Cintaku Berlabuh Di Surabaya

Cintaku Berlabuh Di Surabaya
7.Puisi


__ADS_3

Sejak pertemuannya dengan cowok diperpustakaan itu,entah mengapa Kintan berbunga bunga menghadapi hari-harinya.


Buku yang jadi rebutan itu disimpan dan dirawatnya baik-baik.Dia berharap suatu saat buku itulah yang mempertemukannya kembali dengan cowok itu.


"issh,,,ada apa denganku,,sadar Tan kamu harus fokus belajar,ingat kamu masuk ke SMA itu dengan beasiswa,jangan sampai beasiswamu dicabut karena nilaimu turun."Kintan tersadar dari lamunannya dan mengingat pesan ayahnya agar terus fokus belajar.


Pagi itu diruang kelas suasana rame,bukan rame karena ribut,tapi rame menghafalkan puisi.


"xixixixiixi,,,,lucunya puisi kalian, kurang penjiwaan tau."ungkap Felisha yang tidak kuat menahan tawanya saat teman - temannya belajar menghafal puisi.


"hahahhaaa,,,,,sudah sudah hentikan,,kalian itu baca puisi apa lagi dikejar maling, cepet amat ."


jelitha kembali menimpali dengan terbahak


suara riuh penuh tawa menghiasi kelas itu,


"Hey Tan,,kemarin kamu ke perpustakaan kan? ketemu kakakku ga?"tanya Felisha


"hello Icha ,,,perpustakaan itu luas,banyak pengunjung yang datang,


lagian aku kan ga kenal kakakmu."


"iya ya,,,nanti lain kali akan kukenalkan."


karena disinggung soal kepergiannya perpustakaan kemarin.Kintan pun jadi teringat lagi cowok yang memiliki mata elang dengan senyumnya yang manis dan membuat jantung Kintan berdetak.


"Apa ini yang namanya cinta pada pandangan pertama? ,,ucap Kintan dengan senyum tipis mengingat kejadian kemarin.Ach lagi - lagi Kintan segera tersadar dari lamunannya.


"hoyy,,,Tan ngapain kamu senyum- senyum sendiri? " ucap ketiga sahabatnya bingung melihat Kintan senyum sendiri.


"kesambet loe ya apa lagi falling in love?" ucap jelita


"eh..apaan sih,jangan ngaco deh."


"itu kenapa muka merah kayak tomat terus senyum sendiri."ucap Aya yang dari tadi memperhatikan Kintan


"aku lagi hafalin puisi ." jawab Kintan berbohong


Ditengah kesibukan mereka yang akan menghafal puisi ,terdengarlah bunyi bel


tet,,,,tet,,,,tet,,,


Bu Retno guru bahasa Indonesia pun sudah memasuki kelas dengan pesona keanggunan dan ketegasannya sebagai guru.


"Apa kabar semuanya,,,sudah siap dengan tugas yang ibu berikan Minggu lalu?


"siap bu" jawab semua murid


"oke segera kumpulkan puisi buatan kalian.


Setelah melihat hasil puisi semua muridnya, ada beberapa puisi yang membuat Bu Retno tertarik.


Kemudian beliau pun membaca nama dari karya puisi tersebut.


Disebutkannya nama Jelita ,Gayatri ,Felisha dan Kintana.


ya,,,dari beberapa puisi yang dibaca Bu Retno


hanya 4 puisi ini yang berhasil menarik perhatiannya.

__ADS_1


Tapi yang bener bener menyentuh pikirannya Bu Retno adalah puisi hasil karya Kintan,karena puisinya lain daripada yang lain.


"Sepertinya ini dibuat dari hati yang terdalam.


gumam Bu Retno


"Sebaiknya aku langsung panggil namanya saja,sekalian ingin tahu sejauh mana dia bisa menghafal dan menjiwai dalam menyampaikan puisinya. gumam Bu Retno lagi.


"Kintana Larasati,, apakah puisi TERPESONA ini karyamu?


Sejenak panggilan Bu Retno membuatnya kaget.


"i-iya Bu itu puisi karya saya." jawab Kintan gugup.


"Majulah dan bacalah ,,atau kamu sudah menghafalnya? tanya Bu Retno


"Su-sudah saya hafalin Bu."Kintan berusaha menutupi gugupnya sambil terus manarik nafas dan membuangnya.


"oke bagus ...silahkan maju dan hafalkan puisimu."


Kintan maju dan mengatur nafasnya,karena ini pengalaman keduanya maju di depan murid yang lain ,tentu saja setelah tempo hari maju memperkenalkan diri dengan bahasa Inggris.


TERPESONA


karya:Kintana Larasati


Tak pernah kuduga


Kujumpai keindahan yang begitu memukau mata


Begitu indah nan mempesona


Aku terpana


Aku terus terpaku


Seakan kau hentikan waktuku


Saat kau ukir senyum di bibirmu


Aku tenggelam dalam pesonamu


Mulai kurasa


Ada sesuatu yang berbeda


Saat kutatap indah matanya


Sukar dimengerti oleh logika


Apakah ini yang dinamakan cinta


Cinta pada pandangan pertama


Suara gemuruh tepuk tangan di kelas itu tidak berhenti.


Seolah olah semua tersirep dengan keindahan puisi yang dibawakan Kintan.


Semua tidak henti-hentinya memuji Kintan dengan karya puisinya.

__ADS_1


Bu Retno pun terkagum dengan Kintan karena pembawaan nya dalam membaca puisi sangatlah menjiwai terlebih dia mampu membawakannya tanpa teks.


Waktu berjalan cepat,dan tidak terasa berakhirlah mapel bahasa Indonesia pada hari itu ditandai dengan bel berbunyi.


tet,,,tet,,,


"Perhatian semuanya,,,seperti janji saya sebelumnya bahwa puisi yang sesuai kriteria akan saya umumkan dan sebagai hadiahnya akan saya ikutkan ke lomba puisi tingkat nasional,dan karya puisi ini saya minta ditulis ulang yang rapi sehingga layak untuk dipajang di Mading sekolah.


Ada 4 puisi yang berhasil menarik perhatian saya dan berhasil membuat saya senyum - senyum sendiri." kata Bu Retno sambil tersenyum ke muridnya.


4 karya puisi itu adalah


Kintana Larasati


Gayatri Mustika


Felisha Anggraini


Jelita Saputri


dan selamat ke 4 karya ini berhak dipajang dan ditempel di Mading sekolah."kata Bu retno lagi


suara riuh gemuruh tepuk tangan kembali membuat ramai kelas itu.


Prok ,,,prok,,,prok ,,prok


"baik semuanya ,,,materi ini saya akhiri,,terima kasih atas perhatiannya sampai jumpa Minggu depan." kata Bu Retno diiringi langkahnya keluar dari ruangan kelas.


" Senengnya aku hari ini, ga sia-sia perjuanganku begadang semalam ternyata membuahkan hasil, mama papa ku pasti bangga."ucap jelita dengan penuh kegembiraan


"Puisi kita ini harus diabadikan,,kita fotoin yux hasil karya kita!" jawab Felisha ga sabar mau menggunggah ke medsos.


"puisi kita dipajang di Mading sekolah,,wah pasti bakal menjadi trending topik sekolah nanti,"ucap Gayatri dengan bangga


"Hay guys,,siap siap ya kita bakalan tenar nanti,bukan hanya puisinya tapi yang membuatnya juga menjadi trending topik sekolah ini,,hihihihi yes." ucap jelita


"semua itu berkat Kintan,sahabat kita ini memang selalu cerdas ,," ucap Felisha bangga sambil memeluk Kintan


"hey,,,hey apa yang aku lakukan,,itu kan kerja keras kalian ,itu karya kalian bukan aku yang buat,,"ucap Kintan


"ya berkat kamu Kintan yang sudah meminjamkan buku tentang panduan membuat puisi,dan ternyata berhasil,,,yeayy." ucap jelita dengan bangganya.


"ayo kita abadikan,,,kita foto dulu


ciss,,,lagi lagi,,, ciss." entah berapa kali Felisha mengabadikan momen itu


"Kintan,,karena kamu keren hari ini,,sini aku foto ,,,pegang puisi kamu ya?."


dengan senyum manisnya Kintan berfoto dengan menunjukkan puisinya.


Kintan pun akhirnya foto selfie dengan puisinya dan memberi caption


"hey kamu,,terima kasih sudah memberiku inspirasi😊."Kintanpun tersenyum dan mengunggah nya ke medsos.


Felisha mengunggahnya ke medsos dengan diberi caption puisi terkeren dari karya kita


Felisha juga mengirimkan foto ketiga sahabatnya yang memegang puisinya masing-masing ke grup keluarganya.


Mereka berempat bahagia sekali

__ADS_1


"Ayo sekarang kita rayakan kebahagiaan kita hari ini dengan makan di kantin."ucap jelitha


"oke deh let's go."ucap ketiga sahabatnya.


__ADS_2