
Pengumuman kelulusan yang dinanti akan segera disampaikan lewat pemberitahuan grup orang tua,tempelan di Mading sekolah,dan siswa diberi surat yang dimasukkan ke amplop untuk dibagikan ke masing-masing siswa.
Semua siswa sudah menerima amplop dan mereka tidak sabar untuk membukanya.
"Baiklah semua silahkan buka amplopnya,dan ibu mengucapkan selamat buat kalian yang lulus ,semoga kesuksesan selalu dipihak kalian,kejarlah mimpi dan cita-cita kalian,and good luck."begitulah pesan dari wali kelas mereka sebelum meninggalkan kelas.
Sesaat suasana hening tercipta,dan tidak berselang lama suara riuh terdengar
"Yeayy lulusss,,aku lulus maaahhhh."
"Lulus mboook anakmu."
"Papaahhh anakmu yang ganteng luluss."
"Calon suamikuu,,, calon istrimu siap dipinang setelah lulus."
(hahahahaa ada-ada aja tingkah mereka,ingat author saat menerima hasil kelulusan😀langsung cabut pergi makan-makan dan belanja,tapi dengan putar-putar keliling kota naik motor😀)
Dan berbagai suara lucu terdengar dari mulut mereka yang meluapkan kelegaannya menerima hasil kelulusan.
Tapi tidak dengan Tata,mukanya terlihat sendu dan murung.
"Ta,,heyy,,Loe kenapa?"
"Gue,,,gue,,hiks hiks."ucap Tata terbata-bata dengan menundukkan kepalanya.
"Ta,,,jangan bercanda loe,,jangan bilang kalau loe ga lulus?"jawab Icha
Ga lama Aya dan Kintan ikut bergabung duduk disebelah Tata ,Kintan menenangkan sambil mengelus punggung Tata.
"Ta,,kalaupun loe ga lulus ga apa-apa,,loe tetap sahabat kita yang Ter the best."ucap mereka bertiga.
"Sory guys ,,,sepertinya- sepertinya,,hiks hiks."
"Sepertinya kenapa??jangan buat kita penasaran."ucap Aya.
Tata mendongakkan kepalanya dan menatap satu persatu temannya.
Dengan nafas berat dia mengatakan,
"Sepertinya,- Gue, - guee Luluusssss."ucap Tata berjingkrak -jingkrak karena berhasil mengerjai ketiga sahabatnya.
Dan ia berlari keluar kelas karena ketiga sahabatnya sudah mengejarnya.
"Tataaa,,dasar loe yaa."teriak Icha Aya dan Kintan sambil mengejar Tata yang sudah mengerjai mereka.
Mereka terus mengejar Tata sampai ke tengah lapangan,begitu dapat ,langsung menggeliti Tata sampai berteriak ampun.
Tentu saja semua siswa di tiap kelas melihat pemandangan mereka.
Pada saat itu tepat istirahat ,jadi semua tampak melihat kehebohan mereka ditengah lapangan.
"Perhatian,,panggilan kepada siswi atas nama Kintana Larasati diharap segera menuju ruang kepala sekolah."suara panggilan dari loud speaker menggema.
"Bentar deh,,sepertinya panggilan itu untuk loe Tan."ucap Icha,dan spontan mereka menghentikan gelitikannya ke Tata.
"Sekali lagi ,panggilan kepada siswi Kintana Larasati untuk segera menghadap keruangan kepala sekolah,terima kasih."
"Guys,,sepertinya bener aku yang dipanggil ,,ya udah aku keruang kepala sekolah dulu ya."ucap Kintan dan segera bangkit untuk berjalan menuju ruang kepala sekolah.
"Selamat siang pak."sapanya dengan membuka pintu ruang kepala sekolah.
"Siang,,silahkan masuk dan silahkan duduk Kintana Larasati."ucap kepala sekolahnya.
__ADS_1
"Pertama ,saya dan seluruh dewan guru mengucapkan selamat atas prestasi yang kamu peroleh ,dari hasil UN kamu meraih nilai tertinggi sekabupaten.
Terima kasih berkat kamu sekolah kita menjadi sekolah unggulan kembali,dan semakin terkenal berkat prestasimu dalam bidang seni yaitu mendeklamasikan puisi."
"Terima kasih banyak,semua itu juga berkat bapak yang bersedia memfasilitasi serta bimbingan para dewan guru kepada kami."jawab Kintan dengan hormat.
"Gimana tentang penawaran kami Minggu lalu,,apakah kamu menerimanya?"
"Apakah fasilitas yang saya dapat tersebut juga berlaku untuk siswa lain?"
"Tentu,,itu sudah menjadi pertimbangan pihak kampus untuk semua calon mahasiswanya yang memiliki potensi dan prestasi terutama yang sudah mengharumkan nama sekolah ini,meskipun hanya bersifat terbatas.
Pihak kampus hanya memberi fasilitas tersebut bagi 5 siswa yang sudah tersaring,termasuk kamu."
"Jika begitu ,bolehkah saya minta waktu lagi untuk memutuskan pak,,karena maaf sebenarnya saya belum membicarakannya dengan orang tua saya."pinta Kintan.
"Baik,,saya akan memberi waktu, bisakah hari Senin saya sudah menerima keputusannya."
"Insyaallah bisa pak."
"Baik,,setelah upacara kamu bisa menghadap saya lagi."jawab kepala sekolah.
"Baik pak,terima kasih,kalau begitu saya permisi dulu,selamat siang."ucap Kintan undur diri keluar dari ruang kepsek.
Lalu Kintan berjalan menyusuri lorong untuk menuju parkiran karena sudah mendapat chat dari sahabatnya jika mereka sudah menunggunya disana.
Disaat Kintan bimbang dengan perasaannya karena dilanda Gegana (gelisah galau merana), karena disaat seperti ini biasanya dia akan berbagi dengan kekasihnya untuk sharing.
"ini boro-boro sharing,telfon aja ga aktif palagi chat ga pernah,,,nyebelin hufft."ucapnya ngedumel sambil menunduk berjalan gontai dan tidak semangat.
Kintan mendongakkan kepalanya karena dia tidak mau terlihat lemah didepan sahabatnya.
Kintan berhenti sebentar ,melihat ada sosok laki-laki yang telah membuatnya Gegana berdiri menyilangkan kakinya didepan mobil yang terparkir didepan gerbang sekolah dengan memasukkan tangannya ke sakunya serta kacamata hitam yang dipakainya semakin terlihat cool.
"Ga,,ga mungkin pasti aku halu."ucapnya.
Tapi laki-laki itu dengan gagahnya berdiri merentangkan tangannya dan menaikkan kaca mata dirambutnya dengan tersenyum seolah menyambut Kintan untuk segera memeluknya.
Kintan langsung terpaku ,menetralkan degub jantungnya yang sudah bertalu-talu,
"Kak Bima" lagi-lagi dia tersenyum,
dan disitulah Kintan yakin kalau dia tidak sedang berhalusinasi.
"Kak Bimaa,-" Kintan langsung berlari kearahnya dan menghambur ke pelukannya.
Bahkan saking kencangnya Kintan menghambur ke pelukannya ,Bima terhuyung ke belakang ,untungnya kuat ,kalau tidak pasti akan terjatuh.
"Ups,,,"Bima berusaha menahan kekuatan pelukan Kintan agar tidak sampai terhuyung kebelakang.
Cukup lama mereka saling terdiam menikmati kerinduan yang terobati dengan saling memeluk,dengan membelai rambut lurusnya dan mengecup pucuk kepala kekasihnya,Bima membiarkan Kintan untuk puas memeluknya.
"Ehem ehem,,"bahkan suara deheman dari ketiga sahabatnya pun seolah menulikan pendengarannya.
"Peluk terus,,dekap terus."suara Tata menyahut.
"Angel wes angel,,,kalau sudah dunia milik berdua.,kitapun disuruh ngontrak "sahut Aya.
"Siapa yang nyuruh?"sahut Tata bingung.
"Perumpamaan Ta,,"jawab Icha dengan menepuk jidatnya sendiri.
Setelah mendengar berisiknya suara mereka,Kintanpun melepas pelukannya.
__ADS_1
dan memukul lengannya Bima.
"Nyebelin."ucapnya lirih hanya Bima yang mendengarnya.
"Maaf."jawabnya dengan mengusap rambut Kintan.
"Terus kalian juga ikut-ikutan?"tanya Kintan kepada ketiga sahabatnya.
"Kalau sudah bos yang nyuruh ,kita mah bisa apa?"ucap Aya dengan menaikkan bahunya.
"Ya sudah ayo kita berangkat."ajak Tata.
"Kemana?"tanya Kintan dengan menatap ke Tata lalu karena tidak direspon beralih menatap Bima.
"Makan siang sayang,,yux!"ajak Bima dengan menggenggam jemarinya.
"Tunggu ,motorku gimana?"
"Nanti kusuruh orangku untuk mengambil dan mengantar motormu sampai kerumah."jawab Bima dan langsung membukakan pintu mobilnya.
Dan akhirnya mobil keduanya pun melaju ke tempat yang sudah ditentukan.
Sesampainya di resto yang mereka tuju,sudah ada Faiz ,Davin,dan Fero yang menunggu kedatangan mereka.
"Honey."panggil Fero melambaikan tangannya karena melihat kedatangan Aya dan yang lainnya,serta dibelakang mereka tampak Bima yang merangkul pinggang ramping Kintan.
Mereka bergabung dengan satu meja dan sudah memesan masing-masing menu ,karena merasa sudah sangat kelaparan.
"Mau makan apa sayang?"tanya Bima ke Kintan setelah membaca menu.
"Samain aja dengan kakak."jawabnya.
"Tan selamat ya,,keren hebat ,,nilai ujianmu tertinggi loh,gue sudah baca beritanya."ucap Faiz.
"Yank itu berkat gue juga loh,yayangmu ini juga jenius."ucap Tata dan langsung buat semua tertawa.
"Emang loe ngapain? ko bilang berkat elo."tanya Icha.
"Loh kan gue nyontekin Kintan."sontak jawaban Tata membuat yang lain tertawa terpingkal-pingkal.
"Iya pacarku memang hebat."ucap Faiz dengan menahan tawanya.
Semua tertawa ,tapi tidak dengan Bima,dia hanya tersenyum simpul dengan mengelus rambut Kintan,menyelipkannya ditelinga dan berulang-ulang mencium rambut Kintan yang wangi ,yang sudah sangat dirindukannya karena 6bulan lamanya tidak bertemu.
Kerinduan yang menyiksa seolah ingin segera membuat Bima beranjak dari situ untuk memeluk kekasihnya dengan puas.
Sekarang tidak ada lagi rasa Gegana yang mereka rasakan.
Sepulang dari makan siang ,Bima memisahkan diri untuk pergi dengan Kintan ,melepas kerinduannya sebelum diantar pulang.
Bima sudah menyiapkan kejutan malam itu,karena hari itu bertepatan dengan hari kelulusan mereka ,dan sama-sama memperoleh hasil yang sangat membanggakan bagi kedua orang tuanya.
.
.
.
.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
happy reading🙏🥰😘😘
__ADS_1