
Dirumah besar nan mewah itu semua keluarga berkumpul ,hanya satu yang ditunggu oleh mereka yakni sepasang pengantin baru yang belum menampakkan batang hidungnya.
Semua persiapan ,dekorasi sudah matang,acara besar keluarga Abimana akan digelar besok sore.
Sistem pengamanan dilakukan secara canggih karena mengingat Abimana adalah pembisnis yang banyak relasi maupun pesaing bisnisnya.
Tidak ada yang tahu apa yang terjadi nantinya ,yang terpenting Abimana sudah menyiapkan keamanan sebaik mungkin ,mengingat ini untuk acara putra tunggalnya.
Tidak tanggung-tanggung bahkan beliau menyewa sniper untuk menjaga acara agar terlaksana dengan lancar.
Bima terlihat tersenyum melihat sistem pengamanan yang disiapkan papinya.
Iya,,mobilnya sudah terlihat disekitar rumahnya.
Pengamanan dilakukan dengan sistem berlapis.
Bima melewati pos pertama dengan membuka kaca jendela mobilnya.
"Selamat sore pak."ucap Bima tersenyum
Polisi itu sudah mengenal sosok Bima sebagai putra tunggal Tuan Abimana.
"Selamat sore Tuan,,silahkan masuk."jawabnya.
"Terima kasih atas kerja kerasnya."jawab Bima.
"Sayang ,,kenapa ada polisi?"tanya Kintan.
"Kamu kenal papi dan mami kan? kalau soal pengamanan mereka perfect,,makanya aku juga berlaku sama ke kamu,,gelang yang kamu pakai itu kulengkapi dengan pengamanan yang canggih juga ,jadi aku pasti tahu keberadaanmu dan apa yang kamu lakukan selama kamu memakainya."jelas Bima panjang lebar.
"Oh yaaa?? kenapa aku baru tahu sekarang,, jadi dari dulu kamu tahu semua,,bahkan ketika aku dikamar mandi?"
"Hmm,,yup."jawab Bima menahan tawanya.
"ih,,,nyebelin rese banget sih,,curang ,dasar mesum."jawab Kintan dengan memukuli lengannya.
"Ga sampai bawah juga lihatnya sayang ,,swear."Bima mengacungkan dua jari tangannya✌️.
"Ga percaya."jawab Kintan.
"Bener,,pas lihat dadamu aja itu ga sengaja,,waktu aku diparis ,kangen sekali denganmu ,jadi kuputuskan untuk mengecek keberadaanmu,saat kucek kamu pas juga memakainya tapi lagi mandi,posisinya pas mengelus pa*u*aramu ,jadi aku langsung mematikannya."
"Bohong ,pasti kamu melihat semuanya?."
"Beneran yank,,lagipula aku pilih melihat aslinya aja,jadi bisa kupegang,kuelus bahkan kuhisap,hehehe ."
"Huh,,awas kamu ya , nanti bakalan kubalas."bisik istrinya.
"Siapa takut."jawabnya cepat dengan mengecup bibirnya.
Diruang keluarga semua kerabat baik dari keluarga Bima maupun Kintan sedang berkumpul membicarakan masing-masing tugas yang diberikan untuk kelancaran acara besok.
"Halo semuanya."kedatangan Bima dan Kintan sontak membuat semua menoleh.
"Wah ,,ini dia pengantin baru yang punya acara baru nongol."celetuk sepupu Bima.
Bima dan Kintan yang semula bergandengan kini terlepas untuk memperkenalkan Kintan kepada keluarganya satu persatu, dan alangkah terkejutnya Bima melihat temannya.
"Davin,,,beneran ini elo."ucap Bima memegang pundaknya.
"Halo brother ,,,lama ga ketemu ,,apa kabar ? makin seger aja muka elo."ujar Davin memeluk Bima saking lamanya mereka ga ketemu.
"Tapi ko elo disini?"Bima mengerutkan dahinya dan melihat Davin merangkul bahu Dania sepupunya Bima.
(siapa Dania ?? baca ulang di part 61 ya beb)
"Waaahhhh,,,elo macari sepupu gue,,sigadis manja ini."ucap Bima.
"Kak Bim Bim,, ih rese ,,Kaka ipar ,, apa kak Kintan ga menyesal gitu nikah sama si rese ini."ucap Dania dengan melempar bantal sofa ke muka Bima ,tapi ia langsung bisa menangkisnya.
"Iya sepertinya aku menyesal."jawaban Kintan langsung mendapat tatapan tajam Bima.
"Sayang,,,"
"Tuh ,,rasain."ucap Dania puas.
"Iya aku menyesal bahkan sangat menyesal kenapa ga dari dulu menikah dengannya."jawaban Kintan membuat Bima seketika langsung tersenyum puas dan reflek mengecup bibirnya ,
"woi,,woi,,woi angel wes angel ."teriakan serentak dari semua keluarga karena melihat adegan kecup bibir.
"Kak Bim Bim,,,kau telah menodai mata suciku."teriak Dania lagi mengejar Bima sambil menimpuk bantal sofa ke bahu Bima.
Semua yang berkumpul disitu tertawa dengan ulah Bima dan Dania yang seperti Tom and Jerry.Tapi meskipun begitu Bima sangat menyayangi sepupunya,ia menitip pesan kepada Davin untuk benar-benar serius dan jangan mempermainkannya,karena kalau itu terjadi dia akan berhadapan dengan Bima.
__ADS_1
.
.
.
malam menjelang ,dipinggir kolam renang sudah dihiasi dekorasi pengantin yang cantik,kesan yang mewah pun nampak namun terasa familiar dan humble.
Sepasang suami istri berjalan bergandengan tangan di karpet yang sudah disediakan.
Aura bahagia ,senyum ceria bahagia terpancar dari keduanya.
Bima meraih pinggang Kintan dengan posesif karena istrinya sangat cantik malam ini.
"Sayang,,kenapa kamu cantik banget sih."bisik Bima ditelinga Kintan.
"Kamu juga sangat tampan ,jangan lirik sana sini,,lihat aku aja."ucap Kintan yang mulai posesif.
"Oh,,honey."jawab Bima yang langsung mengecup pelipisnya.
Acara demi acara berlalu,dan kini saatnya sang MC mengumumkan acara berdansa dengan pasangan masing-masing.
Mami dengan papi
bunda dengan ayah
Bima dengan Kintan
Fero dengan Aya
Radith dengan Icha
Faiz dengan Jelitha
Davin dengan Dania
Semua berdansa dengan penuh rasa bahagia ,senyum selalu terpancar dari tiap pasangan.
"Ah aku bahagia semua sudah dengan pasangannya masing-masing ,semoga acara ini membawa kebahagiaan bagi mereka semua ya sayang."ujar Kintan saat berdansa dengan Bima.
"Hem,,dan aku sekarang yang paling bahagia karena sudah memiliki kamu seutuhnya,,,terima kasih sudah memilihku untuk menjadi imam mu."ucap Bima dengan mengecup kening istrinya.
"Aku yang justru berterima kasih ,,banyak perempuan yang berusaha menggodamu,tapi kamu tetap setia dan memilihku menjadi pasanganmu,,kamu pacar terbaik ,sahabat terbaik,suami terbaik yang Tuhan kirimkan padaku,,I Love You my husband."jawab Kintan menatap lekat Bima disaat mereka berdansa.
Bima membawa Kintan untuk menuju kamarnya dilantai 2,dimana kamar itu juga sudah dihias secantik mungkin untuk ditempati pengantin baru.
"Wow cantik sekali ,pasti mami yang mendesain."ucap Kintan begitu sudah memasuki kamarnya Bima.
Bima langsung memeluk istrinya ,mencium bibir dengan penuh gairah dan hasrat.Kali ini Bima membawanya ke sofa yang muat untuk berdua.Dia ingin sensasi baru dalam percintaannya kali ini.
Bima menindih Kintan.
"Apakah kita akan bercinta disini?"tanya Kintan mengelus rahang Bima.
"hem,,,kita akan coba dimanapun."jawab Bima dan kembali mencium bibir ranum istrinya dan membuka resleting gaun nya,sedangkan Kintan membuka kancing kemeja Bima satu persatu.
Kini mereka sudah polos tanpa sehelai benangpun.
Bima memberi sensasi dulu kepada istrinya dengan membuka lebar kedua pahanya dan membenamkan serta mempermainkan lidahnya dibawah lembah yang memabukkan,sampai Kintan menggelinjang dan reflek mengusap rambut Bima yang membuatnya semakin menekan lidahnya dan mengobrak Abrik didalamnya.
Kintan merasa tersengat ,dia menganga mengalami pelepasan berulang kali.
"Sayang please ,,"ucap Kintan dengan suara beratnya.
Bima tahu yang diinginkan istrinya ,dia tersenyum melihat istrinya meminta.
Lalu dengan cepat Kintan meraih pusaka yang sudah tegak berdiri lalu mengulumnya
"Oghhh my..."Bima kaget melihat ulah liar istrinya ,servis yang diberikan istrinya benar-benar membuatnya mabuk kepayang ,membuatnya mendesis merasakan nikmat yang tiada tara.
Bima langsung meminta Kintan berbalik dan kali ini ia menghujaninya dari belakang.tangan Kintan dengan kuat memegang lengan sofa didepannya sambil merasakan kenikmatan yang Bima berikan dari belakang.
Setelah beberapa lama saling menyatukan,akhirnya mereka mengalami pelepasan secara bersama.
"Ah,,ah,,ah."Bima mengeraskan rahangnya dan mengecupi punggung istrinya.
"Terima kasih sayang."Lalu Bima menggulingkan badannya disamping Kintan.
Bima mendekap istrinya dan menciumi rambut wangi istrinya.
"Apa kamu puas dengan servisku tuan?"
Bima terkekeh dengan menciumi keningnya berulang kali.
__ADS_1
"Dan kamu apakah suka dengan servisku honey?
"Suka sekali,tiada duanya."ucap Kintan dengan menggigit bibir bawahnya.
"Siapa yang mengajarimu liar begitu,Hem?? tapi aku sangat menyukainya."jawab Bima dengan kembali mencium bibirnya,lalu mereka mulai memejamkan matanya.
.
.
.
Sementara dilantai bawah semua baru sadar bahwa sang kedua mempelai sudah tidak ada bersama mereka.
Papi menggelengkan kepalanya mengingat ulah putranya yang sama persis dengan dirinya waktu baru menikahi mami.
"Anak kurang asyem,,,dibuatkan acara mewah malah kabur meninggalkannya."gumam papi yang didengar mami.
"hemm,,,like father like son,, papi ga ingat dulu juga begitu,, disaat acara mewah papi juga tiba-tiba menarik mami kekamar."
Papi meringis dan menggosok tengkuknya salah tingkah didepan mami.
Keluarga ,kerabat dan relasi sudah ada sebagian yang meninggalkan pesta.Ayah dan bunda serta keluarga Kintan memutuskan menginap terlebih dulu,besok paginya baru pulang.Tentu saja hal itu membuat sang besan senang.
Malam menjelang akhirnya pesta pun berakhir ,semua merasa lega karena acaranya berjalan lancar tanpa ada halangan ,semua bergembira ,dan karena sudah merasa lelah akhirnya mereka masuk ke kamar yang sudah disediakan untuk istirahat.
.
.
.
Keesokan paginya Kintan mengerjapkan matanya ,badannya terasa remuk dan lelah akibat gempuran terus menerus dari suaminya yang tidak pernah puas menikmati tubuhnya.Bima hanya memberinya waktu setengah jam untuk beristirahat,ronde selanjutnya ia mulai sampe 4kali dengan berbagai gaya😀 ( sampe 4 ronde,,itu tinju bang😀)
Tangan Bima yang memeluk erat perutnya pelan-pelan Kintan pindahkan.
Kintan memandangnya dengan tersenyum dan mengecup sekilas bibir sexy suaminya.
Namun hal itu tidak juga membangunkan Bima,ia nampak masih terlelap.
Kintan lalu beranjak untuk segera membersihkan diri kekamar mandi dan berencana turun dan menemui keluarganya,karena ia mengingat semalam sudah meninggalkan keluarganya.
Didapur ternyata mami dan bunda lagi menyiapkan sarapan untuk keluarga.
"Bunda,,mami selamat pagi."sapanya dengan mencium pipi kedua wanita yang sangat dicintainya.
"Selamat pagi sayang."jawab keduanya.
"Maaf ya ,semalam Kintan ga bisa gabung dengan kalian ,kak Bima meminta untuk cepat beristirahat."ungkap Kintan.
Sementara bunda dan mami hanya bisa tersenyum.
"Ga papa biasa pengantin baru ,,biar cepet jadi cucunya granda."ucap bunda terkekeh.
"Granda?"tanya mami mengerutkan dahinya.
"Iya panggilan untuk calon cucu biar agak kerenan dikit."jawab bunda ke mami yang bingung.
"Oh kalau gitu aku grandmi donk."lalu mereka tertawa bersama.
Kintan hanya menggelengkan kepalanya melihat dua perempuan yang sangat disayanginya.
"Sayang tolong kamu siapin rotinya ,bikin sandwich ya ,siapa tahu nanti yang lain mau sarapan sandwich aja,kalau mau buat susu ada dilemari atas, mami mau bangunin papi dulu."ucap mami dengan berlalu pergi.
Sedangkan bunda juga sudah selesai menyiapkan dan menatanya di meja makan.
"Sayang,,bunda sudah selesai,,kamu lanjutkan itu ya,buatkan sarapan kesukaan suamimu, bunda mau lihat ayah dulu dan memanggil keluarga yang lain untuk sarapan."pamit bunda.
"Ya Bun."
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
author : Tuh kan? Bima ga mau berhenti
doyan apa doyan bang.
Bima : sirik aja Lo Thor,,bilang aja iri.
Author : diiih iri,,eh ceritamu ada ditangan gue,,gue bikin Kintan minggat baru tahu Lo.
Bima : hehehe iya iya maaf ,,please jangan pisahkan aku dengannya ,,author cantik deh,manis,imut,baik hati dan tidak sombong.
author :😏😏😏😏
__ADS_1