Cintaku Berlabuh Di Surabaya

Cintaku Berlabuh Di Surabaya
59. Kejutan


__ADS_3

Mang Karyo yang diperintahkan Bima untuk menjemput Kintan sudah datang.


Setelah berbasa basi bercengkerama dengan orang tua Kintan sekaligus beristirahat sebentar untuk memulihkan tenaganya.


Mang Karyo meminta izin berangkat.


"Maaf pak ,Bu sebenarnya den Bima yang ingin langsung menjemput nona Kintan,tapi karena banyak pekerjaan yang harus diurus jadi den Bima menyuruh saya menjemput nona."


"Sampaikan terima kasih kami ke nak Bima karena sudah repot - repot menyuruh mang Karyo untuk menjemput anak kami,padahal anak kami bisa berangkat sendiri."


"Tidak merepotkan sama sekali,itu sudah menjadi tugas saya pak,,den Bima memang gitu pak ,kalau sudah menyangkut orang yang disayanginya over proketif."


Kintan mengerutkan dahinya mencerna omongan mang Karyo dan sedikit menyunggingkan senyumnya


"Protektif mang,,hehe."


"Ya itu maksudnya non,,hehe."ucapnya dengan menggaruk tengkuknya .


" ya udah ayo non let's go."


"Ayah,bunda ,,Kintan berangkat ya?


Kintan mencium tangan ayah bundanya dan segera memasuki mobil yang pintunya sudah dibukakan oleh mang Karyo.


"Hati - hati ya nak,,jangan lupa titipannya bunda."


"Hati-hati mang,, oh iya ini untuk mamang dijalan ,dimakan ya mang."


"Waduh terima kasih banyak Bu."


"Sama-sama mang ,hati-hati ,salam buat keluarga nak Bima."


🌻


🌻


Setelah menempuh perjalanan antara Malang - Surabaya ,akhirnya mereka sampai.Kintan sedikit terkejut,karena mang Karyo memasukkan mobilnya ke sebuah rumah yang megah ,bahkan menurut Kintan rumah ini lebih megah dari rumahnya teman-temannya.


Rasa rendah diri mulai menghinggapinya.


Kintan masih ingat dengan telfonnya Bima sewaktu di perjalanan tadi.Dia mengatakan untuk menunggunya dirumah ,ada mami yang sudah menunggu kedatangannya.


Bima meminta maaf tidak bisa menyambut kedatangannya dikarenakan masih ada meeting bersama papinya.


Jauh didalam hatinya,sebenarnya kecewa


"Sepenting apa sih meetingnya ,sampai - sampai ga bisa menjemput,bahkan aku sudah menawarkan mau ke tempat tujuan sendiri aja,ga boleh sama dia,dasar nyebelin."Kintan bermonolog sendiri.

__ADS_1


"Non ,sudah sampai ,ayo turun ,nyonya sudah menunggu."ucap mang Karyo membuyarkan lamunannya.


"Mang,i-ini rumah siapa? nyo-nyonya siapa maksudnya?" tanya Kintan gugup.


"Turun dulu non."


Kintan pun turun dari mobil dan membawa bingkisan kue titipan bundanya,meskipun dia masih bingung dengan semuanya.


Mang Karyo membukakan pintu rumah itu dan menyuruh Kintan untuk duduk di ruang tamu.


Kintan memperhatikan ruang tamu yang luas ,megah dan furnitur yang mewah.


Dia berusaha menepis perasaan nya,Bima yang mengatakan suruh menunggu dirumahnya,dia lagi-lagi sulit mempercayai jika ini rumahnya.Karena yang dia tahu Bima tidak sekaya ini,yang dia tahu Bima hanya seorang mahasiswa dan memiliki usaha sampingan dan membantu papinya bekerja.


Memang dia tidak pernah mau tau apa pekerjaan orang tuanya dan kegiatannya.


Kintan tidak pernah mempermasalahkan itu ,baginya ketulusan,kasih sayang,dan cinta yang sudah Bima berikan aja lebih dari cukup.


"Halo sayang,,selamat datang di Surabaya." seorang perempuan cantik sebaya dengan umur bundanya malah lebih cantik dan terlihat segar mempesona diusianya menyambut kedatangan dan membuyarkan lamunannya.


Kintan yang kaget melihat ibu itu dan melongo,mengucek matanya berusaha membulatkan matanya untuk lebih menatapnya.


"Ma- mami Gi-gina."Kintan kaget dan menjatuhkan bingkisannya.


Segera dia memungutinya dan menegakkan serta menajamkan penglihatannya kembali.


"Ya sayang,,maaf ya kamu harus mengetahuinya dengan keadaan seperti ini,kamu kaget ya?"


Kintan segera meraih punggung tangannya mami Gina untuk dia cium.


Mami merasa senang dengan sikap sopan Kintan ,karena dia yang tidak mempunyai anak perempuan jadi ketemu Kintan yang sudah dipilih putera tunggalnya untuk menjadi kekasihnya itu merasa juga sudah menyayanginya.


"Aduh manisnya,,maafkan anak mami yang ga ada akhlak itu ya."ucap mami yang membuat Kintan mengerutkan dahinya.


"Ma-maksud ma-mami?eh maaf Tante,,saya masih bingung dengan semuanya."ucap Kintan terbata-bata karena merasa kaget dengan semuanya.


Dengan mendenguskan nafasnya yang berat,mami Gina pun berterus terang kepada Kintan.


"Ganindra Abimana adalah putra tunggal mami, kamu masih ingat perkataan mami dulu yang mendoakan semoga kamu nanti berjodoh dengan putra tunggal mami."


Kintan hanya mendengarkan dan sesekali menanggapinya dengan menganggukkan kepalanya.


"Semalam Bima baru bercerita kalau kamu mau berkunjung kesini,rencananya dia yang mau menjemput kamu sendiri,tapi pagi ini ada meeting penting dan mendadak bersama papinya,jadi maafkan anak mami yang ingkar janji itu ya,pasti kamu kecewa." ucap mami.


"Ga papa mam eh Tante." ucap Kintan dengan sopan ,tetapi wajahnya menyimpan rasa kecewa karena Bima menyembunyikan semuanya dari Kintan soal mami Gina.


"Eh itu apa? untuk mami apa bukan?"

__ADS_1


"Iya Tante ,tadi bunda nitipin kue kesyukaan Tante,ini Tante mohon diterima."ucapnya dengan menyodorkan oleh-olehnya.


"Terima kasih banyak,,wah bundamu repot-repot aja,,ini bener Lo kesyukaan mami bahkan papinya Bima aja ga bisa berhenti kalau sudah memakannya."


"Ya sudah kalau gitu sambil nunggu Bima,kamu istirahat aja gih ,boleh diruangan keluarga atau mau istirahat di kamar tamu yang disitu,atau mau ikut mami didapur memasak,"


"Emang boleh Tante?


"Boleh donk,malahan seneng banget dibantuin anak gadis masak ,Kintan bisa masak?"


"Ga terlalu bisa sih,tapi sering bantuin bunda masak sedikit-sedikit."


"Oke lets go."ajak mami.


Dan disanalah mereka mami Gina dan Kintan berkutat memasak di dapur untuk makan siang.


Kintan membantu mengeluarkan oleh-oleh yang dibawa bundanya untuk ditaruh di piring dan menyajikannya di meja makan.


Tidak terasa satu jam berlalu dengan cepat,masakan mereka pun juga sudah tersedia di meja makan dengan bantuan Kintan yang menatanya di meja makan.


ada semur daging,cap cay,perkedel jagung,sup daging dan tidak lupa dengan es agar-agar yang dibuat Kintan.


Disaat tengah asyik menyiapkan sajian di meja makan,mereka dikejutkan dengan kedatangan Bima yang dari tadi ternyata sudah berdiri menyandarkan tubuhnya di dinding dekat dapur dengan tangannya dimasukkan ke saku celana sambil tersenyum memandangi interaksi antara dua orang wanita yang dicintainya.Terlebih dengan kehadiran kekasihnya dirumahnya menambah rasa bahagia yang tak terkira.


"Eh Bim,,wah sejak kapan kamu disitu?"ucap maminya yang membuyarkan lamunannya dan membuat Kintan menoleh ke arahnya.


Bima berjalan kearah maminya dan memberi kecupan dipipinya.


Setelah itu menghampiri kekasihnya menarik pinggangnya dan mengecup keningnya.


"Eh,,enak aja main cium,ga malu apa ada mami disini."mami menjewer telinganya.


"Sory mam,ga nahan lihat si cantik ini sekarang berada dirumah kita."ucap Bima masih memandangi wajah kekasih yang dirindukannya.


"Ga nahan apa nih maksudnya,,dasar anak mesum ya."


"Bima ga nahan rindu mam,,rindu berat."ucapnya masih memandangi sang kekasih.


Kintan masih menyimpan kekesalan pada Bima,semua terasa mengejutkan ,dari keluarganya yang ternyata sangat tajir,dan menyembunyikan identitas mami Gina yang ternyata ibu kandungnya.


"Selamat ya kejutanmu berhasil membuatku terkejut,sangat terkejut."ucap Kintan membisikkan kalimat itu ditelinga Bima dan langsung berjalan menuju ruang tamu.


...**Kamu adalah satu diantara...


... kejutan terbaik yang pernah...


... diberikan Tuhan padaku.**...

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2