
Tidak terasa waktu sudah beranjak siang,sudah waktunya Aya mengantar Kintan pulang.Usai sudah liburan singkat mereka,liburan yang tak kan pernah terlupa seumur hidupnya.Meskipun singkat tapi sangat membahagiakan.
Waktu semakin cepat menunjukkan mereka akan pulang masing-masing.
"Sayang ,kamu yakin ga mau kuantarin pulang ." tanya Bima dengan memeluk Kintan.
"Aku kan berangkat dengan Aya ,nanti apa kata ayah berangkat dengan Aya pulang dengan kamu."ucapnya dengan membelai rahangnya Bima.
"Aku masih kangen."ucap Bima dengan memeluknya kembali.
"Nanti sampe rumah aku langsung video call ok?"kata Kintan.
"Emang sudah kamu buka blokirannya?"jawab Bima.
"Hehehe,,belum sih,aku janji sampe rumah kubuka blokirnya."ucap Kintan lagi.
"Disini aja , ayo buka blokirannya di depan mata aku,biar aku tenang."kata Bima.
Kintan menuruti permintaan Bima untuk membuka no kontaknya yang sudah ia blokir.
"Udah nih kubuka ,,puas???"
Bima kembali memeluknya ,mencium keningnya.
"Aku akan merindukanmu."bisik Bima.
Aya tampak berpamitan juga ke Fero dan memasuki mobilnya.
Tin ,,,,, Tin ,,,Tin
"Hey ,kalian jadi pulang ga nih?" teriak Aya yang masih melihat kebucinan Bima Kintan.
Kintan melepaskan diri dari pelukan Bima dan segera berjalan menuju mobilnya Aya.
Bima tampak berat melepaskan kekasihnya.
Dua hari yang begitu berkesan membuat mereka tampak enggan berpisah.
Begitu berjalan hampir ke mobilnya Aya,Kintan menoleh ke arah Bima dan berlari menghambur lagi ke pelukan Bima.
Bimapun tersenyum dan merentangkan tangannya untuk meraih tubuh Kintan ke pelukannya,memutarkan badannya dan membawanya dibalik dinding dimana Fero dan Aya tidak bisa melihatnya.
"Aku sudah merindukanmu kak."ucap Kintan tersenyum.
"Aku juga sudah merindukanmu sayangku."ucap Bima.
Cup
Bima mencium keningnya,pipinya, dan menyatukan bibirnya ,mengecup dengan lembut dan lama-lama penuh dengan gairah menimbulkan debaran -debaran hati yang membahagiakan.
Bibir Kintan yang dikecapnya terasa manis,kenyal dan lembut.
Lama mereka saling menautkan bibir,seolah enggan saling melepas ,jika saja Aya tidak mengganggunya dengan klakson mobilnya.
__ADS_1
"Ckk,,mengganggu aja."ucap Bima melepas ciuman mereka.
Setelah mengakhiri ciuman mereka,Kintan meraba bibirnya yang serasa bengkak dan semakin tebal.
"Kenapa ,,ehmm,,,mau lagi???"tanya Bima sambil mengusap ujung jarinya ke bibir Kintan.
"Rasanya aneh bibirku semakin tebal."ucap Kintan polos.
Bima mendengar kepolosan kekasihnya hanya terkekeh dan mengacak rambutnya yang hitam dan panjang itu.
"Nanti langsung video call ya,ponselmu jangan dimatikan,kalau habis baterei langsung dicharge,gelang juga dipakai lagi ya,biar aku bisa memantau keselamatanmu, oke??"pesan Bima.
Kintan membalasnya dengan tersenyum lebar.
"Ko malah senyum aja sih."ucap Bima mencubit hidungnya.
"Habisnya kamu seperti emak-emak komplek dengan serentetan pesan."
Bima menanggapinya dengan senyum dan mencubit hidungnya.
"Ya udah telingaku sudah bising mendengar klakson temanmu yang sangat menganggu,,Love you Miss you."Bima melepas Kintan dengan kembali mengecup sekilas keningnya.
Mereka akhirnya berpisah untuk menuju ke mobil masing-masing,meninggalkan villa yang penuh dengan kenangan.Entah nantinya bisa mengulang cerita ini apa tidak.Yang jelas kesempatan kemarin tidak mereka sia-siakan untuk berbagi cerita,kebahagiaan dengan pasangan ,tentunya tetap menjaga batasan-batasan yang tidak mereka langgar.
Karena masing-masing tau konsekuensinya ,jalan hidup masih panjang dan cita-cita harus diraih.
Bima dan Fero mengawal mobil kekasihnya dari belakang.
Bima membuka ponselnya ,menelfon sang pujaan hati dan mengalihkannya ke video call.
video call dari Bima pun segera Kintan angkat
Ka Bima :
"Halo Sayang ,,Aku sudah merindukanmu."
Kintan :
"Aku juga sudah merindukanmu😘."
Ka Bima :
"Katakan pada temanmu untuk membawa mobilnya hati-hati dan mengantarkanmu dengan selamat ."
Kintan :
"Ya sayangku,,nanti aku sampaikan ke temanku yang cantik ini.
Ka Bima :
"Masih cantik kamu sayang,, Love You."
Kintan :
__ADS_1
"Hehehe ,,Love You Too."
Mereka mengakhiri panggilan video callnya.
"Pusing gue lihat kalian berdua,,ayolah ini baru beberapa menit pisah,sudah video call an."
Kintan hanya terkekeh mendengar ejekan Aya.
"Ay,,kira-kira nomer siapa ya yang telah membuat aku dan ka Bima salah faham, sepertinya memang sengaja supaya aku dan Ka Bima bertengkar dan putus." tanya Kintan.
"Iya ya siapa?? apa mungkin si Radit ,secara kayaknya dia naksir elo deh."jawab Aya.
"Kayaknya bukan deh ay,,ka Radit kan ga tau no telfonnya Ka Bima."
"Iya juga sih,,terus siapa donk?"
"Entahlah aku juga pusing mikirin, bodo amat lah,yang penting sekarang hubungan kita baik-baik aja."tegas Kintan.
"Iya malah semakin hot."
( gue sebenarnya curiga ke Icha ,tapi gue ga ada bukti,nanti gue akan buktikan omongan gue ini benar.) gumam Aya dalam hati.
mendengar kata hot,muka Kintan bersemu merah,pikirannya membayangkan Bima ,dia sudah merindukannya.
Mobil yang dikendarai Aya akhirnya sudha smapai di kediaman rumahnya Kintan.Aya segera turun dan berpamitan dengan ayah bundanya Kintan.
Setelah berbicara kepada orang tuanya,Aya pun pamit mengundurkan diri untuk pulang.
Kintan dan orang tuanya mengucapkan terima kasih karena sudah mengantarkan Kintan dengan selamat sampai rumahnya.
Awal liburan yang sudah diawali hari Sabtu untuk dua minggu kedepan diisi oleh Kintan untuk membantu ayahnya di toko.
Kebanyakan dari temannya mengisi liburannya dengan berlibur ke luar negeri,tapi bagi Kintan liburan ini merupakan kesempatan panjang untuk bisa membantu bunda atau ayahnya bekerja.
Selain itu hari-harinya terutama pada malam hari tidak kesepian lagi karena adanya Video call ,saling berbalas pesan dengan Bima sudah menjadi rutinitas sehari- hari.Saling menceritakan aktifitas masing-masing yang dilakukan seharian.
Hubungan LDR yang dirasa memberatkan bagi sebagian orang,justru dijalani Kintan dan Bima dengan bahagia.Saling percaya dan setia itulah janji yang mereka ikrarkan sewaktu berada di villa kemarin.
Dan Justru dengan LDR ini mereka bisa menjaga hasrat yang terpendam,menghindari ***** serta godaan yang bisa menjerumuskan ke hal-hal yang dilarang.
Meskipun jika mereka sudah bertemu,hasrat itu selalu berkobar,selama menjalin asmara,mereka bisa meredamnya.Hanya pelukan,ciuman,bergandengan tangan yang mereka lakukan sebagai bentuk penyaluran rindu,,eh ada sih kissmark dan gesek - gesek sedikit (namanya juga rindu berat😀).
Tapi kalau untuk yang satu itu mereka sepakat menjaga sampai ikatan suci pernikahan terjadi.
Apalagi semenjak kejadian kesalah fahaman itu,tidak ada lagi yang mereka sembunyikan, jika ada yang mengganjal di hati langsung ditanyakan dan dikonfirmasi.
Pertengkaran pun jarang terjadi yang ada hanya saling merindukan satu sama lain.
Masing-masing berharap semoga taqdir berpihak dan menyatukan cinta mereka berdua.Walaupun kita ga pernah tau apa yang akan terjadi di hari esok.
...Cinta mungkin hadir karena taqdir...
...Tapi tidak ada salahnya jika kita saling memperjuangkan....
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️