
"Kamu nginap sini aja ya? mami pasti seneng,,aku masih kangen ,,dan mumpung di sini nanti malam kita naik motor bertiga??
ya,,ya ,,mau ya??" ucap Bima mengerlingkan matanya.
"Bertiga?
"Iya sesuai yang kamu bilang kemarin,,aku kamu dan cinta😀❤️" ucap Bima terkekeh dan membuat Kintan ketawa juga.
"Isshh,,,masih inget aja."jawabnya dengan pipi merona.
Dan mereka menuju ruang makan dimana sudah ada papi dan mami yang sudah menunggunya.
"Sini sayang duduk dekat mami."ucapnya ke Kintan.
Kintan dengan malu-malu menarik kursi yang ada di dekat mami Gina,tapi gerakannya kalah cepat dengan Bima yang sudah menarik kursinya terlebih dahulu.
"Untuk gadis tercantik."ucap Bima dengan mengerlingkan matanya.
Sikap Bima berhasil membuatnya malu ,apalagi disaksikan oleh kedua orang tuanya.Kintan hanya melirik kedua orang tuanya sekilas dan langsung menunduk karena mereka justru tersenyum dengan ulah Bima kepadanya.
"Kamu tahu sayang,papi dari tadi ga mau berhenti makan oleh-oleh dari bundamu.
"Benarkah om?"tanya Kintan.
"Ach ternyata kamu ga asyik ,masa manggilnya om??"timpal papi dengan terkekeh diikuti gelak tawa Bima.
"Iya Kintan ternyata ga asyik,,tau ga Pi tadi mami juga dipanggil Tante."ucap mami.
"Sayang ,aku kan manggil kedua orang tuamu ayah bunda juga,,jadi mereka maunya juga dipanggil mami dan papi seperti aku memanggilnya."jelas Bima.
"Hehee baiklah papi mami."ucap Kintan.
"Nah begitu asyik ,,wah berasa punya anak cewek ya Pi." ucap mami bahagia karena memang sejak awal sudah menyukai Kintan.
Merekapun saling melempar canda tawa bersama,memang bagi keluarga Bima meja makan adalah tempat yang nyaman untuk saling berbagi cerita.
"Kintan sekolahnya gimana?lancar? sekarang duduk dikelas berapa ?"tanya papi.
"Alhamdulillah lancar Pi,,nanti masuk ini Kintan sudah kelas 3 SMU."jawabnya.
"Jangan salah pi,,,dia full beasiswa dari awal masuk SMU xx."jelas Bima.
"Wah hebat,, nanti lanjutin ke universitas xx aja yang tempat Bima kuliah sekarang,,eh tapi kamu udah lulus ya Bim."tanya papi.
"Bima sih rencananya mau lanjut ke Paris,emang jadi Bim? yakin mau ninggalin Kintan disini? banyak cowok - cowok yang lebih keren dan lebih muda Lo,,, ya kan Kintan?."ucap papi yang niat mau ngerjai Bima.
"Semua tergantung pada dia sih Pi,,kalau dia ga mau Bima tinggalin ya,Bima akan tetap disini aja."ucap Bima melirik dan meremas jemarinya Kintan.
Kintan yang menjadi objek pembicaraan pun hanya tersenyum,entah apa yang dia pikirin.
Seolah pikirannya melayang jauh mikirin Bima yang.
"Ehemm,,"Bima memecahkan lamunan Kintan.
Deheman Bimapun akhirnya membuat Kintan tersadar dari lamunannya.
"Aku akan selalu mendukung apapun yang terbaik untukmu."
"Tuh manis banget kan Pi,,apa Bima ga klepek-klepek kalau dia begitu."
Kintan memukul lengannya Bima dengan tersenyum malu.
"Oww,,kalian so sweat,,mengingatkan kita jaman pacaran dulu ya Pi?" mami ga kalah menimpali juga.
__ADS_1
Mereka akhirnya kembali dengan makan nya,tidak ada percakapan ,hanya dentingan piring da sendok yang terdengar.
Disaat semua asyik menikmati makanannya.
Ada suara seorang gadis yang langsung masuk dan mendatangi mereka di meja makan.
"Halo uncle,,Hay aunty." ucap Dania.
"Halo Daniaa, tumben kamu kesini siang hari,sama siapa?"tanya mami sambil bercipika cipiki dengan Dania.
Kintan yang melihat interaksi keduanya hanya terbengong.
"Cewek ini bukannya yang kemarin jalan dengan kak Bima, yang menggandeng manja lengannya kak Bima."gumam Kintan dalam hati.
"Heh ngapain Lo kesini? ngerusak momen aja.
"Sayang,,gadis jelek itu kan yang kamu lihat kemarin di foto."
"Jauh kali,, yank,,cantiknya sama kamu."
"Aunty,,,Bima mulai deh."
"Emang ada apa sih Bim?"tanya mami.
"Mami masih ingat kan,waktu gadis manja itu merengek ke Bima untuk ngantarin ke mall?
ternyata ada orang yang memfoto kita berdua dan mengirimkannya ke Kintan,Ya udah singkat cerita akhirnya terjadilah salah faham dikira gadis manja itu selingkuhan Bima."
"Oh iya?? beneran itu sayang?"tanya mami ke Kintan.
"Iya mi,,kan Kintan ga tau,habisnya mesra betul."ucap Kintan melirik Bima.
Bima hanya terkekeh dan membelai rambutnya Kintan bahkan mengacak saking gemasnya.
"Dania,,ayo kenalan donk ,biar ga salah faham lagi nanti kalau ketemu."ucap mami.
"Oh iya sampai lupa,,kakak cantik siapa namanya?"ucapnya sambil mengulurkan tangannya ke Kintan.
"Hay namaku Kintana Larasati,panggil aja Kintan."jawab Kintan dengan membalas uluran tangannya.
"Maaf ya calon kakak sepupuku yang cantik,karena sikap mesraku sudah membuatmu cemburu padanya."ucapnya terkekeh.
"Ngapain lu ketawa cengengesan?"tanya Bima mendelik.
"Gue lucu aja,,ternyata masih ada yang cemburuin lu😀."
"Kurang asyem lu,,sayang jangan dengerin cewek manja itu ya."ucapnya Bima mengelus jemarinya Kintan.
"Tan,,ko lu mau sih pacaran dengan si Bim Bim itu?."ucap Dania mencibir ke arah Bima.
Bima yang tengah asyik makan kue yang dibawa Kintan langsung menghentikan suapannya.
"Eh apa lu bilang?? udah deh ga usah ngomporin pacar gue,, iri bilang Bos."ucapnya terkekeh.
"Aunty,,,Ka Bim Bim???"ucap Dania merengek ke mami Gina dan menghentakkan kakinya (persis seperti anak kecil yang minta permen ga dituruti).
"Udah - udah lanjutin makannya."lerai papi
"Mi,,disini berisik ,ayo kita come on mi."ucap papi dengan berdiri sambil mengulurkan tangannya ke mami.
"Emang mau kemana Pi?"tanya mami bingung karena papi mengulurkan tangannya.
"Kekamar donk mi,,cari yang sepi."jawab papi.
__ADS_1
"Pi,,mau yang lebih sepi ga??
"Boleh ,kemana Bim?
"Ke kuburan Pi."jawab Bima terkekeh diiringi gelak tawa semuanya,kecuali papi yang langsung melempar tisu ke arah Bima.
Papi dan mami terkekeh sambil berjalan menuju kamar mereka.
Papi menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Kintan dan berkata:
"Tan ,awas diajak Bima ke kuburan,,hiiiiii."ucap papi menggetarkan bahunya.
Lalu mereka semua tertawa bersama ,bahkan Kintan aja sampai terpingkal -pingkal dan mengelap airmatanya.
"Keluarga yang hangat penuh canda tawa."gumamnya lirih.
Setelah mereka mengakhiri acara makan siang,Bima segera mengajak Kintan untuk bergegas mengantarkan Kintan ke tempat tujuannya yaitu G A elekstronik.
Sebenarnya Bima mengantarkannya ke salah satu cabang usaha yang dimiliki keluarganya,dan G A elektronik adalah salah satu bisnis keluarganya.Tentunya Bima tidak menceritakan semuanya ke Kintan.
.
.
.
G A elektronik
Bima dan Kintan berjalan beriringan menuju salah satu toko elektronik terbesar di kota itu.Semua karyawan menyambut kedatangan sang pemilik tempat tersebut.
Dengan Kintan berjalan didepan,Bima yang awalnya berjalan disampingnya ,agak mundur ke belakang sedikit dan menaruh jari telunjuknya di bibirnya,menandakan jangan memberitahukan jika dia pemiliknya kepada Kintan.
"Wah ,,ga nyangka ya kak,karyawan disini ramah-ramah."
"Ha,,hehe iya ya mereka ramah-ramah,dan memang seharusnya ramah kepada pembeli."jawab Bima terkesiap mencari alasannya.
Bima dengan posesif merangkul pinggang Kintan dan selalu menggandeng tangannya.
"Sayang,,kamu pilih-pilih dulu,sepertinya yang kamu cari ada di sebelah sana."
Kintan mengikuti arah yang ditunjuk Bima,
"Eh iya,,ya sepertinya disana."
"Kak ayo temani."ucapnya dengan manja menggapit lengannya Bima.
"Iya nanti aku nyusul kamu kesana ya, aku terima telfon dulu." ucap Bima dengan membelai pipinya dan mengecup keningnya.
Kintan pun memilih barang-barang yang diperlukan di tokonya,dia merasa takjub dengan lengkap dan berbagai model elektronik yang diinginkan tokonya ada disitu.
Tanpa sepengatahuan Kintan,Bima memerintahkan kasir dan karyawan nya untuk melayani ,mengantarkan barang ketujuan dan membebaskan semua pembelanjaan yang akan dibeli Kintan.
Lalu setelah Bima selesai berbincang dengan karyawannya,ia segera menyusul ke Kintan dan membantunya memilih barangnya.
Disaat mereka asyik memilih barang-barang,ada suara yang memanggilnya,
"Bimaa,,?? "
...**Keluarga yang baik dibangun cinta,...
...dimulai dengan kasih sayang...
...dan dipelihara dengan kesetiaan.**...
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️