Cintaku Berlabuh Di Surabaya

Cintaku Berlabuh Di Surabaya
94.Masihkah cinta itu


__ADS_3

Meeting itu kini memasuki session memberi tanggapan,kritik,saran demi kemajuan universitas.Masing-masing sudah memberikan saran dan tanggapannya ,


kecuali Kintan.


Sedari tadi dia hanya diam ,mengetik dan tidak vokal dalam sepanjang meeting berlangsung,padahal biasanya dia lah yang paling vokal memberikan ide-ide cemerlang.


"Miss Kintana Larasati ,anda memahami apa yang sudah disampaikan bukan?silahkan sampaikan uneg-uneg atau barangkali saran untuk tahun ajaran baru nanti,,silahkan kedepan."titah Bima yang langsung membuatnya terpaku ,ia segera menghentikan ngetiknya dan menghirup nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya pelan-pelan memejamkan matanya sebentar untuk menetralisir kegugupannya.Siapa yang tidak gugup berhadapan dengan cowok seperti Bima yang ganteng paripurna apalagi ketika memakai jas lengkap dengan dasi,dan hal itu sukses membuatnya terpana terlebih Bu Ayu yang janda ,langsung auto ngeces🤤



Hari ini penampilan Kintan juga begitu mempesona, dengan memakai rok hitam model A dibawah lutut ,kemeja biru dan dipadukan dengan blazer hitam senada dengan roknya,sepatu hitam dengan high rendah menambah kesan sexy,elegan dan berkelas.Rambutnya kala itu yang digelung ke atas memperlihatkan lehernya yang putih dan jenjang.Berulang kali Bima menelan salivanya ,ingin rasanya mengecup leher jenjangnya.


Kintan menyampaikan ganjalan dan permasalahan yang terjadi setiap tahunnya.


Akhir meeting Bima dan seluruh peserta sangat puas terutama dengan penyampaian kintan.tapi lain hal dengannya,Kintan menganggap biasa saja ,dia berusaha untuk tidak menatap ke arah Bima ,karena meskipun dia tidak menatap ,kintan msngetahui kalau Bima selalu menatap kepadanya.


Meetingpun sudah selesai ,semua sudah keluar dari ruangan ,kecuali Bima,Bu Ayu dan dia sendiri.Bima memang sengaja menyibukkan diri karena menunggu Kintan,sedangkan Bu Ayu berusaha mendekati Bima. Bu Ayu sudah 2tahun menjanda ,dia teman seangkatan dengan Bima ,dari dulu Bu Ayu memang berusaha menarik simpati Bima.


"Kapan kembali ke indo Bim,, Ups meeting sudah selesai kan? jadi boleh donk aku manggil Bima aja,,biar ga kaku." ucap Bu Ayu


"Hemm." jawab Bima dengan melirik ke arah Kintan.


Sedangkan Kintan hanya mendengarkan dan menyimak ,rasanya ingin cepat - cepat menyelesaikan laporannya daripada menyaksikan mereka.


"Akhirnya selesai juga."gumam Kintan


"Miss Kintana ,nanti tolong hasil Meeting anda fotocopy dan serahkan ke ruangan saya."Perintah Bima berdiri karena sudah jengah dengan Bu Ayu yang selalu mendekatinya.


"Baik pak ,nanti saya akan serahkan ke bagian sekretaris biar diserahkan ke bapak." jawabnya


Bima keluar dari ruangan itu ,disusul Bu Ayu yang masih berusaha mengejar langkahnya.


Kintan berjalan sambil berucap lirih


"Apa- apaan begitu ,berduaan didepan mataku."gerutunya sambil mempercepat langkahnya.


Namun tidak disangka Bima mendengar semuanya.Bima tadi berusaha mengecoh langkahnya Bu Ayu dengan pergi ke toilet ,jadi Bu Ayu tidak mengikutinya lagi dan pergi menuju ke ruangannya sendiri.


Bima sengaja menunggu Kintan keluar dan berjalan dibelakang nya,namun dia malah mendengar gerutunya Kintan ,dan dia tersenyum ,berjalan dengan memasukkan tangannya di saku celananya.


Kintan masuk lift ,dan dia membulatkan matanya ketika Bima menahan pintu lift dan ikut masuk ke dalamnya.


Di lift hanya berdua ,sama-sama diam dan hening.Bima berdiri disampingnya.


"Apa kabar?"ucap Bima memecah keheningan.


"Baik."sahut Kintan.


"Selamat ya ,,sekarang udah jadi dosen."


"Terima kasih."jawab Kintan singkat dengan masih mengatur nafasnya menutupi debaran jantungnya.


Ting


pintu lift terbuka


Bima langsung meraih lengannya kintan,otomatis langkah Kintan terhenti.


"I Miss you."ucap Bima dengan suara parau.


Kintan hanya memejamkan matanya ,dan berusaha tidak terbawa suasana.


Ia tidak menjawab langsung melangkah berjalan cepat menuju kelasnya karena dia selain ada kelas ,dia ga mau berdekatan dengan Bima.Hatinya belum siap menerima ,walaupun dia juga merasakan rindu itu.


"Arghh kenapa dia tambah ganteng sih." gumam Kintan dengan berjalan dan berulang kali menggelengkan kepalanya tanda ingin menghilangkan dia dari pikirannya.


Dan kembali fokus ke matkul yang dia ajarkan .


Setelah beberapa jam berlalu,Kintan sudah selesai dengan ngajarnya dan bersiap-siap untuk pulang,di ruangan nya hanya dia yang belum pulang,semua sudah pulang. Begitu melihat berkas diatas meja, dia kaget teringat berkas meeting yang sudah difotocopy lupa ia serahkan ke sekretaris.


Dia menepuk jidatnya🤦🏿‍♀️

__ADS_1


"Kenapa bisa lupa sih,,mana tuh anak sudah pulang lagi,masa aku sih yang harus ngantar ke ruangannya."Kintan melihat jam tangan.


Waktu menunjukkan pukul 16.00 sore.


"Ya udah dech bodo amat ,palingan dia juga sudah pulang."Kintan menyiapkan berkasnya lalu membawa tasnya ,tetapi terlebih dulu berjalan menuju ruangan Bima.


Tepat didepan pintu ruangannya,Kintan ragu-ragu untuk mengetuk.


Tok


Tok


Tok


tidak ada sahutan ,dia mencoba memutar handle pintunya dan bisa dibuka.


Kintan agak lega ,nampaknya dia sudah pulang,pikirnya.


Lalu ia menaruh berkasnya di meja dan segera berbalik.


Ketika hendak menuju pintu ,dia dikagetkan dengan suara,


"ehemm,,,," spontan Kintan kaget seperti maling yang ketahuan akan mencuri.


"Ma-- maaf saya pikir tidak ada orang didalam."jawab Kintan.


"Apa sudah mau pulang?"Bima berjalan menghampiri Kintan.


Kintan hanya mengangguk ,lalu Bima membuka handle pintu dan meraih tangannya,


"Kalau begitu ayo."ucap Bima menggenggam tangannya yang kemudian langsung ditepis oleh Kintan,dan ia langsung berjalan.


Bima mengekor dibelakangnya dengan tatapan sendu karena penolakan Kintan.


Akhirnya mereka berpisah jalan karena menuju ke parkiran kendaraan masing-masing.


Tiba diparkiran ia langsung menuju motornya.


"Miss,,tapi sepertinya ban motornya kempes deh ,coba dilihat lagi."


"Hah?? masa sih pak,,tadi berangkat ga papa."


"Mungkin tadi bocor halus Miss,jadi Miss Kintan ga ngerasa,, pas bapak memarkirkan tadi sudah kempes."


Kintan mengecek ban motornya ,dan bener bagian belakang sudah kempes.


"Yachh,,,gimana nih,mana sudah sore mendung pula."gumam Kintan.


"Pak saya minta tolong motor saya bisa kah titip dulu disini,,soalnya bengkel depan sudah tutup,besok saya bawa kesitu."


"Terus Miss Kintan pulangnya gimana?"


"Naik taxi aja pak."


"ya udah beres aman ,,kalau gitu hati - hati Miss."ucap sang satpam.


Lalu berjalanlah Kintan ke halte sambil membuka ponsel nya guna masuk ke aplikasi grab ,namun sebelum masuk ke aplikasi


nampak lah Bima menghampirinya dengan gaya super cool dan membuat Kintan tak berkedip.


"Nunggu siapa?"tanyanya mengagetkannya.


"eh,,ehm,,,taxi."jawabnya singkat.


"Motornya kenapa?"


"Ban nya pecah."jawabnya dengan kembali mengotak atik ponselnya.


Tiba-tiba dengan cepat Bima merebut supaya Kintan membatalkan pesan taxinya.


"Batalkan ,,ayo kuantar."ajaknya dengan meraih jemarinya dan langsung ditepis oleh Kintan.

__ADS_1


"Ga usah,aku naik taxi aja."Kintan menolak ajakan Bima,namun bukan Bima kalau ga berhasil memaksanya.


Bima langsung menarik tangannya untuk dibawanya ke mobil,ia langsung membukakan pintu mobil untuknya.


"Dasar pemaksa."gerutu Kintan dan didengar Bima ,tapi ia hanya terkekeh.


Di mobil sama-sama hening ,tidak ada percakapan ,berpisah 4tahun lalu ketemu lagi pastinya saling bingung untuk memulai bisa dekat seperti dulu.


"Temani aku makan siang dulu ya,dari tadi aku belum makan."ucap Bima memulai obrolan dan melirik ke arah Kintan yang dari tadi hanya menghadap ke jendela memandang pemandangan diluar.


"hemm"sahut Kintan.


Tibalah mereka di resto ,dan segera membuka menu serta memesannya.


Sambil menunggu pesanan datang.Bima kembali memulai obrolannya


"Ayah dan bunda apa kabar?"


"Mereka baik."jawabnya singkat.


tik


tok


tik


tok


suasana tampak hening ,masing-masing hanya diam,Kintan hanya memandang luar jendela lewat kaca karena tempat duduk mereka yang bisa melihat ke jalan raya,bertepatan kala itu hujan gerimis,sementara Bima pandangannya tidak lepas ke Kintan.


Hingga akhirnya mereka mengeluarkan suara bersamaan


"kamu"


"kamu"


ucap mereka bersamaan


"Lady's first."jawab Bima tersenyum.


"Pacar kamu tidak akan marah melihat kita berdua begini."Kintan sebenarnya ingin tahu status Bima.


Bima mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan Kintan.


Lalu timbul ide untuk menjahilinya.


"Tidak akan,,dia orang yang sabar ,jadi pasti mengerti."


Kintan kaget mendengar jawabannya dan menatap Bima sekilas ,lalu menundukkan kepalanya.


"Bagus deh."ucapnya lirih.


"Tuh kan ,dasar selingkuh ,berarti dia sudah punya pacar lain,pantesan ga pernah hubungi aku,ngapain ngajak aku disini kalau sudah punya yang lain." Kintan bergumam dan mencebikkan bibirnya menahan kekesalannya.


sambil terus mengaduk-aduk minumannya.


Bima menahan tawa nya melihat kekesalan Kintan.Dia hanya ingin tahu apakah Kintan masih memiliki rasa cinta untuknya kah?


🥰🥰🥰❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


tenang ayang bima


Kintan masih padamu


tapi kudu sabar


cewek mah gitu suka jual mehong


padahal mah cinta


😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2