Cintaku Berlabuh Di Surabaya

Cintaku Berlabuh Di Surabaya
47.Bahagia Bersamamu 3


__ADS_3

Kintan memandang langit-langit kamarnya dengan perasaan yang tidak bisa diungkapkan,meraba bibirnya yang sedikit terasa tebal akibat ulah Bima .Ingin rasanya diri menolak sentuhannya ,tapi penolakan itu tidak sesuai dengan ekspetasi


ingin menolak tapi hati selalu menerima setiap sentuhan Bima.


Seolah yang dipikirkan merasa,akhirnya ponselnya berdering.


Bima


Drzttt drztt


Bima. : ko belum tidur ,udah malam loh.


Kintan : Kaka sendiri kenapa belum tidur?


Bima. : ga bisa tidur,lagi mikirin kamu, belum ada sehari rasanya udah kangen banget.


Kintan : idih gombal banget.


Bima. : kamu ko kelihatan ada yang aneh ya,,


Kintan : apaan ?


Bima. : itu bibir kamu semakin tebal dan manis


Kintan : issh,,dasar mesum


Bima hanya terkekeh dan menjahili Kintan sepertinya sudah menjadi hobinya.


Kintan yang dijahili hanya langsung menutup mukanya dengan bantal


Bima. : Ya udah bobo ya,,waktuku besok seharian kuhabiskan denganmu.


Love you ,nice dream.


Keesokan harinya di keluarga Kintan


Seperti biasa pagi ini keluarga mereka setelah menunaikan sholat subuh ,jalan jalan pagi sebentar lalu menyiram tanaman sayur yang sudah menjadi rutinitas sehari-hari.


Diawali Bunda yang membuat menu sarapan ,ayah yang duduk di teras depan sambil berolah raga ringan,dan Kintan yang bertugas membersihkan rumah seperti menyapu ,mengepel ,menyiram tanaman sayur ,menata ruangan.


Setelah semua beres barulah ia membersihkan diri di kamar mandi dan membantu bunda menyiapkan sarapan.


"Bun,,ayah ngobrol sama siapa di depan?


"Paling sama tetangga."


Tidak lama setelah terdengar obrolan mereka


"Assalamu'alaikum "


"wa'alaikumsalam " Kintan dan bundapun menoleh ke pusat suara.


"Bunda ga bosen kan sama Bima ,apalagi Bima mau numpang minta sarapan.hehehe


"Owalah nak Bima to,,bunda kira siapa yang ngobrol sama ayah,, ya boleh banget bunda ga bosan malah seneng ,pagi-pagi sudah didatangi tamu ,didatangi tamu pagi hari itu mendatangkan keberkahan dan rejeki loh,,sini duduk,,mau minum apa ,tapi sarapan belum masak bentar lagi , ,sayang buatin minum donk." perintah bunda ke Kintan.


Kintan menatap Bima dengan wajah merona


"Mau minum apa kak?


"Terserah adinda aja , apapun yang adinda buatkan kakanda akan meminumnya dengan senang hati."

__ADS_1


"Tuh Bun,,pagi-pagi udah godain." Kintan merengek ,bunda hanya tersenyum melihat ulah mereka.


"Bunda ,,apa syaratnya untuk jadi calon mantu."tanya Bima yang memang gayanya terbuka banget dengan orang tua Kintan.


"Harus lulus sekolah dulu ,kerja yang benar biar bisa memberi nafkah anak istri."


"Tuh dengerin apa kata bunda,,,wlee." jawab kontan dengan mencibir kearah Bima.


"Siap bunda,,bentar lagi Bima wisuda lulus dan siap kerja untuk melamar anak bunda."ucapnya penuh keyakinan.


Sarapan akhirnya sudah siap.Ayah bunda Kintan dan Bima duduk bareng untuk menikmati sarapan yang sudah tersedia di meja makan.


Ayah tampak senang dan banyak ngobrol dengan Bima. Karena memang Bima pandai menghargai orang tua,dengan sikapnya yang ramah ,ada aja yang diomongin ,dari mulai kuliahnya ,keluarganya sampai merambah ke bisnis.


"Nduk,,kalo mau jalan cepetan siap-siap mumpung masih pagi,,biar ga kesiangan sampai rumahnya."ucap ayah yang membuat Kintan mengernyitkan dahinya dan menatap Bima.


"Iya yah,,bentar Kintan ambil tas dulu."


Setelah mereka berpamitan kepada ayah dan bunda,lalu seperti biasa ,Bima membukakan pintu untuk mempersilahkan Kintan masuk ke mobil duluan.


"Sudah ganti pakai mobil ,kapan gantinya semalam apa tadi pagi? terus ketemu Icha ga?tadi ngobrol apa sama ayah ,kenapa ayah tadi ngomongnya ka Bima mau ngajak ke tempat keluarga,emang mau ke mana? ke tempat siapa? keluarga yang mana?Kintan mencerca pertanyaan dan menghadap ke wajah Bima.


Bima hanya tersenyum mendengarnya tanpa ingin menanggapi.Sambil mendekatkan wajahnya ke arah Kintan


"M-mau apa? tanyanya gugup. Bima bukannya menjawab tapi terus mendekatkan wajahnya dan....


Klik


Bima memasangkan sealtbealt nya Kintan.


"Pacarku ini ternyata bawel juga ya."Bima menyentil hidungnya dengan menggunakan jari telunjuknya.


Cup


Bima mencium keningnya 1menit,2menit, 5menit belum juga dilepasnya,sampai Kintan melemah


"Kakk nanti dilihat ayah." suara Kintan parau memanggilnya dan berusaha mendorong dadanya Bima,selain itu mereka masih berhenti didepan rumahnya Kintan.


Dan akhirnya Bima melepaskan ciumannya.


"Sudah selesai marahnya sayang,,atau mau lagi dengan yang itu biar semakin tebal."ucapnya terkekeh dengan menunjuk bibirnya.


Akhirnya setelah perdebatan kecil diantara mereka ,Bima malajukan mobilnya ,terlebih dulu menghidupkan radio di mobil.


"Untuk menambah semangat di Minggu pagimu hari ini bersama orang-orang terkasih tentunya ,yux kita dengarkan dengan lagu berikut." begitulah kata penyiar radionya


Bahagia aku bila bersamamu


Tenang hatiku dalam pelukanmu


Tetap denganku hingga kau menua


hingga memutih rambutmu


Senang hatiku hidup bersamamu


Belahan jiwa jagalah diriku


Karena denganmu damailah hatiku


menualah bersamaku

__ADS_1


(Haico - bahagia bersamamu )


Kintan yang sudah suka sejak kemunculan lagu itu ,ikut menyanyi,menatap dan tersenyum kearah Bima.Jemari Bima pun meraih jemarinya Kintan,menggenggam erat seolah tidak akan pernah terlepasdan melepaskan.


Tangan kanannya memegang stir mobil,tangan kiri nya memegang jemarinya Kintan,sambil mengecupnya berulang kali,apalagi disaat Kintan ikut menyanyikan lagu tersebut dengan penuh penghayatan penuh menatap Bima.


"Adek,Abang ga kuat kalo adek menatap Abang terus menerus seperti itu."ucapnya sambil mengerling dan mencium tangannya.


"Sejak kemunculan lagu itu ,aku syuka banget kak."


"Tau ga ,itu laguku untukmu loh."


"Issh,,ngarang."


"Loh betulan,,kan aku yang menciptakan ,just for u,,mewakili hatiku banget,, I'm happy with you,, I Love You."ucapnya sambil mengecup tangannya Kintan.


Setelah perjalanan yang sedikit berliku dan lumayan membuat perut terguncang.Akhirnya mereka sampai di sebuah rumah yang bangunannya seperti villa dengan gaya bangunan minimalis tapi bernuansa pedesaan dengan dikelilingi taman di sisi kanan dan kiri bangunan rumah tersebut.Bangunan yang terlihat sederhana tapi memberi kesan adem,nyaman dan segar udaranya.


"Rumah siapa kak."


"Ini rumah om permana ,istrinya itu adiknya mami,tapi mereka terpisah oleh keadaan ekonomi keluarga.Semalam aku juga baru tau karena mami juga baru dapat kabar kalau adiknya sekarang berdomisili di Malang .Jadi mumpung aku disini diminta untuk mencari keberadaannya.


"Oh begitu,,ko sepi rumahnya ?


"Ayo kita turun dulu."


Bima segera turun dan membukakan pintu untuk Kintan.Lalu meraih tangannya untuk digenggamnya.


Seorang wanita yang seumuran dengan maminya nampak sudah menyambut kedatangan mereka.Saudara kandung memang tidak bisa dipungkiri,wajahnya Tante mirip dengan wajah maminya.


"Pasti kamu Ganindra Abimana."ucapnya sambil memeluknya.


"Iya Tante."jawabnya sambil membalas pelukan tantenya dan mencium punggung tangannya.


"Dan siapakah gadis cantik ini?


"Oh iya kenalkan Tante ini kekasihku."


Kintan yang dikenalkan sebagai kekasihnya Bima hanya tersenyum menahan malu dengan sikap Bima yang tanpa basa basi mengakuinya sebagai kekasihnya kepada keluarganya.


"Assalamu'alaikum Tante ,saya Kintana Larasati."ucapnya dengan mencium punggung tangannya.


Merekapun masuk ke ruang tamu dan mengobrol tentang masing-masing keluarga mereka yang sudah terpisah waktu dan jarak.Mengisahkan masa kecil Tante dan mami yang penuh dengan cobaan dan pengorbanan.Dari situ Bima menjadi lebih faham jika sifat baik,lembut ,mempunyai rasa kepedulian tinggi yang dimiliki dari mami berasal dari pengalaman hidupnya yang pahit di masa kecilnya.


"Ga nyangka ya Tante sama mba Gina ko sama hanya punya anak cowok satu-satunya."


"Oh iya mana sekarang sepupuku dan Om Tante."


"Om dan Adit lagi ada dirumah yang dikota,paling nanti sore baru jemput tante, kalian nginap sini aja biar bisa ketemu om dan Adit nanti."


"Aku sih pengennya gitu Tante,tapi lagi bawa anak orang nih,berabe jadinya."ucap Bima sambil melirik dan mengedipkan matanya ke Kintan.


Merekapun tertawa bersama,setelah dirasa cukup pertemua awal mereka,akhirnya Bima pamit dan janji lain kali akan menemui Tante lagi.Sebagai bukti kepada mami ,mereka berfoto bertiga dan mengirimkannya ke mami.


"Lain kali kesini lagi ya,,anak cantik bilang Tante kalo Bima sampai macam-macam, biar Tante jewer nanti telinganya." Kintan hanya menanggapi tantenya dengan tersenyum.


"Doakan ya Tante biar kita jodoh."


"Sepertinya kamu sudah ga tahan ya Bim?


"Banget Tante ,tiap hari pengennya nempel terus ,takut hilang Tante."ucapnya sambil meringis karena Kintan yang sudah mencubit pinggangnya.

__ADS_1


__ADS_2