Cintaku Berlabuh Di Surabaya

Cintaku Berlabuh Di Surabaya
43.Aku Gila Karenamu


__ADS_3

Setelah cerdas cermat selesai ,yang ditunggu dari lomba ini adalah lomba puisi.


Saat ini masing-masing sekolah sudah mengirimkan regu terbaiknya untuk menampilkan yang terbaik.


Kali ini boleh menampilkan secara solo atau sendiri maupun secara duet.


Setelah mengambil nomer undian ,Kintan dan Radith mendapat giliran tampil nomer 5 dari sepuluh peserta.


Kintan terlihat gugup setelah melihat penampilan masing-masing peserta.Menurutnya semua berbakat ,penampilan mereka sangat memukau.


"Hey tenanglah jangan gugup ,kamu harus tampil percaya diri."begitulah ucapan Radith yang tidak henti memberi semangat kepada Kintan.


Ditengah rasa gugupnya ,ponsel Kintan bergetar tanda video call dari Bima.


Kintan agak menjauh dari panggung untuk mengangkat telfon dari Bima.Saat ini masih peserta no 2 yang tampil ,jadi masih ada kesempatan untuk ngobrol dengan Bima.


"Kak radith ,,aku angkat telfon dulu ya."


"Silahkan."ucapnya yang penuh selidik tentang siapa yang menelfon Kintan sampai harus beranjak dari tempatnya.


Kintan mengangkat video call dari Bima.


"Assalamu'alaikum kak"


"Wa'alaikumsalam sayang."


"Kak Bima aku gugup."


"Aku tahu sayang,makanya aku telfon,,biar kamu ga nervous,,hey kekasih Abimana harus percaya diri donk,,,kamu itu luar biasa loh,makanya aku cinta sama kamu."


"idih pinter ngegombal sekarang,,eh tapi ko kak Bima bisa tahu aku nervous."


"Apa yang ga kutahu tentang dirimu sayang,,


ayo senyum donk,aku pengen lihat senyummu."


Dan Kintan pun tersenyum manis kearah Bima.


"Nah gitu donk,tapi senyummu hanya untukku aja ya ,kamu ga boleh senyum dengan cowok yang tampil sama kamu,,awas jaga jarak jangan dekat-dekat."


"Eh udah kayak himbauan prokes aja sih jaga jarak,,ga sekalian pakai masker kak." ucap Kintan ngeledek.


" Sudah pintar ngelucu ya sekarang, awas nanti kalo ketemu."


"Abis kak Bima lucu,,ya udah ya kak ,bentar lagi aku tampil,doakan menang ya."


"Pasti sayang,tampilkan yang terbaik ,menang atau kalah nanti tetep kakak kasih hadiah."


"Oh ya ,,,asyek,,bener ya."


"Ya sayang ,,bener ,ya udah kututup ya telfonnya ,semangat ,,love you sayang."


"Love you too."


Video call dari Bima Seolah menjadi mood booster bagi Kintan.


Semangat dan percaya dirinya sekarang tumbuh.


"Ada harapan sekolah ini yang harus aku wujudkan,mereka mengharapkan ku menang, aku harus semangat."gumam Kintan berusaha memberi semangat untuk dirinya sendiri.


Hal yang lebih membahagiakan dan sebagai mood booster adalah kehadiran Aya dan Jelita memberi support kepada Kintan


"Hay Tan,,,semangat ya."ucap Aya merangkul bahunya Kintan.


"Aya,,,Tata."Kintan langsung membalas merangkul keduanya.Mereka bertiga kembali merindu dengan saling memberi support.


"Semangat ,kamu pasti menang."ucap Tata

__ADS_1


MC sudah memanggil peserta no 5 yang artinya Kintan dan Radith harus segera bersiap.


"Ayo Tan,kita harus naik ke panggung."ucap radith


"Iya kak,,ayo."


Penonton tidak henti-hentinya bertepuk tangan,bahkan baru mereka muncul sudah bisa membuat orang terpana.


Kintan yang berpenampilan sederhana tapi terlihat mempesona ,dengan rambut hitam yang terurai sepunggung dengan dihiasi jepit biru disisi kiri rambutnya ,sehingga menambah aura kecantikannya.Polesan make up yang natural ,hanya bedak dan lipglos warna pink yang membuatnya terlihat selalu segar dan tidak tampak pucat.


Radith yang terlihat cool ,apalagi ditambah dia memainkan keyboard nya untuk mengiringi Kintan dalam membaca puisi.


Radith seolah tidak menghiraukan jeritan para siswi yang mendambakannya.Dia terlalu fokus dengan gadis yang ada disampingnya,


Mereka saling tatap untuk saling memberi semangat.


Perkenalan singkat dibuka oleh Kintan.


Hallo semuanya


terima kasih masih setia mendengarkan puisi dari kami.


Terimalah persembahan dari kami puisi yang berjudul "Debaran Jiwa"


Dan kali ini Radith mulai menekan tuts keyboardnya terlebih dulu untuk mengawali dan membuat juri serta penonton takjub.


Tepuk tangan yang tadinya ramai dan gemuruh ,tiba-tiba berhenti ,mereka terkesima dengan pembawaan Radith yang keren.


Setelah dirasa cukup sebagai pemanasan,barulah Kintan mulai dengan puisinya.


...Debaran Jiwa...


...Di dada ini,...


...Kurasakan kau sebagai separuh nafasku...


...Di jantung ini,...


...Kurasakan berdetak mengalun irama...


...yang selalu memanggil namamu....


...Hingga pada satu dekapan...


...Kita, sepasang hati yang tak perlu basa basi...


...meluahkan segenap dekap alirkan rindu di hati...


...Dan rindu itu tumpah di ruah ruang-ruang perasaan...


...Kau,...


...Debaran Jiwa yang selalu mengental dan menyebar ditiap aliran dari pembuluhku...


...Aku nyaman dengan kebersamaanmu....


...Kau debaran jiwaku...


...Suara riuh kembali terdengar,bahkan sangat riuh daripada sebelumnya...


"Kereeen"


"Baper"


"menang menang"


"Amazing"

__ADS_1


Begitulah teriakan yang dilontarkan mereka.


Mereka tampil bener-bener memukau penonton dan juri dibuatnya takjub.


Dari tadi udah manggut-manggut aja melihat penampilan mereka.


Peserta demi peserta sudah tampil.


Juri sudah mulai berdiskusi dan perwakilan mereka sudah berdiri di depan mic untuk mengumumkan pemenang lomba puisi.


"Tahun ini banyak kejutan untuk kami,ternyata tidak sia-sia kami menyelenggarakan lomba puisi.Banyak siswa berbakat dalam bidang ini.Kalian semua luar biasa.


Dan kami para juri sudah memutuskan ,yang berhasil meraih juara 1 ,yang berhasil membuat kami merinding,takjub dengan penampilannya,dan yang sudah membuat kami terpesona adalah peserta no 5 atas nama Kintana Larasati dan Raditya Permana dari SMA xx,silahkan menuju panggung untuk menerima medali,piala dan sedikit hadiah."


"yeaaayyyyy ,,horeeee."


Langsung mereka menyerbu Radith dan Kintan untuk mengucapkan selamat.


Dan setelah itu mereka menjadi trending topik di sekolah tersebut.


Media sosial sudah rame dengan uploadan video dan foto mereka.


---------


Hari Sabtu waktunya weekend ,setelah menunaikan sholat subuh ,Kintan melanjutkan tidurnya karena entah mengapa hari ini terasa ngantuk berat.


Dia terbangun setelah mendengar ketukan pintu dari bundanya.


"Kintan ayo bangun ,ini sudah jam berapa?"


"iya Bun bentar."


Dengan masih membuka matanya dengan malas ,Kintan membuka pintu kamarnya.


"Sayang ,mandi gih cepetan ,habis itu sarapan, bilangnya mau ke toko."


"Iya Bun ,,ya udah Kintan mandi bentar ya."


Kintan menuju meja makan untuk sarapan bersama,setelah itu berpamitan untuk pergi ke toko ayahnya.


Hari ini Kintan kembali untuk membantu ayahnya,karena ayahnya masih belum bisa beraktifitas ,jadi kintanlah yang berinisiatif menjaga toko,karena menurutnya sambil belajar bisnis dan biar ga jenuh,selain itu dia juga memasarkan lewat online.Jadi selama Kintan jaga toko ,penghasilan yang diperoleh pun lumayan untuk menyambung kebutuhan hidup keluarganya.


Ketika asyik berdiri fotoin barang untuk promosi di sosmed,tiba-tiba ada yang memeluk dari belakang dan meletakkan wajahnya diceruk lehernya Kintan,meletakkan tangannya diperut Kintan.


(bayangin sendiri lah ya posisinya ,,,author ga ikutan๐Ÿ˜€โœŒ๏ธ)


"Asyik bener lihatin hp sampe pacarnya datang ga lihat."ucap Bima mencium pipi kanannya Kintan.


"Kak Bima ,,iih ngagetin aja,kukira siapa? kak nanti ada yang lihat."


Bima seolah tidak mendengarkan omongan Kintan,malah semakin menciumi leher Kintan dengan masih memeluknya dari belakang.


"Aku kangen sayang,biarkan seperti ini dulu,,dua Minggu ga ketemu membuatku gila,,aku gila karena mu sayang."


emang cinta itu gila ya??


atau semua bisa gila karena cinta??


siapa yang mau gila karena cinta??


author mah ga mau


gila aja sendiri ๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€


sudah up lagi ya sayangkuh


jempol manisnya mana??

__ADS_1


__ADS_2