CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI.
KEKESALAN RISKA.


__ADS_3

Lama mereka menghabiskan waktu bersama di taman, sedangkan Reno yang merasakan nyaman di tengah keluarga Riska begitu tak rela berpisah, keharmonisan itu tidak pernah dia rasakan dari keluarganya, ke dua orang tua Riska begitu baik. Orang tuanya haya sibuk kerja dan kerja, hingga dia selalu merasa kesepian dan hanya menghabiskan waktu dengan sahabatnya, apalagi dia hanya anak tunggal, sehingga membuatnya begitu cepat akrab dengan Bimo, yang dia anggap seperti adiknya sendiri.


"Ternyata begini rasanya punya adik, terima kasih Bimo telah menganggap ku sebagai kakak, aku sangat senang" ucap Reno tulus.


"Ya aku juga senang kak Reno, sepertinya punya kakak laki-laki lebih menyenangkan, dari pada punya kakak perempuan yang cerewet" Bimo nyengir, membuat Riska makin kesal.


"Aku juga tidak mau punya adik sepertimu! menyebalkan kalian berdua" bentak Riska mendelik.


"Sudah-sudah, kalian ribut terus dari tadi, cepat pada habiskan makanannya" sela bunda.


"Nak Reno, apa rumah mu dekat dari sini" tanya buk salmah.


"Ya tante dekat kok" ucap Reno sopan.


"Kak minggu depan kalo kita sepedaan lagi kakak ikut ya?" ujar Bimo.


"Pasti dek, kakak ikut" ke duanya ber tos ria.


Ayah dan bundanya tersenyum, bahagia melihat putranya senang, sedangkan Riska menatap mereka dengan penuh kekesalan.


"Bunda jadikan? kita cari bibit bunga?" sela Riska.


"Jadi dong sayang, kan ayah dan bunda udah janji akan gantiin bunga mawar putih kakak yang rusak" ujar ayahnya.


"Ya udah ayo kita pulang udah siang ini,nak Reno kapan-kapan mampirlah ke rumah ya? sekarang kami mau pulang dulu, sekalian mampir ke kebun bunga di ujung sana" ucap bunda Riska, bagai angin segar dari surga buat Reno, tentu dia tidak akan melewatkannya.


"Terima kasih tante, lain kali saya pasti akan datang main dengan adik Bimo" sahutnya singkat, sebagai alasan.


Riska mendelik dengar percakapan itu.


"Kenapa bunda mengundangnya ke rumah sih" ucapnya merajuk, dan dibalas juluran lidah oleh adiknya.


"Kak Reno, kakak baruku! apa kakak iri posisi mu di hatiku tergantikan?" goda Bimo.


"Ih pede sekali ya? Aku juga tidak mau punya adik menyebalkan seperti mu" sungut Riska.


Reno tersenyum dan menikmati perdebatan kakak adik yang menurutnya lucu itu, andai aku punya adik, mungkin aku takkan kesepian, batinnya.


"Kami pergi dulu ya nak Reno" ucap ayahnya Riska sambil menepuk pelan bahunya Reno.

__ADS_1


"Baik om, tante, adik dan Riska, hati-hati di jalan, ucapnya sambil mencium tangan ke dua orang tua Riska, dan saling tos dengan Bimo.


"jangan cemberut terus manis" bisiknya pelan pas dekat Riska, Riska hanya mengepalkan tangannya kesal.


Reno memandang kepergian keluarga yang bahagia itu sampai tak terlihat lagi. hari ini aku sangat bahagia, ternyata keluarga Riska begitu baik gumamnya sambil tersenyum, dan menaiki sepedanya untuk pulang.


Setelah mendapatkan bunga Riska dan keluarganya pun pulang juga.


***


Di sebuah rumah besar, jessica mengadu pada orang tuanya, kalo Reno menyakiti perasaannya dengan menolak perjodohan itu.


Ya tentu saja perjodohan itu akan menguntungkan.


Orang tua jessica langsung menelpon kedua orang tua Reno, untuk membicarakan perjodohan itu.


"Reno dari mana saja kamu? duduk sini, papa mau bicara" titah pak Josep.


"Apa yang mau di bicarakan pa? Reno mau mandi nih, gerah" ujar Reno, tapi dia tetap duduk sesuai perintah papanya.


"Kenapa kamu menyakiti jessica? tadi papanya, menelpon papa"


"Terserah, aku tidak perduli pa, sekalian saja nikahkan sama anak tukang kebun papa, mungkin akan lebih baik" ujarnya tersenyum mengejek, sambil bangun meniggalkan papanya yang murka.


"Reno! papa belum selesai bicara" teriaknya.


Tapi Reno tidak perduli, dia tanpa menoleh langsung menaiki tangga menuju kamarnya.


Di sebuah kafe, Jessica kira Reno akan meminta maaf padanya, karena papanya juga sudah menelpon papanya Reno. dia begitu senang saat Reno menghampirinya.


"Reno aku tau kamu akan minta maaf" ucap jessica.


"Memangnya aku salah apa? kamu siapanya aku? jangan libatkan aku dalam hidupmu lagi! aku muak padamu! kamu mau mengadu lagi? silahkan, kalaupun kamu dan keluarga mu tetap memaksa, maka hidup denganku akan menjadi neraka buatmu!"ucapnya pada jessica.


Jessica membeku di tempat mendengar ucapan Reno, sebenarnya jessica juga tidak menginginkannya, tapi demi kelangsungan kehidupan mewah, kedua orang tuanya juga memaksanya.


keluarga Reno juga tidak tau bahwa dia di manfaatkan temanya juga.


"Apa karena Riska, kamu menolak ku? " ucap jessica, sedih.

__ADS_1


"Tidak, karena aku muak dengan embel-embel perjodohan tetapi tujuannya harta! kamu kira aku tidak tagu rencana keluarga mu?" ucap Reno tersenyum miring. jessica tambah gugup mendengar ucapan Reno.


"Aku hebat kan? aku tau semua isi pikiran kalian, jadi jagan coba-coba, sampaikan ucapan ku ini pada papamu, ok!" sambil menepuk pundak jessica dan berlalu pergi, menuju meja sahabatnya.


"Hay bro, dari pagi kamu kemana aja? aku telpon tapi tak kamu jawab-jawab" Riko dan Beni mengangguk barengan.


Reno hanya tersenyum simpul, mengenang kebersamaan nya dengan keluarga Riska.


"Aku habis ngumpul bersama keluarga calon mertua ku" ucapnya bangga.


Riko dan Beni hanya melongo, melihat sahabatnya yang begitu bahagia, tidak seperti biasanya setiap ngumpul selalu menampakkan wajah kusut.


"Seriusan Ren?" tanya Beni dan Riko barengan.


Reno hanya tersenyum sambil menganggukkan kepadanya.


"Aku iseng sepedaan tadi pagi, awalnya aku mau ajak kalian, tapi pikir ku kalian pasti masih tidur, dan aku tak sengaja lihat cantik sepedaan sama keluarganya, jadi aku beranikan diri menghampiri keluarganya" terang Reno, senyum-senyum kayak anak kecil.


"Terus, bagaimana reaksi ayahnya Riska?" tanya Beni.


"Awalnya galak, tapi lama-lama beliau sangat baik, apa lagi bundanya dan adiknya, cuman Riska yang belum bisa menerima ku, bahkan aku di undang bundanya main ke rumahnya" ceritanya antusias.


"Ayah bundanya membolehkan aku berteman tapi tidak lebih, setelah lulus sekolah baru boleh pacaran" Reno senyum simpul dengan pipi merona, bercerita dengan malu-malu.


Beni dan Riko melongo melihat kelakuan sahabatnya, seakan tak percaya dengan ucapan sahabatnya.


bagi mereka sejak Reno mengenal Riska, sahabatnya itu banyak berubah dan ceria.


"Kenapa kalian bengong saja? hah, apa kalian tidak percaya padaku?" tanya Reno.


"Percaya" jawab Beni dan Riko serempak.


"Ayo untuk merayakan keberhasilan ku, silahkan kalian pesan apa saja, aku traktir, mumpung aku lagi senang"


"Tawaran yang menggiurkan ini bagaimana bisa kami tolak, tentu saja kami senang, baiklah bro, untuk keberhasilan" ucapnya serempak.


"Wah cacing ku akan berpesta sekarang" gurau Riko, Reno hanya tersenyum melihat ke dua sahabatnya ikut bahagia.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2