jalan sore, dan mampir ke supermarket saat pulang nanti" sahut Riska, Bimo yang mendengar kakaknya setuju langsung ber jingkrak-jingkrak bahagia.


"Kenapa kamu sangat bahagia dek?" tanya buk Salmah.


"Hehe! aunty Selena selalu mengizinkan adek mengelus perutnya, dan bilang saat keluar nanti dan sampai besar Bimo dan Anton harus ikut menjaga adik kembar, mau dia cowok atau pun cewek nantinya" terang Bimo, buk Salmah hanya tersenyum menanggapinya.


"Apa lagi aku yang hamil pasti Bimo begitu bahagia" batin buk Salmah sedih.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2