
4 tahun kemudian
Tahun begitu cepat berganti ,Kini Kintan semakin dewasa ,meskipun usia yang masih muda dan belum memperoleh gelarnya,namun berkat kecerdasan dan keuletannya dia berhasil menjadi dosen ilmu pendidikan. Kini kesibukannya sangat padat.Selain mempersiapkan ujian skripsi ,dia juga dipadatkan dengan jadwal mengajar yang padat.Bu Dahniar selalu mensupport dan memotifasi Kintan,sehingga beliau sendiri yang merekomendasikan Kintan untuk menggantikan jabatannya sebagi dosen.
Beliau sangat puas dengan kinerja Kintan selama jadi ASDOSnya,banyak mahasiswa yang berhasil dengan nilai memuaskan tanpa mengulang matkul yang dia ajarkan.
Sedangkan Bu Dahniar kini resmi menjadi rektor menggantikan rektor lama yang sudah pensiun,otomatis tidak menjabat sebagai dosen lagi ,maka dari itu jabatannya sebagai dosen ilmu pendidikan diserah terimakan kepada Kintan.
Hari ini juga tepat universary dirinya dan Bima.Seperti yang dilakukan setiap tahun dirinya akan berkunjung ke pantai tempat jadian mereka dulu.
Dia juga rindu dengan ayah bundanya ,kebetulan ada jadwal kosong hari ini ,oleh karena itu dia manfaatkan untuk mengunjungi kedua orang tuanya,dan berniat mengajak kedua orang tuanya ke Surabaya untuk menemaninya di apartemen.
Sekarang dia tinggal di apartemen sendiri,
dia merasa kesepian di apartemen,karena Icha sudah pindah ke rumah sendiri yang baru dibelinya dari hasil kerjanya.
Dia menjadi wakil direktur di perusahaan mebel papanya membantu Fero sang kakak.
Tata juga sudah pindah dari apartemen ke rumah orang tuanya karena tidak lama lagi akan dipersunting Faiz.
Sedangkan Aya juga akan menikah dengan Fero,rencananya sebelum nikahannya Tata.
Jadi Aya juga akan menempati rumah barunya nanti bersama Fero ,makanya dia kembali tinggal dengan orang tuanya
terlebih dahulu karena akan mempersiapkan untuk acara pernikahannya.
Tetapi meskipun begitu ,tiap Weekend mereka masih mengusahakan menginap di apartemen untuk menemani Kintan dan sekedar melepas kerinduan mengenang saat kebersamaan tinggal bareng, mereka merasa kebersamaan itu terasa begitu singkat.
Dan entahlah ketika masing-masing sudah akan menikah dan dengan kesibukan masing-masing ,masihkah mereka akan tetap bisa berkumpul seperti dulu?
.
.
.
Kintan pergi ke Malang seorang diri,kali ini Rey tidak bisa mengantarnya karena ada keperluan lain.
Rey akan menjemput bosnya yang tak lain adalah Bima, dia akan menjemputnya di Bandara.
Kintan sudah tiba di pantai ,berjalan menyusuri pasir di tepi pantai ,berdiri menghadap besarnya ombak yang menghantam batu karang.
"Sudah 4 tahun kenapa aku masih ga bisa melupakanmu? entah aku bisa nunggu sampai kapan? kabarmu aja aku ga pernah tahu,seolah kamu sudah hilang ditelan bumi,mencoba bertanya tentangmu namun tak ada yang bisa menjawabnya,
apakah kamu sudah melihat kesuksesanku sekarang?kamu tahu ,kamu seorang pembohong ,bilangnya dulu akan selalu mensupport ,tapi mana buktinya? tanya kabarku aja ga pernah,, aku benci aku benciii."Kintan bermonolog sendiri dan melempar kerikil ke tengah lautan meluapkan kekesalannya dengan teriakannya.
Dia membuka ponselnya ,ingin mengshare ke medsos tentang keberadaannya di pantai.
Tanpa sengaja dia melihat storynya Bima di ig "✈️🇲🇨❤️"
Kintan membelalakkan matanya ,tiba-tiba dadanya berdegup kencang, dilihatnya story itu sudah 1jam yang lalu,dan kini kembali tidak aktif.
"Apakah itu artinya?"Kintan kembali memegang dadanya yang berdebar-debar.
Akhirnya Kintan hanya mengshare gambar "4th🏖️ ".
Kintan menghembuskan nafasnya dengan kasar.Sudah 1jam dia berada di pantai melepaskan penat dan menyegarkan pikirannya sebelum kembali ke aktifitas padatnya.
__ADS_1
Ponsel nya berdering ketika dia melihat dilayar Aya menelfonnya.
Kintan :"Hayyy sayangkuh."sapanya di telefon.
Aya : "Loe di pantai?,,kapan balik?
Kintan : Nanti sore langsung balik,jemput bunda ma ayah dulu biar ada yang nemenin aku di apartemen.
Aya : Syukur deh jadi loe ga sendirian ,,hari Sabtu harus datang ke pernikahan gue ,awas aja kalau ga datang.
Kintan : Sabtu Yach,,, hmm oke dech pasti kuusahakan datang sayangku,,your my best friend masa aku ga datang di hari bahagiamu sih ?
Aya : Oke dech kutunggu ,,bye sayangku
Kintan : Bye,,
Setelah Kintan mengakhiri pembicaraannya dengan Aya,ia beranjak pergi dari pantai untuk segera pulang.
"Minggu ini,,,berarti status tadi😳??"ucap Kintan lirih dengan menutup mulutnya.
"Apakah takdir akan mempertemukan kami kembali?"Kintan bermonolog lagi,tapi entahlah gimana aku harus menghadapimu jika kita bertemu🤷,hatiku masih sakit😥.
.
.
.
Kintan sudah dirumahnya dan segera meminta orang tuanya bersiap ,karena setibanya nanti sampai di Surabaya,ia akan memberi kejutan kepada ayah bundanya.
"Ayah dan bunda sudah siap?
"Kita tunggu taxi nya datang Bun,Kintan sudah pesan tadi."
Sementara Bima sudah tiba dari bandara dan dijemput Rey.
"Bos ,kita mau kemana?"
Bima tidak segera menjawab ,dia mengaktifkan ponselnya dan medsosnya.
Disitulah dia membaca statusnya Kintan
"4th🏖️" ,dia baca komen-komennya tapi tak ada satupun yang dibalas Kintan.
Hatinya berdegub kencang antara berani apa tidak untuk menghubunginya.
"Bos?"kembali Rey bertanya.
"Rey,,loe pernah mengantar Kintan ke pantai yang di Malang?"
"Pernah bos."
"Kita kesana sekarang,,terus nanti lanjut menuju ke jalan X "
"Jalan itu bukannya jalan rumah orang tuanya non Kintan bos?"
"Yup ,,loe benar,kita jalan."
__ADS_1
"Siap bos."
Seolah tidak ada rasa capeknya ,kerinduan,ketakutan akan penolakan yang akan ia terima telah mengalihkan rasa lelahnya.Mengurus perusahaan yang baru dirintis serta bersamaan menempuh kuliah yang sangat membuat otaknya mendidih ,namun semangat dalam dirinya bertumbuh 1000xlipat karena ingin segera menyelesaikannya dan bisa pulang ke tanah air secepatnya.
Akhirnya sekarang ia disini ,dipantai yang menjadi tempat berikrarnya janji dengan sang kekasih.Tempat yang menjadi momen keromantisan antara mereka,saksi bisu kisah cinta mereka.
Ia berharap bisa ketemu Kintan disini,tetapi harapan tinggal harapan.Ia tidak menemukan Kintan dipantai.Sejenak ia menikmati pasir berbisik, udara segar dan suara debur ombak yang menghantam karang.
Setelah dirasa cukup puas,akhirnya ia menuju kerumah Kintan.
Tiba tepat di persimpangan,mobilnya berpapasan dengan taxi yang ditumpangi Kintan dan orang tuanya.
Bima dan Rey tidak mengetahuinya,namun Kintan menyadari dan langsung menoleh kebelakang.
"Kayak mobilnya Rey,,dengan siapa dia ,seperti dengan seseorang dibelakang ,,sepertinya aku kenal,,,is that you??? tapi ga mungkin,,achh,,,mungkin aku salah lihat."gumamnya.
Kintan tidak mau hanya mengira tapi ia yakin itu mobil yang sering mengantar jemput dia selama ini "tapi bukankah bilangnya dia ada urusan penting,,kutelfon sajalah biar aku ga berprasangka."ucapnya dalam hati.
Kintan mulai menelfon Rey,
sedangkan Rey yang merasa ponselnya bergetar langsung melihat si penelfon ternyata nona nya.
"Bos,,nona Kintan menelfon."
"Angkat aja tapi jangan bilang loe bersama gue dan jangan bilang kalau kita disini." jawab Bima.
Rey. : "Halo ,,iya nona."
Kintan : "Rey ,kamu dimana?
Rey. : "saya lagi diluar kota nona,, ada apa nona?"
Kintan : "Oh ga ada papa sih ,,rasanya tadi aku melihat mobilmu ,ternyata bukan Ya?"
Rey : "memangnya nona dimana?"
Kintan : "ini dari rumah Malang ,tapi ini sudah perjalanan ke Surabaya sama ayah bundaku."
Rey. : "sepertinya memang nona salah lihat."
Kintan : " iya sepertinya begitu ,,ya sudah Rey sorry ganggu,,,bye."
Tut Tut Tut
sebelum Rey menjawab ,Kintan sudah menutup telfonnya.
"Sepertinya loe akrab banget ya dengan nonamu."celetuk Bima yang dari tadi mendengar pembicaraan mereka ,karena Rey memang mengaktifkan loudspeaker nya.
"Hehehe,,,nona terlalu ramah sama orang bos jadi siapapun akan cepat akrab dengannya."jawab Rey sambil menggaruk tengkuknya.
"Awas saja kalau dibelakangku loe mencoba dekatin."
"Mana berani bos,,"jawabnya dengan mengacungkan 2jari tanda damai.
"Pantesan aja rumahnya sepi,ternyata ke Surabaya,,, Rey kita langsung pulang aja takut papi mami nyariin karena gue belum ada ngabarin selama nyampai indo."titahnya ke Rey.
"Siap bos ,,let's go."dan Rey pun melajukan mobilnya menuju Surabaya.
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️