
Kintan dan Bima masih enggan pergi meninggalkan rooftop yang disulap oleh maminya untuk acara dinner mereka.
Setelah mami dan papi pamit untuk beristirahat,Bima masih menahan Kintan untuk tetap menariknya ke pangkuannya.
Dan alhasil Kintan berada di pangkuan Bima.
Dengan begini Bima semakin puas memeluk pinggangnya dan mengecup bahunya.
"Kak,,boleh aku bertanya?"tanyanya sambil membelai rahangnya Bima.
"Hmm,,, mau bertanya apa?"jawabnya masih sambil mengecup bahunya.
"Pas tadi di kampus ,saat kakak ngambil berkas,itu kantor siapa? ko kakak bisa keluar masuk ruangan itu ,padahal sudah jelas kalau ruangan itu hanya bisa dimasuki oleh orang-orang tertentu saja."tanya Kintan penasaran.
Bima menghentikan cumbuannya dibahunya
"Baiklah kakak akan jujur,,sebenarnya papi adalah pemilik kampus ,lebih tepatnya Rektor nya,cuma papi ga mau terjun langsung didunia pendidikan,semua papi serahkan ke orang kepercayaannya yang menguasai di bidang pendidikan ,sampai waktunya mau diserahkan ke aku,jadi mau ga mau aku lah yang sering memimpin rapat yang berurusan dengan kampus."jawabnya Bima yang hanya membuat Kintan melongo terdiam terpaku kaget dengan semua ini.
"Yang,,,hey ko malah bengong."ucap Bima yang membuyarkan lamunannya Kintan.
"Kenapa papi ga mau dan malah menyerahkan ke orang lain."tanyanya lagi
"Papi lebih seneng di dunia bisnis."
"Kalau kak Bima?"
"Aku berharap jodohku nanti yang meneruskan di dunia pendidikan aja,kalau aku pegang bisnisnya papi,karena aku kurang tertarik juga di dunia pendidikan."
"Hey,,ko diam lagi,,ada yang masih mengganjal dipikiranmu?
"Se-seandainya jodoh kakak bukan a-"
Belum sempat Kintan menyelesaikan perkataannya ,Bima sudah membungkamnya dengan ciumannya,,Bima mencium dan memagut bibirnya,menyapu bersih bibirnya Kintan.
"Jangan berandai-andai ,kita berdoa sama-sama ,aku mau jodohku hanya kamu,kamu cinta pertamaku dan akan menjadi cinta terakhirku ,kamu yang akan menemani hari-hari bahagiaku ,kamu yang akan menjadi ibu dari anak-anakku."ucap Bima dengan membelai pipi dan bibir mungilnya Kintan yang sudah menjadi candunya.
"Apakah aku pantas untuk mendampingi kak Bima,karena aku hanya,- aku hany,--"
Bima bener-bener tidak ingin Kintan merendahkan diri didepannya,sebelum mengatakannya lagi,Bima sudah kembali menciumnya dan bahkan kali ini Bima berusaha menerobos masuk ke rongga mulutnya.Karena merasa ada keragu-raguan Kintan ,Bima menghentikan pagutannya.
"Kamu sangat pantas untukku,kamulah yang sudah membuatku jatuh sejatuh- jatuhnya ke pelukanku,dan aku tidak akan membiarkan kamu meninggalkanku,aku hanya mau kamu,dan hanya kamu, I Love You,I Love You Kintana Larasati."ucap Bima lantang dan penuh penekanan.
Kintan menitikkan air mata yang dari tadi ditahannya ,kini ia loloskan mengalir ke pipinya dan melihat begitu besarnya cinta Bima di matanya.
Kintan hanya menangis tersedu dan memeluk Bima dengan erat.
Untuk sementara Bima membiarkan Kintan memeluknya sampai puas dan menghentikan sesenggukannya,dia hanya menenangkan lewat usapan tangannya ke punggungnya Kintan.
Setelah dirasa dia terlihat berhenti menangis,Bima melonggarkan pelukannya dan mengusap air matanya.
"Jangan menangis,tuh jadi jelek."ucap Bima dengan mengusap pipinya.
"Apa yang membuatmu sedih? ehhm,,ayo ceritakan ganjalan dihatimu."tanya Bima sambil membelai rambutnya Kintan yang lurus dan panjang melewati bahu itu.
"Kakak bentar lagi ke Paris ,dan - dan disana pasti banyak wanita yang mengejar -ngejar kakak ,apalagi bule sana cantik- cantik ,aku takut nanti ,,- nanti kakak,,-"Kintan ga sanggup untuk melanjutkan perkataannya.
Bima mendengarnya hanya tersenyum dan menyentil jidatnya Kintan karena gemas.
__ADS_1
"Mikirnya jangan kejauhan, bule bukan seleraku, dan lagian aku sudah dapat berlian ,untuk apa aku cari batu kali."
jawabnya.
"Bener ya ,,awas nanti kalau ada bule yang mendekati kakak ,,aku akan tarik rambutnya hingga rontok,dan kubogem sampai mukanya ga berbentuk lagi."jawab Kintan berapi-api.
"Waow,,,serem banget ,, asal sebelum rontokin si bule ,kamu ga masuk RS duluan aja,xixixi."
jawab Bima dengan mengingat persetuan antara Kintan dan Icha waktu lalu.
"ih,,,kakak,,nyebelin,,nyebelin,"ucap Kintan dengan memukul dadanya Bima yang membuatnya terkekeh.
Saking malunya ,Kintan mencoba beranjak dari pangkuannya Bima.
Tapi Bima menahannya
"Eit mau kemana?
"Habis kakak nyebelin,,males ah."
"Ya ,,ya maaf ya,,tetap begini aja,dengerin kakak."ucap Bima dengan mengubah duduk Kintan yang awalnya duduk di pangkuannya dengan miring ,sekarang Kintan duduk di pangkuannya dengan berhadapan,karena kakinya sudah berada disebelah kanan dan kiri pinggangnya Bima.
"Kakak cintanya sama kamu ,,jadi biarpun bule atau wanita diluar sana secantik apapun bahkan kalau mereka sampai telanjang sekalipun ,kakak gak akan bernafsu dan tertarik ,karena sudah ada kamu yang memenuhi hati kakak ,hati dan jiwa kakak sudah kakak labuhkan disini,kamu lah masa depanku."ucap Bima dengan meletakkan telapak tangannya ke dada Kintan.
Kintan meraih tangan Bima dan mengecupnya,dan hal itu membuat hati Bima berdesir terasa tersengat listrik.
Bima mengeraskan rahangnya melihat Kintan mencium tangannya lama.
"Aku juga maunya hanya kakak,,aku cintanya sama kakak."ucap Kintan dengan menggenggam tangannya Bima.
Kali ini Bima mengawali dengan lembut dari pinggir bibirnya ,atas bawah bibirnya,dia memagutnya tanpa tersisa.Mencoba masuk rongga mulutnya ,menarik lidahnya ,bertukar Slavina dengan waktu yang cukup lama.
Lima menit cukup membuat nafas mereka tersengal dan memanas.
Berhenti sebentar sekedar menghirup udara ,lalu melanjutkannya lagi ,dan ini lebih ganas dari yang pertama.Bukan hanya itu Bima yang sudah terbakar hasratnya dari puas mencium bibirnya ,sekarang turun untuk menjilat lehernya Kintan yang mulus,putih dan wangi.
"Sayang,,,ahh."racau Kintan.
yang membuat tangan Bima menurunkan kerah lengan dress nya Kintan yang memang sangat memudahkan untuk diturunkan karena kerah yang model V dengan lengan sesiku.
Kini nampak lah gundukan kembar yang diincar Bima untuk membenamkan wajahnya disana,mengecup mulusnya dan putihnya dada Kintan ,berusaha mengeluarkan gundukan bukit dari bungkusnya,menyesap dan menghisapnya seperti bayi yang kehausan.
Kintan menggeliat ,meliukkan badannya merasakan sensasi kenikmatan yang menggelitik.
"Kak,,,sshh ,,nanti ada yang melihat."ucapnya dengan mendesis menyugar rambutnya Bima ,tetapi Bima tak kunjung melepaskan hisapannya di puncak bukit indahnya.
Akhirnya Kintan menyerah ,sekarang dia malah yang terbakar ,dia menurunkan kerah yang dan membiarkan Bima lebih leluasa menghisap dan menikmati bukit kembarnya.
Bima mendongakkan kepalanya ,menatap sayunya wajah Kintan yang mendesah karena ulahnya.
Bima tersenyum puas,membelai wajah cantiknya.
"Sayang,, sepertinya aku sudah kecanduan ini,aku ga bisa berhenti dan menahannya ,aku ingin puas menikmati ini dan ini."ucap Bima dengan membelai dan memegang bukit kembar nya.
"Jangan disini,,nanti ketahuan ,ini tempat terbuka."titah Kintan dengan mengusap rambutnya Bima.
"Ya udah kita turun, aku malam ini tidur di kamarmu ya,,malam ini sepertinya aku ga bisa tidur sendiri di kamarku."
__ADS_1
"Kak,,nanti kita kelepasan ,aku ga mau."
"Aku janji ,,aku ga akan meminta lebih, aku hanya ingin ini,, aku haus sayang,,"ucap Bima dengan mengelus dada Kintan.
"Haus?? aku ambilkan minum ya."
"Aku memang haus,haus cintamu,haus kasih sayangmu ,haus belaianmu, dan barusan aku haus desahanmu."ucap Bima mengerlingkan matanya ke arah Kintan.
"Ishh,, kakak ,,ih mesum banget sih tuh otak."
ucapnya dengan memukul lengan Bima ,karena Bima sudah menarik tangannya untuk beranjak turun ke lantai bawah.
Malam ini Bima bener-bener tidak melepaskan Kintan sedikitpun,bahkan untuk bergeser aja tidak diperbolehkan,dia segera menariknya lagi ke pelukannya.
Di dalam lift sekalipun tangannya terus berada di pinggang Kintan ,mencium pelipisnya berulang kali sampai tiba di depan kamar Kintan.
"Kamu masuk dulu sayang,,aku mau ke kamar atas sebentar ,jangan dikunci ,karena malam ini aku akan tidur disini."ucap Bima sesaat setelah mereka masuk ke kamar yang disediakan untuk Kintan.
Kintan tidak terlalu mendengarkan ucapan nya Bima karena dia sudah tidak kuat menahan untuk buang air kecil dan segera masuk ke toilet.
Setelah keluar dari toilet ,alangkah terkejutnya melihat Bima yang sudah berdiri menunggunya.
"Kak,,nanti mami melihat kakak disini gimana?"
"Bagus donk,biar cepet dinikahkan."ucapnya dengan membawa Kintan untuk duduk di pangkuannya.
"Ishh,,kakak,,, dasar nyebelin mesum."ucap Kintan memukul dadanya Bima.
"Tapi syuka kan?"jawabnya dengan mengelus pipinya Kintan.
"Ngangenin."jawabnya merona.
Bima tidak menyia- nyiakan kesempatan yang ada di depannya,ia menarik tengkuknya untuk menikmati bibir mungil kekasihnya.
memagutnya,menyesapnya menarik bibir bawahnya ,mengecupnya.
Dan malam itu mereka melaluinya dengan penuh kehangatan.
Bima bahkan sangat puas menikmati bukit kembar yang sudah menjadi candunya.
Setelah puas dengan WSD nya ,kedua nya pun tertidur pulas dengan saling berpelukan.
...Dan kamu tahu bahagia itu apa?...
...**Bahagia itu adalah ketika kamu memutuskan untuk melihat segala sesuatu secara sempurna.**...
.
.
.
Yuhuuu masih nahan ko, ayang Bima nya
hanya bermain di WSD ,ga tahu deh kalau besok xixixiixixxii 😀😀
happy reading🥰🥰🥰❤️❤️❤️❤️🥰🥰🥰🥰
__ADS_1