
Bimo dan Riska pun pergi ke rumah Reno mengantar kan kue yang di minta Anton, sampai di sana langsung di sambut hangat.
"Bimo! terima kasih sudah mengantarkan kuenya, maaf membuatmu repot" ucap Anton salah tingkah.
Selena yang mendengar anaknya bilang begitu langsung memicingkan matanya.
"Apa kamu yang minta di anterin Anton?" tanya mamanya.
"Hehe, maaf ma.. aku sangat ingin, lagian setiap kak Riska bawa kue, mama terus yang habis kan, makanya aku minta sendiri sama Bimo, ingat ya! ini punya ku" tegasnya sambil Anton gendong semua toples kue yang di bawakan Bimo.
Sedangkan Selena tercengang, dan terlihat sedikit air liurnya ke luar.
"Mama minta sedikit kak" rayunya.
Dan di beri dua biji di masing-masing toples, dengan cepat Anton berlari menyimpannya di dalam kamarnya.
"Anton, mama minta nambah!" teriaknya dengan sedih, Bimo yang melihat Anton tak mau berbagi lagi jadi sedih.
"Anton nakal, aku tidak mau bagi lagi, masak kasih aunty Selena cuman dikit, kak ayo buatin kue buat aunty Selena, kasihan adik kembar, mereka ingin lagi" keluh Bimo.
Anton pun keluar dengan, ceria sambil membawa sepiring kue buat mamanya, Bimo pun jadi ceria lagi setelah melihat Anton membagi kuenya.
Selena yang melihat anaknya bawa kue lagi, bertepuk tangan seperti anak kecil. "Asik makan kue lagi!" teriaknya senang.
Buk Laras dan menantunya buk Rima hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Selena.
Riska pun begitu senang melihat aunty Selena memakan kuenya begitu lahap.
Riska pun berinisiatif membuat kan mereka kue, agar bisa makan sepuasnya. "Tante, apa ada bahan kue di dapur? biar Riska buatkan" tawarnya.
Buk Rima begitu senang mendengar Riska akan membuat kue. "Ayo sayang kita ke dapur, Bimo kamu main dulu dengan Anton, kalian pulangnya nanti dulu" ujarnya pada Bimo. "Baik tante, dengan senang hati Bimo menunggu, kami mau main basket dulu, jangan lupa setelah matang, minuman kesukaan kami" pinta Bimo sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Hais.. kamu itu kecil-kecil sudah pintar merayu" ledek buk Rima.
__ADS_1
sementara Riska tersenyum malu karena tingkah adiknya.
Riska dan buk Rima pun membuat kue untuk anggota keluarga itu, tak lupa membuat kue khusus buat nenek Laras, yang rendah gula. sedangkan Selena selalu jadi tukang cicip dan menghabiskan sebagian kue, Riska dengan cekatan membuat kue bentuk buah dan hewan, sehingga Selena begitu antusias dan selalu lupa diri kalau lagi mencicipi semua kue.
"Riska sayang! bentuknya lucu-lucu, aunty suka" teriak Selena dengan girangnya.
"Kamu memang selalu membawa keberuntungan sayang!" puji buk Rima, Riska hanya tersenyum simpul.
"terima kasih tante" ucap Riska.
Setelah semua kue jadi, mereka pun foto bersama-sama, sambil memamerkan kue yang sudah matang, sementara Reno yang melihat story mamanya, membuatnya begitu kesal, karena tak ada di rumah saat Riska datang ke rumahnya.
Dan terlihat bapak dua itu tersenyum bahagia mencicipi kue yang baru matanya, membuat Reno makin cemburu.
***
Paman ujung yang sudah di suruh datang langsung ke kantor Reno, dengan membawa perlengkapan yang di perlukan, sampainya di perusahaan besar itu, langsung bertanya pada resepsionis, apa Reno sudah di kantor.
Penampilan pak ujang sangat biasa, tapi tak ada yang suka mem bully atau pun menghina orang lain, karena sudah di tetapkan aturan, semuanya harus sopan santun pada siapa pun.
Pak ujang langsung di bawa keruangan Reno untuk bertemu, karena mereka sudah ada janji.
Sampainya di ruangan Reno pak ujang mematung di tempat, merasa terkejut, bahwa anak sekolah itu adalah pimpinan di kantor itu juga.
"Paman ujang, ayo silahkan duduk" tawarnya sambil tersenyum manis.
"Terima kasih pak Reno!" gagapnya dengan terlihat masih terkejut.
"Hehe! panggil seperti biasa saja paman" pintanya.
"Tidak boleh, ini di kantor, saya harus sopan pada bapak" ujarnya sopan.
"Hem.. baiklah, terserah paman saja" sahut Reno dengan pasrah.
__ADS_1
Lalu memanggil pak Burhan, agar menjelaskan pekerjaan apa yang harus di kerjakan, Reno lalu menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat lalu pulang ke rumah lebih awal.
Pulangnya pak ujang dari kantor Reno, sampailah di rumah langsung bercerita pada istrinya.
"Dek, abang benar-benar tak menyangka ternyata den Reno adalah pimpinan di sana" terangnya.
"Sungguh bang!" kagetnya bik Iyem.
"Abang seperti mimpi dek, keberuntungan bagi kita bertemu orang baik, semua karyawan di sana begitu sopan tanpa memandang status siapa pun, mulai sekarang, adek harus benar-benar bersikap baik pada den Reno" pesan pak ujang pada istrinya.
"Setiap hari, adek selalu baik sama Reno dan sahabatnya, karena mereka anak-anak yang baik bang! Sepertinya non Riska pacarnya den Reno bang, mereka benar-benar serasi ya? sama-sama baik" pujinya gak henti membicarakan tentang Reno.
"Abang masuk kerja minggu depan dek" ujarnya antusias.
"Berarti lusa bang, adek benar-benar terharu atas kebaikannya, ingat abang harus kerja yang bagus ya bang" bik Iyem mengingatkan suaminya dengan terharu.
"Tentu dek" sela nya begitu bahagia.
Sampainya Reno di rumahnya langsung bergabung di dapur, mencomot kue hangat yang di hidangkan Riska dan mamanya.
Buk Rima yang melihatnya langsung di tegur. "Nak, bersihin badan dulu, atau cuci tangan, lihat asal kamu makan saja, tangan mu masih banyak kuman, nanti kamu sakit perut" tegur mamanya.
"Hehe! maaf semuanya, cantik! jangan pulang dulu ok! aku mandi sebentar" rayunya sambil mengerlingkan matanya, semuanya yang melihatnya tersenyum.
"Selesai sekolah, cepatlah kalian menikah, nenek tidak mau kalian menanggung rindu terus, dulu nenek juga menikah seusia kalian" celetuknya dengan jujur.
"Mami! benarkah? teriak Selena dan buk Rima, langsung duduk di dekat mertuanya. " Ayo ceritakan perjalanan cinta mami kami ingin mendengarnya" rayu mereka.
Tapi bul Laras hanya tersenyum, mengingat masa mudanya, persis seperti Reno dan Riska.
"Jika penasaran, lihat lah perjalanan Reno dan Riska, mereka persis perjalanan cinta almarhum papi kalian dan mami, dia lelaki yang baik berbudi luhur, semua orang menyukainya, itulah yang membuat mami jatuh cinta" kenangnya pada almarhum suaminya.
"Mami jadi merindukan almarhum papi kalian, beliau tak dapat melihat cucu-cucunya tumbuh dengan baik, kalian tahu, kenapa mami betah di sana? karena di tempat itu mami di lamar dan menikah, kami sama-sama masih remaja, tapi para orang tua melihat kami saling mencintai jadi, selepas sekolah kami di nikahkan, papi kalian bekerja seperti Reno dari remaja, papi tak kuliah tapi dia sangat pandai dalam bisnis, beliau pekerja keras, semoga cucu dan cicit mami seterusnya menjadi orang hebat seperti almarhum papi kalian" do'anya buk Laras dengan mata berkaca-kaca, mengenang lelaki yang di cintainya seumur hidupnya.
__ADS_1
Semua anak menantunya menunduk sedih, melihat mertuanya sedih, begitu pun dengan Riska.
BERSAMBUNG..