
Hanya beberapa jam Bima bisa tertidur dengan berpelukan,karena entah saking bahagianya atau baru pertama dia tidur dengan orang yang dicintainya.
Menghirup aroma wangi tubuh Kintan seolah membuatnya terjaga,tidak melewatinya dengan terpejam.Karena hal itu menurutnya membuatnya rugi.
Namun sebaliknya dengan Kintan.Gadis itu justru sangat nyenyak dalam tidurnya.
Dengan berada di pelukan Bima ,menambah kehangatan tersendiri.
Sampai pagipun menjelang,Alarm sudah berbunyi membuat Bima menumpukan tangannya dengan memiringkan badannya memandangi wajah Kintan yang cantik alami.
Sedangkan yang dipandangi masih terlelap.
Bima nampak tersenyum dan membelai pipinya.Bima tidak bosan untuk membelainya bahkan kecupan - kecupan ia berikan ,mulai dari mengecup keningnya, mengecup kedua matanya,dan turun mencium pipinya ,tetapi yang diciumnya belum juga terbangun dari tidurnya.
Karena saking gemasnya,Bima mencium dan ******* bibirnya.
"ehmmm." Kintan hanya mendesah tapi tetap dalam posisi tidur.
Bima hanya terkekeh melihat tingkah Kintan yang ga kunjung bangun.
Ia ******* bibirnya lagi ,kali ini dengan durasi panjang sampai benar-benar yang punya bibir terbangun.
Kintan mengucek matanya ,dan masih berusaha mengumpulkan sebagian nyawanya untuk bisa benar-benar membuka matanya.
Setelah dia membuka matanya,hal pertama yang dia lihat adalah senyuman Bima yang sangat manis.
"Kak Bima."ucap Kintan membelai wajah Bima.
"Selamat pagi sayang,nyenyak banget ya tidurnya?"
Cup
Kintan mengecup bibirnya Bima
"Selamat pagi, kamu udah bangun?"ucap Kintan tersenyum dan hal itu semakin membuat Bima terbang melayang bahagia.
"Hu uh,,bahkan dari tadi menciumi kamu terus,kamunya malah makin lelap,,"jawab Bima membelai pipinya.
"Oh iya?? ko aku ga merasakan apa-apa ya?? ketahuan deh,kebo banget ya aku tidurnya?
jadi ingat bunda kalau pagi-pagi sampai gedor-gedor pintu kamar dulu baru aku bisa bangun."ucap Kintan terkekeh.
"Kalau begini sudah merasa belum?"ucap Bima dengan menautkan bibirnya,pertama mengecupnya lalu menciumnya dengan lama,bahkan Bima kembali merasakan gairah nya meningkat.
Dia kembali mencium bibirnya,dan turun ke leher ,Bima kembali membuka kancing piyama Kintan,dan sekarang bagian atas Kintan sudah polos hanya menyisakan celana panjang nya saja.Bimapun juga hanya menyisakan celana boxer saja.
Bima membenamkan wajahnya di dada ,memainkan pucuknya ,mengecupnya dan hal itu membuat Kintan semakin merasakan sengatan ,panas dingin menahan sentuhan yang diberikan Bima kepadanya.
Bima menindihnya dan kali ini sudah berada diatas Kintan,mengungkungnya,
Bahkan si Otongpun sudah berdiri tegak ,Bima menggesek-gesekkan dan menekannya di lembah yang tertutup kain itu.
Dengan ritme yang awalnya lambat,sampai dengan cepat,karena hanya dengan mendengar ******* Kintan aja sudah membuat Bima ga tahan untuk harus mendapatkan pelepasannya.
"Sayaaanggg,,,ahh,,ahh."Bima mengerang dan mendapatkan pelepasannya yang mengakibatkan basah di kedua celana mereka.
__ADS_1
"Kaakk,,,ehmm,,,ba sah."ucap Kintan dengan mengelus rambutnya Bima ,yang empunya masih meredam dan tenggelam di dadanya,akibat keenakan karena mendapat pelepasan.
Bima mendongakkan kepalanya teesenyum dan mencium keningnya.
"Terima kasih sayang,,lain kali kamu yang akan kubuat basah."ucapnya dengan mengerlingkan matanya.
"Dasar omes,,"ucap Kintan menarik hidungnya Bima.
Bima bangun dari tidurnya ,dan mengikuti Kintan yang sudah bangun hendak masuk ke kamar mandi.
"Eit kakak mau kemana?"
"Mau ikut mandi."
"Enak aja,sana mandi dikamarmu sendiri."
"Mana bisa begitu,kamu harus tanggung jawab karena sudah membuatku basah."
"Idih,,,kakak yang mesum,ga bisa tahan."
"Enak yang,,palagi waktu pagi itu si Otong memang waktunya berdiri tegak."
"Makanya kakak mandi aja sendiri di kamar kakak,nanti kalau disini lama."
"Yang ,,ikuuut."rengek Bima persis anak kecil yang mau ditinggalin pergi mamanya.
"Ga,,kubilangin mami nih,cepetan sana keluar ,nanti keburu mami tahu kalau kakak tidur disini semalam."ucap Kintan mendorong Bima untuk segera keluar dari kamarnya.
"Iya - iya."Jawa Bima dengan berjalan kearah pintu tapi dengan cepat ia membalikkan badannya untuk mengecup kening Kintan sambil bilang "Love you" dan Kintan membalas dengan "Love You too" lalu segera mengunci kamarnya dan masuk ke kamar mandi.
Setelah mandi,iapun mengeringkan rambutnya dan memoles wajahnya dengan makeup tipis serta memakai lipstik pink secara tipis agar terlihat lebih segar,tak lupa memakai parfum kesukaannya yang ia bawa kemana-mana apalagi bepergian jarak jauh seperti ini.
Kintan memutuskan untuk keluar kamar dan menikmati suasana sejuk ditaman rumah Bima.Dilihatnya mang Karyo sedang mencuci mobil milik tuannya,sedang ada istrinya yang menyirami bunga-bunga kesukaan mami.
"Mang,Bi"panggilnya.
"Eh non Kintan,gimana non betah di sini?" tanya istrinya mang Karyo.
"Betah bi,,Alhamdulillah saya diterima dengan baik disini."jawabnya sambil melihat bunga-bunga yang tumbuh bermekaran.
"Non sering-sering aja kesini,kan kita juga sering juga dapat bonus dari den Bima,,xixixi" ucap Bi Narti keceplosan.
"Bonus?"tanya Kintan.
"Hehehe,,iya non ,jadi kemarin den Bima ngasih bonus ke semua ART nya,karena hari ini dia lagi senang ,bahagia katanya,
ya kan pasti karena non Kintan disini."ucapnya dengan diikuti senyum Kintan.
"Bunganya cantik-cantik ,wah itu anggreknya berbunga semua bi,,masyaallah cantiknya."ucapnya dengan melihat bunga anggrek yang berwarna-warni.
Saat lagi melihat anggrek satu persatu ,Bima datang memeluknya dari belakang dengan mencium ,menghirup wangi rambutnya Kintan yang hitam,lurus tergerai.
"Pagi sayang,,Hem ,,wanginya."ucapnya dengan masih menghirup dan mendusel-dusel rambutnya Kintan.
"Pagi juga,sudah selesai mandinya."jawabnya tersenyum dengan menolehkan kepalanya ke arah Bima.
__ADS_1
"Udah,,,Hem,,makasih ya."ucapnya dengan mencium pipinya Kintan dan mengerlingkan matanya dengan malah semakin mengeratkan pelukannya ke Kintan.
"Cocok den,,segera halalin ,,serasi yang satunya ganteng,,ceweknya cantik banget."ucap Bi Narti.
"Aku maunya sih hari ini langsung kubawa ke KUA Bi."jawab Bima dengan menaruhkan dagunya di bahu kanan Kintan.
"Den,,non,,dipanggil bapak dan ibu untuk sarapan."kata ART satunya yang baru keluar dari dalam rumahnya Bima.
"Iya Bi"jawab Kintan dan Bima bersamaan.
sebelum melangkah pergi ,ponsel Kintan berbunyi dan tertera Icha di layar ponselnya,yang membuatnya mengerutkan keningnya.
"Siapa yank?"tanya Bima dan Kintan hanya menjawab dengan menyodorkan ponselnya maksudnya memberi tahu nama Icha yang terpampang di ponselnya.
"Angkat dan loudspeaker yank."perintahnya dan dijawab anggukan oleh Kintan.
"Assalamualaikum Cha,,gimana kabarnya?
"Udahlah ga basa-basi Lo,,enak ya bermalam di rumah Kak Bima? gue tunggu Lo,--"
belum selesai Icha berbicara sudah direbut oleh Bima dan ia mematikan loudspeakernya yang membuat Kintan tidak mendengar omongannya Icha.
Bima menyerahkan ponselnya lagi ke Kintan.
"Kak,,kenapa dimatikan sih loudspeakernya ,aku kan jadi ga dengar ,dia ngomong apa? kakak ngomong apa sama dia?kak,,,ih nyebelin."bukannya dijawab ,Bima malah langsung berjalan ke arah masuk rumahnya.
"Kak,,ih,, nyebelin."Kintan meraih lengannya Bima ,dan itu membuat Bima menoleh.
"Apa dia sering mengancam kamu seperti ini?"
Kintan menggelengkan kepalanya,"baru ini dia nelfon,sebelumnya nomerku diblokir,mungkin dia dengar aku disini ,makanya marah,dia kan cinta sama kakak."Kintan menjawabnya dengan menatap penuh haru.
"Apa yang kakak katakan,jangan memarahinya,jangan semakin membencinya,aku tahu posisinya,perasaannya gimana?."
"Aku cuma ngomong ,jangan mengganggumu karena akan berurusan denganku."
"Udah jangan difikirkan,ga penting ,dia ga akan berani macem-macem lagi sama kamu, bikin badmood aja pagi-pagi."ucapnya dengan menahan emosi.
"Kak,,"Kintan memeluknya dari belakang karena ingin meredam emosinya Bima,dan itu berhasil,Bima segera membalikkan badannya dan menyelipkan rambutnya Kintan ke telinganya.
"Kak,,aku ga mau kakak emosi,,ingat jangan menanggapi dengan balik memusuhi,lebih baik mengalah,ingatlah kebaikannya ,kebaikan keluarganya ,kebaikan kakaknya yang menjadi sahabat kakak,,, dan masih pagi Lo ini ,ayo senyum ,perlihatkan senyum manismu yang membuatku selalu rindu,, Bimaku."Bima masih tampak kesal.
"Abang jangan marah-marah nanti abang lekas tua,Kintan setia orangnya ,takkan pernah berpaling dari Bima."aksi Kintan sambil bergaya menyanyi mengikuti lagu yang viral dengan versinya dia sendiri.
Dan gaya nyanyian Kintan yang centil itu berhasil membuat emosi Bima hilang dan kini hanya nampak senyuman manis yang diperlihatkan ke Kintan .
Bima menariknya ke pelukannya ,dan mengecup keningnya.
.
.
.
...**Saat kau membalas kebencian dengan amarah dan caci maki....
__ADS_1
...Saat itulah musuhmu akan menang.**...