
"Biarkan begini dulu sayang, aku masih kangen."
Kintanpun mengalah membiarkan kekasihnya memeluknya dari belakang menciumi leher dan pipinya,tidak dipungkiri sebenarnya Kintan pun juga merasakan hal yang sama,merasakan rindu yang tertahan didada.
Bima membalikkan badannya Kintan ,dan sekarang mereka saling menghadap,
"Kamu kangen ga sama aku?
Kintan sangat merona,malu karena Bima menatapnya lekat dengan pandangan yang sangat melumpuhkan syarafnya.Entah mengapa ketika Bima sudah menatapnya kuat,Kintan seolah tersihir dengan mata elang nya.Jantungnya semakin berdetak keras
"Hem ,kangen ga sama aku."Bima mengulangnya lagi dengan memegang dagunya Kintan yang hanya menunduk.
Kintan hanya menjawab dengan mengangguk .
"Jawab donk sayang."
"Iya kangen."Kintan menjawabnya dengan menelusup kan kepalanya ke dada bidang Bima.Kintan memeluknya erat dibalas dengan semakin erat Bima memeluknya,mencium berulang kali pucuk kepalanya.
Sambil duduk bersisihan ,Kintan masih menyandarkan kepalanya di dada Bima,sampai Setengah jam lamanya mereka masih belum saling melepas pelukannya,rasanya enggan untuk saling melepas pelukan mereka.Untung aja Kintan dan Bima saat ini duduk di kursi sofa yang letaknya dibelakang etalase,jadi kegiatan mereka tertutup oleh etalase toko, jadi tidak kelihatan dari luar,tetapi jika ada pembeli datang mereka masih tetap bisa melihat.
"Kangen banget ya,,ehm."Bima mengucapkannya dengan mencium pucuk kepala rambutnya Kintan,membelai rambut indahnya.Dan Kintan hanya membalasnya dengan menganggukkan kepalanya.
"Maaf ya,,aku 2minggu ini sibuk dengan skripsi dan pekerjaan jadi baru ini sempet menemuimu."
"Tapi kak Bima hari ini langsung pulang lagi?
"Ehmm,,enaknya gimana?
"Disini aja sampe besok,,pulang Senin aja."jawab Kintan merengek.
"Tumben ,manja betul pacarku ini?
"Ya udah kalo kakak ga mau ga papa ko,,kalo gitu besok aku mau jalan sendiri aja."
"Eh mana bisa begitu,enak aja mau jalan sendiri,,ya udah sesuai keinginanmu tuan putri ,2hari ini waktuku akan kuhabiskan denganmu sayang."ucap Bima sambil mengerlingkan matanya.
Untuk beberapa saat ,pandangan mereka bertemu.
Denyut jantung mereka berdetak tak beraturan.
Bima memegang dagunya Kintan,untuk bisa saling menatap.Pandangan mereka saling mengunci,Bima yang selama ini menahan untuk tidak mencium bibir sang kekasih,namun hari ini seolah pertahanannya runtuh,kerinduan yang dirasakan sudah cukup mendalam tidak terbendung lagi.
Hasrat ingin merasakan bibir tipis milik Kintan semakin tak terelakkan lagi.
Nafas mereka menderu dengan jarak yang cukup dekat,akhirnya Bima mendekatkan bibirnya dan ******* bibir Kintan dengan lembut,,perkenalan bibirpun tak terelakkan lagi.
Bibir Kintan yang baru dirasa itu memiliki rasa manis dan kenyal.
Bima seolah terbuai dengan kenikmatan yang baru dirasakan,karena ciuman ini adalah ciuman pertama mereka.
Bima terus ******* bibirnya Kintan dengan cukup lama dan intens,
seolah tanpa puas Bima memagut dan ********** lagi.Bisa dirasakan jika ciuman Kintan juga baru pertama ini ,kerena melihat respon dan kekakuan Kintan dalam membalas ciumannya Bima.
__ADS_1
Berhenti sebentar karena Kintan sepertinya kehabisan nafas.Lalu kembali Bima mengulanginya lagi seolah tidak mau berhenti dengan rasa nikmat yang dirasakan olehnya.
Mereka mengakhiri perkenalan bibir mereka setelah ada suara krucuk dari perut Kintan.
Bibir keduanya pun tersenyum,kerinduan yang mereka rasakan sudah terobati dengan perkenalan bibir yang sepertinya akan menjadi candunya.
Mereka saling menyatukan kening
"I Love you." ucap Bima mengakhiri dengan mencium keningnya lama.
Bima beranjak dari duduknya dan meraih kunci mobilnya.
"Kak mau kemana?
"Kamu lapar kan,,kakak beli makanan dulu ya, mau makan apa?" ucap Bima lembut sambil membelai pipinya Kintan.
"Kita delivery order aja,,kakak tetep disini."
"Duh segitunya ga mau ditinggalin ,bilang aja mau ditungguin terus."ucap Bima berhasil membuat rona merah Kintan.
"Idih apaan ,,aku cuma takut aja kakak nanti tersesat di jalan."balas Kintan terkekeh.
Mereka tertawa bersama ,saling melempar canda dan tawa bersama.
Bima membuka ponselnya dan melihat menu makanan untuk mereka santao
"Mau pesan apa sayang."ucap Bima membelai rambutnya.
Ditengah asyik memilih makanan dari medsos,ada sekitar sepuluh pengunjung yang masuk ke toko.
"Silahkan masuk ibu."Kintan beranjak dari tempat duduknya dan berbincang kepada pengunjung.
Promosi ,penawaran dan keramahan Kintan berhasil membuat pengunjung puas untuk memilih barang yang akan dijadikan hadiah untuk sanak saudaranya.
Bima memperhatikan interaksi Kintan dengan para pembeli.
Bima merasa takjub bagaimana bisa gadis yang masih SMA sudah berbakat dalam bisnis seperti ini.
Kelincahan,keramahan dan pemahaman terhadap barang yang dijual sudah dikuasai Kintan.
"Aku memang ga salah memilihmu sayang."ucap Bima lirih dan tersenyum.
"Terima kasih semuanya ,semoga bermanfaat ya ibu,,hati - hati diperjalanan,semoga syuka dan jika lewat sini ,jangan sungkan untuk mampir ya ibu-ibu."Begitulah cara Kintan melayani pembeli.
"Diborong sayang?"
"Iya kak ,Alhamdulillah banyak yang dibeli,bilangnya untuk kado keluarganya."
"Darimana kamu menguasai bisnis,aku perhatikan dari tadi luar biasa Lo cara kamu melayani pembeli."
"Kan aku sudah dari kecil ikut ayah jualan,jadi aku banyak belajar dari ayah."
"Hebat calon istriku ini."ucap Bima sambil membelai rambut Kintan.
__ADS_1
Setelah itu Bima meminta Kintan untuk menikmati makan siang mereka,bentuk perhatian kecil dari Kintan dengan mengambilkan air minum saja sudah membuat hati Bima bergetar dan semakin menggila dengannya.
Ditengah keasyikan menyantap makannya,ponsel Kintan berbunyi.
Bima nampak menghentikan suapannya, melihat Kintan langsung berdiri meninggalkan makannya.
"Mau kemana? tanya Bima
"Kak ,aku tinggal sebentar ya,,nih ada customer yang order ,minta COD,,bentar aja ya,,dekat ko cuma di dekat persimpangan,,dia ga bisa kesini karena ga tega ninggalin anaknya yang masih kecil." jelas Kintan sambil mengambilkan barang yang dipesan.
"Aku antar ya."
"Ga usah kak,,kak Bima tunggu sini dulu sebentar,kalo ada pembeli tolong layani ya,,please."ucap Kintan memelas dan secara refleks mencium pipi kanan Bima,dan tersenyum kemudian berlalu meninggalkan Bima yang mematung karena mendapat ciuman darinya.
Perlakuan Kintan barusan sudah berhasil membuat Bima mematung dan membeku.
Bima tampak senyum senyum sendiri sambil mengelus pipi kanan yang baru dicium oleh Kintan.
Kepalanya menggeleng pelan.
"Aku semakin ingin memilikimu my love."ucapnya lirih.
Bima melihat dan mengecek barang yang ada di toko ayahnya Kintan,dengan melihat model barang nya saja dia sudah tahu ternyata barang tersebut adalah desain dari perusahaannya.
Siapa sih yang tidak tahu kualitas barang dari koleksi perusahaan Bima.Semua bentuk dari desainnya sampe harganya murah tapi ga murahan selalu diburu oleh masyarakat,makanya tidak heran perusahaan yang dipimpin Bima dan papinya melesat cepat.
Dan semua itu tanpa diketahui oleh Kintan,Bima memang tidak pernah menceritakan seperti apa keluarganya ,karena dia memang ingin kekasihnya itu tidak merasa minder dan rendah diri yang membawanya ketakutan akan ditinggalkan oleh Kintan.
Yang Kintan tahu Bima hanyalah anak kuliahan ,anak tunggal dan dari keluarga baik-baik.
Seperti apa kayanya Bima ,Kintan tidak tahu bahkan tidak mau tahu.
Itulah yang menyebabkan Bima semakin cinta dengan Kintan.
Tidak lama menunggu ,Kintan sudah kembali dari delivery nya.
"Sini duduk dan lanjutin makannya,aku siapin." ucap Bima.
"Ga usah kak,,aku makan sendiri aja ,kayak anak kecil aja disuapin."
"Memang kamu masih kecil,,masih anak SMA,,udah sini no protes and no debat." ucap Bima sambil menyuapi Kintan.
Kintan yang disuapi ,menyunggingkan senyum ,dan entah lah "kenapa makanannya seenak ini."gumam Kintan.
"Tadi aja ga mau,sekarang habis juga."ucap Bima terkekeh sambil memberikan air mineral ke Kintan.
...Karena sesungguhnya...
...Perhatian itu timbu karena adanya kasih sayang ...
...Bukan belas kasihan...
β€οΈπβ€οΈπβ€οΈπβ€οΈπβ€οΈπβ€οΈπβ€οΈπβ€οΈπ₯°
__ADS_1