Cintaku Berlabuh Di Surabaya

Cintaku Berlabuh Di Surabaya
108. baby


__ADS_3

Setelah urusan kantor dan meeting selesai ,Bima dan Kintan beranjak pergi meninggalkan kantornya Bima.


Mereka makan siang di restoran kecil di pinggir jalan permintaan dari Kintan yang menjadi langganannya dulu waktu awal masuk kuliah. Tetapi sebelumnya mereka mampir ke apotik untuk membeli tespeck.


"Yank,,aku takut hasilnya negatif dan akan mengecewakanmu."ucap Kintan menghadap ke arah Bima saat ia menyetir.


"Kita ga pernah tahu kalau belum dicoba ,,kalaupun hasilnya negatif ya ga papa kita coba lagi,,aku pasti kerja keras mewujudkannya."jawab Bima tersenyum mengerlingkan matanya dan mengusap rambut istrinya.


"Isshh,,itu mah maumu."jawab Kintan memukul lengan Bima.


"Sudah berapa lama telatnya?"tanya Bima saat mereka berhenti karena lampu merah.


"Harusnya tanggal 1 sudah datang tamunya,tapi ini sudah tanggal 20 ya."jawabnya lagi.


"Ogh anak papa,,,sudah di perut mama ya?"ucap Bima mengelus dan mengecup perut istrinya,karena masih lampu merah jadi Bima bisa melakukannya.


"Doakan aku beneran ada ya papa."ucap Kintan menirukan suara anak kecil.


Mendengar itu Bima terkekeh merasa sangat bahagia dan ia pun langsung menarik tengkuknya Kintan untuk melabuhkan ciuman ke bibir kenyal dan manis istrinya.


Menyesapnya tiada henti dengan menimbulkan decapan demi decapan yang membuat hasrat dan gairah mereka terbakar kembali.Bima menurunkan dress Kintan untuk mengeluarkan salah satu semangka nya yang menurutnya memang tambah besar dan menghitam di sekitar pucuknya.


"Ughhh,,,pelan-pelan sayang."ucap Kintan yang melihat Bima langsung menerkam pucuk itu dan menyesapnya dengan lahap seperti bayi kehausan.


Tin


Tin


Tin


Suara bel dari kendaraan dibelakangnya saling bersahutan karena lampu sudah berganti hijau, hal itu membuat Bima segera menyudahi kegiatan enaknya.


"Kamu selalu lupa diri dan lupa tempat."Kintan menarik hidung Bima gemas.


"Memabukkan sayang,,,"Bima terkekeh dan melajukan mobilnya lagi.


.


.


.


Setelah dari apotik dan makan siang diresto yang dipengeni Kintan ,mereka memutuskan untuk singgah istirahata di apartemen sampai sore,malam nya akan kembali lagi di rumah utama.


"Sayang,,,,berhenti bentar,,,aku mau rujak buah itu."tunjuk Kintan yang melihat penjual rujak dipinggir jalan,dan Bima langsung memberhentikan mobilnya.


Tidak menunggu lama Kintan masuk ke mobil kembali dengan menenteng dua bungkus rujak buah yang langsung dibukanya dan dilahapnya.


"Sayang,,jangan banyak-banyak makannya ,ngilu ih aku lihatnya."ucap Bima menoleh dan melihat cara makan istrinya yang lahap.


"belum kenyang habis makan 2 porsi?"tanyanya lagi.


"Seger yank,,mau coba??tadi aku pesan sengaja mangga semua,, kecut seger."Bima melihatnya hanya bergidik ngilu.


"Udah yang ini nanti lagi ,,jangan dihabiskan ,aku ga mau kalau nantinya perutmu sakit,,tadi pagi ga ingat sudah minum jus jeruk segitu banyaknya."ucap Bima lagi.


"Hehee iya."Kintan hanya nyengir lihat Bima mengomelinya.


"Kamu sexy tahu yank kalau pas ngomel gitu kayak emak-emak yang sen kiri belok kanan,,xixixi."ucap Kintan terkekeh dan seketika timbul pikiran kotor membayangkan adegan panas bercinta mereka.


Bima melihatnya seketika mengernyit heran ada apa istrinya yang Mesam mesem sendiri.


Bima menyentuhkan tangannya ke kening Kintan.


"Tidak panas."gumamnya namun masih


terdengar oleh Kintan.

__ADS_1


"Are you oke?"tanyanya lagi.


"Ishh,,,merusak lamunanku aja."jawabnya.


"Ngelamunin apa ,,hemm??"


"Adegan panas kita,,,upss." Kintan keceplosan bicara dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.Tetapi hal itu malah membuat Bima terkekeh ,akhirnya tanpa ba bi Bu Bima menggendong Kintan sampai memasuki apartemen yang kini sudah beralih atas nama Kintan.


.


.


.


Tiba di apartemen Bima langsung melucuti pakaian Kintan dan membaringkannya di tempat tidur.


Dengan pemanasan sebentar ,pusaka Bima sudah meminta masuk ke sarang sempit yang menggigit itu.


Permainan penyatuan pun sudah dimulai dengan gerakan maju mundur cantik ,Bima mendesis nikmat.Sumpah demi apapun milik Kintan semakin terasa sempit ,hangat dan menggigit miliknya Bima.


Hal itu semakin membuat keduanya panas dingin gemetar seluruh badan.


Sehingga membuat keduanya mengerang dengan nafas terengah-engah.Bima melepas pusakanya yang sudah melemas karena sudah menyemburkan saos mayonais nya ke rahim istrinya.


"Sayang,,,, mau lagi??" Bima dibuat melongo dengan permintaan istrinya yang mau berhubungan lagi,pasalnya dia sendiri sudah merasa lelah ,tapi demi istrinya ,dia hanya mengangguk pasrah.


.


.


.


Keesokan paginya Bima dan Kintan berniat untuk pulang kerumah.


Jam 5 pagi Bima dikejutkan dengan Kintan yang tiba-tiba bangun dengan sedikit berlari kekamar mandi.


Tidak lama terdengarlah


Hoek


Hoek


Bima langsung bangun dan memakai boxernya untuk menyusul istrinya.


Bima sudah melihat Kintan lemas menyandar di dinding washtafel.


Bima langsung memijit leher belakang.


"Sudah belum muntahnya?"


"Masih mual,,,Hoek ,,Hoek ."Kintan kembali memuntahkan tetapi ga ada yang keluar karena belum makan.


Dirasa sudah tidak muntah ,Bima langsung menggendong istrinya untuk dibaringkannya ke ranjang.


Bima mendekap Kintan ,memberinya kehangatan.


"Tuh kan kemarin keenakan makan rujak mangga, jadi perutnya sakit kan?"ujar Bima yang membuat Kintan hanya bisa memejamkan matanya.


"Masih mual?"tanyanya lagi.


"Pusing,,,"jawabnya.


"Mau makan ?biar aku pesanin bubur ya?"ucap Bima dengan mengelus punggung polos istrinya.


Kintan menggelengkan kepalanya


"Pengen peluk erat aja."Lalu Bima mengeratkan dekapannya dengan mencium kening Kintan lama.

__ADS_1


Merekapun akhirnya sama-sama tertidur kembali dengan saling mendekap mencari kehangatan.Setelah satu jam berlalu keduanya terbangun.


"Yankkk,,,pengen nasi gorengnya mami,,,mami masak ga ya?"rengek Kintan.


"Bentar kutelfon mami dulu ya?"


.


.


"Halo mi ,,mami dimana,sedang apa?"


"Dihalaman depan ,nih lagi merawat tanaman mami,ngambilin daunnya yang mati,,kenapa Bim?


"Ini mi,,,Kintan pengen nasi goreng buatan mami."


"Apa menantu mami sehat-sehat aja?"


"Tadi pagi mual mual mi,pusing kepalanya ,tidur bentar ,eh bangun-bangun minta nasi goreng buatan mami."


"Apa kemarin dia makan yang aneh-aneh?"


"Rujak mangga aja mi,,,sudah kubilangin tapi malah dihabisinnya,,sekarang sakit kab perutnya."


"Xixixixixii,Alhamdulillah."ucap mami ditelfon.


"Mi,,,mami jahat banget malah ucapin Alhamdulillah."


"Selamat ya nak,,,semoga aja dugaan mami bener,,eh saran mami kintan suruh cek kehamilan ,kamu beli diapotik tespeknya."


"Ya ampun mii,,,Bima lupa,,kemarin sudah beli ,sepertinya belum dicoba ,ya udah deh Bima tutup ya mi,,jangan lupa nasi gorengnya,,love you mi."Bima menutup telfonnya dan segera menghampiri Kintan yang masih meringkuk dibalik selimutnya.


"Sayang."Bima mengusap rambutnya dan mengecup keningnya.


"Eughhh."Kintan melenguh.


"Kemarin sudah dicoba belum tespeknya?


Kintan melototkan matanya dan menggelengkan kepalanya.


"Coba gih."titah Bima yang langsung dibalas anggukkan oleh Kintan.


Setengah jam berlalu ,Kintan keluar dari kamar mandi dan membawa hasil tespeknya.


"Gimana?ko mukanya sedih?"tanya Bima ga sabaran.


"Maaf."


"Ga papa sayang ,kalau belum hamil,,mungkin tadi kamu hanya masuk angin."


"Isshh,,,aku kan belum selesai ngomong."


"Ya udah aku tungguin."ucap Bima menahan tawa dengan memegang tengkuk lehernya.


"Maaf ,,,karena sudah membuatmu jadi PAPA."


sorak Kintan dengan menunjukkan garis dua di tespeknya.


Bima bahagia langsung memeluk dan memutarkan tubuh istrinya.


Lalu memposisikan berlutut mencium perut Kintan.


"Hay baby ,,sehat-sehat ya sayang ,anak papa,,jangan buat mama sakit ya sayang."Bima mengecupi perut istrinya.


"Iya papa."jawab Kintan dengan menirukan suara anak kecil.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


Maunya baby nya twin apa ga ya?🤔


__ADS_2