Cintaku Berlabuh Di Surabaya

Cintaku Berlabuh Di Surabaya
50.Merasa Egois


__ADS_3

Senin kembali menyapa,semangat,perjuangan ,cita-cita mulai bertumbuh lagi di awal hari ini.


Tidak terasa sekolah juga memasuki detik-detik ujian akhir kenaikan kelas.


Pagi itu seperti biasa,hiruk pikuk jalanan mulai rame dengan berbagai macam aktifitas.Dari mulai pedagang,pegawai,pekerja kantor,pelajar,semua memadati jalan raya untuk kembali beraktifitas.


Gerbang sekolah yang ditunggu oleh Pak Cipto sebagai penjaga sekolahpun tidak luput dari pantauannya.


Pak Cipto menyapa siswa siswi yang datang,


"Selamat pagi pak Cipto."sapa seorang siswa yang menjadi salah satu murid teladan disekolah itu


"Pagi mas Radit,,seger banget pagi ini."ucapnya.


"Ya donk harus selalu seger pak."


setelah berbasa-basi sebentar,Radit melihat siswi yang dikenalnya baru turun dari motor maticnya.Dia memperhatikan Kintan dari kejauhan sambil memasukkan tangannya di saku celananya dan bersender di pohon yang ga jauh dari gerbang sekolah.


Setelah melepas helmnya,ia menghampiri dan menyapa pak Cipto,ia sepertinya belum menyadari jika ada sepasang mata yang memperhatikannya.


"Selamat pagi pak Cipto."sapa Kintan


"Eh mba Kintan ,selamat pagi juga."


"Pak Cipto pasti belum sarapan,nih untuk bapak,tadi bunda masak agak banyak,jadi bisa bagi-bagi pak."


"Waduh,jadi ngrepotin ini."ucap pak Cipto sambil menerima kotak nasi dari Kintan.


"Ga ngrepotin sama sekali pak,kebetulan aja ada lebih,,,dimakan ya pak,Kintan masuk dulu."pamitnya kepada pak Cipto.


"Terima kasih mba Kintan,,kalo begitu yang sering - sering aja ."ucapnya terkekeh dengan bercanda.


"Siap pak."balas Kintan terkekeh sambil mengacungkan jempolnya dan membalikkan badannya untuk berjalan menuju kelasnya.


Ketika berjalan menuju kelasnya,tiba-tiba ada yang memanggil dan ikut berjalan mengiringi langkahnya.Cowok itu tiada lain adalah Raditya Permana,patner duet dalam lomba puisi yang berhasil mengharumkan dan mengangkat nama SMA X.


"Hay Kintan,lama ga lihat kamu semenjak lomba."sapanya.


"Hay kak Radit,,apa kabar? ga salah nih,sepertinya kak Radit deh yang sibuk banget,jarang terlihat."


"Iya juga ya,,hehehee,,yah mau gimana lagi,diakhir-akhir mau kelulusan malah banyak banget tugas sekolah,setelah itu harus bantuin bokap kerja,,jadi pulang sekolah cepet-cepet ketempat kerjaan,maklumlah ga ada saudara."


"Oh jadi kak Radit anak tunggal juga? sama donk dengan Kintan.


"Oh ya,,kamu juga anak tunggal?tanyanya kaget.


"Yup."


"Tan,,istirahat nanti ke kantin yux,kutraktir makan siang."


"Maaf kak,aku bawa bekal,jarang ke kantin."ucapnya meringis kearah Radit.


"Oh gitu,,,tapi lain kali jangan nolak ya? semenjak menang lomba ,aku sudah berniat mentraktirmu."


"Oke deh,kita lihat nanti ya."


"Itu kamu bawa apa? "


"Ini bekal yang dibawain bunda,Kak Radit mau?"


"Boleh,,kayaknya enak ni."


"Kebetulan masih 1 kotak ni yang free,,buat kak Radit."ucapnya sambil menyodorkan box nasi ke Radit.


"Asyik,, jadi aku hari ini dapat gratisan makan ni,,lumayan ngirit ongkos."ucapnya terkekeh.


"Kak Radit bisa aja,,klo gitu aku masuk kelas dulu ya kak,,bye."

__ADS_1


Radit hanya melambaikan tangannya ke arah Kintan.


"Gadis ini semakin membuatku terpesona dan tertarik,bukan hanya parasnya,tapi ketulusan dan kebaikan hatinya,


dia sudah punya kekasih apa belum ya?" gumamnya dalam hati sambil tersenyum memandang box nasi yang diberikannya.Lalu ia berjalan menuju kelasnya.


Di Kelas


Bu Wiwik selaku wali kelas kembali mengingatkan bahwa Ujian Akhir kenaikan kelas akan diselenggarakan Minggu depan.


"Yang belum mengumpulkan tugas,ibu ingatkan batas akhir pengumpulan yaitu hari Jumat,karena Senin sudah Ujian."begitulah ujarnya.


"Baik Bu."jawab seluruh siswa.


"Sekarang waktunya ulangan terakhir dengan materi .... , apa kalian sudah siap?


"Bu,,ko ga ada pemberitahuan sebelumnya kalau mau ulangan? tanya Jelitha.


"Apakah kalian belajar hanya akan ulangan saja? tanpa pemberitahuan sebelumnya akan terlihat siapa yang bener-bener belajar dan yang tidak."


"Baiklah tidak ada protes,silahkan siapkan alat tulis dimeja,ponsel kertas atau buku lain masukkan di tas,dan taruh di loker masing-masing,nanti setelah ulangan baru boleh kalian ambil,faham semua."ucapnya dengan tegas.


"Faham Bu."ucap seluruh siswa.


Bu Wiwik mulai membagikan soal ulangan kepada seluruh siswa.


Seluruh siswa mengerjakan ulangan dadakan itu dengan tenang.


Akhirnya setelah 1jam berlalu,ulangan pun selesai dan dikumpulkan di meja guru.


"Baiklah ,peralatan tulis kalian boleh diambil,dan persiapkan diri untuk menghadapi ujian akhir Minggu depan,jaga kesehatan dan terima kasih selamat siang semuanya."ujar Bu Wiwik.


"Selamat siang Bu."jawab seluruh siswa.


Seperti biasa Kintan yang masih sendiri tanpa ditemani oleh tiga sahabatnya menghela nafas panjang dan berat.


"Untung semalam aku belajar,semoga hasil ulangannya memuaskan."gumamnya dalam hati.


Tidak pernah disangka persahabatannya pecah hanya karena Bima lebih memilihnya,dia dikucilkan,dikeluarkan dari grup WA,tidak ditegur sapa,diacuhkan bahkan difitnahpun sudah pernah dia alami, tentunya semua itu tanpa sepengatahuan Bima.


Dia tidak pernah menceritakan semua hal itu kepada Bima,tapi bukan Bima namanya kalau tidak tahu semua yang dialami kekasihnya.


Bima pernah menanyakan gimana persahabatannya sekarang,tapi Kintan berusaha menutupinya, mengatakan semua baik-baik aja,kesalah fahaman dalam persahabatan itu wajar dan biasa,selama kita tidak berbalik memusuhi pasti semua akan kembali semula,begitulah yang ia sampaikan ke Bima.


Sekarang dengan melihat tiga sahabatnya tertawa lepas saja sudah membuatnya tersenyum bahagia,walaupun hanya bisa melihatnya dari jauh.


"Semoga kalian happy selalu."ucapnya lirih dengan memandang mereka.


Lalu ia mengeluarkan box nasi yang dibawanya dari rumah.


Kintan mulai menikmati makan nya ,baru suapan pertama ponselnya bergetar tanda pesan WA masuk .


Ka Bima : Lagi apa sayang,


sudah istirahat kan?


Kintan. : Sudah,ini lagi sarapan


(dengan mengirim foto nasi


box yang dimakannya).


Ka Bima : ko baru sarapan? biasanya


sebelum berangkat sarapan dulu.


Kintan. : tadi ga sempat,makanya kubawa

__ADS_1


aja ke sekolahan.Ka Bima


lagi ngapain ?


Ka Bima : lagi bantuin papi sebentar ,


habis ini ke kampus ,


ketemu dosen pembimbing.


(Bima mengirimkan


foto kegiatannya).


Kintan. : semangat sayang🥰 love you❤️


Ka Bima : semakin pinter ya sekarang


😄😘 love you too,love you more❤️


Setelah berbalas pesan dengan Bima,Kintanpun melanjutkan makan yang tertunda.


Namun dikala sedang asyiknya menikmati makanannya,kursi didepannya tiba-tiba ditarik


oleh Gayatri dan Jelitha.


"Wah enak nih kayaknya,,,bagi donk?


"Eh,,Aya ,tata,,makan bertiga mau?


Sejenak tanpa ada jawaban dari mereka,hanya senyuman aja yang mereka berikan.


"Icha mana? " tanya Kintan.


"Dia lagi ke toilet."Jawab Tata.


"Gue kangen kita jalan berempat ,kapan ya bisa jalan lagi berempat." ucap Aya.


Kintan hanya membalasnya dengan senyuman.


"Maaf."hanya itu jawaban yang Kintan berikan.


"Kenapa lu minta maaf?"tanya Tata.


"Karena aku mungkin yang egois,ga mau ngalah sama Icha,bukan aku ga mentingin persahabatan ,tapi aku -,,,(Kintan menghentikan sejenak,karena ucapannya tertahan di tenggorokan) aku cinta dan sayang dengan Kak Bima,aku mencintainya,sangat mencintainya."ucap Kintan dengan menitikkan air mata.


"Hey,,,lu ga salah ko, santuy aja,kita sama sekali ga menyalahkan lu dan Icha,,cinta itu ga pernah salah." jawab Gayatri.


"Iya betul,,gue yakin suatu saat Icha akan menyadari kalau perasaannya ke Bima itu hanya obsesi bukan cinta."timpal Tata.


pletak


"Apaan sih Aya,,sakit tau."jawab Tata dengan mengelus jidat yang sudah dijitak oleh Aya.


"Tumben lu hari ini bener."jawab Aya


"Ih,,dasar lu ya temen ga ada akhlak,, emang gue tiap hari ga bener?? jawab tata.


"Ga."Aya menjawabnya langsung


Seketika Aya dan Kintan terkekeh.


"Jahat banget sih ay,,, eh tapi bener lu Tan bersyukurlah kita itu masih diberi rasa cinta,,bener Aya ,cinta itu ga pernah salah ,yang salah tu jika lu mencintai Aya,,hahahahaaa jeruk makan jeruk,hahahaha." ucap Tata dengan terkekeh.


Pletak


kembali Aya menjitak kepalanya.

__ADS_1


"kalau ngomong itu yang benar kenapa??Barusan gue muji lu hari ini bener,,belum ada lima menit sudah eror lagi tu otak,,gue tarik pujian gue ke lu."ucap Aya menepuk jidatnya.


Kintan yang dari tadi ga kuat menahan tawa ,akhirnya mereka tertawa bersama.


__ADS_2