Cintaku Berlabuh Di Surabaya

Cintaku Berlabuh Di Surabaya
87.Berpisah 3


__ADS_3

Bima menarik Kintan untuk masuk ke dalam mobil,ia masih mendapat serangan cubitan dari Kintan karena sudah berhasil mengerjainya.


Pandangan mereka bertemu dengan jarak yang begitu dekat,dan Kintan langsung menghentikan cubitannya.


"Sayang,maafin aku ya,,,jangan mengabaikan ku lagi."ucap Bima membelai pipinya.


"Kamu sih,,ngapain pakai acara aku ga boleh ngantar kamu ke bandara nanti,jangan-jangan kamu sudah ada yang lain untuk ngantarin kepergianmu."


"Memang ada."jawab Bima mengerjai Kintan lagi.


"Tuh kan? ya sudah sana pulang ,temui aja yang ngantar kamu."Kintan kembali mengerucutkan bibirnya dan berkaca-kaca.


"Bercanda sayang,,,sensi amat sih."


"Mami dan papi nanti yang ngantarin ,aku ga mau kamu ngantarin karena ga mau melihat kesedihanmu,aku ga kuat ,,,yang ada aku malah berat ninggalin kamu."jelas Bima.


"Ga mau ,,pokoknya aku mau ngantar kamu ke bandara,titik ga pakai koma,ga ada alasan."


"Iya - iya , tapi kasih aku hadiah."ucap Bima sambil menunjuk bibirnya.


Kintan faham yang dimaksudkan hadiah oleh Bima, ia langsung mengecup bibirnya.


Bima langsung menahan tengkuknya agar kecupan itu berubah ciuman yang lama,


mereka saling memagut,Bima berusaha memasukkan lidahnya ,menerobos ke lebih dalam ,membuat Kintan terbakar gairah untuk membuka mulutnya memberi akses masuk lebih dalam bibirnya Bima.


Lenguhan demi lenguhan sudah saling dikeluarkan.


Suasana yang sunyi dan kaca gelap mobil sangat mendukung aktivitas panas mereka.


Bima menarik Kintan untuk duduk dipangkuannya dengan kaki melebar tanpa melepas pagutannya.


Tangan Bima menelusuri bahu untuk melepas lengan baju Kintan yang kebetulan malam itu berlengan karet jadi sangat mudah diturunkan.


Kini Bima sudah berhasil menurunkan dan melepas pengait b*a nya .Terpampang lah dua bukit yang masih ranum namun lumayan besar dan sangat memabukkan.


Bibir Bima kini sudah menyusuri leher dan tiba di dadanya,lalu langsung menyesap seperti bayi yang kehausan.


"Shhh,,,ahh,,pelan-pelan sayang."suara lenguhan Kintan malah membuat Bima menggila.


Bima semakin terbakar gairah , menyesap tanpa henti,menarik manja,sementara tangan satunya memainkan bulatan kecil yang masih berwarna pink itu.


Kintan yang memakai dress malam itu memudahkan Bima untuk menyusurinya,


pagutan itu kembali berdecapan tanpa henti.


Tangan Bima kini sudah merayap kebawah menyusuri lembah yang menggoda.


Bima mengelusnya,dan menyusupkan jari telunjuknya ke arah sana.


Lenguhan Kintan sudah meluncur dari mulutnya,rasa ini berbeda karena dia baru mendapatkannya dari Bima.


Tubuh Kintan menggelinjang ,karena tidak tahan dengan sensasi yang diberikan Bima padanya.Bibir mereka masih saling menyesap


Jari Bima kini menyentuh sesuatu didalam yang membuat Kintan tiba-tiba melepas pagutannya dan menengadahkan kepalanya keatas menahan sesuatu yang keluar dengan membusungkan dadanya yang sudah tidak terbungkus ,karena benda pembungkusnya sudah melorot ke perutnya.


"Sshhh,,,ahhh."lenguhan Kintan dengan memejamkan matanya menahan nikmat yang baru saja dia rasakan,ya dia mendapatkan pelepasan itu untuk yang pertama kalinya.


"Tatap aku sayang."pinta Bima sendu.


Lalu Kintan menatap wajahnya.


"Kamu suka?"tanya Bima menyatukan hidungnya,Kintan tersenyum mengangguk,dan tangannya digenggam oleh Bima ,dituntun untuk memegang adiknya yang sudah tegak berdiri.


Kintan tersentak ,berpikir kenapa benda ini sangat penuh di genggaman tangannya,malah lebih dari ukuran genggaman tangannya.

__ADS_1


"Sekarang aku yang tersiksa,bantu aku mengeluarkannya."


Resleting sudah dibuka,dan Bima menuntun tangan Kintan untuk memaju mundurkan gerakan di adiknya.Kali ini Bima benar-benar merasakan hangatnya genggaman tangan Kintan di pusakanya.


"Shhh,,,sayang ,terus ,agak cepat sayang , ahh"


akhirnya pelepasan itu terjadi ,Bima meraung sambil memejamkan matanya merasakan nikmat dan hangat sentuhan tangan Kintan saat menggerakkannya,dan itu sangat memabukkan.


Lalu dia meraih tengkuknya.


"Kamu terbaik,,I love you ,,I love you so much, jaga cinta kita sampai tiba waktunya."ucap Bima mengecup keningnya dengan sangat dalam lalu memagut kembali bibirnya sampai basah.


Kintan menjawabnya dengan anggukan.


"I love you too."jawab Kintan.


"I love you more."jawab Bima lagi dengan menyesap kembali bibirnya.


Bima menyunggingkan senyumnya.


"Ya udah masuk gih,,bobok yang nyenyak."


Kintan patuh dan membuka pintu mobilnya, dia menoleh ke Bima dengan menahan pintu yang sudah terbuka.


Bima menatapnya seolah bertanya ada apa,tapi sebelum berucap ,Kintan sudah berkata " Aku sudah merindukanmu,"


"Oh my,,,,"Bima langsung menarik pintu untuk ditutupnya kembali dan menyergap bibirnya Kintan,menyesap sampai memasukkan lidahnya agar bisa masuk lebih dalam ,Kintan kalah dengan aksi bibirnya Bima yang sudah menguasainya.


Sepertinya aku salah bicara (gumamnya dalam hati)


Setelah mereka dirasa sudah tersengal-sengal nafasnya ,baru Bima menghentikan pagutannya.menyatukan keningnya untuk menetralkan degub jantungnya yang sudah kembali tersulut gairahnya.


" Aku masuk ya,kakak hati-hati."ucap Kintan dengan membuka pintu mobilnya dan Bima memandangnya sampai Kintan masuk kerumahnya.


Ponselnya berdering ,dan Bima langsung mengangkatnya


"Tuan,,ada masalah dan ini harus tuan sendiri yang turun tangan menyelesaikan secepatnya ga bisa ditunda."


"Oke,,aku akan berangkat malam ini."Bima menjawabnya dengan berat hati ,


lalu segera menghubungi anak buahnya untuk memesankan tiket.


Sebelum berhasil menghubungi anak buahnya,papi menelfon Bima.


"Halo Pi."


"Kamu dimana?


"Ini dirumah kintan."


"Bim,,kamu harus berangkat malam ini, ada masalah perusahaan yang diParis yang harus diselesaikan."


"Iya Pi ,Bima sudah dikabari."


"apa kamu siap berangkat malam ini."


"Sebenarnya berat Pi,tapi mau bagaimana lagi?"


"Maaf papi ga bisa berangkat ,karena mami lagi sakit ,papi ga bisa meninggalkannya."


"Iya Pi ,Bima ngerti, Bima akan berangkat malam ini."


"Pakai jet aja biar lebih cepat,papi sudah menyiapkan semuanya,,nanti kalau mami sudah bisa ditinggal,papi akan menyusul kesana."


"Iya Pi."

__ADS_1


Bima mengakhiri obrolan nya di telfon ,hatinya kacau gundah karena harus meninggalkan kekasihnya dengan waktu yang cukup lama.Tidak ada pertemuan lagi hari esok sesuai yang sudah dijanjikan tadi karena ada permasalahan mendesak yang harus diselesaikan.


Dilihatnya kamar Kintan lampunya masih menyala,berarti belum tidur.


Bima meraih ponselnya menghubungi sang pujaan hati.


"Halo ."Kintan mengangkatnya dengan hati berbinar.


"Kenapa belum tidur?"tanya Bima


Kintan kaget ,ko Bima tahu ,lalu dibukanya gorden dan dia melihat Bima masih belum beranjak pergi dari depan rumahnya.Dia tersenyum melihat ke arah Bima.


"Sayang ko masih disini."tanya Kintan tersenyum dibalik gorden.


"Aku masih merindukanmu."


"Besok kan masih bertemu lagi."ucap Kintan berbinar.


Bima seketika terdiam ,ga mampu untuk berucap ,walau hanya sekedar pamitan.


"Mau janji?"tanya Bima.


"Apa?"


"Jaga diri baik-baik, dan berjanjilah kamu akan selalu bahagia dan tetap semangat."


"Tidak ,,bahagiaku adalah kamu,,semangatku juga kamu,aku ga sabar menunggu hari esok untuk bertemu denganmu."jawab Kintan.


Bima memejamkan matanya,menahan perih di dada karena harus meninggalkan.


Inilah alasannya kenapa dia enggan Kintan untuk mengantar kepergiannya,karena dia ga sanggup untuk melihat wajah sedihnya.


"Tidur ya sayang,,I Love You."ucap Bima memberi kecupan jarak jauh.


"I Love You more,sampai jumpa besok."jawab Kintan.


Setelah saling menutup panggilan.


Bima kembali mengetikkan pesan


Maafkan aku sayangku😥,aku ga bisa bertemu denganmu besok dan untuk waktu yang lama, malam ini aku harus secepatnya terbang ke Paris karena ada masalah perusahaan yang harus diselesaikan.


Jaga diri baik-baik ,kamu harus selalu bahagia dan ingatlah selalu kalau aku selalu mencintaimu .Aku akan menunggu takdir mempertemukan kita lagi,, I Love You🥰😘😘😘


Kintan yang membacanya ,tiba-tiba merosot kebawah ,lemas badannya .


Dan setelah mendengar derungan mobil Bima,dia langsung berlari keluar menyusul Bima.


Bima sudah melajukan mobilnya,namun dia masih tetap melihat Kintan dari spion mobilnya dibelakang ,dia berlari keluar dari rumahnya untuk berusaha mengejar mobilnya, Bima melihatnya ditengah jalan berlutut menangis.


"Kak Bimaaaa " panggilannya terdengar di telinga Bima ,namun dia enggan menghentikan mobilnya.


Kintan langsung mengetikkan pesan ke Bima


"Kamu jahaattt😭😭😭😭."


"Kenapa ga mau berhenti nemuin aku dulu, kamu jahaatt😭😭😭."


Bima membacanya dan langsung menangis menahan sesak di dadanya.


Dia enggan membalasnya ,malah mematikan ponselnya karena sudah ga sanggup membayangkan.Dia hanya ingin fokus dulu dengan permasalahan perusahaan.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


...Meski perpisahan itu ialah kenyataan yang sulit diterima, namun itu adalah konsekuensi dari perjumpaan....

__ADS_1


...Yakinlah pasti ada rencana indah yang Tuhan persiapkan....


__ADS_2