Cintaku Berlabuh Di Surabaya

Cintaku Berlabuh Di Surabaya
63. Pengganggu


__ADS_3

Kintan berjalan dengan perasaan malu karena mengingat sikapnya yang kecentilan terhadap Bima,tapi dia memang tidak bisa menahan setiap kali Bima menatapnya dengan intens.


"Makasih ya."Bima berdiri merangkul bahunya dan mencium pelipisnya.


Kintan menutup matanya dengan kedua tangannya.


"Kenapa ditutup."Bima berusaha meraih kedua tangannya Kintan yang menutup matanya.


"ih,,malu tau."


"Kenapa malu?"


"Iya kesannya aku yang terlihat agresif."


Bima menahan tawanya mendengar kepolosan kekasihnya.


Kintan yang melihatnya menahan tawanya mengerucutkan bibirnya.


"Tuh kan ,pasti mau ngetawain aku."


"Ga sayang,,,ih sensi amat."


"Ga papa agresif,,agresifnya juga sama aku, awas aja kalau agresifnya dengan cowok lain."kata Bima lagi.


"Ga mungkin lah,,satu cowok aja ga habis-habis ,masa mau cowok lagi."kata Kintan.


"Lah,,ga habis,,emangnya aku makanan."jawab Bima.


"Hehehe,,,udah yux ah,,ngomongin makanan ,aku jadi laper."ucap Kintan dengan memegang perutnya.


"Mau makan apa sayangku?"tanya Bima.


"Enaknya makan apa?"jawab Kintan


"Kalau aku sih enaknya makan kamu."ucap Bima dengan memegang bibir bawahnya yang masih berasa akibat ulah Kintan yang menciumnya tadi.


"Idih,,, ngeri amat makan aku,, terus itu kenapa bibir dipegangin, sakit ya tadi? maaf,,habis aku gemes😀."ucap Kintan.


"Tapi aku syuka ko,,,nanti lagi ya."ucap Bima berbisik.


"Tuh kan jadi ketagihan."


"Ya kamu nagihin sih yang."ucap Bima mengerlingkan sebelah matanya dan sambil merangkul dan memegang tangannya menuju ke parkiran mobil.


Mobil pun melaju ke jalanan yang lumayan macet karena bertepatan dengan jam pulang aktifitas.


Sepanjang jalan Bima tetep meremas jemarinya Kintan,dia benar-benar memanfaatkan waktu kebersamaan dengan Kintan seperti saat sekarang ini.


saling menautkan jari jemari tangannya ,mengecupnya dengan sebelah kanan pegang setir mobil ,sebelah kirinya berpegangan tangan.


"Kak,,ini tanganku ga dilepas?"


"Ga akan kulepas,sampai kapanpun."ucapnya tersenyum dan mengecup tangannya.


"Aku kangen yang,,,."ucap Bima mengecupnya bertubi-tubi.


"Aduh kak ,,bisa diabetes aku ntar."


"Kenapa?


"Kamu sweet banget."


Bima yang mendengarnya hanya meledakkan tawanya dan mengacak rambutnya Kintan.


Mobil Fortuner hitam yang dikendarai Bima akhirnya sampai ditempat tujuan.

__ADS_1


Sebuah cafe and resto dengan gaya Instagramable yang membuat orang betah untuk berlama-lama makan didalamnya.



Bima segera mencari tempat parkir dan membukakan pintu untuk sang kekasih.


"Waow tempatnya keren banget kak."


"Banget,,ini cafe and resto milik Davin, ingat ga? yang dulu sama-sama aku ditempatnya Fero ,waktu kita bertemu tapi pura-pura ga kenal."ucap Bima mengerlingkan matanya.


"Oh iya aku ingat ,,dia yang syuka dengan Icha kan? masih lanjut ga? ih kenapa Icha ga syuka balik ya,malah syuka sama kamu,,nyebelin banget."ucapnya mencebikkan bibirnya dan menggigitnya.


"Sayang ,,udah donk ngomelnya,yang penting aku syuka nya sama kamu dan itu bibir jangan digigitin begitu,,khilaf aku ntar."


"Ishh,,,dasar omes."ucapnya dengan mencubit perutnya Bima.


Bima hanya meringis dan langsung menggandeng tangannya untuk masuk ke dalam resto tersebut.


Begitu masuk resto seorang reseptionis yang bernama Dita menyapanya.


"Selamat sore mas Bima,,,apa kabar?."ucap Dita dengan menampilkan senyumnya yang manis.


"Sore,,, kabar baik,,lagi rame ya?


"Iya lumayan hari ini rame mas,,mas Bima cari mas Davin?


"Iya,,udah janjian tadi,,dia ada kan?"


"Ada mas,,Langsung aja naik ke atas ,, di rooftop ya,,mas Davin sudah menunggu."


Bima melirik sekilas ,dilihatnya Kintan lagi menunduk dan memutarkan sepatunya di lantai,dan Bima tahu kekasihnya sedang tidak baik-baik saja.


Bima yang mengetahui sikapnya Kintan langsung direngkuhnya bahunya,Kintan mendongakkan kepalanya menatap Bima dan membalas dengan merengkuh pinggangnya Bima ,menatapnya tersenyum seolah ingin memperlihatkan kepada si Dita jika Bima adalah miliknya.


"Ayo kita makan di atas aja."ucap Bima dengan mengecup pelipisnya.



Dirooftop ini adalah tempat privasi bagi pengunjung,jadi hanya pengunjung yang berani membooking dengan harga mahal untuk menikmati fasilitas rooftop tersebut,biasanya mereka membooking untuk acara keluarga atau reuni dengan teman,bahkan ada juga pasangan pengantin baru membooking rooftop ini supaya tidak terganggu dengan pengunjung lain.


Lain halnya dengan Bima,dia mendapat tawaran khusus dari Davin untuk menikmati fasilitas rooftop,terlebih karena Bima sudah memberitahukan jika dia akan datang bersama Kintan.


"Waaahh ,,,indah banget."ucap Kintan dengan berjalan di pinggir pembatas dan merentangkan kedua tangannya,menghirup udara sebanyak-banyaknya dengan memejamkan matanya menikmati segarnya alam disore hari.


"Syuka ?"tanya Bima menghampiri dan menelusupkan jemarinya ke perut Kintan,memeluknya dari belakang.


"Kenapa tadi mukanya ditekuk,,,ehmm??"tanya Bima dengan mengecup pipinya.


"Siapa?? ga tuh,,aku biasa aja."jawab Kintan dengan memalingkan wajahnya.


"Oh iya?? menunduk dengan memutarkan sepatu dan mengetuk-ngetukkannya ke lantai kayak nya ga biasa tuh."ucap Bima dengan menarik hidungnya Kintan.


"Aw,,sakit kak."Kintan mengelus hidungnya yang terlihat merah karena habis ditarik oleh Bima.


"Ayo ngaku ,kenapa tadi,,, cemburu ya?"


"Habisnya itu cewek ganjen banget,,senyum-senyum dan sok perhatian,,apa kabar? ih nyebelin banget."


Bima kembali menarik hidungnya Kintan karena gemas.


"Ih ,,kak sakit ini,,,hobi banget sih narik hidung aku."ucap Kintan.


"Coba lihat,mana yang sakit?" tanya Bima dengan membalikkan badannya untuk berhadapan.


Bima mengelus hidungnya dan mengecupnya.

__ADS_1


"Masih sakit?."tanya Bima lagi.


Kintan menggelengkan kepalanya karena sekujur tubuhnya terasa hangat oleh kecupan Bima.


Bima kembali mengecup keningnya.Dengan kedua tangannya yang masih memegang tengkuknya Kintan.


Bima mengetatkan rahangnya menahan hasrat dan kerinduan yang dirasakannya.


Tidak puas dengan mengecup keningnya,iapun kembali mengecup mata kiri,mata kanan Kintan.


Desiran dan getaran hati dirasakan oleh Kintan dengan semua perlakuan Bima.


"Kak,,nanti ada orang."ucap Kintan berbisik


Namun Bima seolah tidak peduli dengan keadaan disekitarnya.


Turun dari mata kembali ia turun mengecup pipi kanan dan kiri serta yang terakhir dilihatnya bibir merah merekah ,dengan lipstiks tipis warna pink yang sudah membuatnya candu untuk ********** setiap kali mereka bertemu.


Bima mendekatkan bibirnya ,hampir tidak ada jarak diantara mereka.


Dengan hasrat yang sudah diubun-ubun,Bima mulai menautkan bibirnya ke bibir Kintan.


Disaat akan mulai menyatukan bibir mereka,si pengganggu datang dengan berteriak


"Woiii,,,,ingat tempat ,,woi,,mau mesum lu ya." teriakan Davin membuyarkan aksi mereka berdua.


Bima dan Kintan tersenyum tidak segera menanggapi teriakan Davin ,malah menyatukan kening mereka untuk menurunkan dan menstabilkan hasrat yang sudah memuncak.


"Ah lu Vin,,,gangguin aja, hobi lu ya jadi pengganggu?"ucap Bima menghampiri Davin.


"Woi,,ini tempat siapa? bisa gulung tikar ntar usaha gue karena Lo jadikan tempat dosa kemesuman kalian."


"Iri,,bilang bos."jawab Bima tersenyum.


"Parah lu emang,,perasaan dulu Lo lurus-lurus aja,kenapa sekarang jadi mesum gini."ucap Davin yang hampir melihat ulah panas mereka.


"Makanya cari cewek Lo,,biar ga lurus-lurus amat,,haha."ejek Bima ke Davin.


"Sialan Lo."ucap Davin dengan meninju lengannya Bima.


"Hay cewek,,makin cantik aja Tan,,pantesan Bima semesum ini sama Lo,,,Lo nya makin,,-"ucap Davin menggetarkan rahangnya mengulurkan tangannya dan menatap Kintan yang memang badannya Kintan lebih berisi dan sexy daripada pertama mereka dulu bertemu,meskipun hanya memakai jins dipadu minidres selutut,rambut hitam yang terurai dihiasi jepit di kiri rambutnya,


semakin membuat penampilan Kintan terlihat sangat manis.


"Lo terusin ,gue geprek juga Lo."


"Geprek,,emang ayam."celetuk Davin.


"Udah yang,,ga usah berjabat tangan."ucap Bima menepis tangannya Davin yang hendak menjabat tangannya Kintan.


"Dasar bucin."celetuk Davin.


"Biarin ,,,jomblo mana ngerti."jawab Bima.


"Sialan Lo,,kampret Lo."ucap Davin melempar tisu yang ada di meja ke muka Bima.


Bima terkekeh puas bisa mengerjai sahabatnya itu.


Lalu Bima menggandeng tangannya Kintan dan memilih tempat duduk sofa memanjang agar mereka bisa duduk berdekatan.


...**Terkadang si pengganggu justru malah yang bisa menyelamatkan kita...


...So bijaklah dalam berfikir dan bertindak...


...keep positif thinking.**...

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2