
Disebuah hotel mewah ,Bima sudah memesan kamar khusus untuk menjadi saksi cinta mereka berdua yang telah menyatu dalam ikatan suci pernikahan.
Kedua pengantin baru sudah saling bercumbu mesra menuntaskan hasrat dan rindu mendalam setelah proses pingitan yang mereka lalui sebelum pernikahan.
Keduanya sudah dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun.
Bima berhasil membuat kamar yang seharusnya dingin ber AC menjadi panas membara.Suara indah dan merdu diantara mereka sudah lolos dan menggema,namun justru hal itu membuat Bima semakin terpacu untuk segera menyatukan dirinya dengan istrinya.
Decapan demi decapan mengalun indah diruangan tersebut.Apalagi permainan lidah Bima dilembah diantara kedua paha yang membuat Kintan menggelinjang ga karuan,
dirasa lembah itu sudah basah ,langsung Bima melancarkan aksinya.
"Sakit?"tanya Bima yang hanya dijawab anggukan oleh istrinya, ia mencoba mendorong kembali ,namun kali ini agak memaksanya untuk masuk ke dalam goa sempit yang masih tersegel itu.
Kintan hanya melenguh dan meminta suaminya untuk terus mendorongnya,meskipun rasa perih itu dirasakannya.
Setelah mencoba berulang kali,akhirnya Bima merasakan sudah merobek sesuatu yang ada didalam,ia melihat kebawah ada darah yang mengalir di pangkal paha istrinya.
Bima kembali mencium bibir ranum yang ia tahu istrinya menahan perih ,ia membungkamnya secara halus dan pelan sambil masih mendiamkan pusakanya.
Dirasa sudah beradaptasi,barulah ia menggerakkan pinggulnya perlahan.
Lama kelamaan ia mencepatkan gerakannya
"Sayang ,,aku ga tahan."Bima dibuatnya merem melek merasakan kenikmatan yang tiada Tara.
"Bersama sayang."ucap Kintan degan suara beratnya.
"Ah,,ah,,ah,,,." ucap mereka karena keduanya terjadi pelepasan yang bersamaan.
"I love you my wife."
"I love you too my husband."
Bima mengecup keningnya dan bibirnya lalu membaringkan badannya disamping Kintan.
.
.
.
Sementara dikota lain ,yaitu dikeluarga besar Abimana terjadi kesibukan yang luar biasa.
Mengingat Bima hanya anak tunggal ,dan mereka memiliki relasi yang banyak ,jadi memutuskan untuk menggelar acara yang terkesan mewah.
Acara ngunduh mantu itu dilaksanakan di rumah mewahnya ,karena ini acara istimewa putranya jadi diputuskan acaranya di rumahnya agar rumah ini terkesan ramai dan berguna.
Acara ini bertema outdoor,,jadi terkesan santai dan ramah kepada tamu undangan yang datang.
Samping kolam renang nantinya bakal disulap menjadi tempat pelaminan yang cantik.
Acara akan digelar 2hari lagi, persiapan sudah 90% ,tinggal menunggu hari H nya saja.Semua keluarga sudah berkumpul ,kecuali sang pengantin baru yang belum kelihatan batang hidungnya karena masih meneguk kenikmatan surga dunia.
.
.
.
Kalau dikeluarga Bima sedang heboh-hebohnya mengurus acara ngunduh mantu,beda lagi denga pasangan pengantin baru Fero dan Aya yang sedang menikmati indahnya hidup berumah tangga.
Kini mereka menikmati dan menapak tilas tempat kencan nya waktu jaman SMA di Malang.
"Beb,, setelah ditempat ini tiba-tiba aku kangen Kintan."ucap Aya yang merubah panggilan gue loe jadi aku kamu ke suaminya.
"Kamu ingat ga ,disini Bima cemburu ke Kintan yang dideketin Radith,,padahal dia belum jadian,,hahaa kalau ingat itu ngakak aku tuh."
"Iya ,,itu masih PDKT ya,,bukannya kita juga masih PDKT yank??"
"Ya ,,hihihi ga nyangka ya malah sekarang si Radith ternyata sepupuan sama Bima dan parahnya lagi mau jadi iparmu Ben,,haha."
"Jodoh ga ada yang tahu yank,,seperti kita."ucap Fero dengan mendekap erat istrinya.
"Beb,,kamu telfon Bima donk,,aku ingin ngomong ke Kintan."
"Kamu aja yang telfon Kintan."ujar Fero
"Dari tadi ga aktif beb ponselnya ,,please kangen aku ma dia,,telfon teman kamu ya?"
.
.
.
Sementara dikamar pengantin Bima bener-bener membuat Kintan kewalahan.Sudah empat kali penyatuan membuat Bima belum juga merasa puas.
"Ah,,ah,,,I love you."pelepasan kembali ia rasakan ,benih premium nya ia semburkan ke rahim istrinya ,menyatukan kening ke istrinya dengan nafas yang terengah-engah.
__ADS_1
"Yank,,aku haus."rengek Kintan.
Bima mengecup kening dan bibirnya kemudian bangkit mengambil minum yang ia letakkan di nakas samping ranjang.
"Sayang ,,minumnya."Kintan yang tadinya merem jadi bangkit dan meraihnya serta meminumnya hingga tandas.
Ponsel Bima berdering nyaring ,ia mengangkatnya.
"Halo Fer,,"
"Dimana loe?
"Gue di hotel XX ,kenapa?"
"Belum selesai juga malam panas loe?"
"Ga bakalan selesai kayaknya,,haha."ucap Bima dengan melirik dan mengedipkan matanya ke istrinya.
"Gila Lo.."
"Kayak Lo ga pernah ngrasain aja."lalu mereka tergelak bersama.
"Ada apa loe nelfon gue?"
"Bini gue kangen sama bini Lo,,kita lagi nostalgia di tempat tongkrongan dulu,,mau kesini ga?
"Gimana sayang? Aya mau ketemu kamu."Bima menoleh ke istrinya yang menutupi tubuh polosnya dengan selimutnya.
"Nanti malam aja sekalian dinner."ucap Kintan
"Fer,,malam sekalian dinner kita nyusul Lo kesana."
"Oke dech ,,,kita tunggu ,,lanjutkan,,haha."
"Siap 69,,hahahaaaa."Bima menutup telfonnya dan menghampiri istrinya.
Bima memeluk dan mengusap punggungnya membarinya kehangatan.
"Yank,,,kamu masih mau lagi?"tanya Kintan
"Apa masih boleh?"tanya Bima sambil menyelipkan rambut Kintan yang menutupi sebagian matanya.
"Emang kamu ga capek?"
"Kamu lelah?"tanya Bima balik.
"ishh,,kamu mah ditanya ganti tanya,,aku jelas lelah ,tapi kalau untuk membuat suamiku puas aku akan selalu kasih."
Dari bibir turun ke bawah.
"Aku yang diatas."
"As you wish honey."
Bima merasa sangat puas dengan pelayanan istrinya yang liar dan agresif itu.
.
.
.
Mereka akhirnya keluar kamar dengan rambut yang basah dan saling bergenggaman tangan ,senyum tersungging dari bibir keduanya,meskipun jalan Kintan yang sedikit berbeda akibat ulah suaminya yang tidak mau berhenti menggempurnya.
Bima melihatnya dan tanpa diduga langsung menggendong istrinya ke parkiran mobil.
"Sayang,,,malu dilihatin orang."rengek Kintan.
"Ssstt."Bima menutup mulut Kintan dengan jari telunjuknya.Akhirnya Kintan mengalungkan tangannya dileher Bima,
sampai mereka sampai ke mobil dan keduanya masuk mobil.
"Lecet ya?
"Kamu mainnya lama."
"Tapi enak kan?? kamu sangat menikmatinya,,oh rasanya ingin kuabadikan lewat video saat kamu mend**sah kenikmatan,,sumpah kamu semakin cantik pas begitu,,apalagi sambil mengucap Faster sayang,,,oh my,," ucapan absurt Bima langsung mendapat pukulan di lengannya.
"Udah ih,,ayo jalan."Kintan menutup matanya malu.
Bima hanya terkekeh dan menarik tangannya Kintan untuk diarahkan ke pusakanya yang kembali ON.
"gila ini sayang,,hanya membayangkan wajah sensualmu aja sudah membuatnya ON lagi."
"Dasar mesum,, ayo ih jalan,,aku dah laper."rengek Kintan.
"Iya sayang,,kiss dulu."Bima memajukan bibirnya dan Kintan langsung mengecup bibir seksi Bima,,ia tidak melewatkan kesempatan itu ,Bima menahan tengkuknya dan memperdalam ciumannya.decapan demi decapan kembali terdengar di mobil itu,
saling membelit lidah dan bertukar Saliva.
__ADS_1
Dirasa nafas mereka sudah terengah-engah baru Bima menghentikan ciuman panasnya dan membersihkan bibir istrinya yang basah akibat ulah panas mereka.
"Kita teruskan nanti malam lagi."dan mobil itupun melaju ke tempat dimana Fero dan Aya menunggu.
.
.
.
Di resto XX
"Haiii sini."Aya melambaikan tangannya karena melihat kedatangan Kintan.
"Sorry nunggu,,udah lama ya?"
"Gile,,sampai Karaten gue nungguin pengantin baru."ucap Aya dan diiringi kekehan ketiganya.
"Bercahaya banget muka kalian sekarang."ucap Aya yang melihat aura pengantin baru yang bawaannya happy senyum manis diwajahnya.
"Jelas donk,,,sudah tersalurkan."jawab Bima juga tanpa filter.
dan membuat Kintan memukul pahanya.
"Mau makan apa sayang?"tanya Kintan.
"Makan kamu aja boleh?"jawab Bima tersenyum menatap Kintan.
"Aduh adu adu ,,,beb kayaknya kita hanya sebagai nyamuk disini."ujar Aya ke Fero.
dan membuat yang lain ikut terkekeh.
Kintan memilih steak daging jumbo plus kentang goreng dengan minumnya juice alpukat.
Bima ikut memesan dengan menu yang sama dengan istrinya.
"Jadi gimana honeymoon nya kapan?"tanya Bima ke Fero.
"Iya ,gue nunggu adik gue dulu nikah ,dia ga mau pas sibuk-sibuknya nyiapin pernikahan terus gue ga ada,,ga tega juga gue."jawab Fero.
"Gimana kalau kita honeymoon ya bareng-bareng,,jadi nunggu wisuda dulu ,dan semua pada selesai nikah ,,baru kita berempat pergi bersama ,,eh berdelapan sih ya sekarang."ucap Kintan.
"Waahhh,,good idea."jawab Aya.
"Setuju."jawab Bima.
"Gue setuju juga."jawab Fero.
"Tan,,Lo tadi lewat di jalan X ga? gue tadi berhenti disana ,inget kita berempat yang masih PDKT,, Lo dan Bima bertengkar saling diam,,eh ga sih lebih tepatnya Bima yang cemburu karena Lo dideketin Radith ,,,hahaha."ujar Aya yang membuat Bima terkekeh ingat dulu.
"Sialan emang,,malah si Radith ternyata sepupu gue."ucapan Bima membuat semua terbahak.
"Makanya jangan terlalu benci yank,,,akhirnya malah sepupuan kan?"ujar Kintan dengan masih terkekeh.
"Tapi aku juga benci sama kamu yank,, Bener-bener Cinta."jawab Bima dengan mencubit pipi istrinya karena saking gemesnya.
"hemm,,,susah emang kalau sudah bucin tuh,,ga ada obat sudah itu."ujar Aya yang lagi-lagi membuat semua terkekeh.
"Ya udah ,,,jadi deal ya kita honeymoon bareng berdelapan."
"Ya setuju,,nanti gue aja yang calling mereka ,kecuali Radith ,,Lo yang ngasih tahu Bim."
"Ogah,,males gue,,Lo aja ,,kan dia ipar Lo."tolak Bima.
"Kan dia sepupu Lo."
"ipar Lo."
"sepupu Lo."
Kintan dan Aya hanya menggelengkan kepalanya melihat perdebatan mereka.
"Aku aja yang ngasih tahu Kak Radith." celetuk Kintan yang langsung membuat Bima menghentikan perdebatannya dan menatap tajam kearah Kintan.
Aya dan Fero terkekeh melihat keduanya.
Kintan hanya meringis dan mengacungkan dua jari yaitu telunjuk dan jari tengahnya membentuk huruf V .Ia menyadari kalau suaminya sedang cemburu karena sudah menyebut pria lain.
"Siap-siap terima hukumanmu nanti ya." bisik Bima ke telinga Kintan.
glek
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
author :Hah
maksud hati mau buat malam pertama yang hot jeletot level 1000
eh 5x ga lolos🤦🏿♀️
__ADS_1
maefin aja ya kalau kurang hot
kalau pengen hot nangkring diatas kompor aja sambil ngemut boncabe level 100🤣🤣🤣✌️