
Sudah seminggu acara wisuda berlalu,
Kintan dan Bima sibuk menyiapkan pendidikan yang mereka pilih masing-masing.
Bima sudah menyiapkan keberangkatannya untuk menempuh pendidikan di Paris,sedangkan Kintan akhirnya memilih fakultas pendidikan di universitas X.
Tadinya dia ingin mengambil sastra ,tapi karena pertimbangan dan saran orang tuanya jika pendidikan itu untuk seumur hidup ,baik dipakai dunia pekerjaan terlebih dunia rumah tangga.Dengan ilmu pendidikan masalah akan terselesaikan tanpa melibatkan emosi tapi justru akan menemukan solusi.Begitulah pesan dari kedua orang tuanya Kintan.
Meskipun Kintan berada di kota yang sama dengan Bima,tapi mereka jarang bertemu disebabkan kesibukan masing-masing.
Tak lama lagi Bima akan berangkat ke Paris,selama 4 tahun dia akan menetap disana untuk menempuh pendidikan S2 dan menjalankan bisnis keluarganya disana.
Percakapan mereka hanya sebatas telfon,dan hari ini Bima memiliki waktu luang,akhirnya dia menelfon Kintan.
"Sayang ,kamu lagi dimana ?"ujarnya di telfon.
"Masih dikampus."
"What?? kamu lagi di kampus,sejak kapan?"
jawab Bima kecolongan karena saking sibuknya ,malah ga tau Kintan sudah di kotanya selama beberapa hari.
"Nanti aja kujelasin ,,oke? kakak lagi dimana?"
"Di jalan menuju kampus,tapi kena macet,, apa kamu masih lama?
"Ga,,bentar lagi selesai urusan."
"Oke ,,aku jemput ,,tunggu aku ?"
"Oke sayang,,bye."jawab Kintan dan langsung menuju ke ruang tujuan terakhir untuk interview dan pengumpulan form beasiswa.
Kintan menunggunya di depan kampus ,hal itu ia lakukan supaya memudahkan Bima untuk melihatnya.
Sekitar 1jam dia menunggu ,akhirnya Bima muncul dan menghampiri Kintan.
"Sorry sayang ,lama ya nunggunya?"ujarnya dengan mengecup keningnya.
"Ga lama ko,paling satu jam."jawabnya
Bima hanya terkekeh menanggapinya.
"Kita makan siang dulu ya"
"ehm,,"Kintan menjawab dengan mengangguk.
"Mau makan dimana?"tanya Bima dengan mengecup jemarinya ,sementara tangan kanannya memegang setir mobil.
"Aku ingin yang berada dipinggir pantai, pantai tempat kita jadian dulu."ucapnya dengan tersenyum kearah Bima.
"Ga jauh apa yank? laparnya sekarang loh,,kalau kesana sekalian ngantarin kamu pulang donk."
"Iya ,,kan lumayan ngirit ongkos ,,hehee."
"Iya dech ,,apapun keinginan kamu."jawabnya dengan mencium tangannya Kintan.
"Kamu juga sih ,kenapa ga bilang kalau mau ke kampus ,kan bisa kujemput."
__ADS_1
"Justru itu ,aku tahu kamu super sibuk ,lagian aku ingin mandiri ,ga mau merepotkan orang lain,,karena semenjak kamu jadi pacarku, selalu saja memanjaku ,melindungi ku ,menjagaku."ucapnya dengan gantian mencium tangannya Bima.
"Sayang,,,makasih atas semuanya."ujar Kintan lagi dengan mendekat kearah pipinya Bima dan menciumnya.
Bima yang mendapat ciuman pipi langsung saja menepikan mobilnya.
"Kenapa berhenti?"ucap Kintan kaget karena tiba-tiba Bima menepikan dan menghentikan mobilnya dipinggir jalan.
Tanpa menyahut ,Bima langsung menatapnya dan meraih tengkuknya.
Dan kini bibir mereka sudah saling menempel,tidak hanya menempel ,bahkan mereka saling ******* penuh gairah ,saling berbalas dengan cukup lama.
Menikmati setiap inchi bibir mereka ,sampai bertukar Saliva dan memasuki lebih dalam ke rongga mulutnya ,mencurahkan kerinduan yang terpendam karena kasibukannya masing-masing.
Tangan Bima sudah melepas 2kancing kemeja Kintan tanpa melepas pagutannya.
Berkat kelihaian Bima kancing kemeja Kintan sudah terlepas , tangan Bima mulai melepas kaitan b*a ,dia sudah lebih mudah menciumi dada mulusnya ,ia mencari bulatan coklat untuk disesapnya.
Kintan hanya menggigit bibir bawahnya dengan jemarinya mengusap rambut hitamnya Bima.
Setelah puas menikmati dadanya ,takut ga bisa mengendalikan ,akhirnya Bima melepas sumber vitaminnya dan memasangkan kembali kemeja Kintan.
Mereka saling menempelkan dahi.
"I Miss You so much."ucap Bima sambil masih ngos-ngosan.
"Aku juga selalu merindukan ini." ujar Kintan tersenyum dengan membelai bibirnya Bima.
"Apa kita lanjutkan lagi?"jawab Bima terkekeh
Lalu mereka pun tertawa ,dan Bima kembali melanjutkan perjalanan.
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam ,akhirnya sampai di pantai tempat pertama kali mereka jadian.
Bima segera turun membukakan pintu mobil untuk Kintan ,lalu dia menggandeng tangannya menuju meja reseptionis untuk membooking tempat berdua.
"Kak,,,kenapa ga campur aja dengan mereka ga usah booking tempat ,mahal kak."pinta Kintan.
"No ,,aku ga ingin diganggu ,inginku menikmati waktu berdua denganmu."ujarnya dengan mengeluarkan card untuk proses pembayaran.
Ruangan itu outdoor karena langsung terhubung dengan pantai ,terdapat jembatan panjang yang langsung menuju ke dekat pantai ,suasana yang sejuk dan segar karena pemandangannya langsung bisa melihat deburan ombak yang menyejukkan.
Kintan berjalan ke arah jembatan merentangkan tangannya ,memejamkan matanya dan menghirup oksigen sedalam-dalamnya.
Lalu Bima memeluknya dari belakang.
"ingat disebelah sana ga,kita jadian untuk pertama kalinya, waktu itu setelah aku menyatakan perasaanku ,aku was-was takut kamu nolak."ujar Bima dengan mengeratkan pelukannya.
"Oh ya?? dan aku waktu itu memang sedikit mengerjaimu."ucapnya dengan memiringkan wajahnya ke arah Bima.
Bima langsung menarik hidung mancungnya Kintan.
"Sayang,,5 hari lagi aku akan berangkat ke Paris."ucap Bima berhati - hati.
Dan hal itu sontak membuat Kintan berbalik badan menghadap Bima.
Dia menatap Bima intens dan menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Apakah aku sanggup berpisah denganmu?"ujarnya dengan berkaca-kaca.
"Aku juga ga sanggup,,tapi kita harus bisa menghadapinya."jawab Bima membelai pipinya.
"Maafkan aku ,bukan aku tak mau menerima lamaranmu ,tapi aku ,,-- aku ingin lebih memantaskan diriku untuk nantinya bisa bersanding denganmu."
"Kakak tahu kan perbedaan kita,,aku sangat beruntung keluarga kakak sangat menerimaku ,makanya aku ga ingin membuat mereka kecewa ,aku juga harus membuat mereka bangga dengan menantunya jika kita berjodoh nantinya, makanya aku putuskan untuk menyelesaikan kuliah ku dulu."ujar Kintan sambil terus terisak.
Tanpa menyahut dan menjawab apapun ,Bima menariknya kedalam pelukannya,mendekapnya dengan erat ,memberinya ketenangan dan kenyamanan.Dia hanya memberinya kecupan berulang - ulang di pucuk rambutnya.
"Ya udah ,,jangan nangis lagi ya,,makan yux! tadi bilangnya laper."ujar Bima karena melihat Kintan yang sudah agak tenang.
"Kakak pasti kecewa,marah sama aku,,ya kan? kenapa dari tadi ga jawab? ga mau bicara? dari tadi diam aja."tanya Kintan bertubi - tubi dengan memandang Bima.
Bima balik menatapnya ,tangannya membelai pipinya,mengusap air mata yang masih membasahi pipinya. Lalu mengecup keningnya dengan sangat lama.
Sedangkan Kintan hanya memejamkan matanya menikmati kecupan hangat di keningnya.
"Aku tidak pernah kecewa padamu sejak memutuskan kamulah yang menjadi kekasihku ,,,,Aku bangga padamu ,,always."ucap Bima dengan menatap Kintan dengan lekat lalu mencium bibirnya ,mereka saling memejamkan mata menikmati sentuhan bibir yang hangat,lalu Bima mulai mel**atnya dengan intens,mereka bertukar Saliva,memasuki rongga mulutnya sampai terdalam ,Cukup lama mereka melakukannya hingga sama-sama berhenti karena merasa kehabisan nafas.
Mereka mengakhiri dengan saling menempelkan keningnya.
Lalu Kintan kembali masuk ke pelukan Bima,rasanya masih enggan menjauh dari hangat dadanya Bima.
"Masih ingin dipeluk apa mau makan? nanti laper loh."ujar Bima dengan membelai rambutnya.
"Mau makan ,tapi disuapin."jawab Kintan menengadahkan kepalanya.
Bima hanya tersenyum melihat sisi manja kekasihnya.
Berpisah adalah sesuatu yang memberatkan,terlebih dengan keadaan yang baik-baik saja tanpa pertengkaran,luka dan permusuhan.
Mereka tenggelam dengan pikirannya masing-masing ,makan dalam keadaan tenang tapi dengan hati dan fikiran yang tak mengenakkan.
Hanya taqdir yang berbicara kedepannya,mereka sudah menetapkan keputusan masing-masing ,meskipun bisa saja mereka bersikap egois ,tapi demi kebahagiaan semuanya ,orang-orang yang mereka cintai,mereka harus rela dan mengikhlaskan semuanya.
Mereka akan mencoba kuat menjalani hubungan terpisah,meskipun tidak pernah tahu apa yang terjadi kedepannya.
Biarlah Tuhan melihat kesungguhan mereka.
.
.
.
...**Jodoh sudah Allah siapkan,...
...Isi waktu penantian dengan,...
...belajar terus memantaskan diri.**...
Pelan-pelan asal upπππ
maafkan keterbatasan author π
Happy reading π
__ADS_1