Cintaku Berlabuh Di Surabaya

Cintaku Berlabuh Di Surabaya
82. Wisuda 2


__ADS_3

Bima tampak terpukau menatap tanpa kedip kearah Kintan yang memakai gaun,padahal baru memakai gaun aja terlihat cantik,segar.


"Cantik banget sih?"ucap Bima yang langsung menghampiri dan memegang pinggul rampingnya Kintan.


"Wangi."Bima menempelkan bibirnya dan menciumi leher putih Kintan.


"Bilangnya mau cepet,,,mandi kakkk,,,ogh."ucap Kintan terbata dan menggigit bibir bawahnya karena ulah Bima.


"Yank,,aku ingin vitamin bentar aja ,boleh ya?"tanpa menunggu jawaban Kintan ,Bima menarik Kintan untuk duduk di pangkuannya ,sedangkan Bima sudah duduk di tepi sofa dekat ranjang.Bima pelan-pelan membuka resleting gaunnya dan nampaklah bukit kembar yang terbungkus.Bima mengecup bibirnya dan mel*ma*nya dengan pelan ,mengabsen setiap inchi pinggirnya dan mencoba masuk ke dalam dan memainkan lidahnya di dalam mulutnya.Suara kecapan yang terdengar semakin membuat tangannya menyusup ke pembungkus bukit indahnya,melepaskan pengaitnya dan memainkan jemarinya yang membuat keduanya hanya memejamkan matanya menahan gelenyar sengatan tapi bukan aliran listrik😀.


Bima membenamkan kepalanya di dadanya,men**l*t dan menyesap seperti bayi yang kehausan.Sementara Kintan menahan kenikmatan itu dengan menyisirkan jemarinya ke rambut Bima dan menggigit bibir yang sudah terasa bengkak akibat ulah Bima.


"Shhh,,ahh."suara itu akhirnya lolos juga dari bibir Kintan,karena Bima ga berhenti untuk memberinya sensasi.


"Sayang kita nikah yux, aku ga tahan."ucap Bima mendongakkan kepalanya dan menatap Kintan dengan sendu.


"Lalu ,sekolah ,impian,keluarga dan cita-cita kita gimana? bukankah kakak mau melanjutkan ke Paris dan diharapkan bisa meneruskan bisnis keluarga? lalu aku ,,aku masih ingin kuliah, membuat ayah bunda bangga,,kakk??"ucap Kintan terbata karena Bima sudah menyesap lagi choco chip yang sudah menjadi tempat favoritnya.


"Aku berat pisah sama kamu lagi yank,,selesai wisuda aku akan ke Paris lagi ,,kemarin papi menyuruhku berangkat karena biar ga ganggu kamu ujian, disana papi sengaja memberiku banyak pekerjaan agar lupa untuk menghubungimu ,,tapi akhirnya aku merengek ke papi untuk mengijinkan ku pulang karena aku selalu kepikiran sama kamu,kangen,,kebetulan juga dapat kabar tentang kepastian acara wisuda ,jadi disinilah aku sekarang."ucap Bima yang masih menahan pinggang Kintan untuk tetap dipangkuannya.


"Benarkah??,,ugh kasian,,, tapi aku sepertinya harus berterima kasih sih sama papi ,karena berkat rencana papi ,ujian ku jadi lancar tanpa hambatan dan gangguan,hihihi."


"Dasar ya,, emang kamu ga kangen sama aku."ucap Bima sambil mendusel dan menggesekkan kepalanya kedada Kintan.


"ih kak,,stop ,,geli."ucap Kintan dengan menahan kepalanya Bima agar menghentikan aksinya.


"geli -geli enak ya."jawabnya tersenyum menggoda Kintan.


"Mauku sebelum ke Paris ,kita nikah,,karena aku disana agak lama yank,,2tahun bahkan bisa lebih,,aku ga bisa jauh yank,,ga bisa."


Sebelum Kintan menjawab,


Ponsel Bimapun berdering,papi menelfonnya.


"Iya Pi."


".... "


"Di jalan Pi,,ni mau berangkat."bohong Bima.


"Iya bentar lagi kami sampai."ucap Bima dan segera menutup telfonnya.


"Sayang,aku mandi bentar ya,,kita sudah ditunggu papi."


"Emang kita mau kemana?"


"Kita akan makan malam bersama."


"Ya udah kamu siap-siap,, tapi jangan bermake up yang tebal,terus lisptiknya tipis aja jangan tebal dan jangan yang merah."


"iya,,bawel ih,,cepetan mandi sana."Kintan segera bangkit dari pangkuannya Bima dan menuju meja rias untuk membenahi gaun dan merias wajahnya yang tipis sesuai permintaan Bima.

__ADS_1


Cup


Bima lagi-lagi mencuri ciuman di bibirnya Kintan sebelum akhirnya masuk kamar mandi.


Tak lama Bima pun keluar dari kamar mandi dan sudah memakai jas dengan warna sama dengan gaun Kintan.


Giliran sekarang Kintan yang tampak terpukau melihat kegagahan Bima yang memakai jas,karena ini baru pertama kalinya dia melihat Bima memakai baju formal begini.


"Ah kenapa kamu tampan sekali."ucap Kintan melihat Bima dengan tanpa kedip.


Lalu menghampiri dan mengalungkan tangannya keleher Bima,


"Rasanya semakin hari kegantengan kamu semakin meningkat dan membuatku selalu rindu,terutama dengan mata elangmu ini."ucap Kintan yang ditanggapi Bima dengan hanya terkekeh dan mengecup keningnya.


"sudah siap berangkat nyonya Abimana?"


Kintan mengangguk dan mengapit lengannya Bima.


Dan kini mereka sudah sampe ke resto yang dituju,sebelum Kintan turun ,Bima memiliki sebuah permintaan untuk menutup mata Kintan dengan menggunakan kain.


"Sayang tutup mata dulu dengan kain ini sebelum turun."tanpa menunggu jawaban Kintan,Bima langsung menutup matanya dengan kain.


"Kak,,ko gitu sih,,aku ga bisa lihat."


"Pegangin tangan aku,Jangan lepaskan ,ayo ikuti aku."


Bima membukakan pintu mobilnya,dan menuntun tangannya Kintan untuk berjalan pelan-pelan.


"Sebentar lagi sampe ,ayo jalan lagi pelan-pelan."ucap Bima.


Dan suasana tampak hening ,Bima melepaskan tangannya untuk mundur dibelakang Kintan ,meskipun sedikit mengerjainya dengan tidak mengeluarkan suaranya dan seolah membuat Kintan merasa ditinggalkan,padahal hanya mundur dibelakangnya guna melepas kain penutup matanya.( dasar Bima nakal ya😂)


"Kak,,ka Bima ga lucu ya,,bilang jangan lepasin tanganmu,,ini kenapa kamu ga ada?


Kak,,,kak,,hiks hiks." rengek Kintan dengan meraba disebelahnya yang kosong dan dengan rasa ketakutannya.


"Aku disini sayang,kulepas ya,,setelah hitungan ketiga buka mata,, satu ,,dua ,,tiga."ucap Bima yang akhirnya tidak tega.


"Surpriseeee." Teriak semuanya.


Disitu sudah berdiri dan berkumpul kedua orang tuanya,dan orang tua Bima, bahkan Fero,Faiz,Icha,Tata,Aya,Davin .Semuanya kompak berteriak dengan suara yang nyaring,karena tepat dihari itu Kintan berulang tahun ,dan sekaligus merayakan kelulusan Kintan dan Bima dengan meraih hasil yang memuaskan dan membanggakan bagi kedua pihak keluarga.


Tanpa berkata-kata lagi ,Kintan langsung terduduk speacles ,hanya isakan tangis yang keluar.Bahagia yang dirasa lengkap karena berkumpulnya orang-orang yang tersayang.


Bima mengulurkan tangannya kepada Kintan yang terduduk saking speaclesnya.


Kintan meraih uluran tangan Bima,


"Selamat ulang tahun,,selamat sudah lulus."ucap Bima tersenyum dengan mengusap air matanya.


"Suka kejutannya?"

__ADS_1


"Sangat suka,,aku aja bahkan lupa dengan ultahku sendiri,, hiks hiks."


"Kapan kamu menyiapkannya kan seharian hanya sama aku,,, dan satu lagi kenapa kamu sangat menyebalkan."ucap Kintan lagi dengan memukul bahu Bima.


"Tapi cinta kan?"jawab Bima dengan terkekeh menanggapinya dengan meraih jemarinya dan mengecupnya.


Mereka duduk bersama di meja panjang untuk menikmati menu yang sudah dipesan,suasana sangat rame karena celetukan-celetukan para sahabatnya.


Dan tidak terasa 1jam sudah berlalu ,waktu tidak terasa berlalu jika dalam kebersamaan dengan keluarga dan teman.


Tapi nampaknya teman-temannya tidak enggan berlalu,masih ada ngumpul ditempat yang sudah disediakan oleh Bima.


Yach tempat berkumpulnya anak muda.


Bima sudah menyediakan tempat dan menu serba panggangan.


Namun tidak dengan Bima dan Kintan,mereka masih ditahan untuk membicarakan hal yang penting dengan orang tua mereka.


"Jadi begini Bim dan nak Kintan,papi dan ayahmu merasa ini waktu yang tepat untuk kita membicarakan soal kalian, kami tahu kalian sudah tidak dapat dipisahkan lagi,untuk itu kami selaku orang tua menanyakan mau dibawa kemana hubungan kalian?"tanya papi.


"Benar ,,kita hidup di negara timur ,meskipun kami percaya dengan kalian yang tidak akan mencoreng nama baik keluarga,tapi fitnah diluar itu sangat besar,dan kami tidak ingin terjadi sama keluarga kita,, sekali lagi ayah juga tanya kalian maunya gimana?"kali ini ganti ayah yang menimpali.


"Maaf ayah ,papi,,Bima sangat serius dengan Kintan ,Bima mencintainya dan sudah berniat melamarnya,namun Bima tidak ingin egois ,Bima menyerahkan semua keputusan ditangan Kintan,karena Bima tidak ingin ada pemaksaan dalam hubungan pernikahan."


"Bagaimana denganmu nak?"tanya ayah kepada Kintan yang tertunduk.


"Ayah ,bunda,mami,papi ,,maafkan Kintan ,bukan Kintan menolak ajakan kak Bima,tapi Kintan hanya ingin menyelesaikan kuliah dulu,Kintan hanya ingin menunjukkan ke ayah bunda kalau Kintan bisa sukses dan membuat ayah bunda bangga."


"Berarti 3-4tahun lagi,baiklah papi ga masalah ,yang menjalani adalah kalian ,kita sebagai orang tua hanya mendoakan,kamu tidak ada bedanya dengan Bima sama-sama anak tunggal yang menjadi tumpuan harapan satu-satunya orang tua,ayahmu dan papi tentunya mengharapkan kesuksesan kalian,,berdoa saja semoga kedepannya kalian berjodoh,karena rencananya setelah wisuda Bima akan kembali ke Paris melanjutkan bisnis yang baru dirintis disana serta sekalian menempuh S2 disana."ucap papi bijaksana.


Kintan hanya menunduk ,ucapan papi telah menohok hatinya ,tak terasa matanya sudah berkaca-kaca,dan semua itu tidak luput dari pandangan Bima, dia menggenggam jemari Kintan yang ada dibawah meja.Memberi kekuatan bahwa cinta mereka tulus,meskipun nantinya banyak halangan dan rintangan selama LDR.


.


.


.


Akhirnya up juga


harap maklum ya readersku🙏


thank you sudah rela mampir untuk membaca ceritaku.


apalah diriku tanpa dirimu


wahai readersku😘😘


so happy reading


🥰🥰🥰🥰😘😘😘😘😘❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2