
4jam berlalu ,tepat jam 12 Kintan sudah menyelesaikan tugas mengajarnya.
Dia bersiap - siap akan pulang ,karena sudah jadwalnya sudah free.
Dengan gaya sexy dan elegannya Kintan berjalan santai menuju parkiran tempat motornya kemarin disimpan oleh pak satpam.
"Miss Kintan."sapa salah satu mahasiswa
dan Kintan hanya membalas dengan senyum serta membungkukkan badannya.
"Ramah banget ya."bisik - bisik mereka.
"Coba tiap hari dosennya bening begini ya,bisa betah dan bikin pintar ini."ucap lagi dari mahasiswa.
"Sudah punya cowok belum ya?"ucap mahasiswa yang lain.
Semua itu terdengar di telinga Kintan ,namun ia hanya menggelengkan kepalanya.
Dari jauh Kintan sudah melihat Bima menunggu dengan gaya coolnya memakai kemeja yang digulung bagian lengannya lengkap dengan kacamata hitam,serta memasukkan kedua tangannya ke dalam saku tampak sedang mengobrol dengan satpamnya.
Kintan berdiri berhenti sebentar mengatur nafasnya,melihat Bima yang sedang mengobrol.
"Rasanya seperti mengulang jaman dulu,kamu yang selalu rela mengantar jemput hanya karena ban motor yang bocor,,"ucapnya yang bertepatan dengan Bu Ayu datang menghampiri Bima dengan sikap manjanya.
Pemandangan itu sontak membuat Kintan kembali sendu,"apakah dia menjadi pengganti ku yang kemarin kamu panggil dengan Ayang." batin Kintan.
Disaat itu Bima yang sedang berbicara dengan Bu Ayu ,menatap Kintan dan seolah tahu akan terjadi salah faham lagi.
Perlahan Kintan berjalan menghampiri mereka dengan perasaan yang panas ,namun sebisa mungkin ia tahan,karena bagaimanapun jika mereka menjalin cinta ,ia harus bisa mengikhlaskannya,toh selama 4tahun ia tidak apa-apa ,baik-baik aja.
"Eh ,,,Miss Kintan,mau pulang?"tanya Bu Ayu yang lebih merapat ke Bima ,seolah ingin menunjukkan ke Kintan mereka memang dekat.
"Oh iya Bu."jawabnya singkat dan sopan tanpa mempedulikan Bima.
"ehmm ,,pak kemana ya motor saya,mau saya bawa ke bengkel."tanya Kintan kepada pak satpam.
"Ogh itu Miss ,,tadi sudah saya bawa ke bengkel,,jadi Miss Kintan tinggal ngambil."ucap pak satpam.
"ogh gitu,,,maaf merepotkan pak,,terima kasih banyak,,,dan ini untuk bapak."ucap Kintan dengan memberikan amplop yang memang sudah ia siapkan ke pak satpamnya.
"Ga usah repot-repot Miss."tolaknya
"Rejeki ga boleh ditolak pak,,untuk istri dan anak bapak."
"Terima kasih Miss."
Bima nampak tersenyum tipis melihat semuanya.Memang ini salah satu yang membuatnya mencintai Kintan.
"Dari dulu tidak berubah ,selalu baik."batin Bima menggaruk tengkuknya untuk menutupi senyumnya karena masih ada Bu Ayu.
"Permisi."pamit Kintan kepada keduanya dengan masih sopan membungkukkan badannya.
"Sok baik,,biar dipuji."ucap Bu Ayu lirih namun Bima mendengarnya.
"Maaf Bu Ayu,,saya permisi ,,bentar lagi ada meeting penting."Ucap Bima berpura-pura melihat arlojinya.
Dan ia berpamitan serta mengucapkan terima kasih kepada satpam karena telah membantunya.
Ya,,memang motor tadi Bima yang menyuruhnya untuk membawa ke bengkel.
Bima segera meluncur ke bengkel untuk menyusul Kintan,tetapi sampai sana ternyata Kintan baru saja pergi.
"Bang ,cewek yang baru saja ngambil motor disini sudah pergi?"
"Oh maksudnya Bu dosen ,,sudah mas baru saja pergi."jawabnya.
Lalu Bima segera melajukan mobilnya kealamat butiq,kebetulan butiq itu juga langganan keluarga Bima yang 4tahun lalu,mereka pernah kesana.
Tidak membutuhkan waktu lama,Bima sudah nyampai ke butiq,melihat motor Kintan sudah terparkir disana membuatnya menggelengkan kepalanya.
"Sudah kayak pembalap aja ,baru beberapa menit sudah nyampai sini."gumam Bima dengan melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam.
Didalam sudah pada ngumpul,Kintan,Aya ditemani sampingnya Fero yang selalu nempel kepadanya.Lalu Icha ,Tata serta Faiz yang disampingnya.Mereka bercanda bersama mencerca Icha yang bilangnya akan mengenalkan mereka kepada seseorang yang spesial namun belum ada nampak batang hidungnya.
Tiba-tiba Tata memukul bahu Icha
"Cha ,,jangan bercanda Lo ya,,gila Lo ya,,Lo mau khianati Kintan lagi."cerocos Tata yang melihat Bima muncul dari pintu masuk.
__ADS_1
"Lo ngomong apaan sih Ta."jawab Icha bingung.
"Tadi Lo bilang mau ngenalin seseorang yang spesial dan dia akan kesini,,tuh tuh jangan bilang Lo sama,---"omongan Tata membuat semuanya menoleh ke arah Bima.
Tata,Icha tampak melongo menutup mulutnya ,hanya Kintan dan Aya terlihat santai.
"Hay Broo,,,wuih orang luar negeri baru muncul nih."ujar Faiz dengan menepuk bahu Bima.
"Apa kabar bro."tanya Fero ganti memeluk sahabatnya.
"Sejauh ini masih baik-baik saja,tapi melihatmu akan menikah nampaknya tidak baik-baik saja,,iri gue,,haha."jawab Bima dengan tertawa kecil.
"Belum baikan?"bisik Fero ke Bima.
Bima hanya menggelengkan kepalanya.
Bima lalu menghampiri Kintan yang sedang duduk,dan mengecup pucuk rambut Kintan
"Hay sayang,,kenapa ga nungguin aku ,,hemm."ucap Bima santai tanpa mempedulikan Kintan yang menolehkan kepalanya kesamping menghindari tatapan Bima.
"Tunggu-tunggu ,,kalian??
Kak Bima kapan balik kesini."tanya Tata sambil menyatukan kedua jemarinya tanda mereka menyatu kembali.
"Kurang lebih 2minggu,,oh iya selamat ya kapan acaranya?."ucap Bima.
"2bulan setelah acaranya Fero."jawab Faiz dengan mengecup pelipisnya Tata.
"Waahh ,,kayaknya feelingku habis kita ,Kintan dan Bima yang bakalan nyusul nih beb."celetuk Tata ke Faiz.
"Semoga secepatnya ya bro."ucap Faiz meninju pelan bahunya Bima.
Bima hanya melirik Kintan dengan tersenyum.
"Ehh,,enak aja gue dulu kali."ucap Icha ga mau kalah.
"Lah ,Lo mau duluan calon aja belom punya."jawab Tata.
Icha hanya mencebikkan mulutnya
Dan semua kaget disaat cowok yang mau dikenalkan Icha sebagai kekasihnya sudah datang.
"Sini,,,sini."Icha melambaikan tangannya ke arah Radith yang baru datang dan dia menghampiri para sahabat itu berkumpul.
"Ka Radiiiith."panggil Kintan kaget.
"Sayang biasa aja."Bima menatapnya dengan tajam.
Kintan tampak acuh dan tidak menghiraukannya.
"Kalian ??"tanya Kintan masih terkejut sambil bergantian memandangi Icha dan Radith.
Icha mengangguk terlihat malu-malu.Radith duduk di lengan kursi samping nya Icha dengan mengulas senyumnya.
"Waahh selamaaattt."ucap Tata ,Aya dan Kintan bersamaan lalu mereka bersama-sama memeluk Icha.
Setelah acara berkumpul dengan fitting baju selesai,mereka memisah untuk pulang bersama pasangannya masing-masing.
"Kunci motornya mana?"tanya Bima mensejajarkan jalannya dengan Kintan yang menuju motornya.
"Mau apa?"Kintan berhenti langkahnya menghadap Bima.
"Mau ngojek"jawabnya tersenyum.
"Kakak kan bawa mobil sendiri,,lagian nanti ada yang marah ,jelous ,labrak aku."ucapnya menyindir.
"Ga akan,,,boleh ya,,please?"tanyanya lagi
"Gaa."jawab Kintan ketus sambil berlalu.
namun Bima mencekal lengannya.
"Kita perlu bicara banyak hal,,jadi kita pulang boncengan ,aku pengen naik motor,, with you."ucap Bima dengan menatap Kintan tajam dan sendu.
Seolah terhipnotis dari kata-kata bima,ia menganggukkan kepalanya.
Bima tersenyum dan mengambil kunci motornya,lalu segera naik ke motor.
__ADS_1
"Ayo naik."ajak Bima.
Kintanpun nurut dan naik dibelakang.
"Tapi aku pakai rok."Kintan nampak ragu-ragu karena menurutnya kurang leluasa kalau harus bonceng miring.
"Kita pulang dulu ke apartemen,lalu dinner diluar."
kalau sudah begini ,Kintan hanya bisa menurut,karena jiwa ketegasan Bima memang selalu membuatnya tak berkutik.
Bima merasa bahagia bisa berboncengan naik motor lagi setelah 4tahun berlalu.
Dia nampak tersenyum sendiri ,hal itu dilihat oleh Kintan.
"Ngapain sih senyum-senyum sendiri."
"Kapan lagi bisa memboncengkan Bu dosen yang cantik,,hehe tapi sayang sekarang menjadi galak."
Jawab Bima menoleh sekilas dengan senyum
"Biarin."jawabnya singkat dengan memalingkan muka.
Dan mereka sampailah di apartemen,membersihkan badan,berganti baju sebentar lalu berangkat dinner.
Bima sudah memesan tempat di salah satu resto.
"Tadi kakak bilangnya mau ada yang diomongin ,mau ngomong disini apa dilain tempat?"tanya Kintan disaat menikmati makanannya.
"Nanti aja ya,kita makan dulu."
Sesudah itu mereka saling diam tidak ada obrolan apapun,hanya saling tatap dan menghabiskan makanannya.
Disaat asyik dalam diam ,muncul Bu Ayu yang melihat sosok Bima dari kejauhan.Bu ayu yang malam itu berpenampilan sexy datang menyapa dan mendatangi meja keduanya.
"Hayy Bim,,,wah ga nyangka ketemu lagi disini,,lagi membahas pekerjaan ya sama Miss Kintan."tanya Bu Ayu tersenyum paksa dan melirik ke arah Kintan.
"Hay ay,,sendirian?"tanya Bima balik karena dia malas menjawab pertanyaan Bu Ayu.
"Lagi nunggu teman sih,kebetulan ada kamu ,,boleh gabung ga?"tanya Bu Ayu dan Bima hanya melirik Kintan.
Kintan masih tampak cuek menikmati makanannya,tapi tiba-tiba ia berdiri.
"Oh tentu saja Bu Ayu,,silahkan duduk ,kebetulan saya sudah selesai dan mau pergi,, silahkan nikmati waktu kalian."jawab Kintan tersenyum dan justru memperlihatkan sikap elegannya.Dia berdiri meraih tasnya
"Permisi,kalau gitu saya pamit dulu."ucap Kintan membungkukkan badan dengan hormat dan berbalik badan.
Bima nampak kaget dengan responnya.
Tak disangka dia menunjukkan sikapnya seperti tadi ,elegan,sopan namun jelous yang sangat terlihat.
Bima tersenyum menggelengkan kepalanya melihat Kintan berjalan ke arah keluar resto.
"Ay,,maaf banget sepertinya gue harus ngantar Kintan balik,kasian perempuan mana sudah malam ,takut terjadi apa-apa dijalan,, jadi silahkan tunggu temanmu disini,,dan tenang aja sudah aku bayarin sekalian."ucap Bima tanpa menyinggung perasaan Ayu.
"Oke ,,no problem,,thanks ya."
Bu Ayu harus menelan kekecewaan lagi ,karena lagi-lagi gagal untuk mendekati Bima.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Udah up tuh say
1500 kata Lo say
jangan bilang singkat dan pendek lagi ya😂
Ayang Bima belum bisa baikan aja??
sabar ,,,hati itu butuh pelan-pelan ya sayang
nanti begitu kena
wuih bucinnya berlipat ganda🤪😘🥰
jangan lupa like ,kasih kopi dan Bunga juga oke..
happy reading🙏🥰😘
__ADS_1