
Mobil Fortuner hitam itu akhirnya sampai di kediaman rumah Bima.
"Yank,,kita jadi kerumahmu."tanya Kintan dengan masih menautkan jemarinya dengan jemari Bima.
"Jadi donk,,tadi aku sudah menjemput ayah bunda,dan kita mungkin sudah sangat ditungguin mereka."
"ishh,,kamu sih memberi aku hukuman segala."
"Habis kamu sih yank dari pagi ga memberi aku kabar sekalipun ,aku khawatir,,kangen banget berharap bangun tidur kamu VC ga taunya malah sama sekali ga ada kabar."jawab Bima dengan mendekatkan wajahnya ke wajah cantik Kintan.
"Hilih baru ditinggal setengah hari aja bingung,galau,,kemarin 4tahun tanpa kabar aja ga papa,santai kaan??" ucap Kintan melengos kan mukanya ingat perpisahannya selama 4tahun.
"Maafkan aku,,,kalau kamu tahu aku juga terluka waktu itu,,malah kayak orang gila apalagi melihatmu diantar jemput cowok lain."jelas Bima menahan dagunya Kintan.
Kintan kaget mengernyitkan alisnya seolah meminta penjelasan ke Bima.
"Hempp" Tapi sebelum bicara,Bima langsung membungkam bibir Kintan dengan ciumannya.
Ciuman pelan dan hangat, dia seolah sangat menikmati bibir Kintan dari pinggir kanan,tengah,kiri.
Bibir yang selalu membuatnya kecanduan dan tidak bisa berpaling serta selalu membuatnya rindu berat.
Kalau sudah kena ciuman Bima,Kintan tidak bisa menolak,karena dia juga sudah candu dengan ciuman bibir Bima.
Kintan mengalungkan tangannya ke leher Bima,hal itu malah membuat Bima semakin dalam menciumnya.Kintan juga semakin pandai membalasnya,malah kadang membuat Bima kewalahan.
Pagutan itu belum juga terlepas ,malah decapan kembali terdengar ,sehingga kedua bibir sudah sama-sama basah dengan Saliva masing-masing.
Setelah kehabisan nafas ,pagutan itu terlepas.Bima mengusap bibir Kintan yang basah terkena salivanya, dia tersenyum puas.
"Aku semakin suka ciumanmu sayang,,aghhh membuatku ingin cepat memilikimu."ucap Bima menyatukan kening mereka.
"Aku juga sepertinya sudah kecanduan dengan sentuhan bibirmu."jawab Kintan.
"Oh my,,,,"
dan kedua bibir itu kembali menyatu,kali ini ciuman Bima agak liar dan semakin dalam,dia memegang tengkuk Kintan.
Bima terus mengeksplore rongga dalam mulutnya ,Kintan juga membalas dengan tidak kalah liar,berkat Bima dia semakin pintar dalam hal menciumnya.
Decapan itu semakin terdengar,bahkan Bima kini sudah beralih ke leher mulusnya,dan turun sampai kedada,ia sudah membuka dua kancing kemeja Kintan,dan hendak mendaratkan ciumannya di area dada yang menjadi kesukaannya.
Namun ketika akan mengeluarkan isi semangka,pintu kaca mobil digedor dari luar dan membuat aksinya gagal.
Mereka menetralkan nafasnya yang terengah-engah dan kembali merapikan baju yang kusut akibat ulah panas mereka.
bertatap dan saling tersenyum ,lalu segera keluar dari mobil.Alangkah terkejutnya ternyata papi yang mengetuk pintu mobil mereka.
"Ehemmm."papi hanya berdehem melihat keduanya.
"Pii,, hehehee ngapain disini?"ucap Bima salting memegang tengkuknya dan jemari satunya tetap menggenggam jemari Kintan.
"Ngapain disini " ulang papi dengan menirukan ucapan Bima.
"Kami menunggu sampai kelaparan ,malah yang dimobil keenakan ga keluar-keluar."ucap papi menahan tawa.
"Hehehehee ,,ya udah yux masuk."ajak Bima.
"Kamu masuk duluan sayang."perintah Bima ke Kintan.
"Belum sempat muncrat kan?"tanya papi berbisik ditelinga Bima,dan hal itu membuat Bima sontak tertawa terbahak-bahak.
Untung Kintan sudah disuruh jalan duluan,meskipun sempat menoleh kepada keduanya yang tertawa lepas.
Ia hanya menggelengkan kepalanya.
Ga anak ga bapak sama gesreknya😂
.
.
.
Di ruang makan sudah ada ayah,bunda,mami,papi ,Kintan dan Bima.
__ADS_1
Mereka terlibat percakapan serius.
"Jadi gimana mau tahun depan kita resmikan?"tanya Papi sengaja menjahili Bima ,karena sebenarnya beliau sudah tahu kalau anaknya sudah ngebet kawin eh nikah😀.
"Pii,,,papi apaan sih? kelamaan,Bima malah maunya besok."
sontak jawaban Bima membuat semua tertawa.
"Tuh kan ,anaknya sudah kebelet."dan semakin tertawa lah mereka.
"Gimana ayah Kintan,,kira-kira merestui mereka ga??"
"Yach mau gimana lagi ,,kalau sudah anaknya bener-bener kebelet ,kita nikahkan aja secepatnya,,,niat baik ga boleh ditunda kan??" jawab ayah Kintan.
"Wahhh setuju,,,ini baru ayah terbaik."Bima langsung menghampiri ayah Kintan mencium tangannya.
"Mi,,,apa jangan-jangan papiku dulu ketukar ya."
"Husstt."kedua ibu langsung menjawab bersamaan.
"Hahahaaa piss,,"Bima nyengir dengan mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk V.
Obrolan mereka berlanjut diruang tengah guna membicarakan rencana pernikahan keduanya.
Dan jangan ditanya kedua pasangan itu dimana??,, yup dimana lagi kalau ga mencari ruang pojok untuk melanjutkan decapan - decapan yang memabukkan😉.
Di lantai atas ,tepatnya rooftop,ada ruang pojok yang tidak terjangkau CCTV.
Disinilah mereka sedang asyik berciuman bibir yang menimbulkan decapan-decapan dengan suara yang menggoda.
Tangan Bima sudah masuk ke kemeja yang Kintan kenakan ,membelai punggungnya naik turun yang menimbulkan rasa panas dingin seperti tersengat listrik.
Pagutan itu semakin liar ,tangan Bimapun sudah berhasil melepas seluruh kancing kemeja yang Kintan kenakan.
Bima sedikit mendorong Kintan untuk ia baringkan di sofa panjang yang ada di ruangan sebelahnya.
"Sayaangg ,,,aku ingin memilikimu segera."ucap Bima kembali memagut bibirnya dan tidak memberi kesempatan untuk Kintan menjawabnya.
Mereka saling bercumbu di sofa panjang dengan Bima menindih Kintan.
Nafas mereka kembali terengah-engah akibat perang bibir.Kini bibir Bima sudah merayap ke dada dan bukit kembarnya Kintan,ia langsung menyesapnya,mengulumnya liar,seolah menuntaskan aksi yang gagal di mobil tadi.Kintan Melenguh dengan ulah bayi gedenya dan semakin membuat hasrat Bima membuncah.
"Huffttt,,,selalu ada pengganggu."ucap Bima kesal karena kegiatan enak-enaknya lagi-lagi terganggu.
"Sabar papah ,,tiba waktunya nanti akan kita nikmati bersama."ucap Kintan dengan nada menirukan anak kecil.
"Jadi mau panggil papah ya."ucap Bima menciumi perut Kintan seolah berbicara kepada baby-nya.
.
.
.
Berkumpulnya keluarga siang itu semakin ramai karena kedatangan adik mami yang tidak lain keluarga Permana ,om Permana dan Tante Vina.
"Tante."Kintan dan Bima memanggil secara bersamaan.
"Haloo cantikk."jawab Tante Vina memeluk Kintan dan Bima bergantian.
"Tante sama om aja ,si Adit mana? aku ga pernah ketemu loh ,Pengan tahu wajahnya kayak apa sih??
"Pas waktu kamu di Paris, Adit sering kesini Bim."ucap Mami Gina.
"Gantengnya lebih dari kamu Bim."ucap papi.
"Ishh,,mana ada begitu? Aku paling ganteng kan sayang."jawab Bima tidak terima meminta pendapat Kintan.
Kintan hanya terkekeh menanggapinya.
"Ini Adit barusan chat Tante ,mau kesini dengan calonnya."
"Ogh ,,Adit juga mau nikah?"tanya mami Gina.
"Iya makanya aku kemari mba,,kita mau ngomongin rencana Adit ,menurut mba dan mas Abi gimana enaknya??"
__ADS_1
Belum sempat mereka menjawab ,yang diomongin datang.
"Nah tu nongol anaknya."ucap Tante Vina.
"Ka Radith"
"Radith"
"Icha"
Kintan dan Bima memanggil secara bersamaan dengan menatap kaget.
Radith dan Icha juga tidak kalah kagetnya ,namun Kintan segera mendekatinya dan memeluknya.
"Wooahhhh Cha,,," ucap Kintan memeluk erat sahabatnya.
"Aku juga dipeluk ga nih."ucap Radith merentangkan tangannya mengharap Kintan memeluknya.
"Jangan macem-macem Lo."jawab Bima memegang pinggangnya Kintan ,menarik untuk kembali dekat dengannya.
Icha juga malah mencubit pinggangnya Radith.
"Awas ya beb."ucap Icha dengan menatapnya tajam.
"Bercanda sayang."ucap Radith menggenggam tangannya.
Di ruang keluarga itu terjadilah obrolan yang ramai dan seru ,karena ternyata Raditya Permana adalah adik sepupu dari Bima.
Adit ,begitu ia dipanggil juga cerita kalau dulunya menyukai Kintan,sampai kuliahpun ,ia masih berusaha mengejar Kintan,namun ia akhirnya sadar jika cintanya hanya bertepuk sebelah tangan.
Kintan mencintai cowok lain ,dan dari penyelidikannya ternyata cowok yang Kintan cintai adalah sepupunya sendiri.
Radith memang sudah lama mengetahui tentang Bima,namun Bima yang belum pernah ketemu dan kenal Radith.
Akhirnya Radith menyerah ,seiring waktu dia dekat dengan Felisha,selain satu jurusan juga mereka disatukan dengan salah satu kegiatan kampus.,dan juga mereka memiliki nasib yang sama yaitu sama-sama mengejar cinta dan berakhir bertepuk sebelah tangan.
Akhirnya karena Lama kelamaan saling mengenal ,saling support,akhirnya tumbuh benih-benih asmara diantara mereka.
Radith juga menceritakan kisah Icha yang mengejar Bima dan persahabatannya dengan Kintan.
Tetapi ia tidak menceritakan Icha yang meminta bantuannya untuk memisahkan mereka.
Menurutnya kisah itu sudah ditutup,dia dan Icha sekarang saling mencintai dan akan membuka lembaran baru mengarungi biduk rumah tangga.
"Dunia ini sungguh sangat sempit rupanya." ucap mami Gina.
"Icha ini juga anak temanku ,Vin,,dulu pernah terbersit juga sih untuk menjodohkan Bima dan Icha,,tapi Bima sudah memilih cintanya sendiri,dan kami sangat menyukai calon menantu kami juga."ucap mami dan berhasil membuat kedua orang tua Kintan lega.
"Tapi gue seneng sepupu gue dapet elo Cha,sekali lagi selamat."ucap Bima.
"Eh gue ga pernah lihat Rey?dimana dia sekarang?"tanya Radith ke Bima,dan timbul ide Radith menjahili Bima.
"Rey?? apa hubungannya dengan Rey?"Kintan bertanya dan menatap Radity kemudian ganti menatap Bima.
"Elo belum cerita Bim?"tanyanya menahan tawa.
"Sialan ,,awas Lo ya merusak suasana aja."
"Buahahahaaaahaha."pecahlah tawa Radith bersembunyi di belakang Icha.
"Kak,,kamu berhutang penjelasan sama aku."ucap Kintan pergi mengajak Icha untuk bergabung bersama bunda,mami dan Tante Vina.
"Sayang jangan pergi ,,iya aku jelasin nanti,,tapi jangan tinggalin aku dengan dia."ucap Bima menunjuk Radith, sambil merengkuh pinggang Kintan erat.
"Lebay"
"Lebay"
"Lebay "
ucap Kintan ,Icha dan Radith kompak bersamaan.
Sontak hal ini membuat para bapak -bapak tertawa,dari tadi sudah mencoba menahan tawanya,akhirnya akibat ulah Bima ,mereka sampai memegang perutnya karena tertawa ga berhenti.Sementara para emak sudah pergi ke dapur menyiapkan acara makan malam.
"Kak Bima,,ih lepasin donk,,malu ada ayah,om,dan papi tuh,,aku ga kemana-mana juga,aku sama Icha cuma mau bantuin mami didapur."jawab Kintan dan akhirnya Bima melepas rengkuhannya.
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Happy reading semuanya🙏🥰😘😘😘