
Gayatri memarkirkan mobilnya disebuah pusat pembelanjaan,Kintan yang tidak tau tujuan nya kemana ,ngikutin aja langkah sahabatnya itu (ya iyalah ya daripada pulang ntar jalan kaki ,mendingan ngikutin aja😁)
meskipun kakinya sudah mulai pegal karena dari tadi sudah mutar2 tidak jelas menunggu yang belum buka.
"ay ,,kita mau kemana sih,dari tadi muter terus,sudah pegal nih kakiku."
"heran ko belum buka ya,,Tan nih jam berapa sih."
"baru jam sepuluh."
"pantesan,,itu bukanya jam sebelas kan."ucap Aya sambil nunjuk ke bioskop
"astaghfirulloh ayaaaa,,,bilang donk dari tadi kalo mau nonton."
"ini sudah bilang,,hehhehee"ucap Aya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"gregetan aku sama kamu,,,minta dicium nih."
"hiiiiiiii,,,,ogah ngeri gw bayangin."
"tapi jujur deh ,pasti ada yang kamu sembunyikan,,? ayaa mau jujur sama aku ga ,,ada apa sih"
Aya mau menjawab penasaran Kintan,tapi keburu ponselnya berdering
"hallo,,iya aku sudah disini ,di restoXX ya
cepetan kesini." jawab Aya ditelfon
"sebenarnya dia lagi telfonan sama siapa sih."gumam kintan dalam hati
"Eh,,Tan tadi kamu tanya apa?"
"ga jadi tanya."balas Kintan sambil menyeruput jus alpukatnya
Orang yang dinanti Aya pun sudah datang,tampak Aya melambaikan tangan ke arahnya, dan Kintanpun penasaran ikut menoleh juga.
Alangkah kagetnya ternyata yang datang Fero dan Bima.
Kintan nampak salting
"Aya,,kenapa harus dirahasiakan sih."ucap Kintan dengan grogi
"ups,,sory surprise,,heheee"balas Aya
"kamu berhutang penjelasan sama aku."ucap Kintan
"iya nanti kujelasin "balas Aya
obrolan mereka tidak berlanjut karena kedua cowok itu mendekati mereka.
para gadis diseberang meja sudah pada ngrebutin mereka aja karena tingkat ke cool an mereka yang sudah tingkat dewa.
"cowok godain kita donk."celetuk cewek yang diseberang meja
"suit suit"
"kenalan donk"
begitulah kalo sudah cowok cool,ganteng yang lewat ,para cewek udah klepek-klepek aja.
Tapi sayang keduanya pun tampak cuek,karena mata mereka sudah terpaku dengan dua sosok cantik yang sudah membuat mereka terpesona.
"Hay "ucap Bima lembut berbisik di telinga Kintan
jangan tanya Kintan gimana
udah merah merona seperti tomat pipinya
mendadak hawa merinding merasuki sukmanya,"syetan apa ini yang merasukiku"gumam kintan ( cowok seganteng Bima yg jadi rebutan para gadis dibilang syetan,,terlalu nih si Kintan
buat author aja deh atau buat para reader aja😁😄)
sejenak mata mereka bertemu ,beradu pandang seolah ingin meluapkan rasa rindu didada.mata elang Bima mampu menembus Sukma Kintan,terbukti Kintan dibuat terpana
__ADS_1
"betul kata Icha,makin ganteng aja ka bima"ucap Kintan dalam hati
"mandangnya udah puas belum?"ucap Bima membuyarkan lamunan nya Kintan
"H-hhay juga "balas Kintan gugup makin merah tuh pipi😄
"ehem,,ehem uhuk uhuk."ucap Aya yang melihat Kintan udah kayak udang rebus karena secara mendadak dipertemukan dengan Bima.
"eh sory lupa kalo masih ada kalian."ucap Bima tersenyum
" dilupakan juga ga pa-pa Bim,anggap aja kita patung."ledek Aya
Kintan hanya terdiam,karena merasa tidak enak dengan Fero yang notabene kakaknya Felisha,sedangkan Felisha syuka banget dengan Bima.
"nampaknya bioskop sudah mulai buka,aku beli tiket dulu."ucap Fero
"ya udah aku juga mau antri beli popcorn dan kentang goreng,,Tan Bim kalian mau nitip apa?"ucap Aya
"ga ada ay."balas Kintan
"samakan aja dengan kalian"ucap bima sambil memandang Kintan penuh selidik.
Fero dan Aya akhirnya sengaja meninggalkan mereka dengan alasan beli tiket dan makanan.
"ada apa denganmu,kenapa kelihatan murung"gumam Bima dalam hati
"hey,,ada apa,,,, hemmm?tanya Bima
"aku??? jawab Kintan memandang Bima,dan akhirnya pandangan mereka bertemu
"memangnya ada gadis lain ya disini?"
"heheheee,,,kali aja ngomong dengan yang disebarang sono"
"katakan ada apa??kenapa wajahmu sedih, ga syuka ketemu aku ya"tanya Bima
"ga,,ga gitu ,,eh ga ada apa-apa."
"ish ,,apaan sih."
"aku kangen "tiba-tiba Bima mengutarakan yang dirasakannya
"ka-kangen sama siapa??"tanya Kintan
"tuh kangen sama kucing "
"emang ada kucing disekitar sini."
"adaa,,,kucingnya sekarang ada didepanku."
"loh berarti aku donk,,masa aku disamakan dengan kucing."
"dasar Maemunah ga peka "ucap bima
"Maemunah siapa lagi ka."ucap Kintan yang tidak peka
"dengar ya bidadariku yang cantik yang sudah membuatku terpesona
aku kangen sama Kintana Larasati yang sekarang lagi duduk di hadapanku dengan memakai baju biru."
"lengkap amat nyebutnya,,hehehehe."
"iya biar kamunya peka dan merasakan hal yang sama."
"apakah kamu merasakan apa yang aku rasakan"tanya Bima menatap Kintan
deg deg Kintan yang ditatap Bima seolah tak berdaya ,suara deguban jantungnya kian cepat,mata elang Bima telah membuatnya terpana , tapi dia hanya menutupi dan menjawabnya dengan senyuman
"dijawab donk,ko malah senyum."tanya Bima balik
"eh,,itu kak Fero sudah dapat tiketnya."ucap Kintan mengalihkan pembicaraan
"huh,,nanti kita bicara lagi."ucap Bima
__ADS_1
Fero dan Aya sudah kembali dengan membawa 4tiket dan beberapa makanan
"setengah jam lagi kita masuk"
"film apa yang mau kita tonton."tanya Bima
"horor."jawab Fero
"ko ga milih yang romantis beb."jawab Aya
"jangan ,,,nanti ada yang bucin akut,,hahaha."jawab Fero sambil melirik ke Bima
"siapa emang yang bucin."tanya Bima yang pura-pura ga faham maksudnya Fero
"ngga ada,,,hanya sopir gw yang bucin dengan si imah"ucap Fero sambil terkekeh diikuti Aya
Kintan yang tidak tahu maksud keduanya hanya terdiam sambil menyeruput jusnya
"Kintan ayo ikut aku bentar,,"ajak Bima
"tapi kak,,bentar lagi dimulai loh."
"masih setengah jam lagi."
"ayoo,,,,"tanpa basa basi Bima langsung meraih tangannya Kintan untuk diajak pergi
Bima yang merasa dicuekin dari tadi ,akhirnya bisa mengajak Kintan untuk ngobrol berdua
Setelah mereka berhadapan,Bima mulai menanyakan kepada Kintan .
"sekarang katakan ,apa yang menjadi ganjalan dihatimu"
"ga ada kak, ga ada apa-apa."ucap Kintan yang pandangannya masih menunduk.
"kalo gitu coba lihat aku"tantang Bima
Kintan masih tetap menunduk,entah rasa nyesak dihatinya belum hilang teringat kata-kata Felisha,belum lagi berhadapan dengan Fero kakaknya.
saking gemasnya Bima langsung meraih dagunya kintan untuk mensejajarkan pandangannya.
dan disitulah Bima melihat mata sembab,berkaca kaca tapi seolah tertahan supaya tidak jatuh.
"apa kamu marah sama aku."tanya Bima penuh kelembutan
"ngga,,,,aku hanya - ,,hanya"ucapan Kintanpun tertahan
Bima hanya menaikkan satu alis dan mengerutkan keningnya menunggu jawaban Kintan
seolah kintan tahu kalo Bima sedang menunggu jawabannya.
Akhirnya dia pun jujur
"oke,,aku mau jujur,,saat ka Bima seminggu ga menghubungiku kemana?
sekedar chat aku aja ga sempat,tapi makan malam dengan Felisha sempat ,,dan sekarang ka bima menemui aku dengan ada ka Fero juga, sadar ga ka Fero siapanya Felisha?
bagaimanapun juga ka Fero itu kakaknya,pasti membela adiknya yang jelas-jelas suka dengan ka Bima, dan satu lagi kalopun ada perjodohan antara ka Bima dan Felisha aku mendoakan supaya bahagia.
aku bahagia klo temanku bahagia,,,hiks hiks"
Dengan badan gemetar Kintan pun berbalik badan sambil terisak,air mata yang dari tadi ditahannya tampaknya sudah tumpah tak terbendung lagi.
Bima yang mendengar kejujurannya dibuat kaget dan terpana,bukannya bingung cara menghadapi Kintan yang terisak,,eh dia malah senyum sendiri.
Bimapun membalikkan bahunya Kintan,memegang dagunya untuk kembali mensejajarkan pandangan y dan mempertemukan dengan mata elangnya.
"terima kasih sudah mau jujur,,sekarang jangan nangis lagi ya"ucap Bima sambil mengusap air matanya Kintan
"ternyata cewek kalo nangis itu jelek ya,,jelek banget."ucap Bima lagi
"siapa yang nangis,,aku ga nangis,,aku tadi kelilipan debu."ujar Kintan
"hehehehee,,,,Fero dan Aya nungguin,,yux kita kembali."bimapun menggandeng tangannya Kintan dengan perasaan lega dan berbunga-bunga serta dengan muka yang lebih segar dan itu menambah tingkat kegantengannya menjadi sempurna😁.
__ADS_1