
Pertemuan yang singkat namun terasa menyenangkan dengan Tante Vina mengingatkan Kintan dengan seorang wanita cantik yang pernah ditolongnya.Wanita yang baru dikenalnya dan memintanya memanggil dengan sebutan mami.
"Sayang,,tuh kan pasti ga dengar deh aku ngomongin apa,,, ngelamunin apa sih? ucap Bima sambil membelai rambutnya.
"Lagi keingat aja,,melihat wajah Tante Vina tadi membuatku teringat dengan ibu yang pernah kutolong kemarin."
Bima hanya mendengar dan menanggapi dengan senyum.
"gimana ga mirip,,yang kamu tolongin itu memang mamiku."gumam Bima sambil senyum sendiri.
"Kak Bima,,ih tu kan nyebelin deh diajak ngomong malah senyum sendiri."
"Oh iya ,,kamu mau ngajak kemana nih? nonton,makan,pantai,gunung,atau hotel? tanya Bima mengedipkan matanya.
"Ngapain ke hotel? jangan mesum ya."
"Yang mesum siapa sih,,kan aku tanya,,di hotel kan bisa makan di restorannya,,memangnya menurutmu kita ngapain di hotel?? atau kamu memang pengen kita mesum ya."
Tiba-tiba Bima memberhentikan mobilnya dipinggir jalan.
Dan mendekatkan wajahnya ke Kintan
"Kak,mau ngapain?? kenapa berhenti disini?
"Loh tadi bukannya kamu mau kita berbuat mesum?
"Kak Bima ih,,,"Kintan mendorong dadanya Bima,tapi sayang tenaganya kalah kuat dengan dada bidang nya Bima yang tiap hari rutin nge-gym itu.
Setelah Kintan melemah hanya dengan tatapan ,Bimapun membelai pipinya ,merangkupnya dengan kedua tangannya,sedangkan kedua tangan Kintan reflek mengalungkan ke lehernya.
Seolah mendapat angin segar,Bima pun mendekatkan bibirnya ke bibir Kintan dan menyatukannya dengan lembut,halus,pelan,menikmati sisi pinggir,tengah,pinggir lagi,menikmati setiap inci bibir Kintan tanpa terlewati,berhenti sebentar dan Bima berbisik "I Love You"lalu menyatukannya kembali,mengulanginya lagi,menyesapnya dan berusaha masuk lebih dalam,namun gagal karena masih kakunya ciuman Kintan.
Ditengah nafas yang memburu
"Kak,,nanti ada orang yang lihat,,nanti lagi ya."
Bima pun mengakhiri ciumannya dengan menyatukan hidung dan keningnya dengan senyum mengembang.
"Maaf kakak khilaf."
"Khilaf ko berulang-ulang."ucapnya dengan mengerucutkan bibirnya.
Bima hanya terkekeh dan mengusap bibirnya Kintan dengan jari jempolnya.
"Nanti lanjut lagi ya."ucap Bima sambil menoel hidungnya dan segera beranjak turun dari mobil.
Mereka memasuki resto yang sudah di reservasi sebelumnya oleh Bima,kali ini ia memboking tempat yang privat untuk mereka berdua,supaya lebih leluasa untuk bisa mengobrol berdua tanpa ada gangguan.Bima memesan tempat di area rooftop,tempat privat dari resto ini yang tempatnya paling atas dengan pemandangan yang eksotis.
"Selamat datang tuan dan nona ,silahkan memilih tempat yang disuka."
"Mba saya yang sudah memboking tempat untuk privat tadi pagi."
__ADS_1
"Oh sebentar tuan,, atas nama tuan Ganindra Abimana ,tempat rooftop?
"Benar."
"Baik,silahkan tuan dan nona,nanti akan ada pegawai kami yang sudah mengatur tempatnya dan melayani apa yang tuan dan nona inginkan."
Bima dengan menggandeng tangan Kintan menuju rooftop yang sudah disulap dengan decorasi yang romantis untuk pasangan tersebut.
Setelah tiba dirooftop Kintan takjub dan kaget dengan melihat suasana yang sejuk dengan pemandangan pegunungan yang asri dan alami serta tempat makan terbuka denfan hidangan yang sudah tersedia lengkap, decorasi yang indah dan tunggu dulu "ko sepi ga ada pengunjung lain,sedangkan dibawah ramai pengunjung"gumamnya dalam hati dengan mengamati keadaan sekitar.
Dilihatnya Bima masih mengobrol dengan manager resto tersebut.
Kintan merentangkan tangannya sambil menghirup udara segar yang cenderung agak dingin sambil memejamkan matanya.
Lalu dia merasakan ada tangan yang menyentuh dan memeluk perutnya.
"Kak Bima."ucapnya sambil kepalanya menoleh ke kanan.Dilihatnya Bima meletakkan dagunya di bahu kanan Kintan sambil mengecup bahu Kintan.
"Kamu suka ga?
"Suka banget."jawabnya sambil membalas genggaman tangannya Bima.
"Hari ini aku ingin menghabiskan waktuku denganmu,aku sangat merindukanmui,waktu 2 hari rasanya belum cukup untuk menuntaskan rasa rinduku."ucapnya sambil mengecup pelipisnya Kintan dengan sangat lama.
Dan kembali memeluknya erat.
Kintan merasakan kenyamanan dipeluk Bima,dia memejamkan matanya dan tanpa sadar meneteslah air matanya,lebih tepatnya air mata kebahagiaan.
"Bahagia."ucapnya menangis dengan membalikkan badannya dan menelusupkan wajahnya ke dadanya Bima.Bimapun merengkuhnya ,memeluknya dengan erat dengan sesekali mencium pucuk kepalanya.
"Ya udah kita makan dulu yux."ajak Bima dengan menggandengnya ke meja makan yang sudah disiapkan.
Hanya diam tanpa suara ,keduanya larut kedalam pikirannya masing-masing.
Entah mengapa pertemuan kali ini sangatlah emosional,keduanya inginnya berdekatan terus,saling memeluk,saling menggenggam,saling mensupport.
"KA,,,,"
"Sayang,,," keduanya saling memanggil berbarengan
"Ladys first."
"Rencananya aku mau ke Surabaya,,banyak barang di tokonya ayah yang sudah habis,bilang ayah ngambil barangnya di pusatnya langsung Surabaya,sedangkan aku belum pernah pergi kesana,,dulu sih pernah masih kecil ayah ngajak aku dan bunda untuk ikut ambil barang, sekarang ayah belum memungkinkan kesana sendiri.Jadi aku yang inisiatif beli barang toko."
"Kapan? nanti biar aku suruh mang Karyo jemput kamu."
"Eh ga usah kak,,aku bisa berangkat sendiri,em,,em."ucap Kintan bingung
"Sayang katakan,jangan ragu."jawab Bima menggenggam jemarinya
"Maukah kak Bima ngantarkan aku ke tempat yang biasa ayah beli barang jualan untuk ngisi toko,karena aku ga tau dimana tempatnya ,alamatnya ada ,cuma belum pernah kesana."
__ADS_1
"Oke,,aku akan siap mengantar tuan putri kemanapun tujuannya, nanti dijemput dari rumah aja ya,aku ga tega kamu berangkat sendiri sampai ke Surabaya ."ucap Bima tersenyum merekah.
"Kakak ngremehin aku?
"Bukan gitu sayang,,masa secantik kamu naik bis terus nanti bersebelahan dengan cowok yang dikenal,kalopun naik grab ,berdua doank dengan sopirnya,oh no,,no."
"ih kak Bima mah mikirnya kejauhan,kalopun naik bis dan bersebelahan dengan cowok,bagus donk ,jadi akunya ada teman ngobrol ,ga bete selama diperjalanan."ucapnya mengerjai Bima
"Apa??? oh tidak bisa,,hari Sabtu kan nanti , akan aku Freekan jadwalku biar bisa kujemput."
"Aduh ga bisa lirak lirik donk nanti."ucapnya masih menggoda Bima.
"Oh sudah ada niatan lirik cowok lain rupanya?ucapnya sambil beranjak mendatangi dan duduk disebelah Kintan.Tempat duduk berupa sofa panjang seperti tempat tidur memudahkan Bima untuk duduk lebih leluasa mendekat kearahnya.
"Kakak mau apa??
"Menurutmu mau apa?? Bima mendekatkan wajahnya ke wajah Kintan ,menyatukan hidung mereka.
Dengan deru nafas yang berat dan tak beraturan ,Bima menyatukan bibirnya **********,menyesapnya berusaha untuk bisa lebih masuk lebih dalam.Perlahan Kintan membuka bibirnya supaya memudahkan Bima untuk bisa lebih masuk ,dan Kintanpun akhirnya bisa membalas ciumannya Bima.Bima yang seolah mendapat angin segar karena Kintan membalas ciumannya,tidak membiarkan ciumannya terlepas.
Berhenti sebentar untuk menghirup udara,
"Jangan pernah sedikitpun lirik dan mikirin laki-laki lain"
bisik Bima yang dijawab anggukan oleh Kintan.Setelah itu mereka kembali menikmati hangatnya bibir mereka masing-masing.Bima yang sudah terbakar gairah merebahkan Kintan tanpa melepas ciumannya.
"Jangan pernah duakan aku kak."ucap Kintan dengan suara berat dikala sesaat mereka berhenti untuk menghirup udara.
Bima menyatukan keningnya dengan rahang yang mengeras menahan gairah yang memuncak.
"Never sayang,,You know how much I Love You."ucap Bima kembali menyatukan bibirnya ,kali ini dengan menyesapnya agak keras dan penuh gairah bahkan semakin menjalar ke leher.Bima membuat jejak tanda kepemilikan di bagian leher bawah supaya tidak terlihat dan membuat Kintan malu.
"Aww,,,ehmm,,ka hentikan." dengan suara berat Kintan menahan Bima untuk menghentikannya.
Bima akhirnya menyudahi dan menghentikan sebelum gairahnya semakin memuncak.
Ia kembali menatap Kintan dengan tersenyum dan membelai wajahnya
"Sekarang sudah jadi pria mesum ya."ucap Kintan dengan senyum simpul.
"Just with u sayang."balasnya dengan mengecup keningnya.
Lalu mereka membenarkan posisi duduknya,Kintan kembali dengan posisi duduk dan lagi-lagi Bima memilih meletakkan kepalanya ke paha Kintan dengan meluruskan kakinya,menikmati waktu yang ada berdua dengan kekasih pujaan.Mereka diam dengan pikiran masing-masing ,yang pasti kenangan indah yang tercipta beberapa waktu yang lalu akan menempati ruang khusus di hati mereka masing-masing,tidak pernah akan terlupa karena kenangan pertama dengan kekasih dan cinta pertama.
Hay readers
gimana sudah pada hareudang
kalo sudah sebaiknya
bubar,,,,bubar πβοΈ
__ADS_1
eh jangan lupa like ,komen dan vote yππ