Cintaku Berlabuh Di Surabaya

Cintaku Berlabuh Di Surabaya
83. wisuda 3


__ADS_3

Setelah para orang tua berbicara dengan Bima dan Kintan ,mereka undur diri untuk pulang ,tentunya papi meminta Bima mengantar Kintan dan orang tuanya untuk pulang kerumah.Sementara teman-temannya juga sudah pada pulang masing-masing.


"Nak Bima kapan wisudanya?


"Lusa ayah,,oh iya Bima meminta izin sama ayah untuk mengajak Kintan hadir di wisuda Bima."


"Iya ayah,,Kintan juga sudah mutusin untuk kuliah disana,jadi lusa sekalian Kintan daftar ,boleh kah ayah?


"Alhamdulillah berarti kamu sudah mutusin untuk ngambil beasiswa itu nak?"


"Iya ayah,,Kintan sudah memikirkannya ,dan lagi kalau Kintan ngambil beasiswa itu ,Kintan tidak akan merepotkan kalian."


"Kamu itu ngomong apa sih,,,emang ayah dan bunda orang pelit yang ga mau biayain kamu kuliah,kamu anak kami satu-satunya ,tentu saja kami akan membiayai kamu sekuat tenaga kami."


"Bunda,ayah,,Kintan sayang kalian."Bima yang masih mode menyetir hanya mendengarkan dan tersenyum lega karena fasilitas itu memang diberikan oleh keluarga Bima sebenarnya khusus untuknya,tapi karena sifat keras kepalanya yang tidak mau menerima bantuan dari orang lain ,maka Bima menggunakan cara lain untuk bisa meyakinkannya kalau itu memang fasilitas untuk yang lolos tes jalur khusus beasiswa,agar dia mau menerimanya.


Akhirnya mereka sudah sampai ,bunda dan ayah turun duluan.


"Nak Bima terima kasih untuk semuanya ,anak ayah kelihatan bahagia banget hari ini."ayah menggoda Kintan.


"Ayah apaan sih?"


"Ya ayah Bima juga mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya."


"Ga masuk dulu nih."


"Ga usah ayah,Bima langsung pamit aja karena udah malam."


Bunda dan ayah pun sudah turun dari mobil dan segera masuk rumah karena sudah merasa ngantuk berat.


"Sayang,,jangan langsung pulang,ini udah malam banget Lo,aku khawatir di jalan."ucap Kintan dengan memegang tangan Bima.


"Iya,,mungkin aku nginap di hotel tadi ,besok pagi baru chek out."jawab Bima dengan mengusap pipinya.


"Terima kasih untuk semuanya,aku bahagia,,I love you."ucap Kintan mengecup tangannya Bima.


Bima langsung meraih tengkuknya dan mencium bibirnya,mereka saling memejamkan mata menikmati kehangatan bibir mereka ,merasakan kelembutan sentuhan.


Cukup lama mereka berciuman di mobil ,seolah tidak mau saling melepas,salah satu melepas,tidak berselang lama ,mereka memulai lagi berciuman ,begitu seterusnya sampai bibir mereka basah dan terasa bengkak bahkan sudah setengah jam mereka berciuman di mobil.


"Sudah ya,,cepetan masuk nanti ditungguin ayah."ucap Bima begitu mereka mengakhiri ciumannya dan saling menempelkan kening mereka.


"Aku cinta kakak."


"Aku juga cinta kamu."jawab Bima mengecup keningnya.


"Nanti sebelum tidur kakak video call ,oke?"


Kintan akhirnya turun dan segera menuju kamarnya ,karena sepertinya ayah bundanya juga sudah tidur.


.


.

__ADS_1


.


Keesokan harinya Bima sudah kembali kerumahnya dan sudah disibukkan dengan acara menjelang wisuda ,selain itu dia juga harus mewakili papinya bertemu dengan klien.


Untuk itu seharian tidak menghubungi Kintan sama sekali karena saking sibuknya.


Kintanpun hari ini juga sudah menghadap kekepala sekolah untuk memberikan keputusannya dan melengkapi persyaratan yang sudah diajukan.


"Bapak senang akhirnya kamu mengambil keputusan yang tepat,karena teman-temanmu sudah pada mengembalikan form nya,kamu yang terakhir ini."


"Oh iya besok kampus X akan menggelar wisuda ,jadi kalau kamu punya teman yang bisa membawamu masuk kesana ,itu akan lebih bagus ,kamu bisa melihat-lihat supaya kamu lebih tertarik lagi dan tidak menyesali keputusanmu."ucap beliau kembali.


"Baik pak,terima kasih atas saran dan bantuannya ,jika nanti sekolah ini masih membutuhkan saya ,saya bersedia untuk membantu sekolah ini pak."ucap Kintan menjabat tangan kepala sekolah.


Setelah urusannya selesai ,Kintan akhirnya pulang kerumah.


Semenjak kemarin Bima belum ada menghubungi Kintan,jadi malam ini Kintan yang berinisiatif menelfon Bima duluan.


Panggilan pertama sampai ketiga belum juga diangkat oleh Bima.


Akhirnya Kintan memutuskan untuk bersiap tidur dan menaruh ponselnya di meja samping tempat tidurnya.


Baru saja ponsel ia letakkan ,dan dia memejamkan matanya,ponselnya berbunyi terdapat panggilan masuk dari Bima.


"Halo."jawabnya


"Ubah video call sayang."


Lalu Kintan menggeser dan beralih ke video call.


Bima terlihat berbaring menyandarkan punggungnya dibantal.


"Hey ,,udah tidur ya."tanya Bima


"Kamu kemana aja,,dari kemarin ga ada kabar ,tadi ditelfon ga diangkat."


"Maaf ya,,yang penting sekarang sudah menelfonmu kan? kangen banget ya."


Kintan hanya menjawabnya dengan mengangguk.


"Sayang ,besok maaf aku ga bisa menjemputmu ,aku sudah menyuruh mang Karyo untuk menjemputmu,jangan lupa memakai dress yang kemarin ya."


"Emang jadi besok,,tapi aku malu ,nanti disana gimana ,kamu pasti bakalan sibuk dengan acaramu dan teman-temanmu."


"Nanti ada Aya,Icha,Tata juga disana ,mereka pada nemenin Fero dan Faiz,,nanti kamu sama mereka ,aku janji kalau sudah selesai langsung menemuimu."


"Iya ,mereka juga sudah bilang."jawab Kintan.


"Besok aku suruh mereka untuk menunggumu di gerbang masuk kampus ,jadi mang Karyo enak nurunin kamunya,, kamu juga langsung bisa masuk bareng dengan mereka,,nanti kamu lihat kan acces card nya ke security ,besok kutitipkan mang Karyo biar dikasihkan ke kamu."


"Apa aku sebaiknya bareng mereka aja berangkatnya,aku ga mau merepotkan mang Karyo,,Icha kemarin juga nawarin untuk bareng."


"Terserah kamu aja sayang ,enaknya bagaimana?."

__ADS_1


"Ya udah aku bareng Icha aja deh."


"Oke,,kalau gitu besok aku akan menunggumu untuk memberimu acces card ,, sekalian aku nungguin Fero."


"Iya."


"Ga usah pakai make up yang tebal ya sayang,,lipstik juga jangan pakai yang merah."


"Yach padahal aku mau pakai yang merah merona ,kan kesempatan besok banyak,---" Kintan rupanya berhasil menggoda Bima.


"Banyak apa,,,oh sudah berani nakal ya,,,awas ya kalau ga nurut."


Kintan hanya cekikian melihat muka kesalnya Bima.


"Kututup nih ,,kalau ga mau nurut."


"Iya - iya sayang aku nurut ,,bercanda aja kok,,lagian untuk apa aku cari yang lain ,kalau kamu sudah melebihi dari mereka semua,, dan yang penting aku cintanya sudah mentok di kamu."ujar Kintan.


"Ck,,, pintar gombal sekarang ya,,"


"Ya udah bobok ya ,,besok kita ketemu lagi ,,malam sayang ,,love you,, muacchh."ucap Bima kembali.


"Love you too,,muach."jawab Kintan yang akhirnya mereka mengakhiri obrolan panjang lewat video call.


.


.


.


Pagi sekali jam 6 Icha sudah menjemput Kintan dirumahnya,karena rencana yang mengajak Kintan untuk bermake up disalon langganannya ,dan disana ternyata juga ada Tata dan Aya yang sudah menunggu giliran di-make over.


"Tan loe udah ada gaun,kalau belum disini ada menyewakan juga atau mau pakai gaunku ,gue bawa dua."ucap Aya.


"Aku bawa ay,,nih."Kintan menunjukkan tas yang berisi gaun lengkap dengan sepatunya.


Semua sudah selesai di-make over ,dan meluncurlah mereka ke kota S.


Mereka berangkat beriringan dengan mobil orang tua Icha.Icha sengaja berangkat bersama sahabat2nya dengan ditemani sopir ,karena menurutnya lebih rame jika sama temannya.Sedangkan orang tua Icha akan mengajak keluarga yang lain ,jadi sudah dipastikan bakal rame suasana disana.


.


.


.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


maaf ya author baru sembuh dari sakit


4 hari ,author tepar


meskipun lagi sakit ,tapi author usahakan sedikit demi sedikit melanjutkan bab

__ADS_1


jaga kesehatan ya readers


semoga kalian selalu sehat🤲


__ADS_2