
Kala senja disore hari disebuah teras rumah yang sederhana namun tampak tertata rapi dengan suasana rumah yang terpancar kebahagiaan dan menampilkan keluarga kecil yang bahagia dan harmonis.
Ayah dan anak gadisnya yang tengah asyik berbincang,penuh syuka tertawa ceria.Mulai dari menceritakan waktu kecil sampai berbincang tentang penjualan di tokonya.
"Nduk (panggilan untuk anak perempuan Jawa) ,,barang-barang di toko banyak yang sudah kosong,takutnya nanti ada pembeli dan barangnya ga ada,, sepertinya ayah harus ke Surabaya untuk belanja barang." ujar sang ayah.
"Ayah lupa keberadaanku ya? selama ada Kintan , biar Kintan yang belanja yah,,ayah cukup duduk manis menerima uang pembeli." ucap Kintan tersenyum lebar.
"Seandainya ayah punya modal besar,ayah akan membuat toko elektronik yang lengkap dan besar di kota ini tapi tetep dengan harga yang terjangkau."ujar ayah.
"Aamiin ayah,,ucapan adalah doa,,semoga Kintan bisa mewujudkan impian ayah."ucap Kintan dengan mata yang berkaca-kaca.
"Terima kasih ya nak ,kamu selalu membuat ayah bangga."ucap ayah mengelus rambutnya.
"Oh iya ayah,,dimana alamat yang di Surabaya ,nama agen nya apa, biar Kintan nanti enak mencarinya,secara Kintan kan belum pernah ke Surabaya."
"G A elektronik,,alamatnya Jalan xx."jawab ayah.
🌸🌸🌸
Senjapun sudah berganti malam,waktunya mengistirahatkan tubuh setelah lelah beraktifitas.
Sebelum tidur seperti biasa Kintan tanpa melewatkan video call dari Bima.
Drtzz,,Drtzz
panggilan video pun diterima oleh Kintan.
Bima :
"Hay sayangku,,udah mau bobo ya?
Kintan :
"Belum ,nungguin kamu telfon."
Bima :
"Cie,,aku juga lagi nungguin nih."
Kintan :
"Nungguin apa?"
Bima :
"Nungguin kamu dipelaminan😊."
Kintan :
"hehehee pinter gombalin sekarang ya,,awas aja kalau sampe gombalin juga ke cewek lain."
Bima :
"Ya ngga lah sayang ,ibarat angka kamu itu 1,3,4,5 sampai tak terhingga."
Kintan :
"Ko ga ada angka 2 nya?"
Bima :
__ADS_1
"Karena memang kamu ga ada duanya sayang,,I love you so much."
Kintan dibalik kamera hanya terkekeh malu menutupinya dengan bantal mendengar gombalan Bima,dan timbul dalam benaknya untuk berfikir membalas gombalannya ,
Bima :
"Kalau senyum malu gitu jadi makin pengen deh."
Kintan :
"Pengen apaan?"
Bima :
"Pengen ciumin kamu."ucap Bima terkekeh dibalik ponselnya.
Kintan :
"Dasar mesum."ucapnya mencebikkan bibirnya.
Bima :
"Ga papa mesumku kan hanya denganmu sayang,hehee."
Kintan :
"Kak,,pengen deh naik motor lagi,,tapi takut ah nanti ditilang polisi."
Bima :
"Kamu pengen mengulang naik motor lagi,,aku bayangin juga kepengen lagi sayang,apalagi saat kamu peluk aku dari belakang ,hehehe ,,eh tapi ngapain ditilang? kan aku bawa surat nya lengkap?"
Kintan :
Bima mengernyitkan dahinya.
"Ko bertiga?"
Kintan :
"Ya kita bertiga , AKU ,KAMU dan CINTA❤️." ucap Kintan tersenyum sambil melengkungkan jari telunjuk dan melebarkan jari jempolnya untuk membentuk simbol love.
Bima mendengarnya terkekeh sambil memegang perutnya dan berguling ke bed nya.
"Nakal ya sekarang ,,Awas ya kalau ketemu, ga bakal kubiarin lepas,,siap-siap tu bibir bengkak lagi."
Kintan :
"Isshh,,dasar omes,,hehehe oh iya kakak pas ga sibuk hari apa ? aku mau ke Surabaya disuruh ayah belanja barang,, kakak tau G A elektronik?"
Bima sedikit mengernyitkan keningnya
"Kapanpun aku siap mengantarmu sayang,,mau hari apa kesini? nanti kabari aku biar mang Karyo yang jemput kamu?? oke? dan ga ada penolakan! keselamatanmu yang utama."
Kintan :
"Kakak,,ih nyebelin tapi aku syuka,,,makin love you,,,,tapi aku udah ngantuk."
Bima :
"Hhmm,,,ingin gigit rasanya aku tuh,,,gemes tau lah,,,love you more sayangku,,,muach muach,,oke kamu pejam mata ,dan tidur ,,aku ingin melihatmu tidur,,nanti kalau sudah tidur kututup telfonnya."
__ADS_1
Beberapa kali Kintan sudah menguap,rasa kantuknya sudah tidak tertahan lagi,,akhirnya lama-lama Kintan sudah mulai tidur,ponsel yang dia pegang pun terjatuh di sebelah kanannya.Dan Bima akhirnya menutup telfonnya.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Keesokan paginya Kintan sudah bersiap-siap untuk pergi ke toko mengecek barang yang akan dibeli nanti.
Kali ini Ayah sudah merasa sehat dan bisa kembali untuk beraktifitas.
Ayah dan Kintan pergi ke toko tidak berbarengan. Awalnya ayahnya ingin berangkat bersama ,namun Kintan memilih membantu bundanya memasak untuk pemesanan cathering.
Setelah membantu bunda barulah dia bergegas pergi ke toko membantu ayahnya. Mulai melayani pembeli,mengecek jumlah keuangan,mengecek barang yang kurang laku dan yang diminati pembeli.
Tepat pukul 12 ayahnya pamit untuk beristirahat.
Kintan menyuruh ayahnya pulang dan beristirahat dirumah saja.
"Ayah istirahat dirumah aja, ga usah kembali ke toko yah,,biar Kintan yang jaga sampai tutup nanti,Kintan akan sholat dan istirahat disini aja."
"Makan kamu gimana sayang ?
"Tadi bunda sudah bawakan bekal untuk makan siang ,jadi jangan khawatir ayah, ga bakal aku kelaparan."ucap Kintan dengan tersenyum.
"Oh iya yah,,ehmm,,???" Kintan sempat memikirkan omongan ke ayahnya jika dia sudah memberi tahu Bima tentang rencananya akan pergi ke Surabaya.
"Ada apa ,katakanlah beritahu ayah apa yang mau kamu sampaikan?"
"Ayah sebenarnya Kintan sudah memberitahu ke Kak Bima tentang rencana akan pergi ke Surabaya,,Kintan kan baru mau pertama kali belanja ,jadi Kintan minta tolong Kak Bima untuk mengantarkan ke G A elektronik,,boleh kah yah?"
"Kirain mau ngomong apaan?? boleh lah daripada anak ayah yang cantik ini nanti tersesat mendingan minta tolong ke orang yang lebih tahu kota sana."jawab ayah.
"Terima kasih ayah,,ayah memang the best."ucap Kintan.
"Eit ,,tapi ingat harus bisa jaga diri."pesan ayah
"Siap ayah."ucap Kintan dengan semangat.
Setelah kepulangan ayahnya,Kintan beristirahat untuk beribadah sebentar dan melanjutkan pengecekan barang-barang sambil melayani pembeli,bahkan dia lupa untuk makan siang.
Banyak pesanan pembeli yang dia catat.
"pengecekan keuangan ,barang yang akan dibelanja dan pesanan pembeli juga sudah kucatat,,Ach ,,akhirnya selesai juga semua."ucapnya.
🍀🍀🍀🍀
Semua sudah masuk catatan dan Kintan bersiap untuk Go to Surabaya,Bimapun sudah diberitahu rencananya,tetapi karena kesibukan Bima tidak bisa menjemputnya langsung.Bima menyuruh mang Karyo untuk menjemput Kintan.
"Sayang, semua sudah siap kan? mang Karyo sudah berangkat satu jam yang lalu,mungkin bentar lagi nyampai."ucapan Bima di telfon.
Bunda juga menyiapkan makanan untuk dibawa sebagai bekal selama diperjalanan,serta oleh-oleh yang sengaja dibuat bunda untuk keluarga Bima.
Kue lemper yang terbuat dari ketan didalamnya isi suwiran ayam yang melimpah dibungkus daun pisang ,itulah jajanan kesyukaan mami nya Bima.
Bundanya Kintan dulu memang pernah bawakan karena ada lebihan pesanan dari tetangga hajatan.Tanpa disangkanya justru maminya Bima malah ketagihan ingin selalu dibuatkan setiap Bima berkunjung kerumah Kintan.
"Sebenarnya aku deg-degan gimana nanti ketemu orang tuanya? apa mereka mau menerimaku?apa mereka bakal menyukaiku?"Kintan mencoba bermonolog di hati dan menepis perasaan takutnya.
...Ketakutan tidak ada di manapun...
...kecuali dalam pikiran....
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1