
Setelah ibu itu menyetujui tawaran dari Kintan,mereka berjalan beriringan.
Ibu itu merasa senang berjumpa dengan gadis seperti Kintan.
"Maaf Bu kalo boleh tau siapa nama ibu? tanya Kintan dengan sopan.
"Panggil aja mami ya ,,, mami Gina." ucapnya
"Ma- mamii??? Kintan kaget dan terbata-bata mengucapkannya.
"Iya panggil mami aja,, terus terang saya lebih syuka kalo dipanggil mami, anak saya juga memanggil saya mami.
"Ogh begitu,,baiklah mami."
"Memangnya anaknya mami cowok apa cewek ?
"Mami hanya memiliki anak cowok satu-satunya,cakep Lo ,,mami harap nantinya bisa berjodoh dengan Kintan."
"Mami bisa aja."ucap Kintan malu.
Kemudian mereka lanjut untuk mengobrol sambil jalan beriringan. Obrolan mereka seputar jaman masa muda,
Mami Gina menceritakan tentang masa muda nya yang tidak jauh seperti kehidupan Kintan.Dari mulai berasal dari keluarga sederhana,dituntut harus mandiri,bekerja keras.Semua itu ia lakukan dengan penuh semangat agar mencapai sukses dimasa depan.
"Mami Gina,,,, Kintan mampir ke warung itu bentar ya,,mami tungguin disini sebentar."
"Oke mami nungguin disini."
Kintan pun masuk ke warung dan membeli barang yang dipesan bundanya.
Setelah semua barang pesanan sudah terbeli,Kintan menghampiri mami Gina lagi.
"Maaf ya mi,nunggu lama."
"Ga papa,,oh iya Kintan beli apa? tanya mami sambil melirik kresek yang dibawa Kintan.
" Ini pesanan bunda bahan-bahan untuk buat kue."
"Ogh,,emangnya bundanya jualan kue?
"Iya mi,,bunda bantu ayah dengan berjualan kue,,dan kebetulan ini ada pesanan kue untuk acara selamatan temannya bunda ,jadi Kintan tadi dipesanin untuk belanja bahan kue, sehabis pulang sekolah.
~~ Rumah Kintan ~~
"Sudah nyampe mi,,ini rumah Kintan."ucap Kintan sambil memperhatikan mami Gina yang mengamati rumahnya.
__ADS_1
"Hanya rumah sederhana mi,,tapi sangat nyaman buat Kintan dan keluarga." ucapnya lagi.
"Ah ga papa,,sejuk dan segar sekali suasana rumah ini,,,Kintan suka nanam ya rupanya?"
"Iya ,,bunda dan Kintan suka nanam aneka sayur."
"Ogh bagus banget,,serasa ada di kebun sayur Lo mami sekarang ."
"Mami bisa aja,,hehehe,, ayo mi kita kedalam."
Setelah Kintan mengucap salam,bunda pun membukakan pintu dan terkejut melihat Kintan datang dengan seorang ibu.
"Bunda ,,kenalin ini mami Gina."
"Mami???? tanyanya penuh selidik dengan melihat tajam kearah Kintan.
"Ogh maaf Jenk,,kenalkan saya Gina,,tadi saya kecopetan ,Tas yang isinya dompet seisinya seperti uang,ATM,HP juga ikut diambil.Disaat saya kebingungan ,anak Jenk,, Kintan sudah menolong saya dan akhirnya membawa saya kesini,,maaf sudah merepotkan kalian." jelas Mami Gina.
"Oh tidak merepotkan sama sekali Jenk,,ayo mari masuk."ucap bunda Kintan dengan ramah dan mempersilahkan mami Gina masuk kedalam.
Mami Gina akhirnya masuk kerumah Kintan dan mengamati sekeliling rumahnya.Bunda Kintan menyuruh mami Gina untuk duduk diruang tamu.
"Mami,,,bunda ,Kintan buat minuman dulu ya,,silahkan kalian ngobrol dulu."pamit Kintan membuatkan minum.
"Mi ,,silahkan minum dulu dan ini cemilan kue buatan bunda ,silahkan dinikmati."ucap Kintan dengan ramah.
"Wah menantu idaman anakmu Jenk,,beruntung sekali nanti yang jadi jodohnya,,aku juga punya anak cowok,,semoga nantinya mereka berjodoh ya jenk." ucap mami Gina memuji Kintan didepan bundanya, sang bunda hanya tersenyum begitu juga dengan Kintan yang menanggapinya hanya dengan senyuman.
"hihihi mami Gina lucu,,entah mengapa setiap kali melihat wajah mami Gina rasanya adem dan mengingatkanku sama Kak Bima." gumam Kintan dalam hati.
"Oh iya sampe lupa,,Jenk ayo kita makan siang dulu,,tadi saya sudah masak,,tapi masakan kampung Jenk."ajak bunda Kintan.
"Sayang ,,siapkan dulu makanannya dimeja makan ya,terus pergi ke kamar ayah ,ajak ayah makan siang sekalian."perintah bundanya.
"Ayah sudah sembuh bun?
"Sudah mendingan,tapi harus banyak istirahat dulu ,jadi belum boleh beraktifitas."
"Kalo boleh tau suaminya sakit apa Jenk? tanya mami Gina .
"Tensinya tinggi Jenk,,mungkin kecapekan jadi bilang dokter harus banyak istirahat dulu."
"Oh begitu ,,harus lebih mengatur pola makan juga Jenk,,terutama hindari makanan yang berlemak ,lauknya direbus atau kukus pokoknya jangan ada yang digoreng."
"iya jenk itu yang saya terapkan ke ayahnya sekarang."
__ADS_1
"Bun,,mi makanan sudah siap,,,ayo makan bersama." ajak Kintan yang sudah selesai menyiapkan makan siang dimeja makan.
Menu makan siang kali ini sayur bening,sambal tomat ,plus dengan lauk tempe tahu telur yang dibumbu bacem kesukaan ayah dan ada ikan nila yang dibakar kesukaan Kintan.
Terlihat sederhana ,tetapi kebersamaan merekalah yang membuat makanan tersebut menjadi lebih lezat.
Ayah kaget melihat ada tamu yang ikut makan siang.Sebelum ayah bertanya ,Kintan sudah lebih dulu menjelaskan.
"Ayah,,ini mami Gina."
"Mami????? tanya ayah penuh selidik.
"Iya Bapak,,maaf saya yang menyuruh Kintan memanggil mami,karena ingat anak saya ,jadi biar sama-sama memanggil dengan sebutan yang sama,,bapak tidak marah kan??
"Oh tidak sama sekali,,boleh- boleh aja,,saya malah seneng,ada banyak orang yang menyayangi anak saya." ucap ayah.
"Jadi gini,,saya tadi kecopetan,,tas dan seisinya dicopet oleh pria yang berkendara motor,kejadiannya sangat cepat ,jadi dompet yang isinya uang,ATM,tanda pengenal semua diambil termasuk HP juga ,makanya saya bingung mau menghubungi siapa?,,terus nak Kintan ini pas lewat akhirnya menolong saya dan sampailah saya kesini,,maaf saya merepotkan kalian semua."
"Oh Alhamdulillah ,,ga papa Bu,,ibu sama sekali tidak merepotkan ,justru kami seneng mendapat tamu seperti ini,jangan sungkan-sungkan untuk mampir jika suatu saat lewat depan rumah kami ,,malah kedepannya saya berharap ibu datang bersama keluarga ibu,, iya kan bund? ucap ayahnya Kintan ramah.
"Wah bener-bener keluarga yang baik,,Bima beruntung mendapatkan istri sebaik Kintan,,tes uji coba Lolos jadi calon mantu." gumam mami dengan suara lirih sambil senyum sendiri.
"Mi,,silahkan dimakan."ucap Kintan
"Oh iya sayang."ucap mami.
Hanya suara dentingan sendok dan garpu yang terdengar.Mami Gina bener-bener menikmati makan siangnya dengan lahap.
Semua sudah selesai makan,setelah itu mami Gina izin untuk numpang sholat duhur.
Disaat akan beranjak ke kamar mandi,,gelang yang dipakai mami Gina bergetar,tentu yang bisa merasakan hanya mami Gina
Segera mami Gina izin pergi ke toilet.
Sesampainya di toilet,langsung mami Gina mendekatkan mulut y kearah gelangnya.
Mami Gina memang tidak membawa HP , tapi gelang yang dipakainya didesain memiliki alat canggih seperti cctv,ponsel yang bisa berhubungan langsung dengan sesama pemakainya. Gelang itu tidak dipakai sembarang orang,Jadi Kintan termasuk orang yang beruntung bisa memakai gelang tersebut. Gelang yang dimiliki Kintan juga didesain sama ,hanya saja Bima belum mengaktifkan alat ponsel di gelangnya supaya Kintan tidak curiga.
Maaf ya readersku atas keterlambatan up-nya dikarenakan kesibukan di dunia offline ,yang akhirnya berpengaruh ke ide juga lemot😄
sekali lagi maaf🙏
kukasih love sekeranjang untuk kalian
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1