
"Sory bro ,gue dengan Kintan duluan ya."ucap Bima pamit ke Fero dan Faiz.
Bima segera berlalu dengan menggenggam jemarinya Kintan meninggalkan Fero,Faiz,Icha,Aya dan Tata.
Mereka memang sudah minta izin sebelumnya ke pihak panitia untuk pulang memisah,tidak ikut rombongan sekolah naik bis.
"Kak,,,kita mau kemana?" tanya Kintan disaat Bima sudah selesai menaruh barang bawaan campingnya Kintan ke bagasi.
"Kencan."ucap Bima mengecup tangannya Kintan dengan membukakan pintu mobil setelah itu mempersilahkan Kintan untuk masuk ke mobil.
Bima memasangkan seatbelt ke Kintan dan tidak lupa mengecup keningnya,lalu melajukan mobilnya membawa ke resto mewah untuk makan siang.Bima sengaja membooking tempat VVIP di resto tersebut ,agar prifasinya dengan Kintan tidak terganggu.
Mereka duduk di sofa panjang dengan memilih menu,kemudian pelayan segera mencatat menunya dan berlalu pergi.
"Ingat kakak berhutang penjelasan."
"Penjelasan apa sayangku?"
"Kemarin,,kenapa kakak ga bilang kalau mau datang ,terus sejak kepan bisa bermain gitar,,kenapa ga cerita ?"
Bima hanya terkekeh dan menoel dagunya Kintan serta menarik kedua pipinya karena merasa gemas.
"ih,,,kakak sakit,,"Kintan mengeluh dengan memegang kedua pipinya yang habis di tarik Bima karena gemas.
"Habis kamu gemesin banget sih,,sini aku sembuhin."Bima langsung mengecup pipinya berkali-kali sampai Kintan kegelian dan tertawa akibat ulah Bima.
"Jawab ga?"kali ini gantian Kintan yang menarik hidung mancungnya Bima.
"Iya ,,aku jawab ,tapi lepas dulu."pinta Bima dan akhirnya Kintan melepas cubitannya di hidung Bima.
"Jadi setelah aku dapat kabar dari bodyguard kalau kamu ada yang ganggu,aku putuskan untuk menyusulmu tapi dengan memberimu kejutan ,kebetulan aku juga kenal dengan panitia,jadi aku kerjasama gimana supaya aku bisa hadir dan tampil bersamamu.Kalau soal gitar ,sebenarnya sudah lama aku bisanya,namun karena kesibukan jadi aku ga pernah pegang lagi,hanya karenamu aku memetik gitar lagi,awalnya mau keyboard or piano tapi ribet bawanya ,yang praktis hanya gitar ,jadilah disana dengan memberimu kejutan."
"Oh begitu ,,manis banget sih pacarku."ucap Kintan gemas dengan ganti mencubit kedua pipinya Bima.
"Eh,,sayang ,,kamu udah baikan dengan Icha?"
"Udah,,dia banyak cerita,,intinya dia minta maaf dan ga akan ganggu hubungan kita lagi."
"Bagus lah."jawab Bima lalu memeluk Kintan ,menariknya kedekapannya dan mencium pucuk kepalanya.
"Sayang,,,ehm,,aku akan ada perjalanan bisnis ke Paris?"ucapnya sambil mendekap Kintan.
"Jadi melanjutkan S2 disana?"tanya Kintan melonggarkan pelukannya dan mendongakkan kepalanya ke Bima.
"Ini hanya perjalanan bisnis yank,,,Papi membuka cabang disana ,dan sambil menunggu wisuda ,aku diminta hadir dalam acara pembukaannya sekaligus memimpin sementara ,jika sudah bisa ditinggal aku akan kembali kesini.Mungkin sekalian survey kampus juga disana."Jawab Bima dengan menatap wajah sendu kekasihnya,sedangkan Kintan langsung menunduk mengalihkan wajahnya yang sedih tapi berusaha menutupinya,dia tidak ingin terlihat sedih Dimata Bima.
"Kapan berangkatnya?"tanya Kintan menatap mata Bima.
"Besok."Bima kembali memeluk dan mendekap Kintan.
Kintan sudah menangis dalam dekapannya Bima tapi tanpa suara.
"Untuk itu hari ini aku ingin menghabiskan waktuku bersamamu."ucap Bima melonggarkan pelukannya dan menatap wajah Kintan.
"Jangan nangis sayang,,,aku akan pulang secepatnya."Ucapnya lagi dengan mengecup kening Kintan.
"Aku dan mami sudah izin sama ayah dan bunda kalau kamu akan nginap dirumahku karena besok aku akan berangkat."ucapnya lagi dan langsung menggandeng Kintan pergi.
"Kita mau kemana?"tanya Kintan yang langsung menaiki mobil sportnya.
Bima hanya tersenyum.
Dan sampailah mereka di apartemen Bima,dia membukakan pintu untuk Kintan dan langsung menguncinya.Bima menarik pinggangnya Kintan lalu mencium keningnya,turun ke matanya ,lalu kepipinya.
Setelah mereka beradu pandang,Kintan langsung memberanikan diri mencium bibir Bima.
Bima tampak kaget dengan ulah Kintan yang mencium bibirnya,tapi dia tersenyum karena sangat suka dengan perlakuan Kintan,tanpa nunggu lama,ia membalas ciumannya Kintan dengan melahapnya ,me**m*tnya ,menyusuri setiap inchi bibirnya yang manis dan kenyal.Mereka bertukar Saliva dan saling menyalurkan kerinduannya.
Bima membawanya ke sofa panjang dan menidurkan Kintan tanpa melepas ciumannya. Setelah nafas mereka ngos-ngosan barulah saling melepas.
__ADS_1
"Ini yang selalu aku rindukan."ucap Bima membelai bibirnya Kintan.
"Hari ini aku akan membuat bibir kakak bengkak,biar disana ga nakal dan selalu ingat aku."ucap Kintan menyugar rambut Bima.
Bima tertawa renyah.
"Silahkan nyonya Abimana,,dengan senang hati bibir ini kukasihkan untukmu ,bahkan kalau mau bukan hanya bibir,seluruh tubuhku akan kuserahkan untukmu,,jiwa dan ragaku untukmu sayang."jawab Bima mencium keningnya dan mengarahkan tangan Kintan menyentuh si Otong yang sudah tegak dibalik kain persembunyiannya.
"Big no,,,kita akan melakukannya setelah menikah."jawab Kintan.
Bima hanya mengangguk ,"tapi hanya bergesekan dan jadi bayi boleh?"
"Nanti kebablasan."jawab Kintan.
Bima hanya menggeleng dan menatap wajah cantik Kintan.
"Aku ga akan merusakmu,kamu kekasihku ,akan aku jaga sampai waktunya tiba."Lalu mereka kembali berpelukan.
Tempat ternyaman melepas kerinduan sebelum akhirnya berpisah karena keadaan.
Ketika tengah asyik dengan kegiatannya yang seperti bayi,ponsel Bima berdering.
"Yank ,mami telfon angkat dulu."ucap Kintan dengan menyugar rambut Bima,sedangkan Bima masih asyik menyesap,memberi tanda kepemilikan di gunung kembarnya dan enggan untuk melepasnya.
"Ishh,,,jangan digigit sayang."ucap Kintan meringis ,dan Bima terkekeh.
"Maaf sakit ya,,,Abis aku gemes yank."jawab Bima sambil mengelusnya.
"Angkat dulu telfon nya sayang."ucap Kintan dan Bima langsung beranjak duduk mengangkat telfon.
"Iya mi."
"... "
"Iya nanti Kintan nginap dirumah ,Bima sudah izin."
"..."
"... "
"Ga lah mi,,tenang aja ,Bima tahu batasan,,bye mi,,love you."
Sayang kita harus bersiap-siap ,ditungguin mami makan malam dirumah.
Pagi-pagi Bima sudah diantar ke bandara oleh papi,mami dan Kintan.Sepanjang perjalanan Bima tak melepas genggaman tangannya ke Kintan,bahkan meskipun ada orang tuanya di mobil,Bima tidak malu malah bersikap manja menjatuhkan kepalanya ke bahu Kintan dengan selalu mengecup jemari tangannya berulang-ulang.
Bima sudah melakukan check in dan kini ia sedang menunggu panggilan.
Setelah 30 menit menunggu Bima bersiap akan memasuki pesawat.
Bima sudah menarik Kintan sedikit agak menjauh dari keramaian untuk puas menciumnya.
"Sayang aku akan selalu merindukanmu,jaga diri ya,jangan dilepas kalung dan gelang pemberianku ,aku akan menempatkan bodyguard untuk selalu menjagamu dari jarak jauh selama aku tinggal."Ucap Bima kembali mengecup keningnya.
Disitulah Kintan tidak kuasa menangis,karena sudah tidak tahan sedari kemarin berusaha dia tahan.
"Hey,,jangan nangis ,jangan sedih oke? aku akan kembali secepatnya."Bima mengusap pipinya dan memeluknya kembali ,sampai sudah dirasa tenang.
"Hati-hati disana ,jaga kesehatan,jaga hati,aku akan selalu menunggumu sampai kakak pulang."ucap Kintan dan Bima hanya membalasnya dengan mengangguk karena sudah berat untuk bersuara.
Bima menggandengnya dan berpamitan kepada kedua orang tuanya.
"Hati-hati ya sayang,jaga kesehatan disana."ujar sang mami dengan memeluk anak semata wayangnya.
"Kalau sudah aman ditinggal,secepatnya kamu bisa kembali Bim."pesan sang papi dengan memeluk anaknya.
"Iya Pi."Bima kembali mengecup kening mami dan memeluk papi lalu memeluk Kintan lama diakhir dengan mengecup seluruh wajahnya dan bibirnya.
"Jangan pernah matikan hpnya ,nanti aku selalu chat dan video call."ucapnya lagi lalu meninggalkan mereka semua untuk menuju ke pesawat.
__ADS_1
.
.
.
6 bulan kemudian
Setelah kegiatan camping 6bulan yang lalu ,Kintan disibukkan dengan berbagai macam tugas dan ujian.
Komunikasinya dengan Bima juga hanya sebatas video call dan chat Watsup saja,karena Bima sendiri juga masih di Paris,dia belum bisa pulang karena Perusahaan cabang yang baru belum bisa ditinggal.
Bima hanya menunggu wisuda saja,karena ujiannya sudah berakhir sejak awal kepergiannya ke Paris dengan nilai cumloude.
Keluarga Bima menyerahkan sepenuhnya soal melanjutkan pendidikan nya,sedangkan Bima sendiri masih bimbang antara melanjutkan S2 ya ke Paris atau di Surabaya saja.Yang memberatkan pikirannya sih harus LDR dengan Kintan, LDR sekarang aja sudah membuatnya uring-uringan ,apalagi harus LDRan selama 2tahun menahan untuk tidak saling bertemu.
Bisa dibilang ini awal ujian hubungan mereka,latihan berjauhan sebelum benar-benar mereka akan berjauhan karena pendidikan.
Sedangkan Kintan sendiri sebenarnya selalu mendukung apapun keputusan Bima.
Dia memaklumi jika Bima yang sebagai ahli waris tunggal mengemban beban berat untuk meneruskan bisnis keluarganya.
Untuk itu dia selalu mensupport apapun keputusannya,meskipun dia sendiri tidak bisa menahan kerinduan disaat lama tidak bertemu.
"Hey,,ngelamun aja?"ucap Aya menepuk bahu Kintan dan membuyarkan lamunannya tentang Bima.
"Kenapa?"tanya Aya lagi.
"Aku kangen aja dengan Kak Bima."
"Sabar,ini ujian cinta loe,,ujian kesetiaan,semua akan indah pada waktunya."jawab Aya menenangkan sahabatnya.
"Gue deg-degan guys ,kira-kira kita lulus ga ya?"ucap Tata menghampiri mereka sambil menanti pengumuman kelulusan.
"Pasti lulus donk,,secara kita genius gitu loh."timpal Icha yang datang bareng dengan Tata.
"Sombong amat lu,,gue aja yang pintar ga sombong."ujar Tata
"Huuuu."sahut ketiganya yang langsung jari Icha menjitak jidatnya Tata.
"Iya ,pintar ngibul,,hahaha."sahut Aya
Dan begitulah mereka bercanda tawa dimanapun berada tanpa mengenal tempat.
"Eh Tan kenapa kemarin loe dipanggil ke ruang kepsek?"tanya Aya ke Kintan.
"Itu soal beasiswa,,sekolah memberiku beasiswa full untuk masuk ke universitas X di Surabaya."jawab Kintan.
"Terus?loe terima?"
"Belum"
"Kenapa? Ka Fero,Ka Faiz,Ka Bima diuniversitas yang sama,,gue aja memimpikan dapat beasiswa kesitu,tapi entahlah dapat kah ga,,yang jelas papi mendukungku di sana ,jadi gue sepertinya melanjutkan kesitu guys,,gila keren banget tahu kampusnya."timpal Tata.
"Serius loe mau melanjutkan kesana Ta?"tanya Icha.
"Semoga aja gue diterima,,tapi gue yakin sih pihak kampus ga mau menyia-nyiakan untuk ga Nerima gue,,secara gue kan cerdas."ujar Tata dengan tingkat kepedean yang luar biasa.
"Hemmm,,,mulai dech."ucap Aya jengah.
"Gimana kalau kita kuliah ditempat yang sama,biar seru ,persahabatan kita akan berlanjut."
"Yeaay always best friend forever."ucap mereka dengan menyatukan tangannya dengan kompak.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading π
πππππβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈπππππππ