Cintaku Berlabuh Di Surabaya

Cintaku Berlabuh Di Surabaya
113. Menuju Ending


__ADS_3

"Papa ,,main kuda-kudaan yox!" ucap Gama


tidak lama Gala juga sudah menarik kemejanya Bima.


"Iya papa ,,ayox main kuda-kudaan ,,tapi Gala dulu yang naik ya kak?"pinta Gala.


"Hemm."jawab Gama malas karena sudah hafal adik kembarnya ini pasti maunya minta duluan dan saking sayangnya lagi-lagi dia harus ngalah.


"Gama ,Gala ini bukan dirumah sayang,, nanti kalau papa sudah dirumah ya?" bujuk Kintan.


"Papa mau ga? kalau ga mau ga papa ko ,,ya kan Gal?"ucap Gama.


Bima hanya tersenyum melihat ekspresi lucu dan menggemaskan kedua anaknya.


Bima langsung menekan telfon yang menghubungkan ke Aldo sang asisten pribadinya.


"Halo Al,,jadwalku siang ini apa?"


"Ga ada bos ,hanya makan siang dengan klien yang dari Jakarta."


"Oke kalau gitu kamu aja yang mewakili."


"baik bos"


"Oh iya satu lagi Al,,jangan perbolehkan siapa saja yang masuk ruangan ku ,bilang saja aku lagi keluar."


"Siap bos."


Setelah mengakhiri panggilannya dengan Aldo, Bima langsung berjongkok mensejajarkan tingginya dengan putranya.


"Ya udah papa mau, tapi janji hanya sebentar ya mainnya karena kalian waktunya tidur siang,, right?"


"Yes papa."jawab keduanya kompak.


Bima mulai melepas kemejanya dan celana panjangnya untuk menggantinya dengan celana pendek dan kaos.


Ia mulai beraksi jadi kuda dan si kembar secara bergantian menaiki punggungnya.


Dengan bahagianya si kembar tertawa terpingkal-pingkal.


Hal itu tentunya Kintan gunakan untuk sambil menyuapi makan siang untuk si kembar secara bergantian.


Setengah jam bermain akhirnya si kembar mulai mengantuk.


Perut sudah kenyang karena habis makan dan susunya juga habis tak tersisa.


Akhirnya Kintan dan Bima menggendong keduanya untuk dibawa kekamar pribadi Bima untuk ditidurkan ditempat tidur yang memang Bima ganti dengan ukuran yang lebih besar daripada sebelumnya.


Bima membaringkan Gama dan Kintan membaringkan Gala ,Bima dan Kintan mengecup kening putranya bergantian.


Setelah itu Bima menutup pintu kamarnya dan menarik pinggang Kintan,kini mereka berhadapan.


"Sekarang udah aman,,aku mau memakan makan siangku."ucap Bima dengan mengedipkan matanya.


"Kalau kamu begini ,gimana aku menyiapkannya sayang."jawab Kintan dengan menoel hidung suaminya.


"Aku mau makan kamu dulu sayang,,iniku sudah on."ucap Bima dengan menuntun tangan Kintan ke pusakanya yang sudah tegak lurus mencari sarangnya.


Tanpa ba Bu Bu lagi Bima mencium bibir istrinya dengan rakus ,ia menarik Kintan untuk dirapatkan ke dinding.Dengan hasrat yang memuncak ,Bima segera melucuti pakaian istrinya dan begitu juga dengan Kintan yang dengan cepat melucuti kaos dan celana pendek suaminya.


Bima memang melepas baju formalnya saat mulai bermain dengan si kembar,dan hal itu malah memudahkan Kintan untuk melepasnya dengan cepat.


Kini keduanya sudah terlihat polos ,gesekan kulit diantara mereka menambah gairah membara keduanya.


Setelah Bima puas dengan mengeksplore bibir istrinya,kini ia mengambil alih kegiatan di kembar yang selama 2tahun sudah menguasai bukit kembar milik sang istri.


"Jadi ini sekarang milikku lagi."ucap Bima dengan memilin pucuknya.


"Untuk sekarang iya honey,,, tapi tidak lama pasti benihmu sudah tumbuh lagi."jawab Kintan.


"Apa kamu siap hamil lagi sayang?"tanya Bima yang tangannya mulai membelai bagian bawah milik istrinya.


"Hemm,,,"Kintan tidak mampu menjawab dengan benar karena tangan Bima membuatnya sudah berkabut menginginkan yang lebih.


"As you wish honey,,,kutransferkan benih terbaikku lagi."


Bima menggendong Kintan sambil merapatkan di dinding dengan keadaan sudah menyatu. Hangat ,geli,nikmat menjadi satu. Erangan lirih sudah dikeluarkan seiring hentakan keras dari Bima.


"Sayanggg,,, oughhhh menggigit sekali milikmu honey,,,,meluncur sayang,,,ah ah ah."racau bima diiringi kedutan dan pelepasan keduanya.


Bima tanpa risih membersihkan sisa percintaannya dan membawa Kintan untuk duduk dipangkuannya.

__ADS_1


"Sekali lagi,,,kamu yang mimpin honey."Kintan dengan patuh menuruti hasrat suaminya dan mulai menggerakkan pinggulnya.


"Oh my,,,sayang sempit,,enak banget,,," racau Bima yang dibuat merem melek oleh kelezatan yang disuguhkan istrinya.


Erangan dan racauan kembali tercipta sehingga dengan gairah yang membara ,tidak butuh waktu lama pelepasan kembali tercipta diantara mereka.


Bima mengatur nafasnya dengan menenggelamkan wajahnya ke dada Kintan ,sedangkan Kintan merasa lemas dan belum mencabut penyatuan mereka.


Bima mendongak ,mencium bibir istrinya dengan sangat dalam serta mencium keningnya lama.


"I Love you."ucap Bima.


"I Love you more papa."jawab Kintan dengan melepas pelan senjata suaminya yang sudah mulai layu.


.


.


.


Gama dan Gala belum juga terbangun dari tidurnya,sedangkan suami istri itu sudah makan siang dengan saling suap menyuapi.


Bekal yang dibawa Kintan kini sudah ludes habis karena lapar yang dirasakan setelah tenaga terkuras habis akibat percintaan yang dilakukan keduanya.


"Makasih sayang,,siang ini full semangat,kenyang luar dalam."ucap Bima menarik Kintan dipangkuannya dan bisa-bisanya mencium bukit yang sudah terbungkus.


"Ahh geli sayang."jawab Kintan.


"Heheee habisnya kamu selalu menggemaskan sih sayang."


"Sayang ,,aku lihat si kembar dulu ya ,sepertinya sudah bangun deh ,dengar ga?" Kintan mendengar suara anaknya lagi tertawa dengan saudara kembarnya.


"Iya ayo."


Kamar itu dibuka dan nampak lah keduanya yang sedang bercanda tawa bermain bersama.


Mereka memang anak yang tidak rewel ketika bangun tidur melihat kembarannya langsung bermain diatas tempat tidur.


"Anak papa kenapa pinter banget sih ,,ga nangis,,hemmm?"Bima langsung memeluk keduanya dan menciuminya ,alhasil keduanya malah terkekeh karena geli.


"Iya donk ,papa kan pintel ,kita anaknya papa jadi kita ya pintel."jawab Gama dengan logat cadelnya.


Bima tertawa keras dan langsung menghujani ciuman bertubi-tubi ke kedua anaknya.


"Mama ko manggil cayang ,,ga manggil papa kayak kita?"tanya Gala penasaran karena sering mendengar baik papanya maupun mamanya memanggil sayang.


Sejenak Bima dan Kintan saling pandang ,mereka tidak menyangka anaknya akan kritis melihat dan menanggapi panggilan tersebut.


"hemm,,karena mama sayangnya papa dan papa juga sayangnya mama."Bima menjawab pertanyaan Gama.


"Jadi kita juga manggil cayang ke papa mama?" tanya Gala


"Iya kan papa mama juga cayangnya kita."jawab Gama.


"Ga sayang,,,kalian tetap manggilnya papa dan mama ,karena kami orang tua kalian."jawab Kintan.


"Ogh begitu ya mah,,, jadi mama juga harus sama manggil papa donk biar sama dengan kita mah."jawab Gala.


Bima hanya bisa menggaruk tengkuknya tidak menyangka anaknya akan sepintar ini.


"Ya udah papa terima telfon dulu ,dan kalian sama mama ya?"ucap Bima mencium kening kedua anaknya dan mencium kening Kintan.


"Ayo kids,,mama mandikan setelah itu kita kerumah granda ,,mau?"


"Mau ,,,mau ,,mau."jawab keduanya dengan girang dan kompak.


.


.


.


Bima harus merelakan istri dan anaknya pulang bersama sopir karena ia masih ada meeting dadakan dengan klien.


"Gama ,Gala cium papa dulu."Bima merentangkan kedua tangannya untuk memeluk anaknya.


Dengan lucunya Gama dan Gala memeluk papanya,dan Bima langsung mengangkat kedua anaknya digendongan tangan kiri dan kanannya dengan menciumi pipi keduanya.


"Nanti papa jemput dirumah granda ya?"


"Oke papa."jawab keduanya kompak.

__ADS_1


lalu Bima menurunkan keduanya.


Bima kemudian mencium kening Kintan dan mengecup bibirnya sekilas.


"Hati - hati mama ,,,nanti papa nyusul."ia menggaruk tengkuknya merasakan geli sendiri ,panggilan itu masih terasa asing diucapkan Bima karena terbiasa memanggil sayang ketika berbicara dengan Kintan,tetapi demi buah hatinya akhirnya dia merubah panggilan mama ke Kintan.


"Bye papa."ucap ketiganya dan berlalu meninggalkan ruang kerja Bima.


.


.


.


1 bulan kemudian


Tanggal ini adalah tepat Bima dan Kintan menikah.Ya ini anniversary pernikahan mereka yang ke 3tahun.


Bima sudah menyiapkan kejutan romantis kepada istrinya.Begitu juga dengan Kintan sudah menyiapkan kado terindah untuk suaminya.


Si kembar pun sudah diajak berlibur ke villa oleh opa dan grandminya.


Bima mengajak dinner romantis dengan membawa istrinya keliling dulu naik motor.


"Sayang hari ini aku ingin bernostalgia keliling naik motor bersamamu."


"Ayo siapa takut."


Iya terkadang rumah tangga itu memang harus dirayakan berdua , komunikasi , keromantisan ,bernostalgia dengan pasangan ,mengenang saat pertama jadian dan mengunjungi tempat romantis yang mereka kunjungi sebelum menikah,hal itu akan menambah keharmonisan hubungan rumah tangga.


"Waoow romantis banget sih suamiku."ucap Kintan ketika mereka sudah dinner dengan suasana syahdu diiringi alunan musik yang menambah kesan romantis.


"Aku ada hadiah untukmu."ucap Bima dengan membuka kotak yang berisi satu set perhiasan diamond mewah.


"berdiri sayang ,biar aku yang pakaikan."Bima memakaikan kalung ke leher Kintan,dan tak lupa mencium bahu ,leher dan pipi istrinya.


"Aku sangat bahagia ,terima kasih untuk usia pernikahan kita yang masih baru ini tapi kamu sudah banyak memberi kebahagiaan untuk ku dan keluargaku,, maafkan aku ya jika aku belum bisa menjadi istri dan ibu yang sempurna ,bimbing aku ,tegur aku ,nasihati aku jika ada salah."ucap Kintan dengan merangkul kan tangannya ke leher Bima.


"Sama-sama sayang ,aku juga belum bisa menjadi suami dan papa yang baik.Kita sama-sama belajar.Terima kasih juga sudah mendampingiku ,mendinginkan aku jika lagi emosi,memanjakan aku.Memberikan aku anak-anak yang lucu cerdas.


I Love you."jawab Bima dengan menyatukan bibirnya ke istrinya.


"Sayang ,,aku juga punya hadiah untukmu."ucap Kintan dengan mengambil kotak di dalam tasnya.


"Apa ini sayang."


"Buka aja papa."jawab Kintan dan dengan semangat Bima membuka bungkusan kecil hadiah dari istrinya.


Bima membuka dan mengeluarkan isinya yang ternyata tespeck dan foto hasil USG.


"Sa- sayang kamu hamil??"ucap Bima tersenyum bahagia.


"Iya papa,,,dan sudah 3bulan."


"Oh my God,,,nakal ya kenapa ga bilang aku kalau mau periksa?" tanya Bima.


"Surprise papa."


Lalu keduanya saling berpelukan bahagia dan Bima sedikit menggendong istrinya.


Bima berjongkok untuk mencium perut Kintan.


"Hay baby ,,, ini papa,,, sehat - sehat diperut mama ya ,jangan nakal sama mama , kita sama-sama jaga mama ya sayang."Bima berulang kali menciumi perut istrinya.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


haloo readersku


maaf ya sloww pakai lamaa pakai banget updatenya.


Karena pekerjaan offline yang sangat membuat otak ngehalu ku terhambat.


menuju Ending ya ,karena aku ga mau nulis cerita yang muter-muter.


maafkan atas keterlambatanku.


Semoga masih disukai ceritaku yang tidak seberapa ini.


Love you readersku


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


"


__ADS_2