
Acara wisuda sudah berakhir dengan sangat memuaskan dan membanggakan,kini saatnya jamuan dan perayaan.
Bima sudah memesan restoran untuk acara makan siang bersama.
Tidak tanggung-tanggung Bima meminta pihak restoran menutup untuk pengunjung lain ,karena orang tua keempat sahabat Kintan juga ikut bergabung ,selain itu para besan atau mertua juga turut hadir ,belum lagi saudara mereka.
Wisuda ini bener-bener berkesan, dulu mereka hanya berkumpul beberapa saja,sekarang keluarga mereka tambah banyak.
Orang tua bergabung dengan orang tua lainnya,sedangkan anak muda dan yang sudah berpasangan berkumpul jadi satu.
Mereka benar-benar merayakan hari spesial putra putrinya.
Sedangkan di kubu muda ,mereka merencanakan keberangkatan honeymoon.
Tentunya setelah pernikahan Radith dan Icha yang akan digelar Minggu depan.
Sedangkan Faiz dan Tata sudah menikah dua hari yang lalu,mereka lagi hangat-hangatnya menikmati masa indah pengantin baru,meskipun semua juga masih pengantin baru😀.
Kintan melihat Bima yang lagi serius berbicara dengan teman-temannya,meskipun duduk mereka bersebelahan ,tapi Bima terlihat cuek ke istrinya.
Timbullah niat Kintan untuk menggodanya ,karena sebenarnya dia kangen ingin berduaan ,entah melihat wajah dan penampilan suaminya hari ini membuat gairahnya muncul ingin disentuh suaminya.
Kintan mulai menaruh tangannya di paha Bima dengan gerakan maju mundur cantik,sementara pandangannya cuek tetap ngobrol dengan temannya.
Semakin lama Kintan semakin menaikkan tangannya ke dekat sela**ka**an ,dan hal itu membuat Bima mengeraskan rahangnya menahan gairah dalam tubuhnya akibat sentuhan istrinya.
"Jangan menggodaku sayang."bisik Bima.
"Tapi aku ingin menggodamu ,gimana donk."balas Kintan dengan berbisik dan tetap mengelus pahanya.
"Apa kamu ingin kita pergi dan melakukannya?"bisik Bima lagi.
"Hmmm,,,kamu terlalu tampan dan menggoda hari ini."bisik Kintan lagi dan mereka saling tatap.
dan menyunggingkan senyum.Seketika itu langsung Bima berdiri.
"Maaf ya semua ,kita mau pamit duluan , masih ada keperluan lain ,,silahkan kalian nikmati dan lanjutkan."alasan Bima dan mengulurkan tangannya ke istrinya.
Mereka juga pamit ke orang tua jika ingin pulang duluan.
Bima dan Kintan ga peduli dengan semuanya karena gairah mereka harus segera dituntaskan.
Mereka memasuki mobil dan langsung melajukan arahnya ke apartemen.
Setelah sampai di parkiran mobil,Bima menahan Kintan untuk turun ,ia langsung mendekatkan bibirnya dan mencium lembut bibirnya ,perlahan dan akhirnya saling berbalas dengan cepat sehingga menimbulkan decapan-decapan yang mulai memanas.
"Apa kita akan bercinta disini?"tanya Kintan dengan melepas jas dan kancing kemeja Bima.
"Hmm,,,Kita akan mencoba dimanapun,termasuk disini."ucap Bima kembali memagut bibirnya ,
pagutan dan sesapan serta decapan yang berlangsung lama karena keduanya sedang dipuncak gairah.
Tangan Bima sudah melepas Kemeja Kintan tanpa melepaskan pagutannya ,bahkan ia mulai membuka pengait b*a ,dan kini nampaklah bukit kembar yang menggantung tanpa pembungkusnya.
Bima menurunkan cel*n*nya dan kain segitiganya Kintan,karena Kintan setelah memakai kebaya wisuda sudah berganti dengan rok serta atasan kemeja ,jadi Bima begitu mudah melepas kain segitiga tersebut tanpa melepas roknya.
Bima mengangkat Kintan untuk duduk dipangkuannya.
"Sayang ,aghh,,,kalau ada security gimana?"ucap Kintan terbata dengan merasakan nikmatnya sesapan Bima dibukit kembarnya.
"Ga akan ,,,kita bermain cepat."Bima kembali memagut bibirnya dan tangan kirinya mengarahkan pusakanya ke liang hangat milik istrinya.
"Oghhhhh,,,,,hmmpt."racau Kintan setelah pusakanya terbenam dimiliknya.
Tanpa disuruh bergerak ,Kintan sudah lebih dulu menggerakkan pinggulnya ,dan sungguh luar biasa kenikmatan yang didapat keduanya.Yang satu merasa
"Sayang,,,ini sangat nikmat."ucap Kintan.
"Kamu suka?"tanya Bima yang sangat menyukai wajah istrinya jika seperti ini.
"hemm."
Lalu Bima mempercepat gerakannya dengan memegang pinggul Kintan.
"ini sangat sempit dan enak sayang."Kini Bima yang meracau.
__ADS_1
Hanya erangan dan d*s*a*an kecil yang meluncur dari bibir keduanya.
Dan akhirnya tidak lama pelepasan itupun terjadi.
Nafas keduanya terengah-engah,masih berpelukan dengan posisi Kintan duduk dipangkuannya.
Lalu mereka saling menempelkan kening.
"I Love You."ucap Kintan merasa puas.
"I Love You more."balas Bima mengecup bibirnya lalu memasangkan b*a
dan kemeja istrinya.
Akhirnya mereka turun dari mobil dengan hati gembira dan puas.
"Sayang,,underwear ku,, apa kamu meninggalkannya di mobil,tadi kamu Lo yang melepas."tanya Kintan yang merasakan semriwing di daerah bawah.
Bima hanya tersenyum dengan mengucap
"Kukantongin."ucapnya dengan terkekeh sambil membuka pintu apartemen.
Kintan langsung memukul bahu suaminya
"iseng banget sih."ucap Kintan.
"Aku mau ke kamar mandi ,lengket."ucap Kintan yang langsung diberi kecupan Bima.
cup
"hemm,,habis itu kita lanjutin ronde kedua ya."ucap Bima mengerlingkan matanya.
Kintan tersenyum dan langsung pergi kekamar mandi.
Tidak lama ia pun keluar dari kamar mandi dengan tampilan yang wangi memakai dres tidur dari kain satin yang bertali membuat penampilannya semakin terlihat sexy apalagi ia memakainya tanpa b*a.
Kintan melihat Bima duduk didepan TV dengan laptopnya.
"Rupanya lagi serius,,, kenapa malah terlihat ganteng banget sih suami aku."Kintan bermonolog dengan muncullah ide untuk menggoda suaminya.
Kintan langsung duduk di pangkuannya.
Bima menoleh kearahnya dan memejamkan matanya karena akibat pergerakan Kintan sudah menghidupkan sesuatu dibawah sana.
"Ishhh,,,bentar honey,,dikit lagi."Bima masih menahan dengan sekuat tenaga.
"Done"Bima sudah menyelesaikan laporannya dan mengirim email ke sekretarisnya.
"Nyonya Bima nakal ya sekarang."ucap Bima langsung menghadiahi ciuman bertubi-tubi di setiap wajah istrinya,sampai Kintan tertawa menggeliatkan badannya di sofa saking geli akibat ulah suaminya.
Candaan itu makin lama makin memanas karena keduanya sudah saling men*e*ah.
Kintan menengadah dan menganga serta tangannya meremat rambut Bima yang bermain di area inti bawah ,lidah bima menyesap dan meng*is*p di area inti Kintan.
"Please honey,,do it."bima yang mendengar permintaan istrinya tersenyum puas.
"As you wish."lalu bima memulai menyatukan tubuh mereka untuk kedua kalinya.
Bima menggerakkan rahangnya karena saking merasakan nikmat yang tiada Tara.
Rasa yang terjepit dan terurut membuat Bima semakin memacu kan dan mempercepat penyatuannya.
Peluh dan keringat keduanya sudah bercucuran dan akhirnya setelah 1 jam ,permainan itupun selesai dengan nafas terengah-engah dan saling memeluk mencari kehangatan.
Kini mereka saling mengobrol setelah lelah bercinta.Bima mengelus punggung Kintan dengan lembut dan melabuhkan kecupannya di rambut Kintan.
"Sayang ,,apa besok kamu ke kantor?"tanya Kintan.
"Hemm,,,aku kekantor sebentar setelah mengantarmu ke kampus."jawab Bima.
"Aku besok free,,jadi rencananya akan nyalon dengan mami dan bunda."
"daann,,ehm mau ratus."ucapnya dengan tersenyum menengadah ke wajah Bima.
"Ratus?? "tanya Bima mengerutkan dahinya.
__ADS_1
"Perawatan bawah,,,biar kamu ga akan berpikir berpaling ke wanita lain."
"Oh my,,,kenapa kamu berfikir jauh kesana ,sedangkan yang didepanku aja selalu menggoda."jawab Bima dengan kembali menciumi seluruh wajah Kintan.
"Seronde lagi." ucap Bima yang langsung menindih dan mencumbui istrinya.
.
.
.
Seminggu kemudian
Pernikahan Radith dan Icha
Pernikahan keduanya digelar hari ini,semua sudah bersiap.
Kintan berhias didepan kaca riasnya.Malam ini ia memakai dress hitam panjang dengan belahan samping yang menampilkan kaki jenjang dan mulusnya,belahannya tidak sampai paha jadi masih aman dilihat.
Dengan memoles tipis dan natural make up serta lipstik yang soft menambah cantik anggun dan elegan penampilannya.
Bima juga tampak gagah dengan setelan jas senada dengan istrinya.
"Wanginya suamiku."
"Oh yaa,,apakah itu salahsatunya yang membuatmu jatuh cinta padaku?"tanya Bima dengan memeluk Kintan dari belakang.
bahkan kini bukan hanya memeluknya ,dia mulai mengecupi tengkuk dan bahu Kintan.
Kintan hanya memejamkan matanya menikmati sentuhan suaminya.
"hemm,,,aku selalu jatuh cinta padamu meskipun kamu bau keringat dan itu terlihat sexy."ucap Kintan yang membuat Bima terkekeh.
"Dan ucapanmu barusan sudah membangkitkan gairahku."Bima langsung melepas underwear Kintan dengan cepat serta memojokkannya didinding.
Bima melepas ce*a*a nya dan mulai mencumbui leher istrinya.
"emghh,,,kamu gila sayang,,nanti kita telat."
racau Kintan yang sudah merasa penuh karena milik suaminya terbenam sempurna di goanya.
"Kita bermain cepat,,oughhh."Bima mempercepat tempo permainannya.
Tok
Tok
Tok
"Bima ,,Kintan mami sama papi berangkat dulu ,kalian lama banget ,nanti nyusul aja."teriak mami di luar pintu.
"Iya mi ,nanti kamu nyusul,,mami duluan aja." ucap Bima nyaring sambil meneruskan penyatuannya yang belum kunjung selesai.
"Aku hampir sampai sayang."
"Yeah,,,sama,, faster sayang."jawab Kintan dengan suara beratnya.
Akhirnya setelah setengah jam penyatuan mendadak itupun mencapai puncak secara berbarengan ,mengerang bersama dengan posisi kaki Kintan menggapit sempurna di pinggang Bima yang membuat si Otong terbenam sempurna.
Untung gaun Kintan bukan dari bahan yang cepat lusuh ,jadi dengan membersihkan area bawahnya aja dan membenahi tampilan wajah dan rambutnya sudah menjadi rapi kembali.Bima pun juga sama hanya membenahi pakaian nya saja terus melengkapinya dengan jas ,membetulkan rambut nya dengan lebih rapi lagi.
Dengan senyum kepuasan dengan saling bergandengan manja membuat keduanya tampil menawan.
Tidak terlihat seperti habis bercinta yang acak-acakan.
Mereka masuk ke mobil sport dan meluncur ke tempat acara pernikahan Radith Icha dengan tampilan yang fresh akibat adegan yang saling menyalurkan sebelumnya.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
keasyikan membaca karya author yang lain malah lupa karya sendiri😀
Lo mah ga asyik Thor ,gue nungguin Bima sampe karatan ,Lo malah enak-enakan membaca karya lain.
Yee,,, bilang aja Lo nungguin Bima belah duren melulu.
__ADS_1
heheheheeee tau aje Lo Thor
😏😏😏😏😏😏