Cintaku Berlabuh Di Surabaya

Cintaku Berlabuh Di Surabaya
75.Camping (3)


__ADS_3

"Sayang,,minyak kayu putih sudah dibawa?jaket nya bawa yang tebal itu aja,selimutnya yang warna pink itu aja karena sudah bunda cuci, senter jangan lupa,itu cemilannya sudah bunda taruh di box jangan lupa dibawa ,minuman jahenya sudah bunda taruh di termos kecil jangan sampai tertinggal."dan masih banyak lagi ucapan -ucapan bunda yang membuat Kintan malas mendengarnya ,ia hanya menutup telinganya langsung buru- buru masuk kamar mandi.


Setiap hari bunda selalu berbicara harus bawa ini ,harus bawa itu,ga boleh begini ,ga boleh begitu ,Kintan merasa bosan mendengarnya,bukan tidak mendengarkan tapi kekhawatiran bunda berlebihan.


"Bundaa,,kenapa bawa 3koper begini sih,Kintan cuma 3 hari doank,,bawa ransel ini aja cukup Bun." Kintan kaget campur sebel dengan 3 koper yang sudah dipersiapkan bunda saat dia berada di kamar mandi.


"ingat ya kalau bukan Bima yang meyakinkan bunda kamu ga bakal diijinin ,jadi nurut ,dan lagian itu hanys jaket,sweter ,selimut ,nanti kamu kedinginan gimana?


di alam bebas Lo?"ungkap bunda dengan masih mengomel.


"Bun please percaya sama Kintan ,oke? Kintan janji akan baik-baik aja."ucap Kintan dengan menggenggam tangan bundanya.


"Oke deh Kintan akan bawa sebagian tapi taruh ke tas ransel aja,jadi Kintan bawa 2 tas, maaf Bun bukannya Kintan ga nurut,tapi koper itu menyusahkan Kintan gerak Bun,praktis hanya dengan tas ransel."ucapnya masih meyakinkan sang bunda.


"Ya udah tapi jangan lupa P3K dan jaket dibawa,selimutnya ga usah ga papa."ucap bunda menyerah.


Setelah itu Kintan berpamitan dan tidak lama Bima beserta bodyguard datang menjemput.


Bima sengaja menyuruh 3 bodyguard nya berada di mobil yang berbeda.


"Hallo bos."dering ponsel salah satu bodyguard itu berbunyi.


"Sudah kamu sterilkan dan cek tempat yang menjadi tujuan camping SMA x?"tanya Bima sebelum menjemput Kintan.


"Sudah bos,semua sudah aman."


"Bagus,,nanti kamu ikutin dibelakangku,dan ingat disana kalian awasi dan jaga gadis yang bersamaku,nanti kukirim fotonya ,jangan sampai ada yang mencelakainya sedikitpun,pastikan dia aman sampai pulang,dan satu lagi jangan memperlihatkan wajah kalian,kalian cukup awasi dari jauh,pokoknya jangan sampai dia terganggu dengan penjagaan kalian."titah Bima panjang lebar.


"Siap laksanakan bos."


Setelah itu Bima turun dan membantu bawaannya Kintan ,mereka berpamitan dengan ayah bunda.


"Bunda percayakan ke kamu ya Bim?


"Dih,,Bun,,gimana sih malah percaya sama orang lain ,daripada anaknya sendiri."ucap Kintan.


"Yank ,,bukan orang lain loh,, aku ini calon mantu yang terbaik ya Bun?"jawabnya tanpa malu memanggil nama Kintan dengan sebutan sayang didepan bunda bahkan dengan tersenyum mencium punggung tangan bunda.


Dan bunda hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat tingkah keduanya.


Kintan hanya menanggapi dengan mencebikkan bibirnya.


"Bibir itu ya awas nanti."ucap Bima berbisik dengan membukakan pintu mobil.


Dengan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang dan diikuti para bodyguard dibelakang,Bima akhirnya tiba di depan gerbang sekolah.


Sudah banyak siswa laki-laki yang datang membantu para guru menaikkan perlengkapan ke dalam mobil.


"Yank,,yakin ga mau kuantarin sampai ke lokasi?"ujar Bima dengan melepas sabuk pengamannya Kintan.


"Sampai sini aja aku sudah berterima kasih sayangku."ucapnya tersenyum dan bersiap-siap untuk turun.


Kintan meraih punggung tangannya Bima untuk dia cium.


"Kalau kakak ga sibuk ,nanti pulangnya kakak jemput."


Kintanpun hanya menurut dan mengangguk.


Tangan Bima mengelus rambutnya Kintan dan menahan rahangnya dengan kedua tangannya,lalu mencium keningnya lama


dan mencium pipi kanan kiri terakhir melabuhkan dan menautkan bibirnya ke bibir Kintan ,mengecup dan menyesapnya dengan sangat dalam seolah enggan untuk saling melepas.

__ADS_1


"Kabari kakak sesering mungkin."ucapnya lembut diakhir ciuman mereka dan Bima mengusap bibir Kintan yang basah dengan jempolnya.


"Ach,,aku akan sangat merindukan bibir ini."


Kintan hanya tersenyum dan langsung mengecup sekilas bibir Bima,


"I Miss you too."ucap nya dengan membawa barangnya dan langsung turun dari mobilnya dengan wajah yang terlihat segar dan bercahaya.


Bima hanya tersenyum melihat keceriaan kekasihnya.Dilihatnya kintan langsung menghampiri Tata yang berjalan membawa barang bawaannya juga.


Bima mengawasi rombongan Kintan tersebut sampai bener-bener pergi.


"Halo,,kalian ikuti dan awasi mereka ,terutama bis nomer 3, yang dinaiki kekasihku dan jangan sampai kehilangan jejak."perintah Bima kepada para bodyguardnya.


"Siap Bos."jawabnya dan tidak lama mobil para bodyguardnya pun melaju di belakang bis nomer 3.


.


.


.


Dan kini mereka sudah tiba di bumi perkemahan.


Setelah mendapat briefing tentang kegiatan yang diadakan selama 3 hari,mereka pun bersiap untuk mendirikan tenda dan beristirahat sampai kegiatan berikutnya sore yaitu upacara pembukaan.


Tenda Putra dan putri terpisah.Kintan berada satu tenda dengan Aya ,dan Felisha satu tenda dengan Jelitha,tetapi tenda mereka berdekatan.


Sore menjelang dan semua sudah bersiap untuk mengikuti upacara pembukaan.Semua tampak disiplin dan tertib,mendengarkan aturan-aturan yang diperbolehkan dan dilarang saat berada di alam bebas.


1jam berlalu ,dan kini mereka telah selesai membubarkan diri dalam upacara pembukaan.Masih ada waktu untuk menunggu Maghrib tiba.


"I love you ,aku merindukanmu."jawab Bima diakhir telfon mereka dan memberi kecupan by phone.


Malam pun menjelang,para siswa-siswi sudah menunaikan kewajiban beribadah sesuai agama dan kepercayaan mereka masing-masing.


"Malam yang berbeda ya ay,,di alam bebas,dan ada bulan purnama yang menemani ,apalagi terdengar suara gitar teman-teman, syahdu bener."ucap Kintan yang lagi ngobrol dengan Aya.


"Syahdu banget,coba pacar kita ada disini ya? hehehe pasti lebih seru."jawabnya


Tidak lama ,mereka dikejutkan dengan teriakan Tata yang memanggil mereka dengan super heboh.


"Hush,,,mulut Lo Ta,,bisa direm dikit ga? berisik banget."


"Yee,,emangnya sepeda direm,,mulut gw ini sudah ORI dari pabriknya ,hehee."


"Loh,,mana Icha?"tanya Kintan yang mengharapkan mereka akur lagi,bercanda tawa seperti dulu.


"Sudah kuajak tadi ,bilangnya mau jalan-jalan malam dulu."ucapnya dengan menghentikan bahunya.


"Dia ingin minta maaf ke elo Tan,tapi kayaknya gengsi,gw bisa lihat dari raut mukanya."ucap Tata lagi.


"Oh ya?? ya udah biar aku cari dia,aku yang akan minta maaf duluan,sejujurnya aku kangen dengan kekompakan kita berempat seperti dulu."jawabnya sambil berdiri dan memegang senter dan ponsel.


"Aku cari Icha dulu ya."ucapnya lagi.


"Eh,,ponsel jangan ketinggalan ,kalau butuh kita telfon aja,dan jangan jauh-jauh jalannya."pesan Aya.


Kintan berjalan mencari keberadaan Icha ,karena menurutnya malam ini merupakan waktu yang pas untuk berbicara dari hati ke hati agar hubungan persahabatannya bisa kembali seperti dulu.


Dan tanpa sepengetahuannya ,para bodyguard mengikuti dari kejauhan mengikuti kemana Kintan melangkah.

__ADS_1


"Cha,,,ngapain disini?"tanyanya setelah mengetahui Icha yang berdiri merentangkan kedua tangannya sambil memandang bulan purnama diatas.


"Eh,,ga ngapa-ngapain cuma cari angin aja." jawabnya yang tampak kaget melihat keberadaan Kintan.


"Lo ngapain kesini? sengaja mencari gw."


"Iya,,pengen ngobrol aja sama kamu, ehm,,kangen."ucapnya berhati-hati.


Lama mereka saling diam,tanpa ada yang memulai pembicaraan lagi.


Ingin Kintan ngomong panjang lebar ,tapi takut jika banyak berbicara akan kembali menyinggung perasaan Icha.


Sedangkan Icha sebenarnya ingin meminta maaf dan melupakan perasaannya ke Bima dan memulai persahabatannya kembali.


Tapi dia bingung harus memulai darimana.


"Ehmm,,,jangan terlalu lama diluar,ntar masuk angin,kita masih dua hari lagi disini ,aku ga mau kamu sakit,,aku balik dulu."Kintan tampak pasrah karena sikap dinginnya Icha.


Dan ketika berbalik badan untuk berjalan.


"Gue minta maaf."ucap Icha seketika dan tentu saja Kintan langsung berbalik menghadapnya.


Tanpa berkata apa-apa ,Kintan langsung memeluk Icha, dan tumpahlah air matanya.


"Aku juga minta maaf,,"jawabnya dengan terisak dan masih dalam berpelukan.


Untuk sesaat mereka saling melepas ego dengan berpelukan dan menumpahkan segala sakit yang mereka rasakan.Hanya suara isakan yang keluar dari mulut mereka.


"Maaf ,,gue terlalu egois ,beberapa hari ini gue sadar bahwa cinta memang tak harus memiliki,cinta tidak bisa dipaksakan,seberapapun usaha gue untuk mendapatkannya jika dia tidak cinta Ama gue,rasanya percuma,hah,, (Icha membuang nafasnya kasar )


mungkin yang gue rasakan bukan cinta tapi obsesi,,obsesi ingin memiliki, tapi kenyataannya gue malah kehilangan semuanya, persahabatan,saudara,


gue seolah sendiri,, dan gue sadar ,gue ga mau kehilangan itu semua,, gue minta maaf sudah terlalu banyak nyakitin loe,, mau berteman lagi?" ucap Icha mengulurkan tangannya kepada Kintan dengan tersenyum.


Kintan hanya mengangguk dan tersenyum serta kembali memeluk Icha sahabatnya dengan erat. Sahabat yang pertama kali dikenalnya sangat manis,humble,baik,ceria.


Entah perbuatan apa yang dia perbuat ,sehingga Tuhan memberi nikmat seindah ini.Yach nikmat kembalinya seorang sahabat.


.


.


...**Persahabatan yang kuat ...


...tak butuh percakapan sehari - hari...


...atau kebersamaan setiap waktu...


...Selama persahabatan itu ada di hati...


...sahabat sejati tidak akan pernah terpisah.**...


Selamat menikmati liburan bersama keluarga,sahabat,dan orang tersayang.


Selamat tahun baru semuanya


Semoga kita semua selalu diberi kesehatan,rejeki berlimpah.


muach muach muach salam kecup basah dari Kintan dan Bima😘😘😘😘😘😘


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2