Cintaku Berlabuh Di Surabaya

Cintaku Berlabuh Di Surabaya
55.Always Love You


__ADS_3

"Pinter ngegombal sekarang ya."ucap Kintan berdiri dan berjalan menuju villa Aya.


Bima tersenyum dan berjalan menyusul langkah Kintan.


"Sudah ga ngambek kan?


"Jadi mau pulang apa nginap?"ucap Bima mengerlingkan dan menaikkan alis matanya.


"Bawel ih,,nyebelin."balas Kintan dengan memalingkan muka yang sudah merona merah karena sudah salah sangka kepada Bima.


Bima langsung meraih jemarinya untuk dia gandeng dan menciuminya.


Merekapun melajukan motornya menuju ke villa Aya,karena sebentar lagi akan turun hujan.


Tiba divilla Aya,hujan langsung turun dengan derasnya.


Dengan posesifnya,Bima menggandeng tangannya Kintan memasuki rumah Aya.


"Ah syukurlah akhirnya Bima berhasil membawamu kesini lagi."ucap Aya muncul dari arah dapur,karena mendengar suara Kintan.


"Wah yang, sepertinya ada yang mau kangen-kangenan nih."ucap Fero meraih pinggang Aya untuk diraih kepangkuannya.


Bima yang disindir bukannya malu malah segera memeluk Kintan dari belakang.


"Banget Fer,,kangen banget dengan si cantik yang menggemaskan satu ini."


Cup


Bima mencium pelipisnya,rambutnya,dan pipinya Kintan dengan gemas.


"Kak,,malu ih."Ucap Kintan dengan pipi merah merona.


"Wah pas banget cuacanya dingin ini yang."ucap Fero ke Aya.


Bima menarik Kintan untuk duduk di pangkuannya,dan memeluk pinggangnya.


"Jadi sudah berbaikan nih ceritanya? sudah ga saling blokir lagi nih? salah fahamnya sudah berakhir?"


Bima semakin mengeratkan dekapannya,mengecup pundaknya berulang kali dan membelai rambutnya.


"Kak,,malu ."Kintan berbisik dan merasa risih dengan tingkah manja Bima.


Bima hanya terkekeh dan nampak tak peduli dengan kata-kata Kintan,dia tetep aja mengeratkan pelukannya,mencium tengkuknya.Karena baginya bisa berdua lagi dengan Kintan adalah hal yang membahagiakan dan tidak mau ia lepas.


"Aku kangen,kangen banget,,anggap aja kita hanya berdua sayang." kata Bima terkekeh menatap Fero dan Aya.


"Sialan Lo."Fero melempar bantal kearahnya.


"Kemarin aku dilarang ngajak kamu yang ,,apa jadinya kalau aku ga ngajak kamu,bener- bener aku hanya akan jadi obat nyamuk,,enak mereka sayang-sayangan ,lah aku melongo ,ya udah makanya aku ngajak kamu." kata Aya ke Fero.


"Tau gitu aku ga ikut ay,,ternyata ini rencana kalian,,huftt."Kintan beranjak berdiri.


"Sayang jangan marah,,kamu mau kemana?" tanya Bima.


"Ke toilet,,mau ikut?"tanya Kintan yang mengundang gelak tawa Fero dan Aya.


"Emang boleh?"kata Bima ga mau kalah.

__ADS_1


"Boleh,,tapi nunggu diluar."


Bima yang mendapat jawaban Kintan boleh,segera beranjak berdiri dan mengekor dibelakang Kintan.


"Dasar buciin."ucap Fero dan Aya berbarengan dengan suara gelak tawa yang tak bisa tertahankan.


Sikap posesif Bima terbukti dengan menunggu Kintan keluar dari toilet.


"Ya Tuhan Kak Bima ,ngagetin aja ih,,"ucap Kintan memegang dadanya karena kaget mendapati Bima yang beneran nunggu diluar pintu toilet.


Bima segera meraih jemarinya Kintan ,menggandeng menuju ruang tamu bersama Fero dan Aya.


"Lihatlah mereka lebih hot dari kita."ucap Bima berbisik ke Kintan karena mendapati Fero dan Aya berciuman dengan posisi Aya dipangkuan Fero.


"Gigit aja terus kalau perlu sampe pagi."Bima terkekeh sudah berhasil membuat mereka melepas ciumannya dengan muka Aya yang merah.


"Sayang ,tutup matamu,jangan sampe melihat adegan orang dewasa."ucap Bima menutup mata Kintan dengan kedua tangannya.


"Kak,,aku tadi sudah lihat."kata Kintan menahan tawanya.


"Apa??"


"Kalian sudah menodai mata kekasihku dengan melihat tingkah mesum kalian,,kalau kekasihku ingin hal yang sama gimana?"ucap Bima menatap Kintan.


"Bim,,kamar ada di sebelah sana,loe tahu kan arahnya,,kalau ga tau buka google map."ucap Fero terkekeh.


"Sialan Lo."kata Bima membuat mereka terkekeh.


Tiba-tiba Bima menarik tangannya Kintan dan diajak menuju kamar yang ditunjuk Fero.


Bima merapatkannya ke tembok,membelai pipi dan rambutnya.


"Jangan menjauhiku lagi."katanya lagi.


"Apa kau merindukanku?"


"Do you still love me?"tanya Bima dengan memegang dagunya Kintan.


Sapuan jari Bima ke bibir Kintan membuatnya seperti tersengat listrik,panas,membara dan menimbulkan debaran dihati Kintan.


"Harusnya aku yang bertanya,,apa kakak masih mencintaiku?"tanya Kintan yang berani memegang pipinya Bima.


"Always."jawab Bima cepat.


"Apa kakak merindukanku?"ucap Kintan dengan suara parau karena tatapan Bima yang tajam dengan senyum manisnya.


"Always Miss you."jawab Bima cepat.


"Apa kakak masih mencintaiku?


"Apa kakak akan sabar menghadapi kecemburuanku?"


"Always sayang,, Aku selalu dan akan selalu mencintaimu,merindukanmu."


"Always Love you,,only you."ucap Bima dengan rahang menegang.


"Katakan kamu mencintaiku sayang?"tanya Bima dengan mengusap pipinya.

__ADS_1


"Iya,,Aku mencintaimu,aku-.. aku merindukanmu sayangku Ganindra Abimana."ucap Kintan membelai rahangnya Bima.


Setelah menahan hasratnya, Bimapun menempelkan bibirnya ke bibir Kintan,menciumnya dengan lembut.


Rindu membara yang dirasakannya selama perpisahan mereka berbaur jadi indahnya kenikmatan tautan bibir lembut,kenyal.Mereka saling meluapkan rasa enggan saling melepas.Disela-sela berhenti hanya untuk mengambil nafas dan saling mengatakan "I love you" kembali lagi menciumnya,**********.Bima mencoba memasuki ke dalam rongga mulutnya Kintan,agar bisa menghisap lidahnya.


Akhirnya Kintan membuka bibirnya untuk membiarkan lidah Bima memasuki kebagian dalam.


Ciuman panas dan menuntut terjadi,Bima mengangkat tubuh Kintan untuk dibawa masuk ke kamar dan direbahkan ke ranjang,tentunya tanpa melepas ciuman mereka.


"Kak,,Ahhh."******* Kintan meluncur disaat Bima menciumi lehernya.


Bima semakin menggila hanya karena mendengar ******* sang kekasih.


Tangan Bima meraba perut lalu ke punggungnya melepas pengait branya.


Bima menyingkap kaos yang dipakai Kintan,hingga kaos itu berhasil dilepasnya.


Bima menatap lekat kewajah Kintan yang tampak sayu.


"Sayang aku sangat merindukanmu, aku ga tahan,,bolehkah aku??"Bima menahan hasratnya yang sulit dikendalikan.


"Kak,,kita harus nikah dulu,bagaimana kalau nanti hamil."tanya Kintan dengan perkataan polosnya.


Bima hanya tersenyum sambil memainkan tangannya di gunung kembar milik Kintan.


"Bagus donk,,aku ga sabar punya anak darimu sayang."


"Isshh,,kakak kenapa jadi mesum."


"Gara-gara kamu ,siapa suruh blokir telfonku,


Setelah kamu lulus nanti ,kita nikah ya."


"Ka Bima ngelamar aku?


"Iya."jawab Bima.


"ih,,ga romantis banget."


"Cie,,jadi kamu maunya yang romantis? jadi lamaranku diterima nih kalau dengan cara yang romantis?"Bima mencolek pinggangnya,menggelitikinya sampai Kintan meliukkan pinggangnya kekiri dan kekanan.


"hihihihihi,,geli kak."


Mereka terus saling menggelitiki,bercanda perang guling bantal ,lari memutari ranjang kesana kesini tanpa mengenakan kaosnya masing-masing.Kintan tidak menyadari hanya dengan menggunakan bra berlarian menghindari kejaran Bima.


Bima terkekeh melihat Kintan yang dalam keadaan seperti itu.


"Bahagiaku adalah kamu,,my love."gumam Bima dengan menatap Kintan.


🌸❤️Maaf ya readersku lambat up lagi


karena ada acara dirumah.


Maafkan author


author love kalian

__ADS_1


terima kasih sudah setia menanti hingga episode 55.❤️😍


__ADS_2