
Dengan masih membaringkan tubuhnya di pangkuan Kintan,menatap lekat wajah Kintan dan tangan kanannya membelai pipinya.
"Sayang ,cantik banget hari ini,pacarnya siapa sih? ucap Bima sambil menarik pipi dan hidungnya Kintan.
oh iya aku punya sesuatu untukmu."
"Kakak sudah memberikan banyak hadiah untukku ,apa masih ada lagi?
"Tentu saja,pengennya tiap hari mau memberi hadiah untukmu ,because you are very special for me,my love,my first love,my darling."
"ih kakak."dengan merona Kintan memalingkan wajahnya.
"Sayang,,kamu berapa lama lagi lulusnya?
"Ga lama lagi ujian akhir kenaikan kelas, setahun lagi,emang kenapa?
"Mau kunikahin masih kecil,,tapi aku ga kuat nahan lagi ,pengen cepet halalin kamu,sudah bayangin punya baby kamu maminya ,lebih tepatnya mami muda,terus aku nya dipanggil papi,,seru kali ya."ucap Bima terkekeh.
"ih dasar omes,,,tapi sayangnya keinginan kakak masih lama tuh,aku kan ingin kuliah dulu,terus kerja punya penghasilan,jadi ga tergantung sama suami."
"Kamu nanti ingin kuliah dimana?
"Ga tau kak,,,masih bingung,aku inginnya ga mau jauh sama ayah bunda, apalagi ayah sekarang sakit-sakitan ga ada yang jaga toko.Kalo kuliah disini otomatis harus biaya mandiri ,sedangkan aku ga mungkin membebani ayah dengan biaya kuliahku nanti.Tapi kalau kuliah dikampus XX bisa agak ringan karena dari pihak sekolah menawarkan jalur bidikmisi ke kampus tersebut,,resikonya harus jauh dari ayah bunda,,entahlah kak."jelas Kintan panjang lebar dengan muka yang sedih.
Bima sudah bangkit dari pangkuan Kintan untuk mendengar penjelasan Kintan.
"Jangan sedih, selalu ada jalan untuk niat baik." ucap Bima menenangkan dan merengkuh Kintan kepelukannya.
"Aku akan selalu membantumu.Tapi sejujurnya aku juga bingung jika rencana papi menyuruhku melanjutkan studi S2 ke Paris."gumam Bima dalam hati sambil mencium pucuk kepalanya.
"Kalau kak Bima gimana?apa rencana kakak setelah wisuda."tanya Kintan menengadahkan wajahnya dan bertatap dengan wajah Bima.
"Aku ingin membawamu ke KUA." jawabnya tersenyum.
"Kakak,,,aku serius."ucap Kintan mengerucutkan bibirnya.
Dan tanpa protes lagi Bima langsung mengecup dan menyesap bibirnya dengan lembut.
"Kak,,katakan ,,aku tahu ada yang kakak sembunyikan dariku."
Dengan menghirup nafasnya panjang dan berat,Bima menatap Kintan dengan lekat
"ternyata kamu mengenalku dengan baik."gumam Bima dengan masih menatap Kintan,lalu mengecup dan menyesap bibirnya lagi dan kembali merengkuhnya.
"Papi memintaku untuk melanjutkan S2 ke Paris dan mengurus kerjaan disana."
"Paris??? S2??mengurus bisnis??apa kakak akan menetap disana selamanya??."Kintan mendongakkan kepalanya ,menatapnya dan tidak lama menunduk dengan berpura pura mengambil gelas minumannya dan menyesapnya.
Bima yang melihat perubahan sikapnya kembali meraihnya dan memeluknya.
Dan tak terasa pecahlah airmata Kintan yang dari tadi berusaha ditahan agar tidak keluar.
__ADS_1
tangisan pelan tanpa suara tapi air mata membanjiri pipinya,entah apa yang dirasakan nya ,tidak rela kah,tidak terima kah.Entahlah rasanya campur aduk jadi satu antara sedih,takut kehilangan.
Bima merangkup wajahnya menghapus air mata yang tumpah dipipinya.
"Jangan nangis, jangan sedih,jangan berfikir yang macam-macam,apalagi berfikir aku bakalan ninggalin dan mengkhianati cinta kita,,big no,,apapun yang terjadi di manapun berada hatiku (dengan mengarahkan tangannya untuk memegang dadanya)
difikiranku sudah terpenuhi olehmu,namamu,cintamu ,cinta kita ,selamanya kamu adalah cinta pertama dan terakhirku,kekasihku,calon istriku,calon mami dari anak-anakku kelak,,kamu adalah anugerah terindah yang pernah aku miliki." ucap Bima dengan mengecup
Cup (Bima mengecup keningnya)
"Jangan nangis lagi."
Cup cup (ucap Bima dengan mengecup mata kiri dan kanannya)
"Ini selamanya akan jadi milikku"ucapnya membelai pipinya.
Cup (Bima kembali mengecup pipi kiri dan kanannya)
"Dan ini juga akan selalu jadi milikku,canduku."ucapnya dengan mengusap jari jempolnya ke bibirnya.
Lalu menyatukan bibirnya dengan lembut,hangat,mengulumnya,menyesapnya dan terus menikmati manisnya bibirnya ,berusaha lebih dalam lagi menikmatinya,perlahan sampai dengan cepat dan penuh gairah,sampai dengan deru nafas yang ga beraturan,enggan saling melepaskan
sampai nafas yang sudah tersengal-sengal akhirnya pautan bibir mereka terlepas untuk sekedar menghirup udara.
"Rasanya ingin aku setiap hari merasakan manis bibirmu."gumam Bima dalam hati.
Bima menyatukan kening mereka,hidung mereka.
Dan Kintanpun tersenyum
"Yes,,always smile,,promise?ucap Bima kembali dengan menatapnya
Kintan pun hanya membalas dengan menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
"That's my girl."ucap Bima mengakhiri dengan mengecup keningnya.
Bima mengeluarkan kotak bludru warna merah.
"Untuk orang yang spesial."Bima menyodorkan dan membuka kotaknya ke Kintan.
"Kak,,maaf aku ga bisa nerima,,hadiah yang kak Bima berikan sudah terlalu banyak,aku ga mau Nerima ,aku bukan cewek matre yang silau akan hadiah,apalagi yang kak Bima berikan semua begitu Mahal."Kintan menggelengkan kepalanya.
"Justru itu aku syuka memberi kamu hadiah,karena kamu cewek spesial yang sudah membuatku jatuh cinta,sebenarnya aku berharap langsung bisa melamarmu dengan cincin ini,tapi kamu pasti nolak kalau aku lamar sekarang,jadi please terima ya,cincin ini tanda ikatan cintaku padamu, I Love You."Bima meraih jemari Kintan dan memasangkannya di jari manis jemari kiri Kintan,lalu mengecup punggung tangannya.
"Jaga ini ya ,jangan pernah dilepaskan."
"Kak,,aku - "
"Ssstt" Bima menempelkan jari telunjuknya ke bibir Kintan,lalu ia menghambur ke pelukan Bima,memeluk Bima dengan sangat erat.
"Kak,,terima kasih sudah memberiku kebahagiaan,terima kasih banyak." ucapnya lalu menelusup lagi ke pelukan Bima.
__ADS_1
Bimapun membalas dengan membelai rambutnya.
"Habiskan makanannya,,sudah sore habis ini kuantar pulang."
"Kakak tahu,,aku itu cewek yang mandiri,kuat,sekarang gara-gara kakak aku jadi cewek manja,lemah,suka nangis,,hufft
kak Bima itu memang nyebelin."sambil menikmati makanannya Kintan mencurahkan apa yang ada dihatinya ke Bima.
Bima yang mendengarnya pun terkekeh,tertawa.
"Nyebelin tapi cinta kan?
"Ga siapa bilang aku cinta?
"Haa,,jadi kamu ga cinta? Bima sudah menatapnya dengan tajam
"Ga ,aku ga cinta ,,tapi cinta banget."ucapnya terkekeh berhasil menggoda Bima.
"Aduh ko Abang jadi meleleh ya,,kayaknya Abang mau pingsan."Bima memegang dadanya sambil mengerlingkan matanya.
Dan mereka pun tertawa bersama.
Di kediaman rumah Icha
"Kak Fero,,telfon kak Bima donk suruh mampir kesini sebelum ke Surabaya."
"Emang kenapa?
"Aku ingin ketemu aja ,ingin berterima kasih karena kemarin sudah menjagaku ketika sakit,meskipun hanya sebentar."
"Dek,,ingat ya ,Bima sudah sama Kintan,dan Kintan sahabatmu,mereka saling mencintai
kamu harus ikhlaskan,masih banyak cowok lain yang suka sama kamu, adik kakak ini kan cantik ,cowok pasti pada antri,jangan rusak persahabatanmu hanya karena cinta."
"Ish,,Kak Fero apaan sih,, kakak pernah dengar ga ,sebelum janur kuning melengkung kesempatan masih terbuka lebar."ucapnya tersenyum dengan berlalu pergi.
"Aku akan tetap berjuang memperoleh cintanya ,sampai taqdir tidak lagi memihakku bersamanya,dan disitu aku akan berhenti." gumam Icha dalam hati.
...Lebih baik dicintai daripada mencintai,...
...sebab menata perasaan diri sendiri itu lebih mudah,...
...daripada mengubah prinsip orang lain....
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️💔💔💔💔💔💔💔💔
Kalau readers tercinta gimana nih?
pilih mencintai apa dicintai????
happy reading😍🥰🥰🥰
__ADS_1