
Pulangnya Bimo pulang dari rumah ilham langsung di tegur oleh ayahnya, karena main lupa waktu, dan tidak mengerjakan tugas sekolahnya.
Dengan sedih, berdiri di depan ayahnya, sesekali melirik bundanya meminta bantuan, tapi bundanya hanya acuh.
"Maafkan Bimo ayah! Bimo salah, Bimo benar-benar minta maaf" ucapnya dengan pelan.
Sementara pak Arif terus melihat ke arah Bimo. "Apa kamu sudah siap ke pesantren nak?" tanya pak Arif basa basi.
Bimo yang mendengarnya langsung melihat ke arah ayahnya, langsung menangis.
"Bimo minta maaf ayah, tidak akan begitu lagi, tolong jangan masukin Bimo ke pesantren, Bimo takut!" mohonnya menyatukan kedua tangannya sambil menangis.
"Ayah bosan mendengar janji mu, ayah tidak percaya lagi" guraunya pura-pura kesal.
"Masuk sana, mandi terus solat" perintah ayahnya, Dengan langkah gontai Bimo menuju kamarnya, sekali melirik ke arah bundanya, tapi tetap di acuh kan.
Bimo pun langsung masuk makarnya, menuju kamar mandi membersihkan diri, sambil menangis.
__ADS_1
***
Sementara Riska di kamarnya langsung telponan dengan Rani dan Mia. "Hay guys apa kabar!" sapa Rani begitu ceria, sehingga membuat ke dua sahabatnya melongo.
"Hey.. apa kamu baik-baik saja? atau kamu salah minum obat?" tegur Mia.
"Ih.. tega amat ngatain aku begitu, aku ceria salah, aku cemberut juga salah" keluh Rani sambil cemberut.
"Hehe! maafkan aku sayang, ini karena kamu yang begitu ceria dari kita-kita, padahal dari pagi sampai pulang sekolah kamu begitu sedih" terang Riska.
"Benar itu! kok bisa secepat itu berubah!" sahut Mia.
Mia dan Riska memicingkan matanya tanda tak terima dengan penjelasan Rani.
"Baiklah mulai sekarang kita akan main raha siaan" keluh Mia, membuat Rani tertawa. "Haha! kau terlihat lucu sayangku" gurau Rani. tapi Mia dan Riska mendengus.
"Aku tak ada rahasia, aku ceria kan setiap bersama kalian, bukan harus ada apa-apa" terang Rani tetap menutupi kebahagiaannya.
__ADS_1
"Huh! bagaimana mungkin aku percaya! lihat hidungnya mekar" tunjuk Riska pada Rani.
"Haha, kamu selalu jeli Riska, aku takut menyembunyikan apa pun darimu" keluh Rani dengan pasrah, sambil tertawa kecil.
"Kata kan! kalau tidak, aku tutup nih!" dengus Mia dengan kesalnya.
"Ih.. sensi banget ibu ini, apa belum di ajak jalan-jalan sama ayang beb?" ledeknya, membuat
"Baiklah, begini! saat aku pulang sekolah tadi siang, ternyata di rumah ada tamu, dan makin kagetnya ternyata mereka papa dan mamanya Beny" jawab Rani.
"Terus! apa yang terjadi? tebak Mia penasaran. Riska langsung mendelik ke arah Mia, " Sabar napa!" tegur Riska.
"Hehehe, maaf aku tak sabar, karena aku penasaran banget sayang!" kilahnya membela diri.
"Ya, aku tak tahu bahwa papa ku dan papanya Beny bersahabat dari kecil, mereka lama di main di rumah, dan aku di suruh mama menelpon Beny menyuruhnya datang juga, diam-diam papa dan mama merestui hubungan kami, dan mulai besok Beny akan latihan di rumah ku" sahutnya bahagia.
Mia dan Riska jadi melongo, "Wah kalian benar-benar beruntung, begitu mudah hubungan kalian dan karena persahabatan orang tua kalian" puji Riska den jujur.
__ADS_1
"Buktinya kamu lebih hebat, tampa campur tangan orang tua, kalian bisa dengan mudah menjalin hubungan, dan aku benar-benar salut" puji Rani.
BERSAMBUNG..