
6 bulan kemudian
Kini kehamilan Kintan sudah memasuki 7 bulan lebih ,hari ini rumah keluarga Bima di penuhi dengan bunga dan dekorasi ,yaa hari ini mereka akan menggelar acara tujuh bulanan usia kandungan Kintan.
Mereka mengumpulkan keluarga,kerabat ,sahabat untuk berkumpul bareng.
Kintan masih bersiap di kamar.
"Sudah siap sayang?"ucap Bima mengecupi bahu Kintan.
"Ishh,,kamu yang bikin lambat sayang,,,sudah bersiap malah dikerjain lagi."jawab Kintan dengan mengeringkan rambutnya.
"Kamu selalu terlihat menggoda sayang,,jadi aku akan sulit mengabaikannya."jawab Bima mengecup bibirnya.
"Biar aku keringkan rambutmu."ucapnya lagi.
tok
tok
tok
"Bimaa,Kintan ayo segera turun ,semua sudah siap tinggal menunggu kalian."teriak mami dari seberang pintu.
"Iya mii,,bentar lagi."jawab Bima.
Kini diruang tengah ,mereka sudah berkumpul.Semua kerabat ,sahabat tampak berkumpul kecuali Aya yang baru melahirkan jadi tidak bisa ikut bergabung.
"Hadiah untukmu dari Aya,dia menyampaikan permintaan maafnya karena ga bisa hadir."ucap Fero.
"Terima kasih kak,, iya ga papa ,nanti aku akan berkunjung melihat baby Zi."ucap Kintan menerima kado pemberian Aya.
"Selamat calon Daddy,,"ucap Fero memeluk Bima.
"Thanks bro,,,selamat juga sudah jadi Daddy ,nanti kita kesana."
"Yup,,, ditunggu."mereka berpelukan saling menepuk bahu.
Tidak lama Icha juga memberi selamat dan memberitahukan bahwa dirinya juga sudah hamil.
"Ogh sahabatku,,,ehmm gimana caranya bisa kembar ini."ucap Icha memeluk Kintan dan mengelus perutnya.
"Yang jelas bibitnya premium dan buatnya tanpa melihat waktu,,"mereka tertawa bersama.
"Jangan mau kalah sayang,kamu kembar juga ya?"ucap Radith mengelus perut Icha.
"Lagi hamil??"tanya Kintan.
"baru 3 bulan."jawab Icha dan langsung dipeluk sama Kintan.
"Selamat calon mommy,,semoga sehat terus ya."akhirnya mereka pun kembali berpelukan.
Tidak lama datanglah Tata dengab membawa makanan ditangan kirinya dengan mulut yang masih mengunyah.
"Tataa,,habisin dulu ih."ucap Icha begitu tahu Tata mau memeluk mereka.
Dengan buru-buru ia menelan makanannya.
"Hallo twins,,lagi ngapain."ucapnya dengan menempelkan perut buncitnya dengan perut buncit Kintan.
Hal itu membuat Kintan tersenyum melihat kelakuan sahabatnya.
"Wah parah Tan ,masa Twins bilangnya lagi main bola."ucapnya pas mengelus dan menempelkan telinganya ke perut gedenya Kintan.
Sontak ucapan Tata membuat semua tergelak.
Acara reuni singkat itu berlangsung penuh canda tawa bahagia.
Kintan yang sebentar lagi melahirkan ,disusul Tata yang beda usia kandungannya 1bulan ,kemudian yang masih baru hamil Icha baru menginjak usia kehamilan 3 bulan.
Acara demi acara sudah terlewati,semua tamu sudah pulang dan yang punya acara pun sudah memasuki kamarnya masing-masing.
Bima sudah memindahkan kamarnya dibawah untuk mengurangi kelelahan istrinya yang sudah mengandung bat kembarnya.
.
.
.
2 bulan kemudian
Kintan tengah mondar-mandir merasakan tidak enak pada perutnya.
Ia keluar dari kamarnya karena tidak bisa tidur.
Malam itu Bima belum pulang karena ia sudah memberitahu bahwa akan pulang sedikit terlambat karena pekerjaannya yang menumpuk.
Sebulan yang lalu Kintan juga sudah memutuskan resign dari mengajarnya karena ingin fokus mengurus kehamilan dan bayi kembarnya nanti.
"Kenapa sayang?"mami menegurnya karena ketika ingin mengambil air minum melihat Kintan keluar kamar dengan memegang perutnya.
"Mi,,perut Kintan mules."ucapnya dengan meringis.
__ADS_1
"Bima mana?"
"Belum pulang,,tadi bilang mau lembur jadi pulang agak malam."
"Mi,,Kintan ga kuat,,,rasanya mau kencing."
"Tahan sayang,,mami telfon Bima dulu."
Tidak lama telfon itu diangkat oleh Bima.
"Halo iya mi"
"Bim,,kamu dimana?"
"ini sudah perjalanan pulang mi,,tapi kena macet."
"Ya sudah nanti kamu langsung ke Rumah Sakit aja ya? Mami dan papi mau mengantar Kintan dulu,sepertinya istrimu mau melahirkan."
"Apa mii,,,tapi jadwalnya masih Minggu depan ."
"Bisa saja maju bim,,,ya sudah mami tutup ya,mami mau berangkat dulu."
"Tunggu mi,,Bima mau ngomong dulu sama istri Bima."
"Sayang,,, maaf aku masih kejebak macet,,yang kuat ya sayang."
Kintan tidak bisa menjawab Bima ,dia sudah kesakitan ,hanya nafasnya aja yang terasa tersengal-sengal."
"I Love You."ucap Bima diakhir telfonnya.
.
.
.
Setibanya di lobby rumah sakit ,brankas sudah siap untuk membawa Kintan.
Karena sebelumnya Papi sudah menghubungi pihak rumah sakit untuk segera menangani menantunya.
Kintan sudah menuju ke ruang bersalin untuk diperiksa dokter Vita yang sebelumnya sudah dihubungi oleh Bima.
Akhirnya setelah menunggu agak lama,Bima pun datang dengan berlari menghampiri orang tuanya.
"Dimana istri aku mi?"
"Didalam lagi diperiksa dokter."
"Belum lahiran kan?
"Mi ,tolong hubungi bunda sama ayah."pinta Bima.
"Tadi sudah mami hubungi,bentar lagi paling nyampek."jawab mami.
ceklek
pintu itu dibuka oleh suster untuk memberitahukan suami Kintan dipersilahkan masuk.
"Suaminya Bu Kintan silahkan masuk."
Bima langsung masuk kedalam dan menghampiri istrinya.
"Pak Bima silahkan memberi support sama istrinya,, Bu Kintan nanti ikutin instruksi saya ya,,kalau harus mengejan ,ikuti aba2 saya dulu,,oke? ayo ibu yang semangat ,bentar lagi ketemu sama dedek bayi."ucap dokter yang melihat pembukaan sudah lengkap
"Ayo mommy mulai dari sekarang 1,,2,,3dorong mommy,,, dikit lagi sudah kelihatan ,,,lagii mom dorong yang kuat."
oek
oek
bayi itu langsung dipegang suster
"Selamat pak ,dedeknya cowok ,lengkap,bersih ,cakep banget."
Bima tak henti mengucap syukur dan menciumi Kintan dengan berkaca-kaca.
"Mommy masih satu lagi dedeknya ,ayo dorong mommy."
Kintan pun mengikuti arahan dokter dengan patuh ,dan tidak lama suara tangis itupun kembali terdengar.
oek
oek
"Selamat dedek bayinya laki-laki lagi,,sehat,lengkap."ujar sang dokter.
Kintan meneteskan air mata ,seketika mengingat pengorbanan sang bunda saat melahirkannya.
"Makasih sayang,,kamu sudah berjuang melahirkan buah cinta kita,,I love you mama."ucap Bima mencium kening ,kedua mata,pipi lalu ******* bibir Kintan.
"Pak Bima skin too skin dulu dengan si kembar ya."
Lalu Bima membuka bajunya dan menempelkan kedua bayi kembarnya.
__ADS_1
Terharu melihat kedua makhluk kecil yang menempel didadanya.
Bayi kembar itu tampak menguap lucu dengan wajah yang masih merah ,hidung mancungnya sudah terlihat,kulit bersih putih.
"Selamat datang di dunia ya cintanya papa mama,,tumbuhlah sehat ya boy,,papa dan mama sangat mencintai kalian."lalu Bima mengecup kening bayi kembarnya bergantian.
Kintan menatap ketiga laki-laki yang dicintainya degan meneteskan air mata ,tentunya airmata kebahagiaan.
Kini suster sudah membawa kedua bayi kembar itu untuk dibersihkan,sedangkan Bima kembali mendekati kintan karena dia akan dijahit ,jad Bima diminta untuk mengaja ngobrol istrinya agar tidak terlalu merasakan jika jalan lahirnya akan dijahit meskipun sudah dibius.
"I love you so much mama,,,kamu ingat yank pertama kali kita ketemu ,kamu sudah berhasil mengunci hatiku dan pandanganku,kamu sumber kebahagiaanku sampai suatu hari kamu menolak lamaranku,,hehee sejujurnya ada rasa kecewa dalam hatiku ,tapi cintaku terlalu besar jadi aku hanya ingin kamu berhasil dan bahagia."
"Dan bahagiaku ternyata saat kamu berada di sisiku,,,,ishhh."ucap Kintan dengan menahan rasa perih dibawah.
"Sakit ya?? maaf ya ,,terima kasih atas pengorbananmu ,kamu dan anak-anak kita adalah prioritasku ,,I love you so much sayangku,cintaku,wanitaku,,,muach muach."Bima menciumi seluruh wajah istrinya berkali-kali sampai dokter selesai menjahit bagian bawah.
"Done,,sudah selesai ya ibu Kintan ,sekali lagi selamat atas kelahiran baby twin nya,,cepat sehat ibu,,kalau ga ada yang dibutuhkan ,saya permisi ya."
"Terima kasih dokter."ucap bima dan Kintan.
"Sayang ,kamu istirahat ya,,aku mau menemui mami,papi diluar,mungkin ayah sama bunda juga sudah diluar."
"hemm."jawab Kintan yang sudah merasa ngantuk dan lelah.
Bima kembali mengecup keningnya dan bibirnya,lalu keluar menemui orang tuanya.
ceklek
Bima yang keluar dari ruangan langsung tersenyum dan memeluk sang mami.
Memeluk ibunya dengan Isak tangis lirih.
Mami hanya mengusap punggung putra tunggalnya dengan sayang.
Lalu Bima mengurai pelukannya ,dan menatap mertua serta orang tuanya.
"istri aku sudah melahirkan ,normal ,bayinya sehat,lengkap dan dua-duanya laki-laki."
Semua tampak bahagia memeluk Bima bergantian ,mereka tak henti-hentinya mengucap syukur.
.
.
.
Keesokan harinya Kintan sudah tampak lebih segar ,semua juga berkumpul di kamar VVIP.
Bima dengan telaten menyuapi Kintan.
"Harus habis ya?aku ingin anakku kenyang dengan susu mamanya."ucap Bima dengan memasukkan nasinya ke mulut Kintan.
"Ishh,,anakku juga kali."jawab Kintan dengan mengunyah.
"Iya sayang,,anak kita ,buah cinta kita,,cup."Bima mengecup kening istrinya.
Ceklek
suster membawa 2 box bayi kembar mereka.
"Ugh sayang."grandmi langsung menggendong dedeknya.
Dan granda juga langsung menggendong bayi yang satunya lagi.
"Cakep nya cucu grandmi ."ucap mami dan langsung menciumi pipi gemoynya dengan gemas.
Yang satunya sudah kelihatan haus.
"Sayang ,,adeknya haus ini,,beri ASI dulu,, nyusu dulu sama mama ya sayang."ucap bunda yang langsung diberikan ke Kintan untuk segera disusui.
"Ya udah kami keluar dulu ya,,mau ke cafe depan cari sarapan,,mami sama bunda mau dibawain sarapan apa?"ucap papi.
"Bubur ayam aja Pi,,,bunda apa?"
"Samakan aja mi."Yach mereka memang sepakat memanggil dengan sebutan yang biasa dipanggil oleh anak dan menantunya agar lebih dekat aja.
"Bim mau ikut ga?"tanya papi kembali.
"Ga Pi,,Bima mau menemani anak dan istri Bima aja."
Bima sangat bersyukur melihat anak lelakinya menyusu dengan kuat ke Kintan.
"Sepertinya aku akan kehilangan jatahku."gumam Bima dengan tersenyum menggaruk tengkuknya.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Hay Hay Hay
aku kembali
maaf ya nunggu lama
__ADS_1
love you guyss😘😘😘😘😘😘😘😘😘