
Mengawali pagi dengan penuh semangat,karena pagi hari itu mengajarkan kita bahwa selalu ada harapan disetiap langkah kita.
Impian itu harus kita raih,selama masih ada impian ,harapan akan selalu ada.Selama masih ada harapan ,kebahagiaan,keinginan dan cita cita pasti akan kita dapat.
Begitu juga dengan seorang gadis yang bernama Kintan,semangat sekolah untuk meraih cita-cita selalu dia tanamkan dalam diri,tapi pagi itu semangatnya untuk sampai lebih awal disekolah terhalang ,karena motornya tiba-tiba ban nya bocor.Terpaksa dia menuntun motornya sampai ke bengkel.
tok
tok
ceklek
"Maaf bang,,sudah mengganggu pagi-pagi,ban motor saya kelihatannya bocor,,bisa kah ditembel atau kalo parah bocornya diganti dengan yang baru ga papa bang"ucap Kintan kepada abang bengkelnya.
"Bisa dek,,tapi ga bisa ditungguin karena saya masih repot,nanti pulang sekolah ambil kesini."ucap Abang bengkelnya.
"Ehm,,aduh gimana ya?"pikir Kintan dalam hati
"Ya udah deh bang ga papa,,nanti pulangnya saya ambil."akhirnya Kintan merelakan motornya untuk ditinggal dibengkel.
Kintan menyusuri jalanan dengan jalan kaki,tapi halangan tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk bisa sampe ke sekolah tanpa telat.
"Apes banget yak,,niat hati mau berangkat pagi ,tapi malah begini,,kenapa juga bannya bocor disaat yang tidak tepat."ucap Kintan sambil menendang kerikil kecil dipinggi jalan.
Tin ,,tin,,,tin
Ada mobil yang tiba-tiba berhenti disampingnya.Karena merasa agak takut,Kintan tidak menghiraukannya,dia terus lurus berjalan.
"Kintana Larasati"seseorang dari mobil tersebut memanggil namanya dan berdiri di dekat mobilnya.
Kintanpun menoleh, dan melihat cowok itu "Seragamnya sama denganku,itu berarti dia satu sekolah sama aku,tapi siapa ya? ko aku ga kenal"ucapnya dalam hati
"Maaf kakak siapa ya?"
"Kamu bisa baca kan papan namaku"ucap cowok itu sambil menunjukkan papan nama diseragamnya.
"Raditya Permana"ucap Kintan
"Panggil aja Radit"jawab cowok itu sambil senyum dan mengulurkan tangannya
Kintanpun membalas uluran tangannya.
"panggil aja Kintan."ucapnya
"Kak Radit berarti kakak kelasku,tapi maaf kak ko aku ga pernah lihat ya"
"Kamu terlalu cuek sih,,jadi aku yang sering melihatmu dan memperhatikanmu ,kamu kan jadi idola di kakak tingkat mu ,siapa yang ga kenal kamu dan 3sahabatmu yang cerdas dan jago buat puisi." ucap Radit.
"Eh,,hehehe,, ga juga ko kak,biasa aja."balas Kintan
"Kenapa jalan kaki?" ujarnya Radit lagi
"Itu kak biasa,,ban motor bocor ,jadi tadi kutitip ke bengkel ."ucap Kintan
"Ya udah kalo gitu sekalian bareng aja,ntar terlambat loh" ajak radit
"Eh,,ga usah kak,ga papa ko jalan kaki bentar lagi juga nyampe" Kintan menolaknya
Tin ,,tin
Aya melihat Kintan dari kejauhan dan segera menepikan mobilnya.
"Aya datang disaat yang tepat"pikir Kintan
__ADS_1
"Kenapa tan"
"Biasa ay ,,lagi bocor ban."
"Oh,,udah cepetan naik"Aya mengajak Kintan naik ke mobilnya.
"Maaf kak Radit ,,saya bareng teman saya aja,ga papa kan?
"Ga papa kok,,silahkan."ucap Radit senyum
Kintan segera memasuki mobil Aya.
"Siapa tan,,seragamnya sama dengan kita"
"Iya ay,,,namanya Raditya Permana,kakak kelas,,bilangnya sih sudah kenal aku ,tata,Ica dan kamu ,tapi aku juga baru kenalan tadi."
"Cie,,,tunggu-tunggu bilangnya kakak kelas?
jangan-jangan dia yang selama ini mengirim puisi dan bunga itu Tan,,pengagum rahasia mu."
"Entahlah ay,,,ga tau."jawab Kintan
"Lumayan juga sih,,cakep,,dari sorot matanya sih dia tertarik sama kamu,,hehehe"
"Hilih sok tau kamu ay,,,Ga mau mikir kesana ay."ucapnya yang males mikir cowok lain selain Bima.
"Iya karena pikiranmu sudah dipenuhi oleh yang namanya Bima,,hehee"
"Hehehee,,mungkin juga"
"Eh,,gimana Bima lancar kan hubungi kamu"tanya Aya.
"Lancar sih,,hehehe"jawab Kintan
"Cie pantesan hari-hari semakin nampak aura kebahagiaannya."
"Wah,,jangan-jangan aku ketinggalan berita nih."
"Aya ,udah ih ngomong terus,,,udah nyampe tuh,,makasih ya tumpangannya."
"Kintan ,kamu berhutang penjelasan sama aku."
Kintan pun menanggapi sahabatnya hanya dengan senyum.
Sementara Aya memarkirkan mobilnya,Kintan setia menunggu sahabatnya di lorong dekat parkiran ,ga jauh dari parkir mobilnya Aya.
Akhirnya mereka berjalan berdua menyusuri lorong kelas untuk menuju ruang kelasnya.
.
.
_____________________
Pulang sekolah
"Assalamu'alaikum bunda"
Ko sepi sepertinya ga ada orang dirumah,
untungnya Kintan membawa duplikat kunci rumah,Kalo tidak ,sudah tentu dia akan nunggu bundanya yang entah akan pulang jam berapa.
Kintan langsung masuk rumah ,dan menuju kamarnya untuk membersihkan badan,setelah itu merebahkan badannya ke kasur lalu tertidur.
__ADS_1
Kintan terbangun disaat suara ponselnya berdering.
Dengan malasnya Kintan mengangkat ponselnya.
"Hallo"
"Sayang,kamu bangun tidur."
Dengan masih mengumpulkan kesadarannya Kintan langsung kaget membalalakkan matanya,ternyata itu video call dari Bima.
Kintan langsung menutup mukanya dengan bantal,,
"malunya🙈,,ih ponsel kenapa kamu ga bilang sih klo itu video call."gerutu Kintan.
(bilang ponselnya :lah ko jadi aku yang disalahin,,gini amat yak jadi benda mati,disalahin Mulu,,nasib ga bisa ngomong😄)
"Hey,,ga usah malu sayang,,aku syuka melihatmu bangun tidur begitu,,malah cantiknya bertambah,,hehehe" ucap Bima terkekeh
"Ih kak Bima,,malu " jawab Kintan masih menutupi mukanya dengan bantal dan hanya membukanya sedikit.
"Lagian ko tumben sih jam segini baru bangun tidur,,,capek banget ya sayang,,gimana motornya sudah bagus ,,apa perlu aku kirim motor baru"
"Loh kak Bima ko tahu "
"Tadi aku telfon kamu,tapi kamunya ga ngangkat,jadi aku telfon Aya ,bilangnya habis ngantarin kamu terus diturunkan ke bengkel dan Aya cerita semuanya."
"Oh jadi cuma telfon Aya aja nih." tanya Kintan penuh selidik.
"Iya tadinya mau telfon Icha." ucap Bima sengaja mengerjai Kintan
"Ogh ,,jadi sudah saling nyimpan no telfon ya dengan icha,,bagus sih." jawab Kintan sambil memaksakan senyum.
"enggak sayang,,tadi kan aku sama Fero ,kebetulan Fero pas nelfon Aya,jadi sekalian aku tanya kamu dimana." jelas Bima
"Oh begitu,,ya tadi pagi ban motor bocor terus aku taruh di bengkel,jadi aku numpang sama Aya."
"Kasian gadisku,,,,eh Sabtu aku kerumahmu ya."
"Beneran Kak,,emang mau ngapain?" ucap Kintan berbinar
"Senang ya ,,, aku mau nemuin bunda ,mau minta restu." ucap Bima terkekeh.
"Oh beneran nih cuma nemuin bunda,,ga mau nemuin anaknya."Ucap Kintan yang ganti mengerjai Bima.
"Tentu saja,,itu kan sudah satu paket sayang,,kamu ini semakin buatku gemes deh."ucap Bima
"hihihihi."
Dari luar kamar bunda sudah mengetuk pintu dan memanggilnya
"Sayang,,bangun,,,sudah sore ayo makan dulu"teriak bunda.
"Kak Bima udah dulu ya,bunda udah teriak manggil disuruh makan."
"Loh jadi dari tadi siang belum makan,,ya udah kalo gitu makan yang banyak ya,,aku ga mau kamu sakit."ucap Bima.
"Ga mau ah makan banyak,,ntar gendut ,kalo gendut kak Bima berpaling ke cewek lain."
"Hehehee,,bisa aja kamu,,,ya udah aku tutup ya,,Love You."ucap Bima menutup telfonnya dengan memberikan kecupan jarak jauh.
...Tak banyak kupinta ...
...Cukupkan saja hadirmu ada...
__ADS_1
...Karena disitu bahagia bermula...
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️