Cintaku Berlabuh Di Surabaya

Cintaku Berlabuh Di Surabaya
23. I love you


__ADS_3

Kintan berjalan dengan digandeng Bima,rasanya sudah pengen nyungsep ke bantal karena saking bahagia dan malunya(lebih tepatnya malu malu meong🙈)


gimana ga bahagia coba digandeng dengan cowok yang tinggi,putih,atletis,memiliki mata elang yang jika hanya dengan menatap lawannya aja sudah bikin klepek-klepek.


"bukannya jelasin,malah main gandeng aja,,aku kan butuh kejelasan."gumamnya dalam hati


"duh,,duh udah kayak mau nyebrang aja ,bergandengan ,,,so sweat"ledek Aya.


Kintan yang menyadari ada Fero langsung melepaskan tangannya dari genggamannya Bima.Bimapun menyadari kegelisahan hatinya Kintan.


"ayo kita masuk ,filmnya sebentar lagi dimulai."ajak Fero yang diikuti anggukan ketiganya.


Film sudah mulai diputar,pengunjung tidak terlalu penuh ,mungkin mereka kurang menyukai film horor. Aya dan Kintan duduk bersebelahan,sedangkan sebelah kanan Kintan ada Bima,dan sebelah kiri Aya ada Fero ,mereka duduk di kursi bagian tengah.


Saat film diputar aura mencekam sudah terasa,berapa kali Kintan mencoba menutup matanya karena ketakutan.Dia memang tidak menyukai film horor,,dengar cerita horor aja ketakutan apalagi nonton langsung,ditambah lampu bioskop yang dimatikan saat film diputar.


"kenapa,takut ya."ucap Bima berbisik


Kintan hanya menganggukkan kepalanya


"ay,,udah yux kita keluar."ucap Kintan mengguncang lengannya Aya


"baru pertengahan,,belum seru"Aya yang memang syuka horor nampak tidak mempedulikan ajakan Kintan.


Kintan yang memaksakan untuk melihat,akhirnya menjerit saking takutnya ,seolah-olah itu nyata.


"hey,,,tenangkan dirimu,,ayo sebaiknya keluar"Bima menenangkan Kintan dan mengajaknya keluar ruangan.


"gawat kalo diteruskan nontonnya bisa bahaya anak ini."gumam Bima dalam hati


Bima terus merangkul memeluknya dari samping menenangkan Kintan yang tampak ketakutan.Kintan yang tanpa sadar membalas pelukan Bima (karena nyaman apa takut beneran nih,,cie😁)


Bima membawanya ketempat yang lebih tenang


"ka,,kita mau kemana"


"ke tempat yang lebih tenang dan menyenangkan"


mobilpun berhenti di sebuah pantai yang pemandangannya tentunya tidak semencekam seperti didalam ruangan bioskop tadi.


"kita sudah sampai,ayo turun,, apa mau dimobil aja."ajak Bima senyum


"eh,sudah nyampe ya,,,waaah pantai yeayy."saking senangnya langsung dibuka pintu mobil dan ia melepas sandal nya berlari seperti anak kecil yang lagi mengejar layangan.


"pelan-pelan ga usah lari,ga ada yang ngejar juga ,,,sebahagia itu ya dia ,,menggemaskan sekali hehee"ucap Bima menggelengkan kepalanya


"ayo kak,,kejar aku."teriak Kintan kegirangan


"okeeyyy,,kalo itu maumu aku akan mengejarmu"dan merekapun berlari saling mengejar ,sampai akhirnya Bima meraih pinggangnya Kintan


"udah ya jangan lari lagi,,aku ga mau kamu kecapekan."ucap Bima yang masih melingkarkan tangannya di pinggang Kintan

__ADS_1


Kintan memandang Bima dengan wajah yang merah merona


"makasih ya kak udah membawaku kesini."


"kenapa tadi ga bilang kalo ga syuka film horor"


"aku ga enak dengan kak Fero dan Aya yang sudah belikan karcisnya"


"lain kali kalo ga ada aku ,jangan nonton film horor lagi."


"iya"


"anak pintar"ucap Bima sambil mengacak rambutnya kintan


"ehm,,,kak"


"iya ,,kenapa"ucap Bima lembut sambil menyibakkan rambutnya kintan ke telinganya


"kak Bima belum jawab pertanyaanku yang sebelum masuk ruangan tadi"


"ehmm,,,,harus dijawab ya"ucap Bima acuh


" ga usah dijawab ga apa-apa."balas Kintan sambil cemberut dan membalikkan badannya


Bimapun langsung mencegah lengannya dan membalikkan badannya lagi,sekarang mereka kembali berhadapan


"jangan ngambek,,,pertama aku minta maaf soal seminggu ga menghubungimu,


yang kedua soal makan malam ,,,orang tuaku dan orang tua Ica itu sahabatan sudah lama,aku juga ga tau makan malam itu sudah direncanakan karena pas orang tua Ica ke Surabaya,,jadi aku kan ga enak kalo sampe ga ikut makan malam ,tapi ga ada yang spesial malam itu,palagi seperti yang kamu bilang perjodohan,,ga ada perjodohan ,kalopun ada rencana menjodohkan aku dengan Ica ,aku akan yang akan pertama kali nolak.


yang ketiga ,,soal Fero sudah tau kalo aku cuma menganggap adiknya seperti adikku juga tidak ada perasaan lebih.


Dia tau siapa yang aku sukai,dan dia sangat menghargai arti sebuah perasaan ,cinta tidak dapat dipaksa, cinta akan berlabuh di tempat yang tepat,,jadi buang semua prasangka kamu seperti tadi,,,okey??"


"tapi kak,,,ak- aku"sebelum melanjutkan perkataannya bibir Kintan sudah ditutup dengan telunjuknya bima


..." aku tau hatimu lagi gundah...


...menahan rasa gelisah...


...mencintai namun tidak berani...


...sayang,,jangan ragukan rasa ini...


...biarlah aku yang mengejarmu...


...mendapatkanmu dan mencintaimu...


...I LOVE YOU "...


(aduh Abang Bima,,,adek meleleh,,eh salah author meleleh ,pengen meluk tapi didepan tembok,,iya deh author meluk tembok aja yang penting Abang bahagia😁🙈)

__ADS_1


Bima masih menatap Kintan dengan lekat,


begitu juga dengan Kintan masih melongo serasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan Bima barusan,,"iya ka Bima sudah menembakku ,apa aku lagi mimpi."gumam kintan dalam hati.


"jangan pernah takut dengan perasaanmu,jangan pernah membohongi perasaanmu,biarlah cinta itu tumbuh dengan sendirinya,dia akan tau kemana akan berlabuh,,I love You Kintana Larasati."ucap Bima lagi


Terasa seperti tersengat listrik,seketika badan Kintan panas tapi bukan terbakar,dingin tapi bukan es,membeku seperti patung


"hey jawab donk"ucap Bima menyentil hidungnya


"aduuhh ka bima,,sakit tau"


"habisnya kamu malah bengong,,ngelamun,,ayo donk jawab"


"jawab apa???"


"dasar Maemunah ga peka"


"ih,,,masa cantik cantik dibilang Maemunah."


"habisnya kamu ga peka,,,aku sudah nyatain perasaanku yang tulus loh,,kamunya malah ga respon,,,kan aku jadi benci."ucap Bima


"benci????ka Bima segitu cepatnya benci"


"iya,,aku benci ,,bener-bener cinta😄"


Kintan pun mencubit lengannya Bima dan berbalik badan


"Kintan jawab donk?"


setengah berteriak dan masih dengan mode mengharap jawaban Kintan,Kintan sendiri malah berlari agak jauh dari Bima untuk menyusuri pinggir pantai


disaat Bima menundukkan kepalanya karena ga ada respon dari Kintan , dan malas untuk mengejar larinya kintan


tiba-tiba Kintan membalikkan badannya daaannnn


"I Love You Too Ganindra Abimana "ucap Kintan sambil berteriak


Bima yang mendengarnya tersenyum lebar


"apa???? katakan sekali lagi,,aku ga dengar."teriak Bima sambil mendekat ke arah Kintan


setelah mereka mendekat dan posisinya berhadapan lagi,Kintan pun menjawab lagi


"I Love You Too Ganindra Abimana."


ombak pun seolah menjadi saksi atas menyatunya perasaan dua insan yang saling mencintai.Angin yang bertiup sepoi-sepoi juga menjadi saksi mereka berdua.


Rambut kintan yang terurai menutupi wajahnya disibakkan oleh Bima


"terima kasih my love,,

__ADS_1


Arghhhhhh,,,aku bahagiaaaaaa" teriak Bima yang meraih pinggangnya Kintan , sedikit mengangkatnya dan memutarkannya (yang seperti di drama Korea itu 😄)


__ADS_2