CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI.
TAK PERCAYA.


__ADS_3

Rani begitu tak percaya apa yang di ucapkan mamanya, tapi setelah melihat dan di jelas kan, dia akhirnya percaya.


Dengan cepat dia masuk kamarnya, membersihkan diri dan memakai baju bersih seperti yang di suruh mamanya, tak lupa menelpon Beny.


Dua kali menelpon tapi tak di jawab, setelah mencoba yang ketiga kalinya Beny pun menjawabnya.


"Ada apa Rani? apa ada yang bisa aku bantu?" sapa Beny basa basi.


"Tak adakah permintaan maafmu? bahwa dari pagi sampai pulang sekolah kamu mengabaikan aku" keluh Rani, merajuk.


Maafin aku, aku sadar takkan bisa meluluhkan hati kedua bodyguard mu, mereka terlalu tangguh untuk aku tembus, buktinya sekuat apa aku berlatih tetap saja akau tak bisa, biarkan kamu di carikan saja lelaki yang sepadan dengan mu" sahut Beny dengan pasrah.


"Hem.. ternyata segitu saja keberanian mu? ayo cepat kemari orang tuamu ada di sini, mama dan papa bilang besok kamu harus datang berlatih, langsung ke rumah ku" jelasnya.


Beny begitu kaget dan tak percaya, "Apa? kamu gak bercanda kan?" teriaknya dengan kaget.


"kenapa berteriak? telinga ku sampai sakit" keluh Rani. "Sudah lah, aku mau makan sama ke dua calon mertuaku" sungutnya dengan kesal.

__ADS_1


"Tunggu! tunggu" teriaknya tapi Rani langsung mematikannya Beny pun telpon balik.


"Ada apa lagi sih? aku sudah di tunggu ini! bukan kah kamu bilang sudah menyerah? baiklah tidak akan aku paksa, sekarang juga aku akan bilang pada ke dua orang mu" sungut Rani.


"Jangan! tolong jangan bilang apa pun, aku akan datang sekarang juga" teriak Beny dengan paniknya.


Tadinya belum ada kemajuan, tapi setelah mendengar di restui Beny langsung berlari kencang menuju motornya, dan langsung menuju rumah Rani.


Sampainya di rumah Rani, Beny langsung mengucapkan salam dan di sambut oleh asisten rumah tangganya buk Hani, karena semua orang lagi makan siang, Beny di suruh menunggu oleh asisten rumah tangga buk Hani di ruang tamu.


Beny mendengar gelak tawa mereka di ruang makan, terdengar bahagia sehingga membuat dia penasaran dan tak enak hati bertamu.


"Sebentar saya tanyakan dulu" sahutnya sambil berlalu pergi meniggalkan Beny sendiri.


Sang asisten pun mendekati buk Hani dan membisikkannya, dan dia pun menyuruhnya membawa tamunya ke ruang makan, dengan cepat sang asisten pun menemui Beny.


Beny kaget dengan kembalinya sang asisten tapi di suruh ikut ke ruang makan, dan betapa kagetnya papa mamanya ada di sana.

__ADS_1


"Papa? mama?" gumam Beny.


mama dan papanya pun menoleh sambil tersenyum, "Kenapa kamu kesini nak?" tanya mamanya.


Beny di tanya tapi diam dan salah tingkah, "Aku.. tadi cuma lewat ma" kilahnya sambil garuk-garuk kepalanya.


Mamanya memicingkan matanya tanda tak percaya.


Buk Hani yang melihat ibu dan anak itu bicara hanya tersenyum.


"Ayo sini nak Beny, duduk lah, apa kamu sudah makan siang?" tanya buk Hani, dan di jawab gelengan oleh Beny.


Sementara Rani hanya menunduk malu.


Dengan telaten buk Hani menyiapkan makanan dan mempersilahkan Beny untuk makan.


Beny melirik papanya yang tersenyum mengejeknya, dia pun membalasnya dengan tersenyum kemenangan, mamanya yang melihat tingkah anak dan suaminya lang di sikut.

__ADS_1


Dengan cepat Beny menghabiskan makanannya, dan sekali melirik Rani yang terus menunduk.


BERSAMBUNG..


__ADS_2