Cintaku Berlabuh Di Surabaya

Cintaku Berlabuh Di Surabaya
35. Pingsan


__ADS_3

Mereka tiba di resto XX,Kintan dan Aya berjalan beriringan ,sementara Bima berjalan dibelakangnya.


Tata dan Icha sudah menunggu di meja yang mereka pesan sebelumnya.


"Hey,,sini."panggil Icha dengan melambaikan tangannya begitu melihat kedatangan Aya,Kintan dan Bima.


Tata dan Icha duduk bersebelahan ,kursi disebelah Icha kosong,maksudnya memberi ruang untuk Bima supaya bisa duduk didekatnya.


"Kak Bima,,,,duduk si..."belum selesai dengan kalimatnya,Bima ternyata sudah menarik kursi yang ada disebelah Kintan dan duduk disebelahnya.


Dan itu membuat Icha mengernyitkan dahinya.


"Maaf ya nunggu lama."suara Bima memecah keheningan yang tercipta seketika itu.


"Kita juga baru nyampe."balas Tata.


Tidak lama Fero juga datang,karena Aya sebelumnya sudah menelfonnya.


"Hay bro."ucap Fero ke Bima.


"Hay juga bro."


Fero menarik kursi yang ada di sebelah Aya.


Suasana makan siang itu sedikit berbeda dari sebelumnya,terdapat sedikit ketegangan dan kecanggungan.Icha sedikit menaruh curiga dengan Bima dan Kintan,tetapi dia berusaha menepis rasa curiganya.


"Ka Bima ,,coba deh makanan yang kupesan ini ,enak loh,,bilangnya sih ini jadi favorit menu di resto ini."Icha menyodorkan sendoknya ke mulut Bima bermaksud menyuapinya.Dan itu langsung ditepisnya oleh Bima dengan mengambil makanannya sendiri dan menyendokkannya ke mulutnya.


Lagi-lagi itu membuat Icha kecewa.


Setelah semua berkumpul dan dalam keheningan,Bima membuka suara dengan mengatakan kejujuran mengenai hubungan cintanya.


"Baiklah karena semua sudah berkumpul ,ada yang ingin aku omongin ke kalian."Bima melirik Kintan yang ada disebelahnya.Kintan hanya menunduk,gugup dan bergetar.


Tanpa dia sadari Bima yang melihatnya langsung menggenggam jemari Kintan yang ada dibawah meja,seolah menguatkan perasaan gadisnya itu.


"Aku ingin jujur kalo aku dan Kintan sudah jadian,kami sepasang kekasih,aku mencintai Kintan,kuharap kalian akan mensupport hubungan kami,dan persahabatan kalian tetap baik tidak ada yang berubah."Bima memandang Icha ,ya karena hanya Icha yang diyakini Bima akan bermasalah dengan Kintan.


Tata hanya melongo mendengar apa yang sudah disampaikan Bima,kaget dan tidak bisa berkata apa-apa.


"Ga ,aku ga percaya,,kalian ngeprank kan?"ucap Icha yang merasa tersayat hatinya ,karena ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan.


"Cha,,itu benar,aku dan Kintan sudah kenal lama sebelum aku tahu kalo kalian sahabatan.Waktu ketemu dirumahmu dulu,sebenarnya kita sudah saling kenal, dan aku sudah jatuh cinta padanya,,di pertemuan pertama kami."jelas Bima supaya semua menjadi faham.


"Ka Bima pasti bohong kan supaya aku ilfeel dengan kak Bima,terus jadi ga cinta ,,Ka Bima bisa merasakan apa yang kurasakan bukan? aku cinta dengan ka Bima,,"ucap Icha

__ADS_1


"Cha,,cinta ga bisa dipaksa ,aku hanya menganggap kamu sebagai adikku,,seperti hanya Fero ,kalian sudah kuanggap bagian keluargaku."balas Bima.


Icha ga bisa berkata apa-apa,hanya sesak dan sakit yang dia rasakan,begitu juga Kintan ga kalah sakitnya melihat persahabatan sepertinya akan renggang gara-gara cinta.


Dengan rasa nyesak didada,Icha mencoba bangkit dan mengatakan


"Selamat,,semoga kalian bahagia."ucap Icha dengan berdiri dan pergi meninggalkan makan siang mereka ,dengan berkaca-kaca berusaha terlihat tegar.


"Cha tunggu."Kintan mengejar Icha yang sudah pergi dari tempat itu.


Kintan menarik tangannya Icha untuk berhenti


"Cha,,,Maaf bukan maksudku untuk,,-"belum selesai Kintan menjelaskan ,Icha sudah memotong pembicaraannya.


"Gue kecewa sama lu Tan,,setelah semua persahabatan diantara kita,,dan lu sudah menghancurkan semua,,gue tadi ngomong didepan Ka Bima hanya berpura-pura mendukung kalian,tapi gue akan merebut Ka Bima dari lu ,kita bersaing ,oh iya satu hal lagi,,gue ga mau ngomong sama lu lagi,,kalo lu akan ngadu ke ka Bima tentang percakapan ini,,silahkan ,dan gue akan tambah benci sama lu."Ucap Icha sambil menyeka air matanya dan pergi meninggalkan Kintan yang mematung berdiri karena merasa syok dengan apa yang sudah disampaikan sahabatnya.


Kintan yang mendengar semuanya merasa syock,pandangannya seketika kabur dan gelap badannya terasa lemas,tidak berdaya,dan ambruk dan akhirnya pingsan seketika.


Bima menoleh kearah Kintan ,karena merasa khawatir semenjak Kintan berinisiatif mengejar icha,Bima langsung berlari kearah Kintan.


"Sayang,,,sayang bangun."Bima berusaha menepuk pipinya,dan menaruh kepalanya dipangkuannya.


Semuanya berlari kearahnya,


"Bim gimana?


Mobil segera melaju menuju Rumah Sakit,


Bima menggendong Kintan ,suster segera berlari dengan membawa ranjang dorong,


"Suster tempatkan di ruang VVIP." suster pun segera mengikuti permintaan Bima dan memasukkannya di ruang VVIP.


"Pak silahkan registrasi dulu,kami akan segera memanggil dokternya."kata salah satu susternya.


Dan setelah dirasa registrasi sudah beres,dokter juga sudah memeriksa Kintan dan keluar dari ruang tersebut,Bima langsung menyambutnya dan bertanya


"Dok,gimana keadaannya?


"Semua dalam kondisi baik,tidak ada riwayat penyakit yang harus dikhawatirkan,tapi pasien masih dalam keadaan lemah,pasien hanya mengalami syock saja,,usahakan kedepannya jangan ada yang membebaninya lagi."ujar dokter.


"Terima kasih dok,,sekarang boleh saya masuk." ucap Bima


"Silahkan."kata dokter


Bima pun memasuki ruangan dan duduk di pinggir ranjang nya Kintan,Kintan terbaring lemah dengan infus yang terpasang.Bima meraih tangannya serta mencium keningnya.

__ADS_1


Bima merasa sedih,tersayat hatinya melihat kekasihnya terbaring lemah.


Kintan akhirnya terbangun karena merasa terusik dengan adanya Bima disampingnya.


"Kak,,,haus."ucapnya yang langsung direspon Bima dengan mengambilkan minum


"Minum pelan-pelan sayang."


"Kak,,aku mau pulang,bunda pasti khawatir."


"Bentar ya ,aku tanya dokter dulu ,sudah boleh pulang belum? Ucap Bima sambil membelai pipinya.


"Kak,,gimana aku bisa mengalah dengan Icha kalo kamu sayang dan perhatian banget kyk gini,,hiks,,hiks."gumam kintan dalam hati diikuti air mata yang menetes.


Tidak lama dokter dan suster datang untuk melepas infus dan memberi nasihat untuk "jangan stres ,semua permasalahan jangan dibuat beban pikiran yang akhirnya bisa menimbulkan stres,santai menjalani permasalahan,semua pasti ada jalan keluar,,semoga cepet sembuh."begitulah nasihat sang dokter


"Terima kasih dokter."ujar Bima dan Kintan bersamaan.


Dokter meninggalkan ruangan itu dan tiba di pintu ,sang dokter membalikkan badannya


"Oh iya satu lagi,,semoga kalian berjodoh."ujarnya lagi sambil berlalu.


"Aamiin."jawab Bima sambil tersenyum dan melirik Kintan.


"Ayo sayang,,jalan pelan-pelan ya,,apa perlu aku gendong sampai parkiran depan."goda Bima.


"idih,,emang kuat,aku berat Lo."jawab Kintan.


"Kamu meragukan aku sayang,,,kamu ga sadar siapa yang gendong kamu tadi ,,,


atau mau bukti lagi?


"Ga ah,,malu,,jalan sendiri aja."jawab Kintan yang wajahnya sudah merona.


Di sepanjang perjalanan ,dia hanya mengajaknya bercanda ,bercerita hal yang lucu.Bima tidak berani bertanya karena mengingat kondisi Kintan yang masih lemah,dia ga mau membebaninya dengan pertanyaan dan keingintahuan tentang apa yang dikatakan Icha sampai membuat dirinya pingsan.Begitu juga dengan Kintan ga mau membuat persahabatan nya semakin hancur dengan kebencian yang Icha rasakan ke dia ,jika Kintan mengadu ke Bima.


"Aku akan melindungimu dengan caraku sendiri."begitulah gumam Bima dalam hati.


...Cinta itu membutuhkan pengorbanan,...


...entah itu perasaan atau fisik ,...


...dan akan selalu minta pengorbanan,...


...karena cinta itu penuh rintangan....

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2