
Bima mengernyitkan dahinya berusaha mencerna apa yang dibisikkan Kintan ,dan dia kaget membulatkan matanya sambil memandang maminya sekilas.
Maminya mengetahui maksud interaksi keduanya dan mengangkat bahunya.
"Dia masih kaget dengan kenyataan yang terjadi,pasti kamu belum pernah cerita apa-apa tentang mami dan keadaan keluarga kita,tahu-tahu dia mengetahuinya dengan cara seperti ini."
"Iya mi,,maaf Bima lupa, habis dia sangat menggemaskan ,jadi kalau sudah ngobrol berdua ,kita hanya membicarakan tentang kita."
"Ya udah tunggu apa lagi,jelaskan sana,,apa perlu mami ikut jelasin?"
"Apaan sih mam,,kayak Bima seorang pengecut aja,,laki-laki sejati ini mam."ucap Bima terkekeh sambil berlalu menghampiri Kintan di ruang tamu.
Kintan duduk di ruang tamu dengan memainkan ponselnya ,didalam hatinya masih menahan kekesalan terhadap Bima.
Bima mengulurkan tangannya ke Kintan
"ke taman belakang yux? "
"Bagus Lo pemandangannya ,,papi membuat danau kecil disana."ajak Bima masih mengulurkan tangan yang belum disambut oleh Kintan.
Akhirnya Kintan menyambut uluran tangannya Bima , ia langsung meraih dan menggenggamnya ,membawanya ke taman belakang.
Taman yang bisa disebut danau kecil dengan angsa yang berenang ditengahnya serta pepohonan yang masih asri ,sejuk dan nyaman untuk suasana hati yang kurang enak.
Tanpa berkata pun Kintan sudah memperlihatkan wajahnya yang tampak mengagumi taman itu.
"Ini papi yang desain."
"Papi bilang untuk dinikmati masa tua dengan cucu-cucunya."
"Cucu-cucunya?? ,bukankah hanya satu putranya?"
"Iya papi berharap banyak cucu dari aku."jelasnya terkekeh .
"Oh gitu,,tapi sayangnya papi ga tau kalau putranya itu sangat menyebalkan."ucapan Kintan yang membuat Bima tergelak.
Diraihnya tangan Kintan untuk didudukkan ya di bangku menghadap danau.
Kintan dengan posisi duduk di kursi panjang dan Bima duduk bertumpu lututnya di bawah,meraih jari jemarinya.
"Sayang,,maaf ,,maaf,,maaf karena sudah ga jujur padamu."ucapnya mengeraskan rahangnya dan menciumi punggung tangannya Kintan.
"Bukan maksudku untuk membohongimu,
hanya saja aku bingung harus gimana menceritakannya."
"Ceritakan saja dari awal, dari mamimu dan keadaan keluargamu,,kamu tahu ga setelah aku tahu hari ini aku semakin merasa ga pantas,karena kamu tahu aku hanya,--"
Belum sempat Kintan meneruskan perkataannya,Bima langsung menutup bibirnya Kintan dengan ujung jarinya.
"Tidak, jangan teruskan,,maaf."Bima kembali bertubi-tubi menciumi tangannya Kintan.
"Kamu janji akan dengarin dan tidak menjauh dariku? jika aku ceritakan?"ucap Bima masih meremas jemarinya.
__ADS_1
Kintan menanggapinya dengan menganggukkan kepalanya.
Lalu Bima mulai menceritakan semuanya dari mulai keluarganya,bisnis keluarganya,hingga rencana mami yang ingin langsung bertemu gadis yang dipilih untuk menjadi kekasihnya,dan alasan dia untuk tidak menceritakannya ke Kintan.
Lagi-lagi Kintan hanya bisa menutup mulutnya untuk menerima kenyataan tentang Bima.
Menurut dia sulit dipercaya karena selama mereka memutuskan menjadi sepasang kekasih, ia menerima Bima dengan perasaan tulusnya tanpa melihat latar belakang Bima bagaimana,ternyata semua itu diluar ekspetasinya,keluarga kekasihnya tajir melintir ,namun bukan itu yang membuat dia kaget.
Tapi lebih tepatnya dia takut merasa tidak pantas untuk bersanding dengannya karena latar belakang yang berbeda,yang ia tahu Bima hanya seorang pemuda biasa berasal dari keluarga yang baik dan tidak setajir ini.
Pikirannya melambung entah kemana,terlalu jauh ia memikirkan semua sampai berulang kali panggilan Bima tidak didengarnya.
"Sayang,,sayaaang hey,,,"Bima memanggil dengan menarik hidungnya karena sepertinya Kintan melamun dan tidak mendengar panggilannya.
"Eh,,aww sakit kak."ucapnya sambil mengelus hidungnya.
"Habisnya dipanggilin dari tadi ga nyahut."
"Lagi mikirin apa sih?"
"Udah ya ga usah mikirin yang belum terjadi,mikirnya ga usah kejauhan ,jangan merasa ga pantas bersanding denganku,karena yang aku inginkan hanya kamu, terlebih papi mami juga menerimamu merestui hubungan kita."ucapnya Bima lagi.
"Kenapa dia tahu isi hatiku?"gumamnya lirih.
"Oh,my God ,jadi dari tadi kamu mikirin itu?"
Kintan menunduk dan menganggukkan kepalanya.
"Lihat aku sayang,lihat mataku."ucapnya meraih dagunya.
"Percaya sama aku,,hemm??"
Cukup lama Kintan menelisik melihat bola matanya Bima yang pandangannya seperti mata elang yang mampu menusuk lawan jenisnya setiap memandangnya.Tapi selain itu Kintan hanya meneliti tidak ada kebohongan dimatanya.
"Percaya sama aku??" ulang Bima.
Kintan mengucap bismillah dalam hati dan dengan reflek ia menganggukkan kepalanya.
Lalu Bima pun berdiri dan menarik Kintan meraihnya kedalam dekapannya,memeluknya memberi rasa hangat dan kepercayaan kepada gadis itu.Tak lupa Bima mencium pucuk kepala dan pelipisnya Kintan berulang-ulang,
kerinduan yang dirasakannya seketika terobati dengan pelukan hangat mereka yang seolah tidak ingin saling melepas satu sama lain.
"Wah coba lihat itu kak,,angsanya ada dua,,itu sepasang ya?."tanya Kintan dengan menunjuk sepasang angsa yang ada di danau.
"Papi memang sengaja melepas angsa sepasang-sepasang di danau itu ,,ada dua pasang angsa ,yang pertama sepasang angsa menyimbolkan cinta mami dan papi dan sepasang angsa satunya menyimbolkan aku dan pasanganku." jelas Bima.
"Ogh iya?? wah om memang keren,pasti cintanya sangat besar untuk Tante."
"Iya sama seperti cinta aku ke kamu,,semoga kita nantinya akan berjodoh ya,,entahlah tapi aku percaya dan yakin kamu adalah jodohku."
Kintan mendongakkan kepalanya untuk menatap Bima dan bilang
__ADS_1
"Aamiin."dengan bibir tersenyum.
Bima membalasnya dengan mencium keningnya dengan sangat lama,dan mengecupnya berulang kali.
"Kamu tahu kenapa angsa itu dijadikan simbol cinta??"tanya Bima.
"Pernah dengar sih,,tapi kenapa harus angsa?" tanya Kintan balik.
"Karena angsa itu hanya memiliki 1pasangan untuk seumur hidupnya,jika salah satu pasangan hidupnya mati,maka iapun akan ikut mati karena patah hati."jelas Bima.
"Benarkah??"
"iya ,,maka itu kita sekeluarga syuka dengan binatang satu itu,,kalau aku tidak menemui kamu di akhir pekan,mami papi dan aku kadang ada sepupu pasti ngumpulnya di dekat danau itu melihat angsa berenang di danau,aku kadang video call kamu didekat sini kan,dan kamu sudah curiga yang nggak nggak."ucap Bima yang menarik hidungnya Kintan karena gemas.
"Siapa suruh ga jujur,aku kira kamu sedang berlibur,senang-senang tanpa aku,sekalinya kamu berada dibelakang rumahmu,,menyebalkan."ucap Kintan mengerucutkan bibirnya.
Bima terkekeh mendengarnya dan langsung mencium keningnya lagi.
Drtzz
Drtzz
"Sebentar sayang,ada yang nelfon."Bima melonggarkan pelukannya untuk mengambil ponsel yang ada di saku celananya.
"Iya mi."
"......"
"Iya ,kami segera masuk."
"....."
"Ga mi,tenang aja."ucap Bima terkekeh.
Bima pun menutup ponselnya.
"Tante bilang apa?"
"Mau tau aja,,hehehe,,Ayo sayang kita masuk sudah ditunggu papi diruang makan,aku ingin makan masakanmu yang kamu buat sama mami tadi."ucap Bima menoel hidungnya dan mencium keningnya lagi lalu menggandengnya untuk masuk kerumah utama.
nah tu demi cinta author ke kalian udah up lagi ya
tapi maefkan kalau up nya ga bisa tiap hari
karena author selain banyak kerjaan offline
juga otak ni agak rada buntu kalau dipaksa menulis,bisa sih dipaksa up tiap hari tapi takutnya ga nyambung dengan ceritanya😀😀😀
jadi sabar gengs ,,sabar sesabar sabarnya nunggu author up ya
love you🥰
yang penting like ya readersku teelove❤️❤️❤️😍😍❤️❤️❤️❤️❤️🥰🥰🥰🥰❤️❤️
__ADS_1