CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI.
TAK PERDULI.


__ADS_3

Reno menelpon mamanya beberapa kali tapi tidak di hiraukan, sehingga membuatnya frustasi.


Pak Burhan, apa ada pekerjaan yang harus aku selesaikan lagi?"


"Sudah selesai semuanya pak Reno" jawabnya, membuat Reno jengah, di panggil pak oleh orang yang lebih tua darinya.


"Sudah berapa kali aku katakan, jangan panggil aku pak, aku seumuran anakmu pak!" sembur Reno, tapi pak Burhan hanya bisa nyengir.


"Walau pun anda seumuran anak ku, tapi anda adalah atasan saya" ujarnya.


Reno hanya memutar bola matanya karena kesal, "Terserah dah, aku tak perduli, suka-sukamu saja" cibir Reno.


"Baik Pak" jawabnya sambil tersenyum, karena melihat Reno makin kesal.


"Ini, aku sudah selesaikan semuanya, aku mau pulang, ada yang harus aku selesaikan dan lebih penting lagi dari pada berkas ini" gerutunya.


"Apa itu pak, apa bisa saya bantu?" berusaha menawarkan bantuan, karena melihat Reno yang kesal.


"Tidak, ini masalah hatiku"


"Hah! maksudnya?" pak burhan tanya balik.


"Mama dan Riska bikin aku pusing saja, pesan ku pun tak ada yang mereka balas, ngeselin banget" gerutunya sepanjang jalan menuju pintu.


Sedangkan pak Burhan hanya tersenyum melihat Reno yang galau, karena sudah tahu permasalahannya, karena whatsapp


grup di kantor ramai dengan postingan buk Rima.


"Hem, maaf apa pak Reno tidak masuk grup whatsapp di kantor?" tanya pak Burhan dengan hati-hati.


Reno mendelik ke arah pak Burhan dengan perasaan bertanya, lalu Reno menggeleng.


"Apa ini yang membuat ada galau?" di tunjukkan ponselnya ke hadapan Reno, membuat Reno makin mengeram marah, langsung membaca berbagai komentar genit yang ingin menggantikan posisinya.


Dengan kesal Reno mengembalikan ponsel pak Burhan, yang berusaha menyembunyikan senyumnya.


"Dia sangat cantik, apa kah dia model pak?" tanya pak Burhan basa basi, hingga langsung di pelototi oleh Reno.


"Hem.. maafkan saya, tidak akan memujinya lagi" ujarnya kikuk.


Reno langsung pulang mengendarai motornya dengan laju sedang, sepanjang jalan hatinya tak tenang.


Setelah sampai rumah, Reno langsung menemui mamanya, yang lagi asyik membuka ponselnya.


"Mah..!" panggilnya dari arah belakang, sehingga membuat mamanya kaget.


"Reno.. kamu bikin mama jantungan, ucap salam kek apa kek, ini malah tiba-tiba nongol saja" sembur mamanya.

__ADS_1


"Udah deh, berhenti ngomelnya, sekarang mama hapus postingan mama itu!" perintah Reno, tapi mamanya tak perduli.


"Enak saja, gara-gara foto calon mantu mama, semuanya tahu mama sebentar lagi punya mantu.


"Ayolah ma.. aku tak mau, wajah Riska sampai di lihat banyak orang" mohonnya frustasi.


melihat mamanya tak merespon, Reno langsung naik tangga, masuk ke kamarnya. lalu dengan cepat menelpon Riska, dengan deringan kedua, Riska langsung menjawab.


"Halo Reno, apa kamu sudah pulang?"


"Hem" dengan kesal menjawab.


"Kamu kenapa?"


"Lain kali jangan posting foto mu lagi, aku tidak suka wajahmu di pandang banyak orang, cukup buat aku saja" keluhnya dengan cepat.


Riska yang mendengarnya menjadi heran, "Apa tidak boleh?" tanya Riska dengan pelan.


"Boleh, tapi kirim ke aku saja, itu lihat postingan mama yang dia terus kan, beribu like dan komentar, bahkan sampai masuk ke grup kantor, sakit hati aku membaca komentar mereka" keluhnya, sambil menghembuskan nafas panjang.


Riska sampai melongo mendengar penuturan Reno, dan sambil membuka media sosialnya lalu menghapus foto itu.


Benar saja berbagai komentar, yang tidak pernah Riska baca.


"Hem.. aku sudah menghapusnya, padahal aku cuma iseng, karena aku kangen kamu, dan aku tak menyangka tante akan meneruskan postingan ku sampai ke kantor mu, maafkan aku" sesalnya.


"Baik, maaf kan aku sayang, dan aku sudah menghapusnya"


Mendengar Riska membujuknya dengan kata sayang membuat Reno bagai terbang ke awan, dan tersenyum malu.


"Benarkah?" ujarnya berbinar.


"Silahkan di periksa saja, ini sudah malam, kau pasti belum membersihkan diri, cepat sana mandi air hangat, lalu istirahat, besok kita ketemu di sekolah" ujarnya. lalu sambil mengucapkan salam, dan memutuskan percakapan mereka.


Reno pun langsung mengeceknya, dan benar yang di katakan bahwa fotonya sudah di hapus.


Dengan senang hati sambil berjingkrak-jingkrak, lalu melepas pakaiannya dan bergegas untuk mandi


***


Sedangkan kedua teman Riska, langsung menelpon dan menanyakan tentang postingan itu, tapi saat mereka mau baca komentar, ternyata postingan itu sudah di hapus.


Mia dan Rani langsung menelpon, dan di jawab oleh Riska.


"Halo buk, kenapa postingan itu kau hapus? biar aku saja yang membalas semua komentarnya" teriak Mia.


"Benar, kenapa malah di hapus?" sahut Rani dengan kesal.

__ADS_1


"Apa sudah selesai kalian bicara? dari tadi aku dengar kalian bicara, tampa mau mendengarkan aku" dengus Riska.


"Maafkan kami sayang, kami hanya penasaran saja"


"Ok, tak apa, Reno marah aku posting foto ku, sampai mamanya meneruskan ke media sosial bahkan sampai ke grup kantor" sela Riska, membuat Rani dan Mia penasaran.


"Terus bagaimana?" tanya Mia.


"Ya aku hapus lah, pusing aku, lebih baik jangan bahas itu mulu" kesalnya.


"Oke sayang, maaf ya?" mohon Rani.


'Sudahlah, aku tidur dulu, besok, kita ketemu di sekolah" ujarnya, lalu percakapan mereka pun terhenti.


Riska langsung tidur, pusing gara-gara fotonya.


"Huh, lebih baik aku tidur saja" gumamnya.


Sedangkan Mia dan Rani masih membahas tentang foto Riska yang viral menjadi perbincangan teman-temannya. Merasa tak percaya saja foto sebagus itu di hapus.


Keesokan paginya, Riska di tegur ayah dan bundanya.


"Kak, fotomu kok sudah nggak ada sih? kamu hapus ya?" Riska yang di tanya menjadi serba salah.


"Iya ayah, Riska hapus" ujarnya.


"Kenapa? bahkan itu sudah banyak dapat like dan komentar loh" sahut bundanya.


"Malu saja bun" kilahnya.


"sungguh? ada rona ke bohongan di wajahmu itu" goda bundanya, sampai-sampai Riska tampa sengaja mengusap wajahnya.


"Tante Rima meneruskan ke sosial medianya dan ke grup di kantor, sehingga menjadi heboh di sana, begitu kata Reno" cerita Riska lalu menunduk.


"Hah? sampai seheboh itu?" kaget bundanya, Riska hanya mengangguk.


"Jangan bilang kalau Reno cemburu!" tanya ayahnya memastikan dan membuat Riska diam.


"Haha! setelah lulus, kalian menikah saja, kalian bisa kuliah setelah menikah" gurau ayahnya, membuat Riska malu.


"Ayah!"


"Haha, ayah cuma bercanda, kak" goda pak Arif.


"Baru tahu bunda, calon mertuamu begitu taka sabar, nanti kalau kalian berjodoh, kamu jagan di tunda-tunda ya? buatkan kami cucu banyak-banyak" ujarnya, buk Salamah makin bergurau.


"Aku masih kecil, belum tahu apa-apa, kenapa kalian membicarakan hal seperti itu sama anak di bawah umur?" sungut Riska makin kesal.

__ADS_1


BERSAMBUNG..


__ADS_2