
3 minggu sudah berlalu semenjak perkumpulan keluarga dirumah Bima.
Sehari setelah itu Bima dan Kintan dilarang bertemu,istilahnya dipingit.
Apakah mereka langsung menerima ketentuan itu?? oh tentu saja tidak 😀.
Bima sangat menolaknya,gimana mau 3minggu ga ketemu ,sehari aja ketemuannya sudah seperti minum obat 3xsehari ,
ia menemui Kintan ketika pagi mengantar ke kampus,siang menjemputnya dan makan siang bersama,
setelah Bima pulang kerjapun bukannya langsung kerumah malah kerumah Kintan,apalagi kalau tidak mencipoknya dulu,
bisa -bisa ga bisa tidur,dan uring-uringan sampai pagi😀.
"Bim,,kenapa lemes gitu?"tanya mami ketika mereka sarapan bersama.
"Iya karena aturan itu."
"Aturan yang mana?"tanya mami.
"Mi,,bilang ke papi cabut aturan itu,,Bima ga bisa kalau ga ketemu Kintan mi."rengek Bima.
"Ya elah Bim,,baru dua Minggu ,kamu kemarin 4tahun aja tahan."ucap papi.
"Itu beda Pi,, darimana Bima dapat asupan vitamin kalau begini caranya."ucap Bima membuat papi maminya menahan tawa.
"Tahan dulu pusakamu,,biar nanti langsung tok cer ketika malam pertama ,,,oh iya lebih baik kamu ngurus kerjaan sebelum kamu tinggal honeymoon nanti, dan berkas pernikahan segera cepet urus juga."ujar papi lagi.
"Oh iya Bim,,lusa fitting baju ,mami janjiannya sore,jadi kamu pulang kerja langsung ke butiqnya Tante Mona ya."ujar mami.
"Fitting baju? berarti Kintan juga ada Khan?"
"Ga ada ,kamu doank sama mami,,,nanti Kintan menyusul ,harinya mami rahasiakan."
"Miii,,,ko mami tega sih? ach mami ga asyik,,kalau gitu Bima berangkat aja deh."Ujarnya lalu ia bangkit berdiri mencium kedua pipi orang tuanya.
Kintan juga tidak kalah sibuknya dengan Bima.Ia mengajukan cuti mengajar Minggu depan,jadi Minggu ini dia akan menyelesaikan tugas-tugasnya dengan fulltime,meskipun baru sehari aja kerinduan sudah melanda,dia sangat merindukannya ,tapi pekerjaan sangat padat,jangankan menelfon ,untuk sekedar makan aja,Kintan harus memasang alarm agar tidak telat makan.
Dia kembali mengingat aturan pingit untuk dirinya dan Bima.
"Ada untungnya juga sih ,kita dipingit,,kita akan semakin rindu dan pasti itu sangat indah pada waktunya nanti bertemu di pelaminan,hihihi ach jadi kangen kan dengan bayi gedeku ,,"ucap Kintan bermonolog di sela-sela pekerjaannya.
.
.
.
Hari yang dinanti telah tiba,rumah Kintan yang di Malang sudah disulap sedemikian cantiknya.Aroma bunga tercium wangi.
Bunda memang pencinta bunga ,jadi wajar dalam pengerjaannya ,bunda ikut mendesainnya.
Yach,,,hari ini adalah hari bersejarah bagi Kintan dan Bima,karena hari ini hari yang ditunggu yaitu acara pernikahan.Setelah prosesi lamaran,pingitan dan pengajian beberapa hari yang lalu.
Meskipun pelaminannya tidak semewah di keluarga Bima nantinya ,namun bunda mengatur segalanya secara perfect,sederhana namun berkualitas dan terkesan mewah ,bahkan hidangannya pun bunda sudah mempersiapkannya sebaik mungkin agar para undangan merasa puas.
Iring-iringan mobil pengantin laki-laki sudah nampak berjajar rapi dipinggir jalan.Pernikahan Kintan -Bima terlihat heboh karena tergolong mewah di desanya.
"Wah ,beruntung memang si Kintan,sudah sukses jadi dosen,sekarang dapat suami tajir melintir."kata tamu undangan sekaligus tetangga.
"Iya,,mujur bener hidupnya,tuh mobilnya aja mewah-mewah banget."
(padahal belum tahu aja perjuangan dan pengorbanan yang telah dilakukan🤭)
"Mana pengantin laki -lakinya,,penasaran nih."
kata mereka sambil bersiap memotret di hp.
Kemudian muncullah sosok Bima keluar dari mobil yang dihias ala pengantin.
Bima tampak sangat gagah dan terlihat tampan.
__ADS_1
Para undangan khususnya emak dan anak gadisnya dibuat melongo dengan ketampanan Bima.
Kini ia sudah menduduki tempat didepan penghulu,keringat dingin dan rasa deg-degan juga muncul dibenaknya.
Sedangkan pengantin perempuan masih diumpetin dikamar,nunggu setelah ada kata SAH barulah pengantin perempuan diantar ke pengantin laki-laki.
"Sudah siap nak?"kata sang penghulu
"Siap."jawabnya dengan menghembuskan nafasnya.
Ayah Kintan selaku wali nikah menjabat tangan Bima.
"Ananda Ganindra Abimana ,saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandung saya yang bernama Kintana Larasati binti Ahmad Junaidi dengan mas kawin berupa 1000gram logam mulia ,25%saham Abimana Corporation dibayar Tunai."ucap ayah Kintan menjabat erat tangan Bima dengan berkaca-kaca,terharu melihat putri kecilnya,putri kesayangan dan kebanggaannya sudah dewasa dan dipersunting dengan pria pilihannya.
"Saya terima nikah dan kawinnya Kintana Larasati binti Ahmad Junaidi dengan mas kawin tersebut dibayar Tunai."
"Gimana para saksi?"tanya penghulu
SAH
SAH
SAH
Bima akhirnya lega dan mengatupkan kedua tangannya ke muka nya yang sudah berkaca- kaca dengan mengucap syukur.Terbayang dari pertemuan awalnya dengan Kintan,pengorbanannya sampai terpisah 4tahun dan akhirnya dipersatukan kembali dalam ikatan suami istri.
"Akhirnya dia menjadi istriku."gumamnya seraya mematung terpesona melihat sosok cantik nan elegan mengenakan kebaya modern datang menghampirinya dengan diapit para sepupu serta sahabat kiri kanannya.
Kintan nampak tersenyum dan takjub melihat ketampanan Bima.
Bima mengulurkan tangan untuk menggenggam jemari istrinya.
Atas arahan MC , Bima diminta mengecup kening tanda telah SAH menyentuh istrinya.
Cup
Bima langsung melabuhkan kecupannya di kening istrinya dengan sangat lembut dan lama,bahkan dilakukan secara berulang-ulang ,sampai MC mengingatkannya.
Kintan pun tersenyum dan langsung mencium punggung tangan Bima dengan perasaan yang haru campur bahagia.
.
.
.
Acara inti sudah selesai ,namun masih nampak saudara ,kerabat,sahabat yang masih berkumpul saling bercerita.
Bima sudah tampak gusar ,karena ia ingin pamit menyusul Kintan ke kamar ,tapi tidak enak dengan keluarga Kintan.
Sedangkan Kintan karena merasa ingin buang air kecil,jadi dia memutuskan untuk kekamar terlebih dahulu.
Mami dan Papi Bima serta keluarganya juga sudah pamit undur diri untuk menginap di hotel.
"Nak Bima kalau capek dan mau istirahat ,silahkan Lo."ujar sang ayah.
"Pengantin baru sepertinya sudah ga sabar belah duren om,,hahaa."ucap salah satu sepupunya Kintan.
"Tau aja,,hehee kalau gitu Bima izin dulu ya ayah dan semuanya."ucap Bima menanggapi dengan santai namun tetep sopan.
.
.
.
Ceklek
Bima membuka kamar yang menjadi kamar Kintan selama ini,kamar pengantin itu juga dihias cantik dan wangi.Dilihatnya Kintan sudah selesai mandi memakai bathrob biru kesukaannya,sambil mengusap rambutnya yang basah,Kintan menoleh kearah Bima yang baru masuk kamar.
"Sudah pulang semua?"tanya Kintan berbalik kini menghadap Bima.
__ADS_1
Bima langsung memeluknya,menarik pinggangnya.
"Aku pura-pura menguap tadi ,untung ayah peka dan langsung menyuruhku untuk pergi istirahat."ujar Bima dengan menyelipkan rambutnya Kintan yang basah.
"Heheee,,pintar sekali ya."tangan Kintan mencubit hidung Bima.
"Kalau ga gitu ,mereka masih menahanku untuk diajak ngobrol sayang,sedangkan aku ingin segera memeluk istriku."ucap Bima mengecup kening istrinya.
"Waktu berlalu begitu cepat ya,,ga nyangka sekarang aku sudah punya suami,,,ach rasanya masih ingat kamu meninggalkan aku selama 4tahun tanpa kabar dan berita."
"Dan selama itu pula aku selalu menjagamu dari jarak jauh."jawab Bima.
"oh ya?? jadi Rey itu?"tanya Kintan.
"Kamu ingat ga waktu aku ngasih kamu gelang?"tanya Bima sambil duduk ditepi ranjang dan menarik Kintan untuk duduk dipangkuannya.
"Gelang? aku ingat setahun setelah kepergianmu aku ingin memakainya kuliah,kerja,pokoknya ga aku lepas karena dengan gelang itu ,rinduku ke kamu sedikit terobati,,dan tenang aja gitu rasanya."jawab Kintan mengalungkan tangannya ke leher Bima.
"Kamu tahu di gelang itu sudah dilengkapi GPS dan CCTV kecil ,bahkan sangat kecil, awalnya aku iseng aja membuka alat yang tersambung pada gelang itu dan ternyata aktif ,berarti sedang kamu pakai, dan disitulah aku lihat kamu sering diantar jemput si kunyuk itu."ujar Bima membelai pipi istrinya."
"Kunyuk? maksud kamu Kak Radith?"
"hmm."
"Oh my,,,,sayang itu sepupu kamu loh"Jawab Kintan meraup kedua pipi suaminya.
"Aku tahu jejaknya masa SMA yang menyukaimu ,menjadi pengagum rahasiamu ,bahkan menjadi patner duetmu,kulihat tatapan cinta dimatanya,,dan aku sangat cemburu itu,,jadi kuputuskan untuk menugaskan Rey menjadi sopirmu sekaligus bodyguardmu,dia yang melaporkan semua kegiatanmu padaku,,dan begitulah hari-hari kujalani disana hanya dengan melihat wajah cantikmu ,dan kamu baik-baik saja sudah menjadi moodbooster tersendiri bagiku."jelas Bima merengkuh pinggang istrinya.
"ih,,jahat banget ,kamu bisa lihat dan tahu tentang aku ,sedangkan aku tersiksa menahan rindu ga bisa lihat kamu."jawab Kintan memukuli bahu Bima dengan mengerucutkan bibirnya.
"Maaf sayang."jawab Bima meringis tapi tetap membiarkan Kintan memukulinya.
"Terus kenapa kamu ga pernah pulang?"
"Kamu tahu hal terberat yang kurasakan ,kalau aku pulang,,dan menemuimu ,aku ga bisa menahan hasratku untuk mencumbumu,,dan aku mungkin akan kebablasan,,karena aku ga bisa mengendalikannya, sedangkan kamu masih ingin menyelesaikan kuliahmu,aku juga masih punya beban menyelesaikan permasalahan perusahaan yang baru berdiri disana.jadi aku hanya menciummu dalam foto aja."jelas Bima.
"Dan sekarang kamulah pemilik hatiku,pemilik tubuhku,miliki aku sepenuhnya suamiku, Cintaku sudah berlabuh ditempatnya,tidak akan kemana-mana,jadi ga perlu cemburu lagi,karena kini Cintaku Berlabuh di Surabaya ,tempat suamiku dilahirkan dan dibesarkan ,,I Love You Suamiku Ganindra Abimana."
"I Love You Too my first love ,my darling,,istriku tercinta Kintana Larasati."
Setelah pernyataan cinta keduanya,Bima Melu**t bibir istrinya secara liar,,membuka mulutnya agar ciumannya lebih dalam lagi ,Kintan membalasnya dengan tidak kalah liar,kali ini tidak ada yang bisa mengganggunya lagi.pagutan itu masih terpaut ,dan sepertinya masih sangat lama,dan terlepas sebentar karena menghirup nafas
"I miss you so much"ucap Bima kemudian langsung mengendus dan mencium leher Kintan yang jenjang dan wangi itu.
Bima menurunkan tali bathrob yang dikenakannya ,nampaklah dua bukit kembar yang menggantung tanpa ada pembungkusnya.
Bima mendongak menatap Kintan dengan tatapan berkabut menahan hasrat nya ,kemudian ia langsung mencium bibirnya lagi ,sedangkan tangannya sudah bertengger di bukit itu ,memilin sesukanya.
"Ah."suara Kintan membuat Bima semakin mempermainkan lidahnya di bukit kembar yang sepertinya sudah membuatnya semakin kecanduan.
.
.
.
author : Dooorrrr 👉
nungguin apa hayoo?
reader : nungguin itulah Thor?
author : ini khusus area dewasa
anak kecil ga boleh nungguin ,skip
aja atau tidur sana ,, hus.... hus...
reader : Hem author pelit,,ya udah
deh ngintip dikit boleh ya?
__ADS_1
author : serah Lo dah,,,awas timbilen😎🤪